27 May 2011

Evaluasi kinerja dengan menggunakan analisis variansi

Evaluasi kinerja dengan menggunakan analisis variansiSemoga bermanfaat, saya share materi kuliah Penganggaran (Budgeting) tanggal 27 Mei 2011 tentang evaluasi kinerja dan analisis variansi (klik di sini untuk membaca selengkapnya). Mudah-mudahan juga tidak disalahgunakan, misalnya dengan dijadikannya dokumen saya ini sebagai tugas resume oleh mahasiswa yang dikumpulkan langsung kepada dosennya seolah-olah dia mengerjakan tugasnya itu sebagaimana mestinya.

Topik kuliah ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya tujuan atau sasaran dikuantifikasi atau diekspresikan secara terukur. Kuota penjualan, kos standar, dan target laba yang dibandingkan dengan kinerja sesungguhnya memungkinkan perusahaan untuk mengontrol kinerja operasinya.

Meskipun demikian, perlu disadari bahwa standar bukanlah ukuran teliti atau angka-angka mutlak yang harus digunakan secara saklek. Standar sebagai input target pendapatan dan anggaran biaya ditentukan berdasarkan taksiran, berpotensi mengandung bias, dan subjektif.

Riset-riset akuntansi keperilakuan menunjukkan bahwa evaluasi kinerja dengan analisis variansi justru bisa mengakibatkan manajemen menghalalkan segala cara untuk mencapai target dan bawahan kehilangan morale dalam bekerja. Munculnya konsep anggaran partisipatif terkait dengan isu ini. Target dan anggaran yang disusun secara partisipatif (bottom up) diyakini lebih baik karena memungkinkan manajer dan karyawan pelaksana mengalami internalisasi tujuan dan merasa memiliki tujuan yang harus dicapai.

Kinerja yang diukur semata-mata dalam satuan keuangan juga dianggap sebagai kelemahan analisis variansi. Kemunculan alat-alat (tools) seperti balanced-scorecard merupakan perbaikan lebih lanjut yang dipicu oleh kelemahan analisis variansi.

No comments:

Post a Comment