27 January 2011

Kerangka konseptual akuntansi

Update: Materi berikut sebagian besar diadaptasi dari textbook teori akuntansi dari Amerika Serikat. Saya telah menulis ulasan mengenai Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan 2010 yang dirumuskan oleh IASB yang merupakan hasil proyek bersama dengan FASB.


Kerangka konseptual merupakan suatu sistem yang koheren dari tujuan-tujuan dan dasar yang saling berhubungan yang dapat mengarah pada standar yang konsisten dan dapat menjelaskan sifat, fungsi dan keterbatasan akuntansi keuangan dan laporan keuangan.

Kerangka konseptual dibagi atas:

  • Tujuan pelaporan keuangan
  • Karakteristik kualitatif atas laporan keuangan
  • Elemen laporan keuangan
  • Asusmsi
  • Prinsip-prinsip
  • Keterbatasan

Tujuan pelaporan keuangan

Menurut FASB, pelaporan keuangan harus memberikan informasi yang berguna bagi investor dan kreditor saat ini atau calon investor dan kreditor dan pengguna lain dalam:

  • Mengambil keputusan investasi, kredit dan lainnya yang rasional
  • Menilai jumlah, waktu dan ketidakpastian penerimaan kas dalam bentuk dividen atau bunga, serta kas yang diperoleh saat penjualan, penebusan atau jatuh temponya sekuritas atau pinjaman mereka.

Pelaporan keuangan harus memberikan informasi mengenai sumberdaya ekonomi dalam suatu perusahaan, klaim atas sumber daya tersebut dan dampak teransaksi, kejadian dan situasi yang dapat mengubah sumber daya dan klaim tersebut.

Tujuan Pelaporan keuangan ini menimbulkan tiga pertanyaan penting :

  1. Pengguna laporan manakah yang harus dipertimbangkan Menurut FASB fokus pelaporan keuangan adalah pihak eksternal yang tidak memiliki otoritas untuk langsung melihat laporan keuangan dalam perusahaan dan karananya harus melihat apa yang diberikan pihak Manajemen. Definisi ini tentunya bertentangan dengan hipotesa efficient-market, yang mengatakan bahwa harga pasar saham ditentukan oleh tindakan investor yang pintar.
  2. Apakah tujuan dari beberapa pengguna tersebut serupa? Tujuan dapat dibagi menjadi tujuan umum dan tujuan khusus. APB Statement No.4 menegaskan bahwa tujuan umum lebih dapat memenuhi kebutuhan sebanyak mungkin pengguna.
  3. Haruskan keinginan menajemen juga dipertimbangkan? Salah satu kesulitas dalam menetapkan tujuan pelaporan adalah bahwa pengguna bukan satu-satunya pihak yang terlibat. Informasi keuangan dapat mempengaruhi perilaku pengguna maupun pembuatnya. Dalam hal ini tujuan pelaporan harus mempertimbangkan secara etis tingkat keadilan (fainess) atas pihak pengguna maupun pembuat.

Karakteristik kualitatif atas laporan keuangan

Hendriksen membagi karakteristik kualitatif menjadi karakteristik primer dan karakteristik sekunder.

Primary decision specific qualities (karakteritik kualitatif primer)

Relevan. Informasi memiliki kualitas relevan kalau dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan.

Relevan memiliki unsure-unsur:

  • Tepat waktu
  • Memiliki nilai pediktif
  • Memiliki nilai feedback

Andal (reliable). Informasi memiliki kriteria andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan untuk pengambilan keputusan. Andal memiliki unsur-unsur:

  • Dapat diverifikasi, artinya informasi tidak subyektif dan tidak bias. Dalam akuntansi hal ini berarti adanya suatu cara pengukuran yang independent terhadap pengukuirnya, sehingga dua orang pengukur yang berbeda akan menghasilkan kesimpulan yang sama dengan menggunakan cara pengukuran tersebut.
  • Netral, artinya informasi harus diarahkan pada kepentingan semua pihak, tidak hanya menguntungkan pihak tertentu. Netral juga berarti tidak cenderung untuk mencapai suatu hasil tertentu.
  • Penyajian jujur (representational faithfulness). Penyajian jujur terkait dengan adanya hubungan antara suatu pengukuran dan fenomena yang ingin diukur (atau validitasnya). Kesulitan dalam definisi ini adalah bahwa pengukuran dalam akuntansi banyak yang tidak terkait dengan interpretasi ekonomis. Misalnya harga pasar pada saat pembelian mungkin merupakan alat ukur yang berarti pada saat itu tetapi mungkin tidak banyak artinya 10 tahun kemudian

Karakteristik kualitatif sekunder

Dapat dibandingkan (comparatible). Pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan perusahaan antar periode untuk mengindentifikasi kecenderungan ( trend ) posisi dan kinerja keuangan.

Menurut FASB comparability didevinisikan sebagai kualitas Informasi yang memungkinkan pengguna untuk mengindentifikasi persamaan dan perbedaan antara dua fenomena ekonomi.

Definisi tersebut tergantung pada dua hal, yaitu keseragaman dan konsistensi.

Keseragaman (uniformity). Keseragaman ini dibagi lagi menjadi:

  • Rigid uniformity, yaitu adanya satu metode untuk semua transaksi yang sama, meskipun situasinya berbeda. Misalnya Akuntansi untuk biaya penelitian dan pengembangan.
  • Finite uniformity adalah keseragaman dengan mempertimbangkan situasi yang dihadapi. Misalnya akuntansi untuk rugi bersyarat (loss contingencies) bias berbeda tergantung dari tingkat ketidakpastian yang dihadapi

Definisi tersebut banyak diperdebatkan, karena tujuannya adalah dapat dibandingkan (comparability) bukan keseragaman (rigit uniformity). Dapat dibandingkan sendiri didefinisikan sebagai kualitas atau kondisi yang memililki cukup banyak karakteristik sehingga memungkinkan suatu perbandingan yang layak.

Dari dua pendapat ini, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa ada baiknya jika perusahaan dibebaskan untuk mengambil pilihan tertentu selama tidak membahayakan kepentingan investor dan kreditor.

Konsistensi memiliki beberapa definisi yaitu:

  • Penggunaan suatu prosedur akuntansi oleh suatu entitas akuntansi selama beberapa periode.
  • Penggunaan konsep dan prosedur pengukuran yang sama untuk beberapa item yang terkait dalam laporan suatu perusahaan selama satu periode.
  • Pengggunaan prosedur yang sama oleh beberapa perusahaan ( lebih mirip dengan definisi keseragaman ).

Kebutuhan terhadap daya banding jangan dikaacaukan dengan keseragaman semata-mata dan tidak seharusnya menjadi hambatan dalam memperkenalkan standar akuntansi keuangan yang lebih baik.

Elemen Laporan Keuangan

Elemen-elemen laporan keuangan terdiri dari:

  • Aset
  • Liabilitas
  • Ekuitas
  • Penghasilan
  • Beban

Elemen-elemen ini akan dibahas secara lebih rinci pada topik tersendiri.

Asumsi Dasar

Asumsi dasar adalah sesuatu yang dianggap berlaku walaupun dalam kenyataannya bisa berlaku bisa juga tidak. Dalam ilmu ekonomi banyak teori yang mendasarkan diri pada asumsi ceteris paribus yang berarti “jika hal-hal lain tetap/tidak berubah”. Dalam ilmu sosial, asumsi menjadi hal yang tidak dipisahkan dari suatu teori karena, berbeda dengan ilmu alam/pasti, tidak mungkin kita melakukan penelitian ilmu sosial dalam suatu laboratorium yang terisolasi.

Asumsi dasar terkait entitas pelapor meliputi dua hal yaitu:

  1. Perusahaan harus diasumsikan sebagai suatu entitas yang terpisah dari pemiliknya. Dengan demikian pencatatan aset, liabilitas dan ekuitas perusahaan harus dicatat terpisah dari aset, liabilitas dan ekuitas pribadi pemilik.
  2. Dua atau lebih perusahaan yang secara hokum merupakan badan hukum yang terpisah, dari sudut pandang ekonomi dapat dianggap sebagai satu kesatuan ekonomi. Itulah sebabnya antara perusahaan dan anak harus dibuat laporan konsolidasi.

Kelangsungan usaha. Perusahaan harus diasumsikan akan berdiri terus tanpa batas umur. Implikasi dari asumsi ini adalah digunakanya Nilai histories untuk menilai aktiva tetap. Jika perusahaan dalam proses likuidasi, maka aktiva tetap harus dinilai likuidasi yang biasanya lebih rendah dari nilai pasar.

Satuan mata uang yang stabil. Laporan keuangan harus disajikan dalam satuan mata uang resmi dinegara tersebut ( di Indonesia : rupiah ) dan satuan uang ini harus diasumsikan stabil. Sejak perekonomian Indonesia dalam keadaan krisis, asumsi mata uang yang stabil sebenarnya tidak terpenuhi. Tetapi asumsi ini tetap dipertahankan sehingga laporan keuangan menjadi tidak sesuai dengan dunia nyata (real word).

Periodisasi. Aktivitas ekonomi suatu perusahaan diasumsikan dapat dibagi atas periode-periode waktu. Padahal nilai perusahaan yang sesungguhnya baru dapat diketahui setelah perusahaan tersebut ditutup dan dilikuidasi. Implikasi dari periodisasi adalah timbulnya masalah kapan pendapatan dan beban harus diakui. SAK menganut prinsip akrual dimana pendapatan dan beban harus diakui pada saat terjadinya, tanpa menunggu kas diterima atau dikeluarkan.

Prinsip Laporan Keuangan

Biaya historis (historical cost). Sebagian aktiva dan kewajiban harus dinilai dan disajikan berdasarkan harga perolehannya. Alasan utama penggunaan biaya histories adalah keandalannya. Dalam sejarahnya biaya histories ini dimenangkan dari prinsip yang lain karena dalam due process sebagian besar yang hadir adalah akuntan publik. Bagi akuntan publik prinsip aiaya historis ini adalah yang paling mudah uantuk diaudit dibandingkan dengan prinsip penilaian aktiva dan kewaiban lainnya.

Prinsip pengakuan pendapatan (revenue recognition). Secara umum pendapatan boleh diakui jika terealisir/dapat direalisasi ( realized/rea;izable) dan telah berhak diakui ( earned ).

Pengaitan beban dan pandapatan (matching cost against revenue). Beban diakui ketika jasa atau produk yang dihasilkan memberikan konstribusi Kepada pendapatan.

Pengungkapan penuh (full disclosure). Semua Informasi yang cukup penting sehingga dapat mempengaruhi keputusan pemakai lapran keuangan harus disajikan sebagai bagian dari laporan keuangan harus disajikan sebagai bagian dari laporan keuangan utama.

Keterbatasan Lapran Keuangan

Keseimbangan antara biaya dan manfaat (cost/benefit). Biaya untuk menyajikan informasi tidak boleh lebih besar dari manfaat yang dapat diperoleh dari pemakaian informasi tersebut.

Materialitas. Suatu Informasi disebut material jika menimbulkan perbedaan dalampengambilan keputusan

Praktek industri khusus (industry practice). Jika pemakaian prinsip yang berlaku umum justru tidak mencerminkan keadaan sesungguhnya bagi suatu industri khusus, maka ia diperbolehkan untuk menyimpang dari prinsip yang berlaku umum. Contoh, persediaan berupa tanaman dapat disajikan Sesuai Nilai pasar.

Konservatif. Artinya jika berada dalam keadaan yang meragukan pilih solusi yang paling sedikit kemungkinannya untuk menilai aktiva dan pendapatan terlalu tinggi.

No comments:

Post a Comment