28 February 2012

Nasib kantor akuntan publik “The Big Four” di Cina

Nasib kantor akuntan publik “The Big Four” di Cina

Sudah agak lama tidak menulis di blog. Baru saja saya membaca artikel berita dari Reuters, yang mengulas dominasi kantor-kantor akuntan publik globat papan atas “The Big Four” di Cina. Sadar akan prospek perekonomian dan perannya yang semakin signifikan dalam tataran global, pemerintah Cina sepertinya mulai “jual mahal.” Tak peduli dengan kisah-kisah miring seputar skandal-skandal akuntansi pada perusahaan-perusahaan Cina yang terdaftar di bursa-bursa utama dunia (termasuk di AS), mereka justru akan membatasi ruang gerak auditor asing untuk berpraktik di negerinya.

Konon, saat ini kantor-kantor akuntan publik “The Big Four” itu sedang melakukan proses lobi, agar perubahan akuntansi yang sedang berlangsung di sana tidak terlalu berdampak buruk terhadap nasib mereka. Yang jelas, regulasi akuntansi Cina nantinya hanya akan mengijinkan akuntan-akuntan yang memenuhi kualifikasi akuntan yang berlaku di sana. Padahal, untuk bisa lulus uji kualifikasi itu sangat sulit. Soal-soal ujiannya menggunakan bahasa Mandarin, dan konon yang bisa lulus tidak lebih dari 20%.

Sulitnya uji kualifikasi di satu sisi serta cepatnya pertumbuhan ekonomi dalam dua puluh tahun terakhir ini sebenarnya mengisyaratkan kurangnya tenaga akuntan yang memenuhi kualifikasi di Cina saat ini.

Chinese Institute of Certified Public Accountants (CICPA) membutuhkan anggota sejumlah 250.000 orang pada tahun 2015, lebih banyak dari jumlah yang ada sekitar 180.000 orang, dan saat ini sedang berupaya meningkatkan jumlah tenaga akuntansi di seluruh Cina hingga 12 juta orang.

Rencana kementerian keuangan Cina terkait industri akuntansinya dalam jangka panjang adalah membangun 10 kantor akuntan domestik besar dalam rangka mengurangi ketergantungan pada auditor asing. Kementerian keuangan Cina bercita-cita agar setidaknya tiga kantor akuntan publik Cina termasuk dalam jajaran 20 besar dunia.

"Cina mengakui kepakaran the Big Four dan membutuhkan mereka sejauh hal tersebut menjadi concern pasar global, tetapi Cina juga ingin memperluas dan membantu pertumbuhan kantor-kantor akuntan lokal sedemikian rupa sehingga besaran, keahlian, dan kualitas mereka mampu mendukung semakin pentingnya perekonomian Cina," demikian dikatakan Cheung dari Hong Kong Institute of Certified Public Accountants (HKICPA).

Bagaimana dengan di Indonesia?

1 comment:

  1. Cina hebat ya Pak,,, bisa membatasi kekuasaan2 asing di negara mereka dengan cara mereka, dan itu sah-sah saja krna di negara mereke sndri. Klo Indonesia blom ya, pd kelas2 kakap pihak asing yg berkuasa (trmasuk cina).

    Termasuk Freeport, klo scra akuntansi dn keadilan apa itu wajar pak sistem bagi hasilnya?

    ReplyDelete