24 January 2011

Teori akuntansi – liabilitas

Update: Materi berikut sebagian besar diadaptasi dari textbook teori akuntansi dari Amerika Serikat. Meskipun demikian, konsep-konsep dasar liabilitas menurut US GAAP tidak berbeda signifikan dengan IFRS, sehingga materi ini tetap relevan.


Karakteristik

Menurut Hendriksen:

  • Liabilitas harus ada pada saat ini
  • Liabilitas harus dipenuhi dengan pembayaran atau pengorbanan dimasa depan
  • Kecil atau tidak ada kemungkinan untuk menghindari pengorbanan di masa depan tersebut
  • Nilai jatuh temponya dapat ditentukan
  • Pihak yang memberikan utang dapat diketahui atau diidentifikasi

Menurut Kieso:

  • Liabilitas harus dipenuhi dengan pembayaran atau pengorbanan di masa depan
  • Pengorbanan tersebut tidak dapat dihindari
  • Liabilitas merupakan hasil dari transaksi masa lalu

Pengakuan

Liabilitas diakui jika memenuhi kriteria berikut:

  • Memenuhi kriteria sebagai liabilitas
  • Dapat diukur
  • Relevan
  • Dapat diandalkan

Pengukuran

Liabilitas dapat dibedakan menjadi liabilitas moneter dan liabilitas non-moneter.

Liabilitas moneter

  • Liabilitas moneter jangka pendek. Liabilitas  ini tidak perlu didisnonto ke nilai sekarang (present value) karena selisih antara nilai sekarang dan nilai jatuh tempo tidak material.
  • Liabilitas moneter jangka panjang harus didiskonto ke nilai sekarang

Liabilitas non-moneter

Liabilitas non-moneter diukur berdasarkan harga barang atau jasa yang akan diserahkan, yang telah ditetapkan/disetujui sebelumnya.

Penyajian

Liabilitas disajikan sebagai liabilitas jangka pendek dan jangka panjang.

Liabilitas digolongkan jangka pendek jika:

  • Akan dilunasi oleh aset lancar
  • Jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasi perusahaan, mana yang lebih panajang

Liabilitas jangka pendek boleh digolongkan jangka panjang hanya jika:

  • Akan dilunasi dengan liabilitas jangka panjang atau dibentuk suatu dana khusus untuk melunasinya.
  • Perjanjian untuk mengeluarkan liabilitas jangka panjang tersebut telah dibuat atau dilaksanakan

Beberapa isu terkait liabilias

  1. Perusahaan cenderung untuk tidak mengakui dan menyajikan liabilitas dalam neraca misalnya:
    • Kecenderungan perusahaan untuk menyajikan sewa sebagai operating lease.
    • Perusahaan secara khusus membentuk suatu anak perusahaan yang tujuannya hanya untuk membeli aset yang diperlukan si induk. Aset tersebut disewakan kepada si induk sehingga induk perusahaan terhindar dari mengakui liabilitas/utang. Mereka dapat menghindar dari membuat laporan konsolidasi dengan alasan sifat industri kedua perusahaan sangat berbeda.
  2. Uang muka yang diterma dari pelanggan sebenarnya mencakup dua hal yaitu biaya dan laba. Masih diperdebatkan apakah penyajiannya harus dipisahkan di mana bagian biaya disajikan sebagai liabilitas lancar, sedangkan laba disajikan sebagai pendapatan yang ditangguhkan.
  3. Realisasi yang tidak pasti.
    Pada penjualan cicilan di mana semua kewajiban penjual telah dipenuhi namun laba tidak dapat diakui, semata-mata karena kepastian atas tertagihnya piutang rendah. Laba kotor yang belum direalisasi ini seharusnya tidak disajikan sebagai liabilitas, karena tidak ada lagi kewajiban penjual terhadap pelanggan.
  4. Penghapusan (terminating) kewajiban
    Pada dasanya kewajiban dapat dikeluarkan dari neraca jika ada suatu transaksi atau kejadian lain yang dilakukan untuk menghapuskan kewajiban tersebut.

No comments:

Post a Comment