18 April 2016

Properti investasi: definisi menurut PSAK 13

daftar istilah akuntansi

Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) yang dikuasai (oleh pemilik atau lessee melalui sewa pembiayaan) untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai atau keduanya, dan tidak untuk:

  1. digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif;
  2. dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Sumber: Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 13 Properti Investasi, paragraf 5 (PSAK 13.5)

Investment property is property (land or a building—or part of a building—or both) held (by the owner or by the lessee under a finance lease) to earn rentals or for capital appreciation or both, rather than for:

  1. use in the production or supply of goods or services or for administrative purposes;
  2. sale in the ordinary course of business.

Sources: International Accounting Standard 40 Investment Property, paragraph 5 (IAS 40.5)

Penjelasan tambahan.

Properti investasi dapat dikuasai untuk menghasilkan rental atau untuk mendapatkan kenaikan nilai atau keduanya. Oleh karena itu, properti investasi menghasilkan arus kas yang sebagian besar tidak bergantung pada aset lain yang dikuasai oleh entitas. Hal ini membedakan properti investasi dari properti yang digunakan sendiri (PSAK 13,7)

Berikut adalah contoh properti investasi:

  1. tanah yang dikuasai dalam jangka panjang untuk kenaikan nilai dan bukan untuk dijual jangka pendek dalam kegiatan usaha sehari-hari;
  2. tanah yang dikuasai saat ini yang penggunaannya di masa depan belum ditentukan. (Jika entitas belum menentukan penggunaan tanah sebagai properti yang digunakan sendiri atau akan dijual jangka pendek dalam kegiatan usaha sehari-hari, maka tanah tersebut sebagai tanah yang dimiliki dalam rangka kenaikan nilai);
  3. bangunan yang dimiliki oleh entitas (atau dikuasai oleh entitas melalui sewa pembiayaan) dan disewakan kepada pihak lain melalui satu atau lebih sewa operasi;
  4. bangunan yang belum terpakai tetapi tersedia untuk disewakan kepada pihak lain melalui satu atau lebih sewa operasi;
  5. properti dalamproses pembangunan atau pengembangan yang di masa depan digunakan sebagai properti investasi (PSAK 13,8).

No comments:

Post a Comment