10 September 2009

Partnership liquidation

Proses likuidasi suatu partnership meliputi pengkonversian asset-asset selain cash menjadi cash, pengakuan gains dan losses selama periode likuidasi, pembayaran liabilities, serta pembagian (sisa) cash kepada partners sebagai penyelesaian final entitas bisnisnya.

Simple liquidation adalah proses likuidasi yang terlebih dahulu menuntaskan pengkonversian asset-asset noncash menjadi cash, baru kemudian membagikannya sekaligus kepada partners.

Sementara itu, installment likuidation adalah proses likuidasi yang pembagian cash-nya kepada partners dilakukan secara bertahap, setelah semua liabilities dibayar tetapi tidak menunggu hingga semua gains dan losses terealisasi. Untuk menghindari pembayaran berlebihan kepada seorang partner, jumlah cash yang akan dibagikan dihitung berdasarkan dua asumsi: (1) Semua partners secara pribadi mengalami insolvency, dan (2) Semua assets noncash adalah kerugian (losses).

Dalam installment liquidation, ada dua pendekatan yang dapat dipilih untuk menentukan berapa jumlah yang aman untuk dibagikan kepada partners pada masing:masing tahapan pembagian. Dua metode itu adalah: (1) Safe payments schedule, yang biasanya disiapkan pada setiap tahapan pembagian cash, dan (2) Cash distribution plan, yang disiapkan di awal dan akan digunakan selama proses likuidasi.

Laporan keuangan utama yang harus disiapkan oleh partnership yang sedang dilikuidasi adalah statement of partnership liquidation, yang berisi ringkasan semua transaksi dan kejadian keuangan selama periode likuidasi. Laporan ini bisa digunakan sebagai barang bukti di pengadilan apabila diperlukan.

Dalam proses likuidasi suatu partnership, kreditor partnership mendapatkan prioritas utama terhadap asset-asset partnership. Sementara itu, kreditor pribadi seorang partner mendapatkan prioritas utama terhadap asset-asset pribadi partner yang bersangkutan. Prioritas pihak-pihak lainnya tergantung kepada apakah partnership atau partners-nya mengalami insolvency atau tidak.

Setelah mempelajari topik ini, mahasiswa diharapkan mampu:

(1) Memahami aspek-aspek hukum likuidasi partnership.
(2) Menguasai teknik penghitungan dan perlakuan akuntansi untuk simple liquidation.
(3) Menguasai teknik penghitungan safe payment.
(4) Menguasai konsep dan perlakuan akuntansi untuk installment liquidation.
(5) Menguasai teknik penghitungan cash distribution plan untuk installment partnership.
(6) Memahami proses likuidasi jika partnership atau partners-nya mengalami insolvency.

Download PPT slide: Partnership Liquidation

No comments:

Post a Comment