04 May 2010

Kemampuan bahasa Inggris bagi akuntan

Di depan mahasiswa saya, ketika memberi arahan pendahuluan untuk mata kuliah Seminar Akuntansi, saya menyampaikan bahwa penguasaan bahasa Inggris saat ini fardlu ‘ain hukumnya bagi setiap akuntan. Saya tidak menggunakan argumen yang tinggi-tinggi untuk melegitimasi fatwa itu. Saya bilang, suka atau tidak suka, pilihan profesi akuntan Indonesia untuk mengadopsi IFRS berarti juga mengadopsi bahasa yang dipakai untuk menuliskan standar akuntansi internasional itu.

Anda mungkin mengaitkan penguasaan bahasa Inggris dengan daya saing akuntan kita di era pasar bebas. Argumen itu juga masuk akal, tapi saya bilang, itu argumen yang ketinggian bagi saya. :)

Adopsi standar akuntansi internasional bukan hanya mengadopsi perlakuan dan teknik akuntansinya saja. Jika tujuannya adalah untuk meningkatkan daya banding (comparability) dan memperlancar arus investasi global, berarti laporan keuangannya juga harus ditulis dalam bahasa Inggris. Dan ingat, laporan keuangan bukan hanya neraca, laba-rugi, arus kas, dan perubahan ekuitas.

Pengungkapan tentang kebijakan akuntansi, penjelasan dan rincian masing-masing item, dan informasi penjelas lainnya, sebagian disajikan secara naratif, bukan melulu tabel dan angka. Atas alasan “teknis” itulah, saya mewajibkan mahasiswa untuk melek bahasa Inggris, paling tidak baca-tulis.

No comments:

Post a Comment