Proposal usaha untuk pemula

business plan untuk pemula

Apakah anda sedang mencari pemodal untuk bisnis anda? Proposal usaha adalah jawabannya..

Proposal usaha adalah alat komunikasi dan pertukaran ide juga informasi yang digunakan oleh para pengusaha yang membutuhkan modal dengan para pengusaha yang ingin menginvestasikan modal mereka. Biasanya para pengusaha pemula mendapat banyak masalah ketika harus menulis ide dan gagasan bisnis mereka dalam proposal usaha. Disini penulis akan mencoba menjelaskan dengan singkat tentang proposal usaha.


Kontributor:
Rizqa Sulaiman Wibisono
Mahasiswa FEB Unsoed


Daftar isi



Apa itu business plan?

Setiap bisnis atau usaha pastilah membutuhkan modal, dan biasanya modal inilah yang menjadikan banyak orang mengurungkan niatnya untuk berbisnis atau memperbesar bisnisnya. Padahal, ternyata sangat banyak orang yang ingin terjun di dunia bisnis tetapi kendala mereka adalah tentang ide atau gagasan usaha. Untuk mempertemukan dua jenis pebisnis tersebut, perlu adanya media yang dapat mempermudah proses pertukaran informasi untuk mencapai kesepakatan kerja. Media tersebut dalam dunia bisnis biasa disebut dengan Business Plan.

Business Plan atau Rencana Bisnis merupakan perwujudan nyata dari ide atau gagasan seorang pebisnis dalam bentuk tulisan. Business Plan biasanya terdiri dari beberapa komponen yang berisikan rincian usaha/ide tentang suatu usaha dalam hal perencanaan keuangan sampai dengan perencanaan pemasaran dan manajemen usaha. Selain itu, yang sangatlah wajib dan tidak boleh ketinggalan adalah deskripsi 5W1H tentang usaha tersebut seperti sejarah, visi misi dan lain sebagainya.

Singkatnya, Business Plan harus memiliki beberapa perencanaan seperti rencana anggaran, market plan, dan lain sebagainya. Perencanaan tersebut diperlukan sebagai bahan pertimbangan para investor atau pemodal dan alat bukti tentang bagaimana kesiapan kita dalam menjalankan bisnis yang akan mereka bantu pendanaannya. Yang mana penulisannya harus dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dicerna karena proposal yang kita buat akan ditujukan kepada para calon investor atau pemodal guna menawarkan usaha kita untuk mereka modali.

Hal lain yang perlu diketahui pembaca mengenai Business Plan adalah tentunya tentang cara membuat Business Plan yang baik dan benar, tak lupa juga tentunya, yang menarik. Pada kesempatan kali ini, penulis akan mencoba menjelaskan tentang cara membuat business plan untuk para pemula.

[kembali ke daftar isi]

Siapa itu pemula?

Pemula yang kami maksud adalah para pebisnis yang ingin mencoba mengenal dan membuat business plan dari nol. Atau bisa dikatakan bahwa pemula yang penulis maksud adalah orang-orang yang sedari dulu belum terlalu paham atau bahkan belum pernah mengenal business plan.

[kembali ke daftar isi]

Untuk apa business plan?

Seperti yang sudah penulis sampaikan di awal, business plan memiliki beberapa kegunaan, diantaranya

  • Pertama, menjadi media komunikasi antara calon investor dengan para pemilik usaha atau ide usaha. Para calon investor akan menjadikan proposal yang dibuat oleh sang pemilik usaha atau ide usaha sebagai sumber utama informasi yang akan mereka pertimbangkan dalam pengambilan keputusan, karena proposal dianggap sebagai ‘hitam di atas putih’ yang dapat dipercaya.
  • Kedua, untuk merayu para calon investor. Sudah bukan barang baru apabila dalam proposal rencana bisnis diselipkan beberapa keunggulan usaha dan juga penawaran kepada calon investor apabila mau berinvestasi guna menggoda para calon investor.
  • Ketiga, sebagai landasan arah gerak bisnis. Ketika kita sudah membuat business plan kita harus sebisa mungkin mengikutinya dan mendapatkan target yang sudah kita rencanakan, atau bahkan melampauinya. Hal tersebut menjadikan kita harus mengikuti apa yang sudah kita rencanakan dalam proposal kita, karena apabila kita tidak mengikutinya, itu artinya perencanaan kita pun dianggap belum matang dan terkesan tanpa ada perencanaan yang jelas.

Selain beberapa alasan diatas, alasan lain yang menurut penulis penting untuk dipertimbangkan adalah, kita bisa menjadikan business plan kita sebagai tolak ukur dari kematangan rencana usaha kita. Bagaimana bisa demikian? Apabila kita sudah menyelesaikan proposal kita dan mencoba mencari pendapat dari kenalan atau teman kita, kita dapat menanyakan kepada mereka tentang apa yang kurang atau perlu dievaluasi dalam proposal bisnis kita. Bisa juga kita melakukan review sendiri dengan apa yang sudah kita tulis, metode ini sangat baik untuk mengetahui seberapa siapkah kita dalam mewujudkan bisnis kita.

[kembali ke daftar isi]

Cara membuat rencana anggaran

Tahap pertama adalah untuk mengetahui seberapa lama atau berapa target penghasilan kita demi mendapatkan kembalinya modal kita. Pada tahap ini kita harus memilih antara membuat target berdasarkan waktu atau berdasarkan besar pemasukan perhari.

Pertama-tama, kita membuat daftar pengeluaran kita untuk memulai bisnis dan menjalankan bisnis, yaitu perlengkapan, beban tetap dan beban tidak tetap. Perlengkapan atau peralatan (contoh: bisnis restoran) seperti alat masak, meja dan kursi tamu, dekorasi dan lain sebagainya harus dicatat dengan detail sesuai dengan kebutuhan. Beban tetap seperti sewa gedung, gaji pegawai, dan wi-fi dicatat langsung untuk tiga bulan pertama (lazimnya digunakan saat mengawali bisnis dengan asumsi masa promosi bisnis masih berjalan sebelum bisnis bisa stabil). Beban tidak tetap seperti listrik, promosi, air, dan bahan baku produksi dicatat sesuai estimasi dan diusahakan sedekat mungkin dengan aslinya untuk tiga bulan pertama seperti beban tetap. Sebetulnya, dalam menganggarkan beban tetap dan beban tidak tetap, kita tidak diharuskan untuk mengkalkulasikannya untuk tiga bulan sekaligus karena modal yang kita butuhkan akan sangat membengkak. Namun, ketika hal tersebut memungkinkan untuk dilakukan, tidak ada salahnya karena akan menunjang kesiapan keuangan kita pada masa promosi.

Setelah melakukan penghitungan pada perlengkapan, beban tetap dan beban tidak tetap, kita diharuskan menjumlahkan semua komponen beban tersebut. Hal ini untuk mengetahui berapa modal yang kita perlukan untuk memulai bisnis kita. Selain itu kita juga dapat mengetahui berapa kekurangan modal kita ketika mengurangi seluruh beban dengan modal yang sudah tersedia.

Sebelum kita menentukan waktu modal kita akan kembali, kita perlu menentukan harga barang yang akan kita jual, hal ini bisa dilakukan dengan presentase margin ( selisih modal dengan keuntungan ) atau dengan langsung menentukan harga jual seperti yang ada dibayangan kita. Namun, dalam usaha kuliner bergengsi (cafe, canteen, dsb) biasanya akan menaikkan harga jual tiga kali dari modal yang mereka keluarkan. Sebagai contoh, minuman kopi hitam panas yang bermodalkan Rp1.000-Rp1.500 akan mereka hargai sebesar Rp3.000-Rp4.500. dan margin keuntungan yang diharapkan adalah 1/3 dari harga jual, sedangkan 1/3 yang lain adalah untuk menutup biaya operasional yang lain.

Rumus untuk mengetahui lama modal akan kembali adalah

Modal = laba × waktu

Artinya semisal kita menginginkan modal Rp1.000.000 kita kembali dalam 10 bulan, maka kita harus mendapatkan keuntungan Rp100.000 per bulan atau Rp4.000 per hari (jika dalam satu bulan buka 25 hari).

Atau jika kita menghendaki modal Rp2.000.000 kita bisa kembali dengan keuntungan Rp250.000 per bulan atau Rp10.000 per hari (jika dalam satu bulan buka 25 hari), maka kita memerlukan delapan bulan untuk mengembalikan modal awal kita.

Setelah kita melakukan perhitungan target laba harian, maka yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah menghitung berapa pemasukan kita per hari. Menghitung pemasukan kotor per hari untuk beberapa jenis usaha yang memiliki lebih dari satu barang dagangan agaknya sedikit sulit karena kita harus mengetahui selera pasar dan prediksi barang mana yang akan lebih banyak dibeli dan mana yang kurang. Target pendapatan inilah yang nanti akan banyak dipakai untuk memotivasi pegawai dan menjadi gambaran kepada investor tentang seberapa besar usaha kita.

Untuk para pebisnis yang sudah handal atau ingin mencoba membuat perencanaan yang lebih matang lagi, bisa dengan cara mengubah perencanaan keuangannya menjadi beberapa pembagian waktu, misalnya ada tiga bagian (bagian pertama, kedua dan ketiga; diasumsikan usaha tersebut mempunyai target Rp3.000.000 per bulan). Pada bagian pertama, manajer hanya menargetkan Rp2.000.000 per bulan. Pada bagian kedua, target dinaikkan menjadi Rp3.000.000. Pada bagian ketiga, target dinaikkan kembali menjadi Rp4.000.000. Hal ini dilakukan apabila pada awal bisnis dirasa target tersebut kurang menjanjikan untuk diraih sedangkan sebenarnya bisnis tersebut memiliki masa depan yang dianggap sangat cerah.

Hal lain yang perlu dianggarkan atau dimasukkan dalam perhitungan adalah berapa besar keuntungan yang akan diambil dan dinikmati, berapa besar keuntungan yang akan digunakan untuk menjadi modal kembali dan berapa keuntungan yang akan digunakan untuk menjadi uang simpanan guna kebutuhan yang sifatnya mendesak.

[kembali ke daftar isi]

Cara membuat rencana pemasaran

Market plan atau rencana pemasaran adalah tentang bagaimana kita memasarkan atau mempromosikan produk yang akan kita jual. Biasanya terdiri dari penjelasan pasar kita, lalu juga penjelasan cara promosi kita.

Saat kita akan mencoba menawarkan produk, kita harus mengetahui siapa target pasar atau market target kita. Selain itu, kita harus memiliki alasan yang kuat mengapa pasar tersebut sangat cocok untuk dijadikan target, apakah produk kita paling disukai oleh pasar tersebut, atau karena alasan lain. Setelah menentukan target pasar, kita juga harus menentukan cara pemasaran atau marketing kita, yaitu cara mengenalkan produk kita ke khalayak umum. Cara yang kita ambil akan berbeda antara jika kita menjual jenis produk yang masih jarang orang ketahui dengan barang yang sudah banyak orang ketahui. Sebagai contoh, ketika kita memasarkan jenis produk yang baru, kita perlu memberikan edukasi kepada pasar kita tentang apa produk kita dan bagaimana keunggulannya. Namun apabila produk yang kita jual jenisnya sudah banyak orang ketahui, maka yang perlu kita lakukan adalah tinggal memberikan keunggulan produk kita tanpa harus mengenalkan apa jenis produk kita secara terperinci.

Dalam mengenalkan produk, kita memiliki beberapa metode yang sudah sering orang gunakan, yaitu dengan menyebarkan brosur, menempelkan pamflet, memasang baliho, dan sampai dengan memasang iklan pada media cetak, radio sampai dengan televisi. Adapun metode lain yang sekarang mulai sering digunakan adalah menarik perhatian orang dengan memberikan hiburan di sekitar toko kepada mereka sebelum akhirnya mengenalkan produknya kepada target. Atau juga dengan membuat acara besar dengan mengundang artis atau tokoh yang bertujuan untuk mengundang khalayak ramai guna memberikan permainan, hiburan dan/atau ilmu yang akan diarahkan nantinya kepada pengenalan produk atau brand tertentu.

Selain pengenalan produk, kita juga diberikan opsi untuk mengadakan promosi, biasanya dengan pemotongan harga atau pemberian bonus. Hal ini pun memiliki beragam cara untuk mengaplikasikannya, mulai dari pemberian voucher belanja tanpa syarat, sampai dengan yang bersyarat, mulai dari pemberian diskon di waktu tertentu, sampai pemberian diskon dalam kurun waktu tertentu tanpa batasan.

Dalam perkembangan jaman, pemasaran ternyata tidak berhenti hanya sampai iklan dan juga diskon. Dewasa ini fasilitas tambahan yang tak lazim menjadi daya tarik tersendiri bagi pasar, seperti adanya gratis makan nasi bandeng (khas angkringan) apabila sedang menunggu pesanan pada salah satu percetakan digital yang ada di Yogyakarta, dan ada juga fasilitas pijat gratis untuk para pengunjung dealer motor atau mobil yang sedang melakukan perawatan pada kendaraan mereka. Fasilitas tambahan ini pun terbilang cukup berhasil untuk membuat para pelanggan dapat kembali dan menggunakan jasa atau membeli produk mereka. Dan hal inilah yang memang sedang berkembang pesat karena dinilai sebagai persaingan yang dinamis karena tidak ada pembanding yang signifikan antara produk A dan produk lain, antara merk A dan merk lain.

Banyaknya pilihan sistem pemasaran inilah yang menjadikan biaya promosi sangatlah bervariatif dan relatif. Kita harus bijak dan penuh pertimbangan dalam menentukan rencana pemasaran mana yang akan kita aplikasikan pada bisnis kita. Dari yang hanya mengeluarkan ribuan rupiah sampai promosi ratusan bahkan miliaran rupiah, keputusannya ada di tangan kita.

[kembali ke daftar isi]

Membuat proposal usaha semenarik mungkin

Membuat proposal yang semenarik mungkin adalah kunci utama kita untuk mendapatkan hati para calon investor kita. Tentunya perlu adanya ketelitian dan nilai estetika yang kita tuangkan saat membuat proposal tersebut. Dan berikut adalah tips untuk membuat proposal bisnis kita menjadi lebih menarik:

  • Gunakan bahasa yang tidak berbelit dan tetap formal
  • Jangan lupa untuk menambahkan grafik bila diperlukan
  • Pilihlah warna-warna yang tidak mencolok namun serasi untuk dipadukan dalam design proposal.
  • Sedikit namun berisi.
  • Usahakan dalam satu lembar hanya terdiri dari 100-350 kata saja.
  • Berikan bukti gambar bila diperlukan.
  • Rapihkan perhitungan dalam tabel (perhitungan hanya ditampilkan apabila sangat diperlukan).

[kembali ke daftar isi]

Susunan proposal usaha

  • Cover
  • Daftar Isi
  • Executive Summary
  • Tujuan Pembuatan Proposal
  • Bab I Pendahuluan
    • Latar Belakang
    • Tujuan
    • Objek Study
    • Executive Agency
    • Metodology
    • Budget
  • Bab II Aspek Pemasaran
    • Analisis Permintaan
    • Analisis Penawaran
    • *Proyek Peluang
    • Strategi (STP)
    • *Marketing MIX
    • *Analisis SWOT
    • *Riset Pasar
    • *Saluran Distribusi
    • Analisis Persaingan
  • Bab III Aspek Operasional
    • Analisis Produk
    • Analisis Lokasi
    • *Kapasitas Produksi
    • Teknologi
    • *Standard Operational Procedure
    • *Product Life Cycle
    • Rencana Pengembangan Produk
  • *Bab IV Aspek Sumber Daya Manusia
    • *Job Analysis
    • *Job Specification
    • *Struktur Organisasi
    • *Job Qualification
    • *Recruitment
    • *Pemasok Tenaga Kerja
    • *Kompensasi
    • *Pendidikan dan Pelatihan
    • *Reward and Punishment
    • *Tata Tertib Perusahaan
  • *Bab V Aspek Legal
    • *Analisis Lembaga
    • *Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
    • *Perizinan
    • *Proses Perizinan
    • *Proses Hak Cipta
  • Bab VI Aspek Keuangan
    • Proyek Penjualan
    • Analisis Modal
    • *Neraca
    • Laba Rugi
    • Arus Kas
    • Rencana Investasi
    • *Rasio Keuangan
    • *Rencana Pengembalian Pinjaman
    • Proyeksi Usaha
  • Bab VII Kesimpulan
    • Rekomendasi
    • Kesimpulan

Contoh dapat dilihat dan diunduh pada ahmadsubagyo.com.

Apabila anda seorang pemula, beberapa poin yang penulis tandai dengan bintang, sekiranya tidak wajib untuk diterapkan kecuali memang sudah sangat memahaminya.

[kembali ke daftar isi]

Kelemahan proposal usaha pada umumnya

Pada umumnya, orang dalam pembuatan proposal bisnisnya memiliki beberapa kelemahan sebagai berikut:

  1. Kurangnya informasi mengenai keuangan seperti masa kembali modal, dan target perputaran uang.
  2. Bahasa yang terlalu berbelit dalam mendeskripsikan sesuatu sehingga mengurangi minat baca atau pemahaman calon investor.
  3. Design yang kurang menarik.
  4. Market plan yang kurang matang sehingga menimbulkan pertanyaan yang tidak bisa terjawab dalam proposal dan menimbulkan keraguan pada calon investor.
  5. Tidak adanya grafik yang memperjelas posisi keuangan atau yang lainnya.
  6. Visi misi yang tidak jelas atau kurang relevan.
  7. Tidak adanya rencana pengembangan bisnis ke tahap yang lebih lagi.

Demikian pembahasan tentang Business Plan/Rencana Bisnis/Proposal Bisnis untuk Pemula, semoga dapat bermanfaat da mudah dalam pengaplikasiannya.

Apabila ada kritik, saran dan pertanyaan kepada penulis, penulis dengan senang hati akan menerimanya dan semoga tidak ada kendala berarti dalam memperbaiki diri dan menjawab pertanyaan dari para pembaca sekalian.