26 January 2011

Laporan keuangan

Update: Materi berikut sebagian besar diadaptasi dari textbook teori akuntansi dari Amerika Serikat. Saya juga telah menulis ulasan mengenai prinsip-prinsip penyajian laporan keuangan menurut PSAK 1 yang diadopsi dari IAS 1.


Salah satu dari laporan keuangan utama yang harus dibuat oleh akuntan adalah laporan posisi keuangan atau lebih dikenal dengan neraca. Neraca ibarat foto perusahaan yang menggambarkan aset di satu sisi dan liabilitas dan ekuitas pada sisi lainnya. Ada dua pendekatan untuk melihat neraca:

  1. Pendekatan aset liabilitas. Menurut pendekatan ini neraca merupakan daftar aset dan liabilitas perusahaan dimana selisih diantara keduanya merupakan ekuitas pemilik.
  2. Pendapatan penghasilan beban. Menurut pendekatan ini neraca adalah laporan sisa yang merupakan perantara diantara dua laporan laba rugi. Dengan demikian neraca lebih mencerminkan masa lalu dari pada masa depan.

Aset dan Liabilitas

Agar dapat menyusun neraca yang dapat memotret posisi keuangan perusahaan pertama-tama kita harus mendefinisikan aset dan liabilitas secara tepat. Dalam bagian ini akan dibahas beberapa definisi aset dan liabilitas.

Definisi FASB dalam SFAC 6

Aset adalah manfaat ekonomi dimasa dating yang diperoleh dan dikendalikan oleh suatu entitas tertentu sebagai akibat dari transaksi atau kejadian di masa lalu. Definisi dari FASB ini mengikuti Canning ( dijelaskan di bawah ini ) dalam usaha menyajikan definisi yang berarti semantic. Definisi ini menunjukkan ketidaksetujuan FASB pada definisi APB statement No.4 ( dijelaskan di bawah ini ).

Definisi dari Canning

Aset adalah jasa dimasa yang akan datang dalam bentuk uang atau dalam bentuk yang dapat dikonversikan menjadi uang. Liabilitas adalah suatu jasa yang dapat dinilai dengan uang yang merupakan liabilitas hukum dari pemilik atau pemegang aset kepada pihak kedua. Keunggulan dari kedua definisi di atas adalah dimungkinkannya interpretasi semantik karena seseorang yang logis dapat memutuskan apakah sesuatu merupakan aset atau liabilitas dengan memeriksa karakter ekonomi dan hukumnya.

Definisi APB statement No.4

Aset adalah sumber-sumber ekonomi dari suatu perusahaan yang diakui dan diukur Sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterima umum termasuk beban ditangguhkan tertentu yang bukan sumber. Liabilitas adalah kewajiban ekonomi dari suatu perusahaan yang diakui dan diukur sesuai dengan dengan prinsip akuntansi yang diterima umum. Kelemahan dari definisi di atas adalah sifatnya yang sistaksis dan sekedar mengikuti model akuntansi tradisional dimana kredit cenderung mengikuti debit. Walaupun demikian definisi ini menunjukan kemajuan yang nyata dibandingkan dengan definisi menurut ATB ( dijelaskan di bawah ).

Definisi dari Accounting Terminology Bulletins

Aset adalah saldo debit yang dibawa kedepan dan liabilitas adalah saldo kredit yang dibawa kedepan. SAK dalam kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan paragraph 53 mengadopsi definisi aset dan liabilitas menurut SFAC No.6 yaitu:

Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akiba dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekononomi dimas depan diharapkan akan diperoleh perusahaan. Liabilitas merupakan hutang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi.

Pengakuan

Yang menjadi masalah disini adalah kapan kita harus mengakui liabilitas kontinjensi. Ada yang mengatakan bahwa tidak ada bedanya antara menyajikan liabilitas dalam neraca ataupun dalam catatan atas lporan keuangan. SFAS No.5 mengatakan bahwa loss contingencies harus diakui sebagai liabilitas jika:

  • Memenuhi definisi liabilitas
  • Kemungkinan terjadinya kejadian di masa yang akan datang secara relative cukup besar
  • Jumlahnya dapat diestimasi secara wajar

PSAK 8 mempunyai criteria yang sama dengan SFAS No.5 di atas.

Klasifikasi

Klasifikasi aset dan liabilitas harus memperhatikan tujuan laporan keuangan yang antara lain adalah:

  • Penyajian solvensi perusahaan. Tujuan ini menimbulkan klasifikasi aset dan liabilitas lancer dan tak lancer.
  • Deskrepsi operasi perusahaan. Tujuan ini lebih banyak berhubungan dengan akuntansi pemerintahan dimana istilah fund digunakan untuk memisasahkan aset dan liabilitas yang digunakan untuk tujuan tertentu.
  • Menjelaskan proses Akuntansi. Contoh dari klasifikasi yang berhubungan dengan tujuan ini adalah diskon atas hutang obligasi yang belum dimortisasi diskon atas saham preferen dan kerugian yang ditangguhkan yang disajikannya sebagai aset. Penyajian ini tentu saja tidak logis dan karena itu tidak dilakukan lagi.
  • Menekankan metode penilaian. Tujuan ini menimbulkan klasifikasi sebagai berikut:
    • Kas dan Penerimaan kas yang diharapkan
    • Aset yang dinilai berdasarkan harga output
    • Aset yang dinilai berdasarkan harga input
    • Aset yang dinilai berdasarkan Nilai histories
  • Menjelaskan niat Manajemen. Klasifikasi berdasarkan tujuan ini menimbulkan istilah modal kerja.
  • Memprediksi arus kas. Contoh dari klasifikasi untuk tujuan ini adalah penyajian aset menurut kecepatannya dikonversi menjadi kas dan klasifikasi kewajiban menurut waktu.

No comments:

Post a Comment