Contoh jurnal dalam siklus akuntansi

contoh jurnal

Artikel ini memberikan contoh jurnal dalam siklus akuntansi perusahaan jasa, siklus akuntansi perusahaan dagang, dan siklus akuntansi perusahaan manufaktur. Contoh jurnal dikelompokkan ke dalam tiga kategori aktivitas, yaitu aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan. Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya yang membahas siklus akuntansi secara umum.


Warsidi, CA
Dosen Tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman
Anggota Ikatan Akuntan Indonesia
Terakhir diperbaharui: Juni 2017

Daftar isi



Pendahuluan

Siklus akuntansi pada dasarnya sama, baik untuk perusahaan jasa, perusahaan dagang, maupun perusahaan manufaktur. Artikel ini membahas siklus akuntansi secara umum, mencakup siklus akuntansi perusahaan jasa, siklus akuntansi perusahaan dagang, dan siklus akuntansi perusahaan manufaktur. Untuk menghindari pengulangan pembahasan sehingga materi menjadi ringkas, contoh transaksi dan jurnal akuntansi dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu transaksi akuntansi terkait aktivitas pendanaan, transaksi akuntansi terkait aktivitas investasi, dan transaksi akuntansi terkait aktivitas operasi.

Khususnya terkait transaksi pendanaan dan investasi, siklus akuntansi pada dasarnya sama, baik untuk perusahaan jasa, perusahaan dagang, maupun perusahaan manufaktur. Perbedaan terletak pada transaksi terkait aktivitas operasi, karena ketiga perusahaan memang memiliki karakteristik operasi berbeda.

 

 

Siklus akuntansi: aktivitas pendanaan

Aktivitas pendanaan, kadang-kadang juga disebut aktivitas pembiayaan, adalah upaya perusahaan untuk memperoleh dana (modal usaha). Aktivitas pendanaan dilakukan oleh semua jenis perusahaan, baik perusahaan jasa, perusahaan dagang, maupun perusahaan manufaktur.

 

Jurnal akuntansi #1: investasi pemilik

Perusahaan yang berbadan hukum perseroan terbatas (PT) menerbitkan saham untuk memperoleh dana dari pemegang saham. Pemegang saham adalah pemilik perseroan, meskipun mereka bisa saja tidak turut campur dalam kegiatan bisnis perseroan.

Jurnal akuntansi yang dibuat ketika perusahaan menerbitkan saham dan memperoleh dana dari pemegang saham adalah sebagai berikut:siklus akuntansi

Perhatikan, akuntansi memandang perusahaan sebagai entitas yang berdiri sendiri, terpisah dari pemiliknya. Kas yang diterima dari pemegang saham menjadi aset perusahaan. Kas (aset, saldo normal debit) bertambah, dicatat di kolom debit, Saham Biasa (ekuitas, saldo normal kredit) bertambah, dicatat di kolom kredit. Saldo akun Saham Biasa tidak berubah, kecuali jika perusahaan menerbitkan saham baru kepada pemegang saham.

Pemegang saham melakukan investasi dalam rangka memperoleh imbal hasil berupa dividen. Jurnal akuntansi untuk mencatat pembayaran dividen kepada pemegang saham adalah sebagai berikut:contoh jurnal

Dividen (ekuitas, saldo normal debit) bertambah, dicatat di kolom debit. Kas (aset, saldo normal debit) berkurang, dicatat di kolom kredit.

Pada akhir periode, saldo akhir Dividen ditutup ke akun Saldo Laba (salah satu komponen ekuitas perseroan terbatas, saldo normal kredit).contoh jurnal

Setelah jurnal penutup di atas dipindahkan ke buku besar, saldo akun Dividen menjadi nol. Dividen dilaporkan di laporan perubahan ekuitas sebagai pengurang Saldo Laba awal periode.

 

Jurnal akuntansi #2: pinjaman bank/utang obligasi

Perusahaan juga bisa memperoleh dana dari kreditor, berupa pinjaman dari lembaga keuangan (bank) atau dari masyarakat melalui penerbitan obligasi. Jurnal akuntansi yang dibuat ketika perusahaan memperoleh dana dari kreditor adalah sebagai berikut: contoh jurnal

Kas (aset, saldo normal debit) bertambah, dicatat di kolom debit. Pinjaman/Utang Obligasi (liabilitas, saldo normal kredit) bertambah, dicatat di kolom kredit.

Kreditor mengucurkan dana kepada perusahaan dalam rangka memperoleh imbal hasil berupa bunga. Jurnal akuntansi untuk mencatat pembayaran bunga kepada kreditor adalah sebagai berikut:contoh jurnal

Beban Bunga (beban, saldo normal debit) bertambah, dicatat di kolom debit. Kas (aset, saldo normal debit) berkurang, dicatat di kolom kredit.

Jika tanggal laporan keuangan tidak sama dengan tanggal pembayaran bunga, perusahaan membuat jurnal penyesuaian untuk mencatat bunga berjalan dari tanggal pembayaran bunga terakhir sampai dengan tanggal laporan keuangan, meskipun bunga itu belum dibayarkan. Jurnal akuntansi terkait beban bunga yang masih harus dibayar adalah sebagai berikut:contoh jurnal

Beban Bunga (beban, saldo normal debit) bertambah, dicatat di kolom debit. Utang Bunga (liabilitas, saldo normal kredit) bertambah, dicatat di kolom kredit.

Pada periode berikutnya ketika bunga dibayarkan, perusahaan membuat jurnal akuntansi sebagai berikut:contoh jurnal

Utang Bunga (liabilitas, saldo normal kredit) berkurang, dicatat di kolom debit sebesar jumlah yang diakui pada saat penyesuaian akhir periode sebelumnya. Beban Bunga (beban, saldo normal debit) bertambah, dicatat di kolom debit untuk bunga yang timbul sejak tanggal laporan keuangan sampai dengan tanggal pembayaran bunga. Kas (aset, saldo normal debit) berkurang, dicatat di kolom kredit.

[kembali ke daftar isi]

 

Siklus akuntansi: aktivitas investasi

Aktivitas investasi adalah upaya perusahaan untuk mengadakan aset-aset jangka panjang, misalnya ketika perusahaan membeli aset tetap (aktiva tetap) atau melakukan investasi dalam saham/obligasi yang diterbitkan perusahaan lain. Aktivitas investasi mendatangkan manfaat bagi perusahaan dalam jangka panjang.

Sebagai contoh, dengan membuka pabrik di Indonesia, sebuah perusahaan multinasional bisa menjangkau pasar Indonesia dengan biaya lebih murah. Dalam contoh ini, penghematan yang diakibatkan oleh pembukaan pabrik merupakan bentuk manfaat yang diperoleh perusahaan yang dalam jangka panjang berdampak meningkatkan laba perusahaan.

Seperti aktivitas pendanaan, aktivitas investasi juga dilakukan oleh semua jenis perusahaan, baik perusahaan jasa, perusahaan dagang, maupun perusahaan manufaktur.

 

Jurnal akuntansi #3: siklus akuntansi aset tetap

Aset tetap (aktiva tetap) adalah aset jangka panjang berwujud yang diadakan untuk mendukung kegiatan operasi utama perusahaan. Contoh aset tetap adalah tanah, bangunan, kendaraan, furniture, dan peralatan, termasuk mesin-mesin produksi.

Jurnal akuntansi yang dibuat ketika perusahaan membeli aset tetap adalah sebagai berikut:contoh jurnal

Karena aset tetap memberikan manfaat jangka panjang, perusahaan mencatat beban penyusutan terkait aset tetap. Penyusutan adalah proses alokasi biaya perolehan aset tetap ke periode-periode yang menerima manfaat dari aset tetap.

Jurnal penyesuaian untuk mencatat beban penyusutan adalah sebagai berikut:contoh jurnal

Beban Penyusutan (beban, saldo normal debit) bertambah, dicatat di kolom debit. Perhatikan, sisi kredit pada jurnal di atas bukan Kas, melainkan Akumulasi Penyusutan (kontra aset, saldo normal kredit). Meskipun beban penyusutan tidak menimbulkan pembayaran kas, beban penyusutan merupakan akun nominal yang turut dikurangkan dari pendapatan dalam menentukan laba-rugi bersih.

Sebagai akun kontra aset, akumulasi penyusutan disajikan sebagai bagian dari aset tetap di laporan posisi keuangan (neraca), tetapi berdampak mengurangi biaya perolehan aset tetap yang disusutkan.

[kembali ke daftar isi]

 

Siklus akuntansi perusahaan jasa terkait aktivitas operasi

Aktivitas operasi adalah upaya perusahaan untuk memperoleh pendapatan dengan menjual barang/jasa kepada pelanggan. Sebagai bagian dari upaya tersebut, perusahaan mengeluarkan biaya-biaya, misalnya untuk gaji, iklan, sewa kantor, listrik, dan sebagainya.

Meskipun jurnal-jurnal berikut diberikan sebagai bagian dari siklus akuntansi perusahaan jasa, transaksi-transaksi akuntansi serupa juga sebenarnya terjadi pada perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur.

 

Jurnal akuntansi #4: pengakuan pendapatan perusahaan jasa

Pendapatan adalah peningkatan aset bersih yang berasal dari aktivitas bisnis utama perusahaan. Sebagai contoh, pendapatan kantor jasa akuntan berasal dari honor yang diberikan klien. Pendapatan perusahaan retail berasal dari penjualan kepada konsumen.

Perusahaan pada umumnya mengakui pendapatan ketika barang/jasa diserahkan kepada pelanggan dan timbul hak untuk menerima imbalan dari penyerahan barang/jasa tersebut. Pendapatan bisa berupa pendapatan tunai atau pendapatan kredit.

Jurnal akuntansi pada perusahaan jasa untuk mencatat pendapatan jasa secara tunai adalah sebagai berikut:siklus akuntansi perusahaan jasa

Perusahaan jasa bisa memberi nama akun yang lebih spesifik untuk pendapatan jasa, misalnya pendapatan sewa, pendapatan bunga, pendapatan iklan, atau pendapatan honor. Jika timbulnya hak tidak bersamaan dengan diterimanya kas, sistem akuntansi akrual menggunakan patokan timbulnya hak untuk mengakui pendapatan sehingga dikenal adanya pendapatan kredit.

Jurnal akuntansi untuk mencatat pendapatan jasa secara kredit adalah sebagai berikut:siklus akuntansi perusahaan jasa

Piutang Usaha (aset, saldo normal debit) bertambah, dicatat di kolom debit. Pendapatan Jasa (pendapatan, saldo normal kredit) bertambah, dicatat di kolom kredit.

Jurnal akuntansi untuk pendapatan kredit di atas juga bisa menjadi bagian dari jurnal penyesuaian, dalam hal perusahaan telah menyelenggarakan jasa, sebagian atau seluruhnya, tetapi belum dibayar atau ditagihkan kepada pelanggan (pendapatan yang masih harus diterima).

Pada saat pelanggan melakukan pembayaran, perusahaan membuat jurnal akuntansi sebagai berikut:siklus akuntansi perusahaan jasa

Kas (aset, saldo normal debit) bertambah, dicatat di kolom debit. Piutang Usaha (aset, saldo normal debit) berkurang, dicatat di kolom kredit. Jurnal akuntansi ini dibuat baik di perusahaan jasa, perusahaan dagang, maupun perusahaan manufaktur yang menawarkan kredit kepada pelanggan.

 

Jurnal akuntansi #5: pencatatan pendapatan diterima di muka

Untuk perusahaan jasa tertentu, pelanggan biasanya membayar kas di muka untuk jasa yang mereka beli. Contohnya adalah jasa sewa hunian tetap (asrama), jasa langganan surat kabar, dan jasa asuransi yang ditawarkan perusahaan asuransi.

Jurnal akuntansi untuk mencatat pendapatan diterima di muka adalah sebagai berikut:siklus akuntansi perusahaan jasa

Kas (aset, saldo normal debit) bertambah, dicatat di kolom debit. Pendapatan Diterima di Muka (liabilitas, saldo normal kredit) bertambah, dicatat di kolom kredit. Perhatikan bahwa meskipun nama akun mengandung kata “pendapatan”, pendapatan diterima di muka merupakan liabilitas (utang) yang dilaporkan di laporan posisi keuangan (neraca).

Perusahaan baru mengakui pendapatan dari uang muka pelanggan ketika timbul hak, yaitu ketika jasa terkait uang muka itu telah dilaksanakan perusahaan. Jurnal penyesuaian untuk mengakui bagian dari pendapatan diterima di muka yang telah menjadi pendapatan jasa adalah sebagai berikut:siklus akuntansi perusahaan jasa

Pendapatan Diterima di Muka (liabilitas, saldo normal kredit) berkurang, dicatat di kolom debit. Pendapatan Jasa (pendapatan, saldo normal kredit) bertambah, dicatat di kolom kredit.

 

Jurnal akuntansi #6: pengakuan beban operasi

Beban operasi adalah biaya-biaya yang terjadi selama periode akuntansi terkait dengan upaya untuk memperoleh pendapatan. Contoh beban operasi perusahaan jasa adalah beban gaji/upah, beban alat tulis kantor (perlengkapan), beban sewa kantor, dan beban penyusutan peralatan.

Jurnal akuntansi untuk mencatat timbulnya beban operasi adalah sebagai berikut:siklus akuntansi perusahaan jasa

Beban Gaji/Upah (beban, saldo normal debit) bertambah, dicatat di kolom debit. Kas (aset, saldo normal debit) berkurang, dicatat di kolom kredit.

Jika pada akhir periode terdapat jasa karyawan yang terkait dengan periode berjalan, tetapi gaji/upahnya belum dibayar, perusahaan membuat jurnal penyesuaian terkait beban gaji yang masih harus dibayar sebagai berikut:siklus akuntansi perusahaan jasa

Beban Gaji/Upah (beban, saldo normal debit) bertambah, dicatat di kolom debit. Utang Gaji/Upah (liabilitas, saldo normal kredit) bertambah, dicatat di kolom kredit.

 

Jurnal akuntansi #7: pencatatan beban dibayar di muka

Untuk beban-beban operasi tertentu, perusahaan harus membayar di muka seluruh biaya yang manfaatnya kemungkinan besar masih tersedia untuk periode akuntansi berikutnya. Sebagai contoh, pada pertengahan tahun perusahaan mengadakan alat tulis kantor yang diperkirakan akan mencukupi kebutuhan kantor selama satu tahun. Dalam contoh ini, alat tulis kantor merupakan beban dibayar di muka. Contoh beban dibayar di muka lainnya adalah beban sewa kantor, beban asuransi, beban iklan, dan beban langganan surat kabar. Perhatikan bahwa sebagian besar beban dibayar di muka bagi pihak pembeli jasa adalah pendapatan diterima di muka bagi pihak penyedia jasa.

Jurnal akuntansi untuk mencatat beban dibayar di muka berupa pembelian alat tulis kantor (perlengkapan kantor) adalah sebagai berikut:siklus akuntansi perusahaan jasa

Alat Tulis Kantor (aset, saldo normal debit) bertambah, dicatat di kolom debit. Kas (aset, saldo normal debit) berkurang, dicatat di kolom kredit.

Pada akhir periode, perusahaan harus menghitung biaya terkait alat tulis kantor tersebut yang telah digunakan dalam periode berjalan. Jurnal penyesuaian diperlukan untuk mengakui timbulnya beban terkait alat tulis kantor yang sudah digunakan sebagai berikut:siklus akuntansi perusahaan jasa

Beban Alat Tulis Kantor (beban, saldo normal debit) bertambah, dicatat di kolom debit. Alat Tulis Kantor (aset, saldo normal debit) berkurang, dicatat di kolom kredit.

[kembali ke daftar isi]

 

Siklus akuntansi perusahaan dagang terkait aktivitas operasi

Perusahaan dagang adalah bisnis dengan kegiatan utama menjual barang dagangan kepada pelanggan. Pendapatan yang diperoleh perusahaan dagang disebut pendapatan penjualan, atau biasa disebut penjualan saja. Satu ciri yang membedakan perusahaan dagang dengan perusahaan jasa terletak pada produk yang dijual. Perusahaan dagang menjual barang berwujud yang disebut barang dagangan.

Barang dagangan memunculkan satu jenis aset di laporan posisi keuangan (neraca) perusahaan dagang yang tidak ada di perusahaan jasa, yaitu persediaan barang dagang. Beban pokok penjualan, atau disebut juga harga pokok penjualan adalah biaya persediaan barang dagang yang sudah terjual selama periode akuntansi. Beban pokok penjualan adalah pos beban di laporan laba-rugi perusahaan dagang yang juga tidak ada di laporan laba-rugi perusahaan jasa.

Semua jurnal akuntansi yang telah diberikan di atas terkait pendapatan dan beban operasi sebenarnya juga berlaku untuk perusahaan dagang.

 

Jurnal akuntansi #8: pengakuan pendapatan perusahaan dagang

Perusahaan dagang mengakui pendapatan penjualan pada saat barang dagangan diserahkan kepada pelanggan, terlepas dari apakah kas sebagai imbalan dari penyerahan barang dagangan itu sudah diterima atau belum.

Jurnal akuntansi untuk mengakui pendapatan penjualan adalah sebagai berikut:siklus akuntansi perusahaan dagang

Kas/Piutang Usaha (aset, saldo normal debit) bertambah, dicatat di kolom debit. Pendapatan Penjualan (pendapatan, saldo normal kredit) bertambah, dicatat di kolom kredit. Jurnal akuntansi ini pada dasarnya sama dengan jurnal akuntansi #4 di atas.

 

Jurnal akuntansi #9: pencatatan pembelian persediaan barang dagang

Ada dua sistem pencatatan persediaan, yaitu sistem perpetual dan sistem periodik. Contoh-contoh jurnal akuntansi terkait persediaan barang dagang yang diberikan dalam artikel ini menggunakan sistem pencatatan perpetual. Dalam sistem pencatatan perpetual, persediaan diakui/dicatat pada saat perusahaan menerima barang dari pemasok.

Jurnal akuntansi untuk mencatat pembelian barang dagangan adalah sebagai berikut:siklus akuntansi perusahaan dagang

Persediaan barang dagang (aset, saldo normal debit) bertambah, dicatat di kolom debit. Sisi kredit tergantung pada apakah pembelian barang dagangan dilakukan secara tunai atau kredit.

 

Jurnal akuntansi #10: pencatatan beban pokok penjualan

Dengan sistem persediaan perpetual, pengakuan beban pokok penjualan diakui bersamaan dengan pengakuan pendapatan. Di sisi lain, persediaan barang dagang juga dikurangi (dicatat di kolom kredit). Jumlah rupiah yang dicatat adalah sebesar biaya (harga pokok) persediaan yang terjual. Jurnal akuntansi untuk mengakui beban pokok penjualan dan mengurangi persediaan adalah sebagai berikut:siklus akuntansi perusahaan dagang Dalam sistem persediaan perpetual, jurnal #10 ini biasanya dibuat bersamaan dengan jurnal #8.

Laba kotor dalam perhitungan laba-rugi perusahaan dagang adalah pendapatan penjualan dikurangi beban pokok penjualan.

[kembali ke daftar isi]

 

Siklus akuntansi perusahaan manufaktur terkait aktivitas operasi

Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang juga menjual barang dagangan berwujud seperti perusahaan dagang. Perbedaannya terletak pada dari mana barang dagangan itu diperoleh. Perusahaan dagang membeli dari pemasok, sedangkan perusahaan manufaktur memproduksi sendiri. Dengan adanya proses produksi ini, prosedur akuntansi untuk menentukan biaya persediaan menjadi lebih rumit dalam perusahaan manufaktur. Ada tiga jenis persediaan dalam perusahaan manufaktur, yaitu persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses, dan persediaan barang jadi.

Meskipun demikian, contoh-contoh jurnal akuntansi yang telah diberikan sebelumnya juga tetap berlaku di perusahaan manufaktur.

 

Jurnal akuntansi #11: pengakuan pendapatan perusahaan manufaktur

Jurnal akuntansi untuk mengakui pendapatan penjualan dalam perusahaan manufaktur persis sama dengan pengakuan pendapatan pada perusahaan dagang.siklus akuntansi perusahaan manufaktur

Pengakuan pendapatan terjadi pada saat barang dagangan diserahkan, terlepas dari apakah kas sebagai imbalan atas penyerahan barang itu sudah diterima atau belum.

 

Jurnal akuntansi #12: siklus akuntansi biaya (pencatatan biaya produksi)

Hal unik yang hanya terjadi pada perusahaan manufaktur adalah pencatatan biaya produksi. Siklus akuntansi biaya dimulai dari pembelian bahan baku kepada pemasok. Jurnal akuntansi untuk mencatat pembelian bahan baku adalah sebagai berikut:siklus akuntansi perusahaan manufaktur Persediaan Bahan Baku (aset, saldo normal debit) bertambah, dicatat di kolom debit. Sisi kredit tergantung pada apakah pembelian bahan baku dilakukan secara tunai atau kredit.

Biaya produksi terdiri dari dua komponen, yaitu biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung. Biaya produksi langsung meliputi biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung dapat ditelusuri secara langsung dengan unit barang jadi yang dihasilkan. Sebagai contoh, secara teknis perbandingan antara unit bahan baku dengan unit barang jadi yang dihasilkan bisa diukur dengan cermat.

Biaya tidak langsung biasa juga disebut biaya overhead, mencakup seluruh biaya yang terjadi di pabrik (terkait dengan proses produksi), tetapi tidak dapat ditelusuri secara langsung dengan unit produk jadi yang dihasilkan. Contoh biaya overhead meliputi bahan tambahan, gaji supervisor dan staf bagian produksi, sewa peralatan pabrik, penyusutan fasilitas pabrik, serta semua biaya yang terjadi di pabrik selain bahan baku dan tenaga kerja langsung.

Biaya produksi tidak langsung yang terjadi selama satu periode akuntansi dicatat dalam akun nominal Biaya Overhead. Jurnal akuntansi untuk mencatat biaya overhead adalah sebagai berikut:siklus akuntansi perusahaan manufaktur

Perhatikan, akun Biaya Overhead (beban, saldo normal debit) adalah tempat penampungan semua biaya produksi tidak langsung sebagaimana disebutkan di atas.

Biaya-biaya produksi yang terjadi selama periode akuntansi dipindahkan/dialokasi ke akun Persediaan Barang dalam Proses seiring berlangsungnya proses produksi. Jurnal akuntansi untuk mencatat alokasi biaya produksi adalah sebagai berikut:siklus akuntansi perusahaan manufaktur

Jumlah kredit ke akun Persediaan Bahan Baku adalah sebesar biaya bahan baku yang digunakan selama periode akuntansi. Jumlah kredit ke akun Kas/Utang Gaji/Upah adalah sebesar biaya tenaga kerja langsung yang terjadi selama periode akuntansi. Setelah jurnal akuntansi di atas dipindahkan ke buku besar, akun Biaya Overhead yang menampung biaya-biaya produksi tidak langsung selama periode akuntansi akan bersaldo nol.

Biaya-biaya produksi terkait produk yang selesai diproduksi selama periode akuntansi dipindahkan/dialokasi dari akun Persediaan Barang dalam Proses ke akun Persediaan Barang Jadi dengan jurnal akuntansi berikut:siklus akuntansi perusahaan manufaktur

Perhatikan, jurnal-jurnal alokasi di atas bisa saja dilakukan sebagai bagian dari jurnal penyesuaian akhir periode pada perusahaan manufaktur dengan bukti-bukti transaksi internal yang terkait dengan proses produksi.

 

Jurnal akuntansi #13: pencatatan beban pokok penjualan

Sistem persediaan perpetual seperti yang diterapkan di perusahaan dagang juga bisa digunakan di perusahaan manufaktur. Pengakuan beban pokok penjualan diakui bersamaan dengan pengakuan pendapatan. Di sisi lain, persediaan barang dagang juga dikurangi (dicatat di kolom kredit). Jumlah rupiah yang dicatat adalah sebesar biaya (harga pokok) persediaan yang terjual.

Jurnal akuntansi untuk mengakui beban pokok penjualan dan mengurangi persediaan adalah sebagai berikut:siklus akuntansi perusahaan manufaktur

Dalam sistem persediaan perpetual, jurnal #13 ini biasanya dibuat bersamaan dengan jurnal #11.

Laba kotor dalam perhitungan laba-rugi perusahaan manufaktur sama dengan pendapatan penjualan dikurangi beban pokok penjualan.

[kembali ke daftar isi]

 

Kesimpulan

Artikel ini tidak dimaksudkan untuk memberikan tutorial terinci mengenai perlakuan atas transaksi-transaksi akuntansi.

Terlepas dari apapun jenis kegiatan bisnis perusahaan (jasa, dagang, manufaktur) serta teknologi yang digunakan (manual atau berbasis komputer), siklus akuntansi sebagaimana yang diuraikan dalam artikel ini pada dasarnya tetap berlaku.

Perbedaan karakteristik operasi antara perusahaan jasa di satu sisi dengan perusahaan dagang dan manufaktur di sisi lain terletak pada produk yang diserahkan kepada pelanggan. Perusahaan jasa tidak menjual produk berwujud, sehingga siklus akuntansi perusahaan jasa tidak mencatat dan melaporkan persediaan barang dagang di dalam laporan posisi keuangan (neraca) dan tidak menyajikan beban pokok penjualan di laporan laba-rugi.

Perbedaan antara perusahaan dagang dengan perusahaan manufaktur terletak pada dari mana barang dagangan diperoleh: perusahaan manufaktur memproduksi sendiri barang dagangan, mengakibatkan siklus akuntansi perusahaan manufaktur lebih rumit daripada siklus akuntansi perusahaan dagang. Artikel-artike mendatang akan melihat lebih dekat terhadap semua aspek siklus akuntansi yang dibahas secara umum dalam artikel ini.

Popular posts from this blog

Contoh jurnal dan laporan keuangan perusahaan jasa

Kekuasaan atas pengelolaan keuangan negara menurut UU No. 17 Tahun 2003

Download PSAK terbaru | PDF | exposure draft

Penyusunan dan penetapan APBN dan APBD menurut UU No. 17 Tahun 2003

Keuangan negara: definisi menurut UU No. 17 tahun 2003