15 March 2016

Persamaan akuntansi dan laporan keuangan – materi pengantar akuntansi

Apakah persamaan akuntansi?

Persamaan akuntansi (accounting equation) merupakan cara akuntansi memandang perusahaan. Akuntansi memandang perusahaan sebagai kesatuan usaha (entitas) yang memiliki dua aspek, yaitu: (1) sumber daya yang dimiliki atau dikendalikan yang disebut aset, dan (2) sumber pendanaan untuk memperoleh kendali atas sumber daya itu. Dana untuk memperoleh aset bisa berasal dari pemilik dan pemberi pinjaman. Secara matematis, persamaan akuntansi dapat dinyatakan sebagai berikut:

Aset = Liabilitas + Ekuitas

Sumber daya yang dimiliki atau dikendalikan ditempatkan di sisi sebelah kiri persamaan, sedangkan sumber pendanaan ditempatkan di sisi sebelah kanan persamaan. Persamaan akuntansi berlaku untuk semua transaksi dan kejadian bisnis, untuk semua jenis perusahaan (jasa, dagang, dan manufaktur) dan bentuk organisasinya (perseorangan, persekutuan, atau perseroan), dan pada saat kapan pun.

Aset adalah sumber daya yang dimiliki atau dikendalikan dan diharapkan akan memberikan manfaat bagi perusahaan di masa depan. Contohnya adalah uang tunai (kas), persediaan barang habis pakai, peralatan dan tanah (aset tetap), dan hak paten.

Dana untuk memperoleh aset bisa berasal dari pemilik dan pemberi pinjaman. Liabilitas (atau biasa disebut utang) adalah klaim pemberi pinjaman (kreditor) terhadap aset perusahaan dan mencerminkan kewajiban perusahaan kepada mereka, baik berupa pembayaran uang tunai ataupun penyerahan produk atau jasa di masa depan. Ekuitas (juga biasa disebut ekuitas pemilik) adalah klaim pemilik atas aset perusahaan. Liabilitas biasanya diletakkan sebelum ekuitas dalam persamaan akuntansi untuk menunjukkan bahwa klaim kreditor harus dibayarkan sebelum klaim pemilik jika perusahaan dilikuidasi.

Dengan memindahkan unsur liabilitas ke sisi kiri, persamaan akuntansi bisa juga dinyatakan:

Aset – Liabilitas = Ekuitas

Oleh karena itulah, ekuitas juga disebut aset neto atau ekuitas residual.

Ekuitas dalam perusahaan berbadan usaha perseroan disebut ekuitas pemegang saham. Ekuitas pemegang saham pada dasarnya terdiri dari dua bagian, yaitu saham biasa dan laba ditahan. Saham biasa adalah jumlah yang diinvestasikan di/disetorkan ke perusahaan oleh pemegang saham. Laba ditahan (DSAK IAI menggunakan istilah saldo laba) adalah laba (penghasilan dikurangi beban) yang tidak dibagikan kepada pemegang saham. Aset yang dibagikan kepada pemegang saham disebut dividen.

Penghasilan adalah unsur ekuitas yang mencerminkan aset yang diperoleh dari aktivitas perusahaan dalam rangka menghasilkan laba. Contoh penghasilan adalah imbalan/honorarium atas jasa konsultasi yang diberikan kepada klien, penjualan produk, dan sewa yang diterima dari penggunaan fasilitas oleh pihak lain. Beban adalah unsur ekuitas yang mencerminkan biaya aset (barang dan jasa) yang telah digunakan dalam rangka memperoleh penghasilan . Contoh beban adalah pembayaran upah karyawan, penggunaan persediaan barang habis pakai, dan pemanfaatan jasa iklan, listrik, dan asuransi yang disediakan oleh pihak lain.

Dengan kata lain, laba ditahan adalah akumulasi penghasilan dikurangi akumulasi beban dan dividen sejak perusahaan mulai beroperasi. Dengan diurainya ekuitas, persamaan akuntansi dapat diperluas sebagai berikut:

Aset = Liabilitas + Ekuitas
Aset = Liabilitas + Saham Biasa + Laba Ditahan
Aset = Liabilitas + Saham Biasa + Pendapatan – Biaya – Dividen

Laba atau penghasilan neto terjadi jika penghasilan lebih besar dibandingkan beban. Laba meningkatkan ekuitas. Kerugian neto terjadi jika beban lebih besar dibandingkan penghasilan, dan menurunkan ekuitas.

Bagaimana analisis transaksi menggunakan persamaan akuntansi?

Aktivitas bisnis juga bisa dikatakan sebagai transaksi dan kejadian bisnis, yang bisa bersifat eksternal atau internal. Transaksi eksternal adalah pertukaran antara perusahaan dengan pihak lain. Transaksi internal adalah pertukaran yang terjadi di dalam perusahaan itu sendiri. Sebagai contoh, perusahaan membeli barang habis pakai berupa alat tulis kantor dari pemasok (transaksi eksternal), dan setelah dibeli, alat tulis kantor itu digunakan oleh karyawan (transaksi internal).

Kejadian (event) adalah hal-hal yang terjadi yang mempengaruhi persamaan akuntansi suatu entitas dan bisa diukur secara andal. Contoh kejadian bisnis adalah perubahan nilai wajar aset dan liabilitas tertentu, dan peristiwa-peristiwa alam seperti banjir dan kebakaran yang merusak aset dan menimbulkan kerugian.

Berikut ini adalah contoh penggunaan persamaan akuntansi untuk menganalisis 11 transaksi dan kejadian bisnis yang terjadi pada bulan pertama beroperasinya Sabrina Consulting, sebuah perusahaan konsultan yang baru didirikan. Perhatikan, persamaan akuntansi tetap seimbang dan aset selalu sama dengan liabilitas dan ekuitas.

Transaksi 1: Investasi oleh pemilik. Pada tanggal 1 Desember, Sabrina mendirikan perusahaan jasa konsultasi di bidang perpajakan, Sabrina Consulting. Sabrina memilih bentuk badan usaha perseroan untuk perusahaan barunya itu. Pada tahap awal, Sabrina bertindak sebagai pemilik tunggal sekaligus manajer perusahaannya. Sabrina menginvestasikan Rp150.000.000 uang tunai dan membuka rekening giro di bank atas nama Sabrina Consulting. Setelah transaksi tersebut, aset berupa kas dan ekuitas pemegang saham berjumlah sama, yaitu Rp150.000.000. Ekuitas pemegang saham meningkat karena investasi yang dilakukan oleh pemilik (melalui penerbitan saham), dan dimasukkan ke dalam kolom yang diberi judul saham biasa. Pengaruh transaksi tersebut terhadap Sabrina Consulting ditunjukkan dengan persamaan akuntansi sebagai berikut:

persamaan akuntansi #1

Transaksi 2: Pembelian persediaan barang habis pakai secara tunai. Sabrina Consulting menggunakan Rp12.500.000 uang tunainya untuk membeli persediaan barang habis pakai berupa alat tulis kantor untuk digunakan hingga bulan depan. Transaksi tersebut adalah pertukaran aset berupa kas (uang tunai) dengan jenis aset lainnya, yaitu persediaan barang habis pakai. Perhatikan, transaksi tersebut hanya mengubah bentuk aset dari kas menjadi persediaan barang habis pakai. Besarnya pengurangan kas sama persis dengan bertambahnya persediaan barang habis pakai. Alat tulis kantor adalah aset karena akan dimanfaatkan di masa depan dalam rangka menunjang aktivitas perusahaan menghasilkan laba. Transaksi tersebut ditunjukkan dalam persamaan akuntansi sebagai berikut:

persamaan akuntansi #2

Transaksi 3: Pembelian aset tetap peralatan secara tunai. Sabrina Consulting membelanjakan Rp130.000.000 uang tunai yang dimilikinya untuk membeli aset tetap berupa peralatan furniture. Seperti transaksi 2 sebelumnya, transaksi 3 ini adalah pertukaran aset berupa kas dengan aset lainnya, yaitu peralatan. Peralatan furniture merupakan aset karena akan bermanfaat di masa depan untuk melayani klien. Pembelian peralatan ini mengubah bentuk aset, tetapi tidak mengubah total asetnya sendiri. Perhatikan, persamaan akuntansi tetap seimbang dengan terjadinya transaksi tersebut.

persamaan akuntansi #3

Transaksi 4: Pembelian persediaan barang habis pakai secara kredit. Sabrina mempertimbangkan perlunya penambahan persediaan barang habis pakai alat tulis kantor yang harganya berjumlah Rp35.500.000. Akan tetapi, seperti terlihat dari persamaan akuntansi pada transaksi 3, Sabrina Consulting hanya memiliki sisa uang tunai sejumlah Rp7.500.000. Metro Supply sepakat untuk memasok alat tulis kantor tersebut secara kredit. Dengan kata lain, Sabrina Consulting memperoleh persediaan barang habis pakai dengan menjanjikan pembayarannya akan dilakukan di masa depan. Transaksi pembelian ini menambah aset sejumlah Rp35.500.000 berupa persediaan barang habis pakai, dan menimbulkan liabilitas berupa utang usaha kepada Metro Supply dengan jumlah yang sama. Pengaruh pembelian ini ditunjukkan dalam persamaan akuntansi sebagai berikut:

persamaan akuntansi #4

Transaksi 5: Penyerahan jasa secara tunai. Sabrina Consulting memperoleh penghasilan dengan diberikannya jasa konsultasi perpajakan kepada sebuah perusahaan yang menjadi klien pertamanya. Sabrina Consulting memberikan jasa konsultasi yang langsung dibayar tunai oleh kliennya sejumlah Rp21.000.000. Dengan terjadinya transaksi ini, aset berupa kas bertambah Rp21.000.000 dan ekuitas juga bertambah Rp21.000.000. Bertambahnya ekuitas dimasukkan ke kolom baru yang diletakkan paling kanan dengan judul pendapatan karena kas diterima melalui penyerahan jasa konsultasi kepada klien.

persamaan akuntansi #5

Transaksi 6 dan 7: Pembayaran beban secara tunai. Sabrina Consulting membayar sewa kantor dengan menyerahkan uang tunai sejumlah Rp5.000.000. Pembayaran sejumlah tersebut mengakibatkan Sabrina Consulting memiliki hak untuk menempati ruang kantornya selama bulan Desember. Sabrina Consulting juga membayar gaji pesuruh (office boy) untuk dua minggu sejumlah Rp3.500.000, satu-satunya karyawan yang dipekerjakan sejauh ini. Transaksi 6 dan 7 adalah pembayaran beban yang telah terjadi (expense) untuk bulan Desember. Beban sewa kantor dan gaji memiliki hakikat yang berbeda dengan aset, karena manfaatnya telah digunakan atau telah terjadi pada bulan Desember (tidak lagi memiliki manfaat setelah bulan Desember). Transaksi tersebut juga mengurangi aset berupa kas yang dibelanjakan dalam rangka beroperasinya perusahaan. Dengan kata lain, transaksi tersebut berdampak berkurangnya kas dan ekuitas. Pengurangan ekuitas ditunjukkan dalam persamaan akuntansi dengan menambahkan satu kolom lagi di paling kanan dengan judul biaya (SAK menggunakan istilah beban).

persamaan akuntansi #67

Transaksi 8: Perolehan pendapatan secara kredit. Sabrina Consulting menyelesaikan jasa konsultasi kepada klien baru dan menerbitkan faktur tagihan (billing) sejumlah Rp8.000.000. Sabrina Consulting juga membuka pelatihan singkat mengenai perpajakan kepada beberapa mahasiswa dan menerbitkan faktur tagihan sejumlah Rp1.500.000. Transaksi-transaksi tersebut mengakibatkan munculnya jenis aset baru piutang usaha dan di sisi lain meningkatkan ekuitas berupa penghasilan (pendapatan), sebagaimana ditunjukkan dalam persamaan akuntansi berikut:

persamaan akuntansi #8

Transaksi 9: Penerimaan kas dari pelunasan piutang usaha. Dua klien pada transaksi B menyerahkan uang tunai sejumlah Rp9.500.000 kepada Sabrina Consulting tepat 10 hari setelah tagihan atas layanan yang diserahkan kepada mereka diterbitkan. Transaksi 9 tidak mengubah jumlah total aset dan tidak mempengaruhi liabilitas atau ekuitas. Transaksi tersebut hanya mengubah aset berupa piutang usaha menjadi aset lainnya berupa kas. Transaksi ini juga tidak menciptakan pendapatan. Pendapatannya telah diakui ketika Sabrina Consulting menyerahkan jasa pada transaksi 8, bukan pada saat uang tunainya diterima sekarang. Dengan kata lain, prinsip pengakuan pendapatan dalam akuntansi lebih menekankan pada proses menghasilkan pendapatan, bukan pada arus kasnya. Persamaan akuntansi setelah transaksi 9 akan menjadi sebagai berikut:

persamaan akuntansi #9

Transaksi 10: Pembayaran utang usaha. Sabrina Consulting menyerahkan uang tunai kepada Metro Supply sejumlah Rp4.500.000 sebagai cicilan utangnya, yaitu pada saat Sabrina Consulting membeli persediaan barang habis pakai berupa alat tulis kantor sejumlah Rp35.500.000 (lihat transaksi 4), sedangkan Rp31.000.000 akan dibayar di kemudian hari. Transaksi ini mengurangi aset berupa kas yang dimiliki Sabrina Consulting sebesar Rp4.500.000 dan mengurangi liabilitas berupa utang usaha kepada Metro Supply sebesar Rp4.500.000. Ekuitas tidak berubah. Kejadian ini tidak mengharuskan pengakuan beban meskipun terjadi arus kas keluar dari Sabrina Consulting. Beban perlengkapan baru akan diakui setelah Sabrina Consulting benar-benar telah memperoleh manfaat dari alat tulis kantor yang dibelinya.

persamaan akuntansi #10

Transaksi 11: Pembayaran dividen. Sabrina Consulting mengumumkan dan membayarkan dividen kas sebesar Rp1.000.000 kepada pemiliknya. Dividen (penurunan ekuitas) tidak dilaporkan sebagai beban karena dividen bukan merupakan bagian dari aktivitas memperoleh pendapatan. Karena dividen bukan merupakan beban, dividen tidak turut diperhitungkan dalam penentuan laba-rugi perusahaan.

persamaan akuntansi #11

Ringkasan transaksi Gambar berikut meringkas pengaruh dari 11 transaksi di atas. Dua hal penting harus diperhatikan di sini. Pertama, persamaan akuntansi tetap seimbang setelah tiap-tiap transaksi dimasukkan. Kedua, transaksi dapat dianalisis berdasarkan pengaruhnya atas unsur-unsur persamaan akuntansi. Sebagai contoh, pada transaksi 2, 3, dan 9, satu aset bertambah dan aset lainnya berkurang dengan jumlah yang tepat sama.

persamaan akuntansi 

Bagaimana menyusun laporan keuangan dari persamaan akuntansi?

Laporan keuangan disusun dari analisis atas transaksi-transaksi bisnis yang terjadi di perusahaan. Empat unsur laporan keuangan serta tujuannya masing-masing adalah:

  1. Laporan laba-rugi (statement of profit or loss)—menunjukkan penghasilan dan beban yang terjadi di perusahaan serta laba-rugi yang dihasilkan selama satu periode.
  2. Laporan laba ditahan (statement of retained earnings)—menunjukkan perubahan laba ditahan yang disebabkan oleh laba-rugi dan dividen selama satu periode.
  3. Neraca (balance sheet), juga disebut laporan posisi keuangan (statement of financial position)—menunjukkan posisi keuangan perusahaan (jenis dan jumlah aset, Iiabilitas, dan ekuitas) pada saat tertentu.
  4. Laporan arus kas (statement of cash flows)—menunjukkan arus masuk (penerimaan) kas dan arus keluar (pengeluaran) kas selama satu periode.

Selain empat unsur tersebut, laporan keuangan yang lengkap juga disertai dengan catatan atas laporan keuangan (notes to financial statement) yang berisi ulasan mengenai kebijakan akuntansi yang digunakan oleh perusahaan serta penjelasan mengenai masing-masing unsur, item, dan angka-angka yang disajikan pada empat unsur laporan di atas.

Laporan laba-rugi Sabrina Consulting untuk periode bulan Desember ditunjukkan pada gambar berikut.

laporan laba-rugi

Informasi mengenai penghasilan (pendapatan) dan beban dengan mudah diproleh dari kolom Ekuitas dari tabel persamaan akuntansi di atas. Pendapatan disajikan terlebih dahulu pada laporan laba-rugi. Pendapatan Sabrina Consulting mencakup pendapatan jasa konsultasi sebesar Rp29.000.000 dari transaksi 5 dan 8, serta pendapatan jasa pelatihan sejumlah Rp1.500.000 dari transaksi 8. Beban-beban dilaporkan setelah pendapatan. Beban sewa dan gaji berasal dari transaksi 6 dan 7. Beban merupakan biaya untuk menghasilkan pendapatan yang dilaporkan pada periode yang sama. Laba-rugi disajikan pada bagian bawah laporan laba-rugi dan mencerminkan angka laba atau rugi yang dihasilkan selama bulan Desember. Perhatikan, investasi oleh pemegang saham dan dividen bukan merupakan bagian dari penghitungan laba-rugi.

Laporan laba ditahan menyajikan informasi mengenai perubahan laba ditahan (SAK menggunakan istilah saldo laba) selama satu periode. Laporan ini menunjukkan laba ditahan pada awal periode, kejadian-kejadian yang berdampak menambah (laba), dan kejadian-kejadian yang berdampak menurunkannya (dividen dan rugi bersih). Laba ditahan pada akhir periode akhirnya juga dilaporkan sebagai bagian dari neraca pada akhir periode.

Laporan laba ditahan Sabrina Consulting disajikan pada gambar berikut.

laporan laba ditahan (saldo laba)

Saldo awalnya nol karena Sabrina Consulting belum beroperasi sebelum tanggal 1 Desember (awal periode). Jika perusahaan sudah beroperasi sebelumnya, laporan laba ditahan melaporkan saldo awalnya sebesar saldo akhir periode sebelumnya (misalnya, dari saldo tanggal 30 November). Sabrina Consulting menghasilkan laba sebesar Rp22.000.000 selama bulan Desember. Angka tersebut menghubungkan laporan laba-rugi dengan laporan laba ditahan. Laporan laba ditahan Sabrina Consulting juga menunjukkan dividen kas sebesar Rp1.000.000 serta saldo akhir laba ditahan sebesar Rp21.000.000.

Laporan posisi keuangan (neraca) Sabrina Consulting ditunjukkan pada gambar berikut:

laporan posisi keuangan (neraca)

Neraca menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada akhir periode tanggal 31 Desember. Sisi sebelah kiri neraca menyajikan aset yang dimiliki oleh Sabrina Consulting: kas, persediaan barang habis pakai, dan aset tetap peralatan. Sisi kanan bagian atas menunjukkan Sabrina Consulting berutang Rp31.000.000 kepada kreditor. Jika perusahaan memiliki liabilitas lainnya (misalnya pinjaman bank), liabilitas itu juga akan disajikan di sisi kanan atas neraca. Saldo ekuitas sebesar Rp202.000.000. Perhatikan hubungan antara saldo akhir pada laporan laba ditahan dengan saldo laba ditahan pada neraca.

Laporan arus kas Sabrina Consulting disajikan pada gambar berikut:

laporan arus kas

Bagian pertama menyajikan arus kas dari aktivitas operasi. Bagian tersebut menunjukkan arus kas masuk berupa penerimaan kas dari klien sejumlah Rp30.500.000 dan arus kas keluar yang berasal dari pembelian persediaan barang habis pakai kepada pemasok, pembayaran sewa kantor, dan pembayaran gaji karyawan. Arus kas keluar disajikan dalam tanda kurung untuk menunjukkan pengurangan. Kas neto yang dihasilkan dari aktivitas operasi untuk bulan Desember berjumlah Rp5.000.000. Jika kas yang dibayarkan melebihi kas yang diterima, kita akan menyebutnya "kas yang digunakan untuk aktivitas operasi."

Bagian kedua menyajikan arus kas dari aktivitas investasi, yang mencakup pembelian dan penjualan aset jangka panjang seperti tanah dan peralatan (biasanya aset yang bertahan di perusahaan lebih dari satu tahun). Satu-satunya aktivitas investasi yang terjadi di Sabrina Consulting pada bulan Desember adalah pembelian aset tetap peralatan sejumlah Rp130.000.000.

Bagian ketiga menyajikan arus kas dari aktivitas pendanaan, yang mencakup pinjaman jangka panjang dan pembayaran kembali pinjaman jangka panjang kepada pihak pemberi pinjaman serta investasi dari dan pembayaran dividen kepada pemegang saham. Sabrina Consulting melaporkan investasi awal sejumlah Rp150.000.000 dan dividen kas sebesar Rp1.000.000. Pengaruh kas neto semua transaksi pendanaan adalah Rp149.000.000 (arus kas masuk).

Bagian terakhir laporan arus kas menyajikan peningkatan saldo kas Sabrina Consulting sebesar Rp24.000.000 selama periode bulan Desernber. Karena perusahaan memulai bisnisnya dengan saldo kas nol, saldo akhirnya juga sama dengan peningkatan saldo kas selama bulan Desember, yaitu Rp24.000.000.

No comments:

Post a Comment