22 December 2011

Laporan PCAOB terkait kinerja audit “The Big Four”

Laporan PCAOB terkait kinerja audit “The Big Four”Public Company Accounting Oversight Board (PCAOB), badan pemerintah Amerika yang bertugas mengawasi praktik audit dalam rangka proteksi investor, menemukan adanya kelemahan-kelemahan dalam 13 audit dari 63 sampel pekerjaan audit yang dilaksanakan oleh Ernst & Young. Temuan tersebut merupakan salah satu hasil inspeksi tahunan PCAOB terhadap kantor akuntan publik yang masuk kategori The Big Four.

Dalam laporan yang dikeluarkan pada hari Kamis, 22 Desember 2011 ini, PCAOB menyatakan kelemahan-kelemahan yang teridentifikasi dalam inspeksi untuk tahun 2010 cukup signifikan, terungkap bahwa Ernst & Young tidak memperoleh cukup bukti untuk mendukung opini-opini auditnya. Meskipun demikian, badan tersebut tidak menyebutkan perusahaan-perusahaan yang terlibat, sejalan dengan praktik lazim yang dianutnya.

Dalam tujuh dari 13 audit tersebut, Ernst & Young tidak memadai dalam melaksanakan pengujian terhadap penetapan nilai wajar yang diterapkan klien-kliennya atas sekuritas yang tergolong sulit dinilai (hard-to-value securities). PCAOB juga menyatakan, dalam berbagai audit, Ernst & Young membuat asumsi-asumsi yang tidak tepat yang mengakibatkan lemahnya pengujian atas pengendalian internal klien, serta tidak melakukan pengujian secara memadai terhadap hal-hal penting seperti pendapatan dan cadangan rugi pinjaman.

Ernst & Young memberikan tanggapan melalui pernyataan resminya bahwa observasi-observasi yang dllakukan oleh PCAOB "bermanfaat bagi upaya-upaya kami untuk terus-menerus memperkuat proses audit serta meningkatkan kualitas layanan audit."

Laporan Ernst & Young adalah laporan terakhir yang dikeluarkan badan pengawas tersebut terkait kinerja audit yang dilaksanakan oleh kantor akuntan publik The Big Four. Sebelumnya dalam minggu ini juga dilaporkan bahwa 26 dari 58 audit yang dilakukan oleh Deloitte & Touche mengandung kelemahan. Bulan lalu, laporan terkait PricewaterhouseCoopers mengungkapkan 28 audit mengandung kelemahan dari 75 yang ditelaah, sementara laporan terkait KPMG mengungkapkan 12 audit yang mengandung kelemahan dari 54 yang ditelaah.

PCAOB melaksanakan inspeksi tahunan terhadap kantor-kantor akuntan publik terbesar di dunia, dengan menarik sampel berupa pekerjaan audit yang mereka lakukan dan mencermatinya untuk menilai kinerja dan kepatuhan mereka terhadap standar audit. Bagian pertama laporan inspeksi PCAOB, yang merinci kelemahan-kelemahan audit, diterbitkan untuk umum, tetapi bagian kedua, yang mengevaluasi kendali mutu yang dijalankan kantor akuntan publik, tidak dipublikasikan sepanjang kantor akuntan publik yang bersangkutan menanggapi secara serius kritik yang diajukan oleh dewan dan memperbaikinya dalam kurun waktu 12 bulan.

Dalam sejarahnya, hanya sekali PCAOB membeberkan bagian kedua laporannya terkait kantor akuntan publik The Big Four. Pada bulan Oktober 2011 lalu, dewan tersebut mempublikasi satu seksi laporannya untuk tahun 2008 yang mengkritik Deloitte, dengan menyatakan "mungkin saja terdapat isu-isu penting" terkait prosedur yang digunakan Deloitte agar audit yang mereka lakukan lebih cermat dan dilandasi sikap skeptis.

Bagaimana dengan kinerja auditor lokal kita? Apa kabar KAP-KAP kecil yang tidak berafiliasi dengan KAP asing? Agar bebas dari prasangka, tentu saja harus diriset. Riset? Ya…tugas saya dan juga Anda…

Smile

Sumber: The Wall Street Journal

No comments:

Post a Comment