Proposal usaha untuk pemula

business plan untuk pemula

Apakah anda sedang mencari pemodal untuk bisnis anda? Proposal usaha adalah jawabannya..

Proposal usaha adalah alat komunikasi dan pertukaran ide juga informasi yang digunakan oleh para pengusaha yang membutuhkan modal dengan para pengusaha yang ingin menginvestasikan modal mereka. Biasanya para pengusaha pemula mendapat banyak masalah ketika harus menulis ide dan gagasan bisnis mereka dalam proposal usaha. Disini penulis akan mencoba menjelaskan dengan singkat tentang proposal usaha.


Kontributor:
Rizqa Sulaiman Wibisono
Mahasiswa FEB Unsoed


Daftar isi



Apa itu business plan?

Setiap bisnis atau usaha pastilah membutuhkan modal, dan biasanya modal inilah yang menjadikan banyak orang mengurungkan niatnya untuk berbisnis atau memperbesar bisnisnya. Padahal, ternyata sangat banyak orang yang ingin terjun di dunia bisnis tetapi kendala mereka adalah tentang ide atau gagasan usaha. Untuk mempertemukan dua jenis pebisnis tersebut, perlu adanya media yang dapat mempermudah proses pertukaran informasi untuk mencapai kesepakatan kerja. Media tersebut dalam dunia bisnis biasa disebut dengan Business Plan.

Business Plan atau Rencana Bisnis merupakan perwujudan nyata dari ide atau gagasan seorang pebisnis dalam bentuk tulisan. Business Plan biasanya terdiri dari beberapa komponen yang berisikan rincian usaha/ide tentang suatu usaha dalam hal perencanaan keuangan sampai dengan perencanaan pemasaran dan manajemen usaha. Selain itu, yang sangatlah wajib dan tidak boleh ketinggalan adalah deskripsi 5W1H tentang usaha tersebut seperti sejarah, visi misi dan lain sebagainya.

Singkatnya, Business Plan harus memiliki beberapa perencanaan seperti rencana anggaran, market plan, dan lain sebagainya. Perencanaan tersebut diperlukan sebagai bahan pertimbangan para investor atau pemodal dan alat bukti tentang bagaimana kesiapan kita dalam menjalankan bisnis yang akan mereka bantu pendanaannya. Yang mana penulisannya harus dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dicerna karena proposal yang kita buat akan ditujukan kepada para calon investor atau pemodal guna menawarkan usaha kita untuk mereka modali.

Hal lain yang perlu diketahui pembaca mengenai Business Plan adalah tentunya tentang cara membuat Business Plan yang baik dan benar, tak lupa juga tentunya, yang menarik. Pada kesempatan kali ini, penulis akan mencoba menjelaskan tentang cara membuat business plan untuk para pemula.

[kembali ke daftar isi]

Siapa itu pemula?

Pemula yang kami maksud adalah para pebisnis yang ingin mencoba mengenal dan membuat business plan dari nol. Atau bisa dikatakan bahwa pemula yang penulis maksud adalah orang-orang yang sedari dulu belum terlalu paham atau bahkan belum pernah mengenal business plan.

[kembali ke daftar isi]

Untuk apa business plan?

Seperti yang sudah penulis sampaikan di awal, business plan memiliki beberapa kegunaan, diantaranya

  • Pertama, menjadi media komunikasi antara calon investor dengan para pemilik usaha atau ide usaha. Para calon investor akan menjadikan proposal yang dibuat oleh sang pemilik usaha atau ide usaha sebagai sumber utama informasi yang akan mereka pertimbangkan dalam pengambilan keputusan, karena proposal dianggap sebagai ‘hitam di atas putih’ yang dapat dipercaya.
  • Kedua, untuk merayu para calon investor. Sudah bukan barang baru apabila dalam proposal rencana bisnis diselipkan beberapa keunggulan usaha dan juga penawaran kepada calon investor apabila mau berinvestasi guna menggoda para calon investor.
  • Ketiga, sebagai landasan arah gerak bisnis. Ketika kita sudah membuat business plan kita harus sebisa mungkin mengikutinya dan mendapatkan target yang sudah kita rencanakan, atau bahkan melampauinya. Hal tersebut menjadikan kita harus mengikuti apa yang sudah kita rencanakan dalam proposal kita, karena apabila kita tidak mengikutinya, itu artinya perencanaan kita pun dianggap belum matang dan terkesan tanpa ada perencanaan yang jelas.

Selain beberapa alasan diatas, alasan lain yang menurut penulis penting untuk dipertimbangkan adalah, kita bisa menjadikan business plan kita sebagai tolak ukur dari kematangan rencana usaha kita. Bagaimana bisa demikian? Apabila kita sudah menyelesaikan proposal kita dan mencoba mencari pendapat dari kenalan atau teman kita, kita dapat menanyakan kepada mereka tentang apa yang kurang atau perlu dievaluasi dalam proposal bisnis kita. Bisa juga kita melakukan review sendiri dengan apa yang sudah kita tulis, metode ini sangat baik untuk mengetahui seberapa siapkah kita dalam mewujudkan bisnis kita.

[kembali ke daftar isi]

Cara membuat rencana anggaran

Tahap pertama adalah untuk mengetahui seberapa lama atau berapa target penghasilan kita demi mendapatkan kembalinya modal kita. Pada tahap ini kita harus memilih antara membuat target berdasarkan waktu atau berdasarkan besar pemasukan perhari.

Pertama-tama, kita membuat daftar pengeluaran kita untuk memulai bisnis dan menjalankan bisnis, yaitu perlengkapan, beban tetap dan beban tidak tetap. Perlengkapan atau peralatan (contoh: bisnis restoran) seperti alat masak, meja dan kursi tamu, dekorasi dan lain sebagainya harus dicatat dengan detail sesuai dengan kebutuhan. Beban tetap seperti sewa gedung, gaji pegawai, dan wi-fi dicatat langsung untuk tiga bulan pertama (lazimnya digunakan saat mengawali bisnis dengan asumsi masa promosi bisnis masih berjalan sebelum bisnis bisa stabil). Beban tidak tetap seperti listrik, promosi, air, dan bahan baku produksi dicatat sesuai estimasi dan diusahakan sedekat mungkin dengan aslinya untuk tiga bulan pertama seperti beban tetap. Sebetulnya, dalam menganggarkan beban tetap dan beban tidak tetap, kita tidak diharuskan untuk mengkalkulasikannya untuk tiga bulan sekaligus karena modal yang kita butuhkan akan sangat membengkak. Namun, ketika hal tersebut memungkinkan untuk dilakukan, tidak ada salahnya karena akan menunjang kesiapan keuangan kita pada masa promosi.

Setelah melakukan penghitungan pada perlengkapan, beban tetap dan beban tidak tetap, kita diharuskan menjumlahkan semua komponen beban tersebut. Hal ini untuk mengetahui berapa modal yang kita perlukan untuk memulai bisnis kita. Selain itu kita juga dapat mengetahui berapa kekurangan modal kita ketika mengurangi seluruh beban dengan modal yang sudah tersedia.

Sebelum kita menentukan waktu modal kita akan kembali, kita perlu menentukan harga barang yang akan kita jual, hal ini bisa dilakukan dengan presentase margin ( selisih modal dengan keuntungan ) atau dengan langsung menentukan harga jual seperti yang ada dibayangan kita. Namun, dalam usaha kuliner bergengsi (cafe, canteen, dsb) biasanya akan menaikkan harga jual tiga kali dari modal yang mereka keluarkan. Sebagai contoh, minuman kopi hitam panas yang bermodalkan Rp1.000-Rp1.500 akan mereka hargai sebesar Rp3.000-Rp4.500. dan margin keuntungan yang diharapkan adalah 1/3 dari harga jual, sedangkan 1/3 yang lain adalah untuk menutup biaya operasional yang lain.

Rumus untuk mengetahui lama modal akan kembali adalah

Modal = laba × waktu

Artinya semisal kita menginginkan modal Rp1.000.000 kita kembali dalam 10 bulan, maka kita harus mendapatkan keuntungan Rp100.000 per bulan atau Rp4.000 per hari (jika dalam satu bulan buka 25 hari).

Atau jika kita menghendaki modal Rp2.000.000 kita bisa kembali dengan keuntungan Rp250.000 per bulan atau Rp10.000 per hari (jika dalam satu bulan buka 25 hari), maka kita memerlukan delapan bulan untuk mengembalikan modal awal kita.

Setelah kita melakukan perhitungan target laba harian, maka yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah menghitung berapa pemasukan kita per hari. Menghitung pemasukan kotor per hari untuk beberapa jenis usaha yang memiliki lebih dari satu barang dagangan agaknya sedikit sulit karena kita harus mengetahui selera pasar dan prediksi barang mana yang akan lebih banyak dibeli dan mana yang kurang. Target pendapatan inilah yang nanti akan banyak dipakai untuk memotivasi pegawai dan menjadi gambaran kepada investor tentang seberapa besar usaha kita.

Untuk para pebisnis yang sudah handal atau ingin mencoba membuat perencanaan yang lebih matang lagi, bisa dengan cara mengubah perencanaan keuangannya menjadi beberapa pembagian waktu, misalnya ada tiga bagian (bagian pertama, kedua dan ketiga; diasumsikan usaha tersebut mempunyai target Rp3.000.000 per bulan). Pada bagian pertama, manajer hanya menargetkan Rp2.000.000 per bulan. Pada bagian kedua, target dinaikkan menjadi Rp3.000.000. Pada bagian ketiga, target dinaikkan kembali menjadi Rp4.000.000. Hal ini dilakukan apabila pada awal bisnis dirasa target tersebut kurang menjanjikan untuk diraih sedangkan sebenarnya bisnis tersebut memiliki masa depan yang dianggap sangat cerah.

Hal lain yang perlu dianggarkan atau dimasukkan dalam perhitungan adalah berapa besar keuntungan yang akan diambil dan dinikmati, berapa besar keuntungan yang akan digunakan untuk menjadi modal kembali dan berapa keuntungan yang akan digunakan untuk menjadi uang simpanan guna kebutuhan yang sifatnya mendesak.

[kembali ke daftar isi]

Cara membuat rencana pemasaran

Market plan atau rencana pemasaran adalah tentang bagaimana kita memasarkan atau mempromosikan produk yang akan kita jual. Biasanya terdiri dari penjelasan pasar kita, lalu juga penjelasan cara promosi kita.

Saat kita akan mencoba menawarkan produk, kita harus mengetahui siapa target pasar atau market target kita. Selain itu, kita harus memiliki alasan yang kuat mengapa pasar tersebut sangat cocok untuk dijadikan target, apakah produk kita paling disukai oleh pasar tersebut, atau karena alasan lain. Setelah menentukan target pasar, kita juga harus menentukan cara pemasaran atau marketing kita, yaitu cara mengenalkan produk kita ke khalayak umum. Cara yang kita ambil akan berbeda antara jika kita menjual jenis produk yang masih jarang orang ketahui dengan barang yang sudah banyak orang ketahui. Sebagai contoh, ketika kita memasarkan jenis produk yang baru, kita perlu memberikan edukasi kepada pasar kita tentang apa produk kita dan bagaimana keunggulannya. Namun apabila produk yang kita jual jenisnya sudah banyak orang ketahui, maka yang perlu kita lakukan adalah tinggal memberikan keunggulan produk kita tanpa harus mengenalkan apa jenis produk kita secara terperinci.

Dalam mengenalkan produk, kita memiliki beberapa metode yang sudah sering orang gunakan, yaitu dengan menyebarkan brosur, menempelkan pamflet, memasang baliho, dan sampai dengan memasang iklan pada media cetak, radio sampai dengan televisi. Adapun metode lain yang sekarang mulai sering digunakan adalah menarik perhatian orang dengan memberikan hiburan di sekitar toko kepada mereka sebelum akhirnya mengenalkan produknya kepada target. Atau juga dengan membuat acara besar dengan mengundang artis atau tokoh yang bertujuan untuk mengundang khalayak ramai guna memberikan permainan, hiburan dan/atau ilmu yang akan diarahkan nantinya kepada pengenalan produk atau brand tertentu.

Selain pengenalan produk, kita juga diberikan opsi untuk mengadakan promosi, biasanya dengan pemotongan harga atau pemberian bonus. Hal ini pun memiliki beragam cara untuk mengaplikasikannya, mulai dari pemberian voucher belanja tanpa syarat, sampai dengan yang bersyarat, mulai dari pemberian diskon di waktu tertentu, sampai pemberian diskon dalam kurun waktu tertentu tanpa batasan.

Dalam perkembangan jaman, pemasaran ternyata tidak berhenti hanya sampai iklan dan juga diskon. Dewasa ini fasilitas tambahan yang tak lazim menjadi daya tarik tersendiri bagi pasar, seperti adanya gratis makan nasi bandeng (khas angkringan) apabila sedang menunggu pesanan pada salah satu percetakan digital yang ada di Yogyakarta, dan ada juga fasilitas pijat gratis untuk para pengunjung dealer motor atau mobil yang sedang melakukan perawatan pada kendaraan mereka. Fasilitas tambahan ini pun terbilang cukup berhasil untuk membuat para pelanggan dapat kembali dan menggunakan jasa atau membeli produk mereka. Dan hal inilah yang memang sedang berkembang pesat karena dinilai sebagai persaingan yang dinamis karena tidak ada pembanding yang signifikan antara produk A dan produk lain, antara merk A dan merk lain.

Banyaknya pilihan sistem pemasaran inilah yang menjadikan biaya promosi sangatlah bervariatif dan relatif. Kita harus bijak dan penuh pertimbangan dalam menentukan rencana pemasaran mana yang akan kita aplikasikan pada bisnis kita. Dari yang hanya mengeluarkan ribuan rupiah sampai promosi ratusan bahkan miliaran rupiah, keputusannya ada di tangan kita.

[kembali ke daftar isi]

Membuat proposal usaha semenarik mungkin

Membuat proposal yang semenarik mungkin adalah kunci utama kita untuk mendapatkan hati para calon investor kita. Tentunya perlu adanya ketelitian dan nilai estetika yang kita tuangkan saat membuat proposal tersebut. Dan berikut adalah tips untuk membuat proposal bisnis kita menjadi lebih menarik:

  • Gunakan bahasa yang tidak berbelit dan tetap formal
  • Jangan lupa untuk menambahkan grafik bila diperlukan
  • Pilihlah warna-warna yang tidak mencolok namun serasi untuk dipadukan dalam design proposal.
  • Sedikit namun berisi.
  • Usahakan dalam satu lembar hanya terdiri dari 100-350 kata saja.
  • Berikan bukti gambar bila diperlukan.
  • Rapihkan perhitungan dalam tabel (perhitungan hanya ditampilkan apabila sangat diperlukan).

[kembali ke daftar isi]

Susunan proposal usaha

  • Cover
  • Daftar Isi
  • Executive Summary
  • Tujuan Pembuatan Proposal
  • Bab I Pendahuluan
    • Latar Belakang
    • Tujuan
    • Objek Study
    • Executive Agency
    • Metodology
    • Budget
  • Bab II Aspek Pemasaran
    • Analisis Permintaan
    • Analisis Penawaran
    • *Proyek Peluang
    • Strategi (STP)
    • *Marketing MIX
    • *Analisis SWOT
    • *Riset Pasar
    • *Saluran Distribusi
    • Analisis Persaingan
  • Bab III Aspek Operasional
    • Analisis Produk
    • Analisis Lokasi
    • *Kapasitas Produksi
    • Teknologi
    • *Standard Operational Procedure
    • *Product Life Cycle
    • Rencana Pengembangan Produk
  • *Bab IV Aspek Sumber Daya Manusia
    • *Job Analysis
    • *Job Specification
    • *Struktur Organisasi
    • *Job Qualification
    • *Recruitment
    • *Pemasok Tenaga Kerja
    • *Kompensasi
    • *Pendidikan dan Pelatihan
    • *Reward and Punishment
    • *Tata Tertib Perusahaan
  • *Bab V Aspek Legal
    • *Analisis Lembaga
    • *Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
    • *Perizinan
    • *Proses Perizinan
    • *Proses Hak Cipta
  • Bab VI Aspek Keuangan
    • Proyek Penjualan
    • Analisis Modal
    • *Neraca
    • Laba Rugi
    • Arus Kas
    • Rencana Investasi
    • *Rasio Keuangan
    • *Rencana Pengembalian Pinjaman
    • Proyeksi Usaha
  • Bab VII Kesimpulan
    • Rekomendasi
    • Kesimpulan

Contoh dapat dilihat dan diunduh pada ahmadsubagyo.com.

Apabila anda seorang pemula, beberapa poin yang penulis tandai dengan bintang, sekiranya tidak wajib untuk diterapkan kecuali memang sudah sangat memahaminya.

[kembali ke daftar isi]

Kelemahan proposal usaha pada umumnya

Pada umumnya, orang dalam pembuatan proposal bisnisnya memiliki beberapa kelemahan sebagai berikut:

  1. Kurangnya informasi mengenai keuangan seperti masa kembali modal, dan target perputaran uang.
  2. Bahasa yang terlalu berbelit dalam mendeskripsikan sesuatu sehingga mengurangi minat baca atau pemahaman calon investor.
  3. Design yang kurang menarik.
  4. Market plan yang kurang matang sehingga menimbulkan pertanyaan yang tidak bisa terjawab dalam proposal dan menimbulkan keraguan pada calon investor.
  5. Tidak adanya grafik yang memperjelas posisi keuangan atau yang lainnya.
  6. Visi misi yang tidak jelas atau kurang relevan.
  7. Tidak adanya rencana pengembangan bisnis ke tahap yang lebih lagi.

Demikian pembahasan tentang Business Plan/Rencana Bisnis/Proposal Bisnis untuk Pemula, semoga dapat bermanfaat da mudah dalam pengaplikasiannya.

Apabila ada kritik, saran dan pertanyaan kepada penulis, penulis dengan senang hati akan menerimanya dan semoga tidak ada kendala berarti dalam memperbaiki diri dan menjawab pertanyaan dari para pembaca sekalian.

Read more ...

Akuntansi perusahaan dagang

contoh jurnal dan laporan keuangan perusahaan dagang

Artikel ini membahas dan memberikan contoh siklus akuntansi perusahaan dagang yang dimulai dari jurnal, buku besar, neraca saldo, dan laporan keuangan.

Sebagaimana dijelaskan dalam artikel saya mengenai siklus akuntansi, siklus akuntansi dimulai dengan mengidentifikasi dan mencatat data terkait transaksi akuntansi serta meringkas dan menyajikannya dalam bentuk laporan keuangan dan laporan-laporan akuntansi lainnya. Laporan keuangan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan investasi, keputusan pemberian pinjaman, dan keputusan-keputusan bisnis lainnya.

 

Daftar isi

 

 

Pengertian perusahaan dagang

Apa yang dimaksud dengan perusahaan dagang? Perusahaan dagang adalah jenis perusahaan dengan aktivitas penghasil pendapatan utama berupa pembelian dan penjualan barang dagangan. Berbeda dengan perusahaan jasa yang menyelenggarakan/menyerahkan jasa/pelayanan, perusahaan dagang menjual barang berwujud.

Ada beberapa jenis perusahaan dagang. Perusahaan dagang eceran adalah perusahaan dagang yang membeli dan menjual kembali barang dagangan kepada konsumen akhir. Perusahaan dagang eceran juga sering disebut retailer. Contoh pedagang eceran adalah pasar swalayan seperti Matahari, Hero, serta jaringan waralaba Indomart dan Alfamart.

Perusahaan dagang besar atau pedagang besar atau dikenal juga dengan istilah distributor adalah perusahaan dagang yang membeli barang dari produsen dan menjualnya dalam jumlah besar. Contohnya adalah penjualan obat oleh pedagang besar farmasi kepada rumah sakit. Istilah pedagang grosir mengacu pada perusahaan dagang yang membeli dan menjual barang dalam partai besar. Pelanggan pedagang besar dan pedagang grosir adalah perusahaan dagang eceran, perusahaan jasa dan lembaga pemerintah untuk digunakan sendiri, serta perusahaan manufaktur untuk digunakan sendiri atau dijadikan input produksi.

Adanya barang berwujud yang diperjualbelikan mengakibatkan perusahaan dagang memiliki satu jenis aset yang tidak ada dalam perusahaan jasa, yaitu persediaan barang dagang.

[kembali ke daftar isi]

Pengertian persediaan barang dagang

Persediaan barang dagang adalah barang-barang yang dibeli perusahaan dagang dari pemasok untuk kemudian dijual kembali kepada pelanggan. Persediaan barang dagang memiliki karakteristik yang sama dengan persediaan barang habis pakai (perlengkapan): baik persediaan barang dagang maupun persediaan barang habis pakai merupakan aset berwujud yang tergolong aset lancar (aktiva lancar). Perbedaan keduanya terletak pada tujuan penggunaan. Persediaan barang dagangan dibeli untuk dijual kembali, sedangkan persediaan barang habis pakai (perlengkapan) dibeli untuk digunakan sendiri oleh perusahaan.

Terdapat dua sistem pencatatan persediaan dalam akuntansi persediaan, yaitu sistem persediaan perpetual dan sistem persediaan periodik. Pembahasan berikut hanya terkait dengan sistem perpetual. Pembahasan mengenai sistem periodik diberikan dalam artikel terpisah.

  [kembali ke daftar isi]

Jurnal umum perusahaan dagang

Arti “perpetual” dalam istilah sistem persediaan perpetual adalah bahwa persediaan dicatat secara terus-menerus. Berikut adalah jurnal umum yang dibuat di perusahaan dagang pada umumnya.

 

Jurnal pembelian

Pada saat barang dagangan dibeli dari pemasok, akun persediaan barang dagang (aset/aktiva) didebit sebesar biaya perolehan.jurnal pembelian - perpetual


Jurnal biaya angkut pembelian

Jika perusahaan dagang menanggung biaya pengiriman barang dari tempat pemasok ke perusahaan (FOB Shipping Point/franco gudang penjual), biaya angkut pembelian itu didebit/ditambahkan ke akun persediaan barang dagang (menambah biaya perolehan persediaan).jurnal biaya angkut pembelian - perpetual

 

Jurnal retur pembelian dan pengurangan harga

Jika perusahaan dagang menerima persetujuan retur barang atau pengurangan harga dari pemasok, misalnya karena barang rusak atau tidak sesuai dengan spesifikasi pesanan, akun persediaan barang dagang dikredit/dikurangi sejumlah biaya perolehan barang yang dikembalikan/pengurangan harga yang disepakati.jurnal retur pembelian - perpetual

 

Jurnal potongan pembelian

Jika perusahaan dagang memperoleh potongan pembelian atau diskon pembelian, misalnya karena melunasi faktur dalam periode potongan, potongan atau diskon itu dikurangkan/dikredit ke akun persediaan barang dagang (mengurangi biaya perolehan persediaan).jurnal potongan pembelian - perpetual 

 

Jurnal penjualan

Pada saat barang dagangan dijual kepada pelanggan, akun persediaan barang dagang dikredit sebesar biaya perolehan barang dagangan yang terjual, akun yang didebit adalah beban pokok penjualan (harga pokok penjualan) yang merupakan akun nominal (beban).jurnal penjualan - perpetual

Perhatikan, jurnal penjualan di atas terdiri dari dua pasang jurnal. Akun penjualan, atau pendapatan penjualan, identik dengan akun pendapatan jasa dalam perusahaan jasa. Pada saat barang diserahkan kepada pelanggan, akun penjualan dikredit sebesar harga jual barang dagangan. Dalam akuntansi dasar akrual, hak atas pendapatan timbul bersamaan dengan penyerahan barang kepada pelanggan, terlepas dari apakah pembayaran kas sudah dilakukan atau belum oleh pelanggan. Sisi debit bisa akun Kas atau Piutang Usaha tergantung pada apakah penjualan itu dilakukan secara tunai atau kredit.

 

Jurnal retur penjualan dan pengurangan harga

Jika perusahaan dagang sebagai penjual memberikan persetujuan retur barang atau pengurangan harga kepada pelanggan, misalnya karena barang rusak atau tidak sesuai dengan spesifikasi pesanan, akun retur penjualan dan pengurangan harga didebit/ditambah sejumlah harga jual barang yang dikembalikan/pengurangan harga yang disepakati. Retur penjualan dan pengurangan harga memiliki saldo normal debit dan dilaporkan sebagai pengurang pendapatan penjualan dalam laporan laba-rugi..jurnal retur penjualan - perpetual

Perhatikan, jurnal retur penjualan dan pengurangan harga di atas terdiri dari dua pasang jurnal. Pada saat barang dikembalikan oleh pelanggan, akun persediaan barang dagang juga didebit sebesar biaya perolehan barang yang dikembalikan oleh pelanggan. Akun beban pokok penjualan (harga pokok penjualan) dikredit untuk membatalkan pengakuan beban terkait biaya perolehan barang yang dikembalikan oleh pelanggan.

 

Jurnal biaya angkut penjualan

Jika perusahaan dagang selaku penjual menanggung biaya pengiriman barang dari tempat perusahaan ke tempat pelanggan (FOB Destination/franco gudang pembeli), biaya angkut penjualan itu didebit/ditambahkan ke akun beban pengiriman penjualan dan dilaporkan sebagai bagian dari beban operasi dalam laporan laba-rugi.jurnal biaya angkut penjualan - perpetual

 

Jurnal potongan penjualan

Jika perusahaan dagang memberikan potongan penjualan atau diskon penjualan, misalnya karena pelanggan melunasi faktur dalam periode potongan, potongan atau diskon itu didedit ke akun potongan penjualan. Potongan penjualan memiliki saldo normal debit dan dilaporkan sebagai pengurang pendapatan penjualan dalam laporan laba-rugi.jurnal potongan penjualan - perpetual

 

Jurnal penyesuaian perusahaan dagang

Sistem persediaan perpetual tidak memerlukan jurnal penyesuaian terkait persediaan barang dagang dan beban pokok penjualan (harga pokok penjualan) pada akhir periode. Satu-satunya ayat jurnal penyesuaian yang diperlukan dalam perusahaan dagang yang menggunakan sistem perpetual adalah ketika terjadi selisih antara biaya perolehan persediaan barang dagang akhir menurut catatan akuntansi dengan biaya perolehan persediaan barang dagang akhir menurut hasil penghitungan fisik (stock opname). Jika ditemukan selisih, jurnal penyesuaian diperlukan untuk merekonsiliasi catatan akuntansi dengan hasil penghitungan fisik sebagai berikut:jurnal penyesuaian perusahaan dagang - perpetual

 

Jurnal penutup perusahaan dagang

Jurnal penutup perusahaan dagang yang menggunakan sistem persediaan perpetual adalah sebagai berikut:jurnal penutupan perusahaan dagang - perpetual

Dengan dukungan teknologi komputer, sistem perpetual lebih unggul karena saldo persediaan dapat diketahui setiap waktu dan penghitungan fisik persediaan (stock opname) hanya perlu dilakukan sesuai kebutuhan (tidak harus dilakukan pada setiap akhir periode akuntansi). Contoh jurnal berikut menggunakan sistem persediaan perpetual.

[kembali ke daftar isi]

Contoh jurnal umum

Ilustrasi siklus akuntansi perusahaan dagang yang diberikan di sini menggunakan contoh transaksi yang terjadi di DistriMarena, perusahaan distributor tunggal produk-produk kecantikan “Marena”. Ilustrasi hanya difokuskan pada transaksi-transaksi rutin perusahaan dagang, yaitu pembelian kredit, pembelian tunai, penjualan kredit, dan penjualan tunai.

Contoh dan pembahasan siklus akuntansi perusahaan dagang dalam artikel ini mengasumsikan bahwa DistriMarena adalah perusahaan dagang yang sudah beroperasi dan telah menerapkan sistem akuntansi berbasis akrual. Neraca saldo setelah penutupan DistriMarena per 30 November 20X1 disajikan sebagai berikut:neraca saldo setelah penutupan

Analisis transaksi DistriMarena yang terjadi selama bulan Desember dibahas pada bagian-bagian berikut.

 

Contoh jurnal umum #1: aktivitas operasi (pembayaran biaya operasi—gaji karyawan)

Pada tanggal 6 Desember, DistriMarena membayar biaya gaji dan upah sejumlah Rp8.000.000. Dari jumlah tersebut, Rp3.000.000 terkait dengan pekerjaan karyawan pada bulan Desember, sedangkan sisanya Rp5.000.000 terkait dengan pekerjaan karyawan pada bulan November (lihat akun Utang Gaji dan Upah dalam neraca saldo di atas).

Akun Utang Gaji dan Upah dalam neraca saldo di atas memiliki saldo kredit Rp5.000.000. Sebagaimana dalam siklus akuntansi perusahaan jasa, saldo kredit tersebut berasal dari pengakuan beban gaji dan upah yang masih harus dibayar pada saat DistriMarena membuat jurnal penyesuaian pada akhir bulan November, yaitu dengan debit ke akun Beban Gaji dan Upah dan kredit ke akun Utang Gaji dan Upah sejumlah Rp5.000.000.

Pembayaran gaji tanggal 6 Desember ini sebenarnya merupakan “pelunasan” utang gaji dan upah tersebut. Beban gaji dan upah untuk bulan Desember juga telah terjadi sebagian, yaitu dari tanggal 1 Desember (awal periode berjalan) sampai dengan tanggal 6 Desember. Jurnal untuk mencatat pembayaran gaji dan upah adalah sebagai berikut:jurnal umum perusahaan dagang

Pada saat pemindahbukuan (posting) ke buku besar, akun Beban Gaji dan Upah (beban) didebit (bertambah) Rp3.000.000 dan akun Utang Gaji dan Upah (liabilitas/kewajiban) didebit (berkurang) Rp5.000.000. Di sisi lain, akun Kas (aset/aktiva) dikredit (berkurang) Rp8.000.000.

Setelah pemindahbukuan (posting) tersebut, akun Beban Gaji dan Upah memiliki saldo debit Rp3.000.000. Akun Utang Gaji dan Upah, yang merupakan beban yang masih harus dibayar menurut posisi keuangan tanggal 30 November, memiliki saldo nol. Akun Kas memiliki saldo Rp28.000.000 (Rp36.000.000 – Rp8.000.000).

 

Contoh jurnal umum #2: aktivitas operasi (penerimaan kas dari pelanggan)

Pada tanggal 8 Desember, DistriMarena menerima kas sejumlah Rp9.500.000 yang merupakan pembayaran faktur dari pelanggan (tidak ada potongan penjualan yang diberikan).

Penerimaan kas ini terkait saldo piutang usaha yang dibawa dari periode sebelumnya. Tidak ada pengakuan pendapatan pada saat ini, karena penjualan telah diakui dalam laba-rugi periode sebelumnya. Diskon tidak diberikan, diasumsikan pelanggan membayar faktur setelah periode potongan berakhir.

Jurnal untuk mencatat penerimaan kas oleh perusahaan dagang terkait pembayaran faktur dari pelanggan adalah sebagai berikut:jurnal umum perusahaan dagang

Pada saat pemindahbukuan (posting) ke buku besar, akun Kas (aset/aktiva) didebit (bertambah) Rp9.500.000 dan akun Piutang Usaha (aset/aktiva) dikrebit (berkurang) dengan jumlah yang sama.

Setelah pemindahbukuan (posting) tersebut, akun Kas memiliki saldo debit Rp37.500.000 (Rp28.000.000 + Rp9.500.000). Akun Piutang Usaha memiliki saldo Rp13.500.000 (Rp23.000.000 – Rp9.500.000).

 

Contoh jurnal umum #3: aktivitas operasi (penjualan tunai barang dagangan)

Pada tanggal 10 Desember, DistriMarena menjual barang dagangan secara tunai dengan harga jual Rp31.500.000. Jumlah biaya perolehan (harga pokok) barang dagangan yang dijual itu adalah Rp20.500.000.

Dalam sistem perpetual, baik harga jual maupun biaya perolehan (harga pokok) barang yang dijual dicatat. Pengakuan pendapatan dilakukan dengan mengkredit akun pendapatan penjualan, atau seringkali disebut “penjualan” saja, dengan jumlah harga jual barang dagangan yang diserahkan kepada pelanggan. Dalam penjualan tunai, akun yang didebit adalah kas.

Pengakuan beban terkait penjualan dilakukan dengan mendebit akun beban pokok penjualan dengan jumlah biaya perolehan barang dagangan yang terjual. Akun yang dikredit adalah persediaan barang dagang, menghapuskan biaya perolehan barang dagangan yang terjual dari akun persediaan barang dagang.

Jurnal untuk mencatat penjualan tunai kepada pelanggan adalah sebagai berikut:jurnal umum perusahaan dagang

Pada saat pemindahbukuan (posting) ke buku besar, akun Kas (aset/aktiva) didebit (bertambah) Rp31.500.000 dan akun Pendapatan Penjualan (pendapatan) dikrebit (bertambah) dengan jumlah yang sama. Di sisi lain, akun Beban Pokok Penjualan (beban) didebit (bertambah) Rp20.500.000 dan akun Persediaan Barang Dagang (aset/aktiva) dikrebit (berkurang) dengan jumlah yang sama.

Setelah pemindahbukuan (posting) tersebut, akun Kas memiliki saldo debit Rp69.000.000 (Rp37.500.000 + Rp31.500.000). akun Persediaan Barang Dagang memiliki saldo debit Rp39.500.000 (Rp60.000.000 – Rp20.500.000), akun Pendapatan Penjualan memiliki saldo kredit Rp31.500.000, dan akun Beban Pokok Penjualan memiliki saldo debit Rp20.500.000.

Laba kotor yang diperoleh dari transaksi di atas adalah Rp11.000.000 (Rp31.500.000 – Rp20.500.000).

 

Contoh jurnal umum #4: aktivitas operasi (pembelian kredit)

Pada tanggal 13 Desember, DistriMarena membeli barang dagangan secara kredit dari PT Marena Indonesian Beauty dengan biaya perolehan Rp45.000.000, syarat pembayaran 2/10, n/30.

Dalam sistem perpetual, pembelian barang dagangan didebit langsung ke akun persediaan barang dagang. Akun yang dikredit adalah utang usaha jika pembelian dilakukan secara kredit atau kas jika pembelian dilakukan secara tunai.

Jurnal untuk mencatat pembelian kredit kepada pemasok adalah sebagai berikut:jurnal umum perusahaan dagang

Pada saat pemindahbukuan (posting) ke buku besar, akun Persediaan Barang Dagang (aset/aktiva) didebit (bertambah) Rp45.000.000 dan akun Utang Usaha (liabilitas/kewajiban) dikrebit (bertambah) dengan jumlah yang sama.

Setelah pemindahbukuan (posting) tersebut, akun Persediaan Barang Dagang memiliki saldo debit Rp84.500.000 (Rp39.500.000 + Rp45.000.000) dan akun Utang Usaha memiliki saldo kredit Rp67.500.000 (Rp22.500.000 + Rp45.000.000).

 

Contoh jurnal umum #5: aktivitas operasi (pembelian tunai barang habis pakai)

Pada tanggal 15 Desember, DistriMarena membeli barang habis pakai secara tunai dari PT Sidharta dengan biaya perolehan Rp10.000.000.

Pembelian persediaan barang habis pakai diperlakukan sama dengan pembelian persediaan barang dagang, yaitu dengan debit langsung ke akun aset/aktiva sebesar biaya perolehan. Akun yang dikredit adalah utang usaha jika pembelian dilakukan secara kredit atau kas jika pembelian dilakukan secara tunai.

Jurnal untuk mencatat pembelian tunai barang habis pakai kepada pemasok adalah sebagai berikut:jurnal umum perusahaan dagang

Pada saat pemindahbukuan (posting) ke buku besar, akun Persediaan Barang Habis Pakai (aset/aktiva) didebit (bertambah) Rp10.000.000 dan akun Kas (aset/aktiva) dikrebit (berkurang) dengan jumlah yang sama.

Setelah pemindahbukuan (posting) tersebut, akun Persediaan Barang Habis Pakai memiliki saldo debit Rp16.000.000 (Rp6.000.000 + Rp10.000.000) dan akun Kas memiliki saldo debit Rp59.000.000 (Rp69.000.000 – Rp10.000.000).

 

Contoh jurnal umum #6: aktivitas operasi (penjualan kredit barang dagangan)

Pada tanggal 18 Desember, DistriMarena menjual barang dagangan secara kredit kepada pelanggan, harga jual Rp60.000.000, biaya perolehan Rp40.000.000, syarat faktur 3/10, n/30.

Sifat transaksi ini sama dengan transaksi #3 penjualan tunai barang dagangan. Pengakuan pendapatan dilakukan dengan mengkredit akun pendapatan penjualan, dengan jumlah harga jual barang dagangan yang diserahkan kepada pelanggan. Dalam penjualan kredit, akun yang didebit adalah piutang usaha.

Pengakuan beban terkait penjualan dilakukan dengan mendebit akun beban pokok penjualan dengan jumlah biaya perolehan barang dagangan yang terjual. Akun yang dikredit adalah persediaan barang dagang, menghapuskan biaya perolehan barang dagangan yang terjual dari akun persediaan barang dagang.

Jurnal untuk mencatat penjualan kredit kepada pelanggan adalah sebagai berikut:jurnal umum perusahaan dagang

Pada saat pemindahbukuan (posting) ke buku besar, akun Piutang Usaha (aset/aktiva) didebit (bertambah) Rp60.000.000 dan akun Pendapatan Penjualan (pendapatan) dikrebit (bertambah) dengan jumlah yang sama. Di sisi lain, akun Beban Pokok Penjualan (beban) didebit (bertambah) Rp40.000.000 dan akun Persediaan Barang Dagang (aset/aktiva) dikrebit (berkurang) dengan jumlah yang sama.

Setelah pemindahbukuan (posting) tersebut, akun Piutang Usaha memiliki saldo debit Rp73.500.000 (Rp13.500.000 + Rp60.000.000). akun Persediaan Barang Dagang memiliki saldo debit Rp44.500.000 (Rp84.500.000 – Rp40.000.000), akun Pendapatan Penjualan memiliki saldo kredit Rp91.500.000 (Rp31.500.000 + Rp60.000.000), dan akun Beban Pokok Penjualan memiliki saldo debit Rp60.500.000 (Rp20.500.000 + Rp40.000.000).

Laba kotor yang diperoleh dari transaksi di atas adalah Rp20.000.000 (Rp60.000.000 – Rp40.000.000).

 

Contoh jurnal umum #7: aktivitas operasi (pembayaran biaya operasi—gaji karyawan)

Pada tanggal 20 Desember, DistriMarena membayar biaya gaji dan upah sejumlah Rp9.000.000.

Pembayaran ini terkait jasa karyawan dari tanggal pembayaran gaji terakhir, 6 Desember, sampai dengan tanggal 19 Desember. Karena pembayaran gaji dan upah ini seluruhnya terkait dengan jasa karyawan dalam periode berjalan, biaya ini langsung didebit ke akun beban gaji dan upah.

Jurnal untuk mencatat pembayaran gaji dan upah kepada karyawan adalah sebagai berikut:jurnal umum perusahaan dagang

Pada saat pemindahbukuan (posting) ke buku besar, akun Beban Gaji dan Upah (beban) didebit (bertambah) Rp9.000.000 dan akun Kas (aset/aktiva) dikredit (berkurang) dengan jumlah yang sama.

Setelah pemindahbukuan (posting) tersebut, akun Beban Gaji dan Upah memiliki saldo debit Rp12.000.000 (Rp3.000.000 + Rp9.000.000). Akun Kas memiliki saldo debit Rp50.000.000 (Rp59.000.000 – Rp9.000.000).

 

Contoh jurnal umum #8: aktivitas operasi (pembayaran faktur kepada pemasok)

Pada tanggal 23 Desember, DistriMarena melunasi faktur yang diterima dari PT Marena Indonesian Beauty pada tanggal 13 Desember dikurangi potongan pembelian.

Transaksi ini terkait dengan pembelian kredit barang dagangan kepada PT Marena Indonesian Beauty (transaksi #4). Pembayaran dilakukan dalam periode potongan, sehingga DistriMarena memperoleh potongan pembelian Rp900.000 (2% × Rp45.000.000). Kas yang dibayarkan berjumlah Rp44.100.000 (Rp45.000.000 – Rp900.000).

Dengan prinsip biaya perolehan yang dianut dalam akuntansi, potongan pembelian yang diperoleh merupakan pengurang biaya perolehan aset yang dibeli, sehingga jumlah diskon dalam pembelian barang dagangan dikredit langsung ke akun persediaan barang dagang.

Jurnal untuk mencatat pembayaran faktur dalam periode potongan adalah sebagai berikut:jurnal umum perusahaan dagang

Pada saat pemindahbukuan (posting) ke buku besar, akun Utang Usaha (liabilitas/kewajiban) didebit (berkurang) Rp45.000.000, yaitu nilai faktur yang diterima dari PT Marena Indonesian Beauty pada tanggal 13 Desember, akun Persediaan Barang Dagang (aset/aktiva) dikredit (berkurang) Rp900.000, dan akun Kas (aset/aktiva) dikredit (berkurang) Rp44.100.000.

Setelah pemindahbukuan (posting) tersebut, akun Kas memiliki saldo debit Rp5.900.000 (Rp50.000.000 – Rp44.100.000). Akun Persediaan Barang Dagang memiliki saldo debit Rp43.600.000 (Rp44.500.000 – Rp900.000). Akun Utang Usaha memiliki saldo kredit Rp22.500.000 (Rp67.500.000 – Rp45.000.000).

 

Contoh jurnal umum #9: aktivitas operasi (penerimaan kas dari pelanggan)

Pada tanggal 27 Desember, DistriMarena menerima kas dari pelanggan sebagai pelunasan faktur yang diterbitkan pada tanggal 18 Desember. Pembayaran faktur oleh pelanggan ini dilakukan dalam periode potongan.

Transaksi ini terkait dengan penjualan kredit barang dagangan kepada pelanggan (transaksi #6). Pembayaran dilakukan oleh pelanggan dalam periode potongan, sehingga DistriMarena memberikan potongan penjualan Rp1.800.000 (3% × Rp60.000.000). Kas yang diterima berjumlah Rp58.200.000 (Rp60.000.000 – Rp1.800.000).

Potongan penjualan yang diberikan kepada pelanggan didebit ke akun potongan penjualan, diperlakukan sebagai pengurang pendapatan penjualan dalam perhitungan penjualan bersih. Jurnal untuk mencatat penerimaan kas terkait pembayaran faktur dari pelanggan dalam masa potongan adalah sebagai berikut:jurnal umum perusahaan dagang

Pada saat pemindahbukuan (posting) ke buku besar, akun Kas (aset/aktiva) didebit (bertambah) Rp58.200.000, akun Potongan Penjualan (kontra pendapatan) didebit (bertambah) Rp1.800.000, dan akun Piutang Usaha (aset/aktiva) dikrebit (berkurang) Rp60.000.000.

Setelah pemindahbukuan (posting) tersebut, akun Kas memiliki saldo debit Rp64.100.000 (Rp5.900.000 + Rp58.200.000), akun Potongan Penjualan memiliki saldo debit Rp1.800.000, dan akun Piutang Usaha memiliki saldo debit Rp13.500.000 (Rp73.500.000 – Rp60.000.000).

Dalam sistem akuntansi manual, ayat-ayat jurnal di atas dicatat dalam buku jurnal umum sebagai berikut:jurnal umum perusahaan dagang

Bagian atas buku jurnal umum memuat judul buku, yaitu “JURNAL UMUM” dan halaman jurnal umum (JU1 berarti jurnal umum halaman 1). Jurnal umum terdiri dari lima kolom: tanggal, nama akun, referensi, debit, dan kredit. Kolom referensi diisi dengan kode akun ketika ayat jurnal dipindahbukukan (di-posting) ke akun-akun terkait di buku besar.

[kembali ke daftar isi]

Buku besar akuntansi perusahaan dagang

Setelah jurnal umum di atas dipindahbukukan (di-posting) ke buku besar, akun-akun DistriMarena akan tampak sebagai berikut:buku besar akuntansi

Perhatikan, angka-angka yang di-posting (dipindahbukukan) ke kolom debit dan kolom kredit pada akun kas di atas sesuai dengan jumlah debit dan jumlah kredit ayat jurnal terkait di buku jurnal umum. Kolom referensi diisi dengan halaman buku jurnal yang menjadi sumber posting (pemindahbukuan). Kaidah posting (pemindahbukuan) ini juga berlaku untuk semua akun lain.

Kolom saldo bertambah dengan adanya posting (pemindahbukuan) ke kolom debit dan berkurang dengan adanya posting (pemindahbukuan) ke kolom kredit. Kaidah penjumlahan dan pengurangan itu berlaku untuk semua akun yang memiliki saldo normal debit, yaitu aset (aktiva), beban, dan dividen.buku besar akuntansibuku besar akuntansi

Perhatikan, akun persediaan barang dagang (aset/aktiva) didebit pada saat barang dagangan dibeli. Sebaliknya, akun persediaan barang dagang dikredit pada saat perusahaan menjual barang dagang kepada pelanggan. Potongan pembelian yang diberikan oleh pemasok juga dikredit ke akun persediaan barang dagang, yang berarti diperlakukan sebagai pengurang biaya perolehan persediaan.buku besar akuntansi

Dalam artikel saya mengenai siklus akuntansi perusahaan jasa, pembelian barang habis pakai dianggap identik dengan beban dibayar di muka. Dalam praktik, perlakuan akuntansi atas barang habis pakai sebenarnya sama dengan persediaan barang dagang dan persediaan bahan baku. Penjelasan barang habis pakai sebagai beban dibayar di muka lebih dimaksudkan untuk memudahkan pembelajar akuntansi pemula untuk memahami jurnal penyesuaian dan akuntansi dasar akrual.

Dengan metode perpetual, persediaan barang habis pakai seharusnya dikredit setiap kali terjadi pemakaian. Meskipun demikian, dalam praktik pengakuan beban barang habis pakai lebih sering menggunakan sistem persediaan periodik. Pada akhir periode, barang habis pakai dihitung secara fisik dan ditentukan biaya perolehan yang tersisa. Biaya perolehan barang habis pakai yang tersisa itu disajikan di neraca (laporan posisi keuangan). Selisih antara saldo sebelumnya dengan biaya perolehan hasil penghitungan fisik dilaporkan di laporan laba-rugi sebagai beban barang habis pakai.buku besar akuntansibuku besar akuntansi

Tidak ada transaksi terkait peralatan (aset tetap/aktiva tetap) selama bulan Desember, sehingga saldo akun peralatan tidak berubah. Saldo akun Akumulasi Penyusutan—Peralatan akan melalui pengakuan beban penyusutan sebagaimana akan dijelaskan pada bagian berikutnya dari artikel ini.buku besar akuntansi

Untuk akun Utang Usaha (dan akun liabilitas lainnya), kolom saldo bertambah dengan adanya posting (pemindahbukuan) ke kolom kredit dan berkurang dengan adanya posting (pemindahbukuan) ke kolom debit. Kaidah penjumlahan dan pengurangan yang sama berlaku untuk semua akun yang memiliki saldo normal kredit, yaitu ekuitas dan pendapatan.buku besar akuntansi

Utang Gaji dan Upah merupakan beban yang masih harus dibayar dalam neraca (laporan posisi keuangan) tanggal 30 November. Pembayaran gaji dan upah pada tanggal 6 Desember (transaksi #1) mengakibatkan akun Utang Gaji dan Upah memiliki saldo nol.buku besar akuntansi

Berbeda dengan contoh siklus akuntansi perusahaan jasa KJA Sabrina yang berupa perusahaan perseorangan, DistriMarena adalah perseroan terbatas. Untuk jenis perusahaan ini, akun saham biasa digunakan untuk mencatat investasi yang dilakukan oleh pemilik, yaitu ketika perseroan terbatas melakukan penerbitan saham biasa bagi pemegang saham. Dengan kata lain, saldo akun saham biasa hanya berubah ketika terjadi penerbitan saham biasa.buku besar akuntansi

Dalam perseroan terbatas, akun saldo laba atau laba ditahan digunakan untuk mencatat laba-rugi yang diperoleh dan pembagian dividen yang dilakukan perseroan terbatas. Laba ditahan adalah komponen ekuitas perseroan terbatas, memiliki saldo normal kredit.buku besar akuntansi

Perhatikan, akun Pendapatan Penjualan adalah akun nominal, bersaldo nol pada awal periode. Dalam akuntansi dasar akrual, akun ini mencatat pendapatan dari penjualan yang sudah menjadi hak perusahaan, terlepas dari apakah kas terkait penjualan itu sudah diterima atau belum.buku besar akuntansi

Akun Potongan Penjualan digunakan untuk mencatat potongan harga yang diberikan kepada pelanggan yang melunasi faktur penjualan segera. Potongan penjualan adalah pengurang pendapatan penjualan dalam perhitungan penjualan bersih.buku besar akuntansi

Akun beban pokok penjualan, juga biasa disebut harga pokok penjualan, adalah akun beban dalam perusahaan dagang yang digunakan untuk mencatat biaya perolehan persediaan barang dagang yang terjual selama periode berjalan.buku besar akuntansi

Akun beban gaji dan upah digunakan untuk mencatat biaya gaji dan upah yang terjadi selama periode berjalan. Beban gaji dan upah mencakup biaya gaji dan upah yang terjadi (sudah menjadi kewajiban perusahaan/hak karyawan) selama periode, baik yang sudah dibayarkan atau belum dibayarkan.

[kembali ke daftar isi]

Contoh neraca saldo perusahaan dagang

Saldo akhir akun-akun buku besar di atas selanjutnya diringkas dalam neraca saldo perusahaan dagang DistriMarena sebagai berikut:contoh neraca saldo perusahaan dagang

Perhatikan, neraca saldo di atas menunjukkan jumlah saldo debit sama dengan jumlah saldo kredit, yaitu Rp321.500.000.

Meskipun neraca saldo, kadang-kadang juga disebut neraca percobaan, adalah satu sarana untuk menemukan kesalahan pencatatan dalam jurnal dan pemindahbukuan (posting), neraca saldo bukan jaminan catatan akuntansi bebas dari kesalahan.

Kesalahan-kesalahan berikut bisa saja terjadi meskipun jumlah debit dan jumlah kredit neraca saldo sudah seimbang:

  • Terdapat transaksi yang belum dicatat di dalam jurnal akuntansi.
  • Jurnal akuntansi yang sudah dicatat dengan benar tidak di-posting (dipindahbukukan) ke x besy5atu jurnal akuntansi di-posting (dipindahbukukan) lebih dari satu kali.
  • Akun yang digunakan pada saat pencatatan dalam jurnal dan posting (pemindahbukuan) tidak tepat.
  • Terjadi kesalahan offsetting (pengsalinghapusan) dalam pencatatan jumlah transaksi.

Dengan kata lain, neraca saldo tidak bisa mengecek bahwa semua transaksi telah dicatat dan bahwa buku besar sudah benar.

[kembali ke daftar isi]

Jurnal penyesuaian perusahaan dagang

Sebagaimana dibahas dalam artikel saya mengenai siklus akuntansi, jurnal penyesuaian dimaksudkan untuk memastikan bahwa siklus akuntansi menerapkan akuntansi berbasis akrual. Jurnal penyesuaian adalah prosedur akhir periode dalam siklus akuntansi sebelum penyusunan laporan keuangan. Fungsi jurnal penyesuaian adalah sama, baik dalam siklus akuntansi perusahaan dagang, jasa, maupun manufaktur.

 

Contoh jurnal #10: penyesuaian atas beban yang masih harus dibayar—gaji dan upah

Jasa karyawan terhitung sejak tanggal pembayaran gaji terakhir (20 Desember) hingga akhir bulan yang belum dibayar setara dengan nilai Rp4.000.000.

Sistem akuntansi akrual mengharuskan jasa karyawan diakui pada periode terjadinya, meskipun pembayaran atas jasa tersebut (beban gaji dan upah) belum dilakukan.

Jurnal penyesuaian untuk mengakui beban yang masih harus dibayar terkait gaji karyawan DistriMarena adalah sebagai berikut:jurnal penyesuaian perusahaan dagang

Pada saat pemindahbukuan (posting) ke buku besar, akun Beban Gaji dan Upah (beban) didebit (bertambah) Rp4.000.000 dan akun Utang Gaji dan Upah (liabilitas/kewajiban) dikredit (bertambah) dengan jumlah yang sama.

Setelah pemindahbukuan (posting) tersebut, akun Beban Gaji dan Upah memiliki saldo debit Rp16.000.000 (Rp12.000.000 + Rp4.000.000). Akun Utang Gaji dan Upah (liabilitas/kewajiban) memiliki saldo kredit Rp4.000.000.buku besar akuntansibuku besar akuntansi

Dalam laporan keuangan, Utang Gaji dan Upah dilaporkan sebagai liabilitas lancar (utang lancar) dalam neraca (laporan posisi keuangan). Kelalaian membuat ayat jurnal penyesuaian untuk mengakui beban yang masih harus dibayar mengakibatkan liabilitas (kewajiban) dilaporkan terlalu rendah dan beban dilaporkan terlalu rendah.

 

Contoh jurnal #11: penyusutan (depresiasi)

Beban penyusutan atas peralatan diperhitungkan Rp1.000.000 per bulan.

Penyusutan adalah proses alokasi biaya perolehan aset ke periode-periode perusahaan memperoleh manfaat aset. Penyusutan juga biasa disebut depresiasi. Penyusutan dalam akuntansi bukan merupakan proses penilaian aset/aktiva. Penyusutan juga tidak mengharuskan perusahaan mengumpulkan kas untuk mengganti aset di masa depan. Perhitungan penyusutan akan diberikan dalam artikel tersendiri.

Jurnal penyesuaian untuk mencatat penyusutan peralatan adalah sebagai berikut:jurnal penyesuaian perusahaan dagang

Pada saat pemindahbukuan (posting) ke buku besar, akun Beban Penyusutan (beban) didebit (bertambah) Rp1.000.000 dan akun Akumulasi Penyusutan—Peralatan (kontra aset/kontra aktiva) dikredit (bertambah) dengan jumlah yang sama.

Setelah pemindahbukuan (posting) tersebut, akun Beban Penyusutan memiliki saldo debit Rp1.000.000. Akumulasi Penyusutan—Peralatan memiliki saldo kredit Rp12.000.000 (Rp11.000.000 + Rp1.000.000).buku besar akuntansibuku besar akuntansi

Pengakuan beban penyusutan pada periode-periode perusahaan memperoleh manfaat aset memenuhi salah satu prinsip dalam akuntansi, yaitu prinsip mempertemukan beban dengan pendapatan pada periode yang sesuai. Kelalaian membuat ayat jurnal penyesuaian terkait penyusutan mengakibatkan aset dilaporkan terlalu tinggi dan beban dilaporkan terlalu rendah.

 

Contoh jurnal #12: penyesuaian atas persediaan—barang habis pakai

Penghitungan persediaan (stock opname) menunjukkan barang habis pakai senilai Rp7.500.000 masih tersedia untuk digunakan pada periode akuntansi mendatang.

Akun Persediaan Barang Habis Pakai menurut neraca saldo di atas adalah Rp16.000.000. Pada akhir bulan Desember, barang habis pakai yang masih tersedia memiliki biaya perolehan Rp7.500.000, yang berarti penggunaan selama bulan Desember adalah senilai Rp8.500.000 (Rp16.000.000 – Rp7.500.000).

Dalam akuntansi dasar akrual, biaya perolehan barang habis pakai yang digunakan itu diakui sebagai beban, sehingga ayat jurnal penyesuaian untuk mengakui beban dimaksud adalah sebagai berikut:jurnal penyesuaian perusahaan dagang

Pada saat pemindahbukuan (posting) ke buku besar, akun Beban Barang Habis Pakai (beban) didebit (bertambah) Rp8.500.000 untuk mengakui biaya perolehan barang habis pakai yang sudah digunakan, akun Persediaan Barang Habis Pakai (aset/aktiva) dikredit (berkurang) Rp8.500.000, sehingga saldo akhir akun tersebut menjadi Rp7.500.000 menunjukkan biaya perolehan barang habis pakai yang masih tersedia.buku besar akuntansibuku besar akuntansi

Dalam laporan laba-rugi beban barang habis pakai dikurangkan terhadap pendapatan penjualan untuk periode yang sama dalam perhitungan laba-rugi. Kelalaian membuat ayat jurnal penyesuaian untuk mengakui beban terkait persediaan barang habis pakai mengakibatkan aset dilaporkan terlalu tinggi dan beban dilaporkan terlalu rendah.

[kembali ke daftar isi]

Neraca saldo setelah penyesuaian

Setelah semua jurnal penyesuaian di atas dipindahbukukan (di-posting) ke buku besar, saldo akhir akun-akun buku besar kembali diringkas dalam neraca saldo setelah penyesuaian sebagai berikut:contoh neraca saldo perusahaan dagang

Perhatikan, neraca saldo setelah penyesuaian di atas juga menunjukkan jumlah saldo debit sama dengan jumlah saldo kredit, yaitu Rp326.500.000. Sebagaimana dijelaskan dalam artikel saya mengenai siklus akuntansi, saldo-saldo yang diringkas dalam neraca saldo setelah penyesuaian menjadi sumber data utama dalam penyusunan laporan keuangan.

[kembali ke daftar isi]

Laporan keuangan perusahaan dagang

Dengan selesainya pembuatan neraca saldo setelah penyesuaian, kita sekarang sudah siap menyusun laporan keuangan untuk perusahaan dagang DistriMarena.

[kembali ke daftar isi]

Laporan laba-rugi perusahaan dagang

Laporan keuangan pertama yang siap disusun adalah laporan laba-rugi. Kita menyusun laporan laba-rugi dengan meringkas dan menyajikan semua saldo pendapatan dan beban. Pos-pos pendapatan disajikan pada bagian atas, diikuti pos-pos beban. Laba atau rugi bersih adalah selisih antara jumlah pos pendapatan dengan beban.

Contoh laporan laba-rugi perusahaan dagang DistriMarena disajikan sebagai berikut:laporan laba rugi perusahaan dagang

Contoh laporan laba-rugi perusahaan dagang di atas sangat sederhana. Tanda kurung “()” yang mengapit suatu angka adalah konvensi akuntansi yang maksudnya sama dengan tanda negatif “-”.

Salah satu perbedaan antara laporan keuangan perusahaan dagang dengan laporan keuangan perusahaan jasa adalah adanya satu jenis beban terkait biaya persediaan yang terjual dalam laporan laba-rugi perusahaan dagang, yaitu beban pokok penjualan atau harga pokok penjualan.

Contoh laporan laba-rugi perusahaan dagang di atas juga mengilustrasikan format laporan laba-rugi multi-step (multi-langkah). Laba kotor (Rp29.200.000) adalah jumlah yang lazim digunakan dalam analisis laporan keuangan, sama dengan penjualan bersih (Rp89.700.000) dikurangi harga pokok penjualan (Rp60.500.000). Jika masih terdapat pos-pos pendapatan dan beban lain setelah beban operasi, laba kotor dikurangi jumlah beban operasi disebut laba operasi.

Perhatikan juga bahwa laporan laba-rugi di atas disusun dengan dasar akrual. Pendapatan penjualan yang dilaporkan mencakup pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan dagang DistriMarena, terlepas dari apakah faktur penjualan terkait pengiriman barang dagangan kepada pelanggan sudah dibayar atau belum oleh pelanggan. Beban pokok penjualan mencakup biaya persediaan yang terjual, terlepas dari apakah perusahaan dagang DistriMarena sudah membayar faktur pembelian atau belum kepada pemasok.

Beban barang habis pakai mencakup biaya perolehan barang habis pakai yang digunakan selama bulan Desember. Beban penyusutan juga tidak berasal dari transaksi pengeluaran kas. Sebagian beban gaji dan upah baru akan dibayar pada periode akuntansi berikutnya.

Pembahasan lebih rinci mengenai laporan laba-rugi perusahaan akan diberikan dalam artikel terpisah.

[kembali ke daftar isi]

Laporan perubahan modal

Dengan diketahuinya laba bersih untuk bulan Desember, laporan perubahan modal perusahaan dagang DistriMarena siap disusun. Laporan perubahan modal, biasa juga disebut laporan perubahan ekuitas, menyajikan perubahan modal pemilik selama satu periode yang dipengaruhi oleh tiga faktor:

  • Investasi pemilik, yang berdampak menambah modal/ekuitas
  • Dividen, yang berdampak mengurangi modal/ekuitas
  • Laba-rugi bersih, yang berdampak menambah (mengurangi) modal/ekuitas.

Untuk perseroan terbatas seperti DistriMarena, akun saham biasa tidak berubah, kecuali ketika terjadi tambahan investasi pemilik. Laba-rugi bersih dan dividen ditutup ke akun laba ditahan.

Contoh laporan perubahan ekuitas DistriMarena adalah sebagai berikut:laporan perubahan modal

Laba ditahan awal periode adalah laba ditahan yang dibawa dari akhir periode sebelumnya. Dalam contoh DistriMarena, laba ditahan awal periode adalah Rp146.500.000. Jumlah laba bersih diambil dari laporan laba-rugi.

Tidak ada transaksi investasi pemilik dan pembagian dividen selama bulan Desember. Dari laporan perubahan modal di atas, kita mengetahui bahwa ekuitas (aset bersih/aktiva bersih) DistriMarena bertambah sebesar Rp3.700.000 selama bulan Desember, yaitu sebesar laba bersih yang dilaporkan.

Perhatikan juga bahwa laporan perubahan ekuitas terkait dengan periode tertentu, yang dalam kasus DistriMarena adalah untuk periode satu bulan yang berakhir tanggal 31 Desember 20X1.

[kembali ke daftar isi]

Neraca perusahaan dagang

Istilah “neraca” sebenarnya sudah tidak direkomendasikan lagi untuk digunakan. Istilah yang saat ini sedang dipromosikan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah laporan posisi keuangan. Artikel ini menggunakan kedua istilah tersebut secara bergantian.

Neraca berisi informasi mengenai pos-pos aset (aktiva), liabilitas (kewajiban), dan ekuitas (modal) perusahaan pada tanggal tertentu.

Contoh neraca perusahaan dagang DistriMarena disajikan sebagai berikut:contoh neraca perusahaan dagang

Hal penting pertama yang perlu diperhatikan dari neraca di atas, laba ditahan yang dilaporkan adalah saldo akhir menurut laporan perubahan ekuitas, yaitu setelah memperhitungkan laba-rugi selama periode, bukan saldo laba ditahan yang ada dalam neraca saldo setelah penyesuaian. Saldo laba ditahan dalam neraca saldo setelah penyesuaian sebenarnya masih merupakan saldo awal. Saldo laba ditahan akan mencerminkan saldo akhir setelah tahap jurnal penutup siklus akuntansi tuntas dilaksanakan.

Neraca di atas juga menunjukkan kesesuaian dengan kaidah dasar persamaan akuntansi, yaitu total aset (Rp226.700.000) sama dengan total liabilitas dan ekuitas pemilik. Kesesuaian ini diakibatkan oleh dianutnya sistem pembukuan berpasangan dalam sistem akuntansi berbasis akrual, yang mengharuskan pencatatan transaksi dilakukan sekurang-kurangnya atas dua akun, dengan jumlah debit harus sama dengan jumlah kredit.

Neraca di atas disebut juga neraca terklasifikasi atau laporan posisi keuangan terklasifikasi. Sesuai standar akuntansi yang berlaku, aset dikelompokkan menurut aset lancar dan aset non-lancar. Demikian juga liabilitas dikelompokkan menjadi liabilitas lancar dan liabilitas jangka panjang.

Meskipun demikian, perlu ditegaskan di sini bahwa aset tetap sebagaimana ditunjukkan dalam contoh neraca di atas bukanlah lawan dari aset lancar. Aset tetap dalam akuntansi merupakan kategori aset tersendiri dengan perlakuan akuntansi yang berbeda dengan kategori aset lainnya.

Pemetaan yang benar adalah, aset terdiri dari dua kategori utama, aset lancar dan aset non-lancar. Aset tetap merupakan salah satu kategori aset non-lancar. Aset non-lancar juga mencakup kategori-kategori aset lain, yang di antaranya adalah aset tak berwujud, aset keuangan (investasi jangka panjang dalam efek ekuitas dan efek utang), serta investasi dalam properti.

[kembali ke daftar isi]

Laporan arus kas

Laporan arus kas adalah laporan yang menyediakan informasi mengenai penerimaan kas dan pengeluaran kas dengan merekonsiliasi perubahan saldo kas selama periode. Sebagaimana diulas dalam artikel mengenai siklus akuntansi perusahaan jasa laporan arus kas mengelompokkan aktivitas arus kas ke dalam tiga kategori, yaitu aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan.

Ilustrasi pencatatan perpetual dalam artikel ini hanya difokuskan pada transaksi-transaksi rutin perusahaan dagang, yaitu pembelian kredit, pembelian tunai, penjualan kredit, dan penjualan tunai, yang semuanya adalah aktivitas operasi.

Sebagai titik awal, mari kita lihat kembali akun Kas DistriMarena berikut.buku besar akuntansi

Dengan memberi label atas transaksi-transaksi tunai, kita sudah bisa menyusun laporan arus kas DistriMarena sebagai berikut:contoh laporan arus kas perusahaan dagang

Contoh laporan arus kas di atas hanya mencakup arus kas dari aktivitas operasi. Arus kas dari aktivitas operasi bertanda positif, yang berarti arus masuk kas lebih besar daripada arus keluar kas (surplus kas).

Pembahasan lebih lanjut mengenai laporan arus kas diberikan dalam artikel tersendiri.

[kembali ke daftar isi]

Jurnal penutup perusahaan dagang

Seperti pada perusahaan jasa, fungsi jurnal penutup adalah menjadikan saldo-saldo akun nominal (pendapatan, beban, dan dividen) menjadi nol. Pada periode berikutnya, setiap akun nominal dibuka kembali dengan saldo awal nol.

Tahap pertama membuat jurnal penutup perusahaan dagang adalah mendebit akun pendapatan penjualan sebesar saldo akhir akun tersebut dan mengkredit akun ikhtisar laba-rugi dengan jumlah yang sama. Contoh jurnal penutup perusahaan dagang DistriMarena untuk tahap pertama ini adalah sebagai berikut:jurnal penutup perusahaan dagang

Karena Pendapatan Penjualan memiliki saldo normal kredit, debit sejumlah saldo akhir akan menjadikan akun itu bersaldo nol. Jurnal penutup di atas juga mengakibatkan sisi kredit akun Ikhtisar Laba-Rugi menampung Pendapatan Penjualan (Rp91,500,000).

Tahap kedua membuat jurnal penutup perusahaan dagang adalah mengkredit semua akun beban sebesar saldo akhir akun-akun tersebut dan mendebit akun ikhtisar laba-rugi dengan jumlah totalnya. Jurnal penutup perusahaan dagang DistriMarena untuk tahap kedua adalah sebagai berikut:jurnal penutup perusahaan dagang

Karena beban, potongan penjualan, dan retur penjualan dan pengurangan harga, memiliki saldo normal debit, kredit sejumlah saldo akhir akan menjadikan akun-akun itu bersaldo nol. Jurnal penutup di atas juga akan mengakibatkan sisi debit akun Ikhtisar Laba-Rugi menampung total jumlah pengurang pendapatan kotor (Rp87.800.000). Saldo kredit Ikhtisar Laba-Rugi setelah dua ayat jurnal itu dipindahbukukan (di-posting) ke buku besar sama dengan laba bersih yang dilaporkan di laporan laba-rugi, yaitu Rp3.700.000 (Rp91.500.000 – Rp87.800.000).

Tahap ketiga proses penutupan akun adalah mendebit akun Ikhtisar Laba-Rugi sebesar jumlah laba bersih dan mengkredit akun Laba Ditahan dengan jumlah yang sama. Jurnal penutup perusahaan dagang DistriMarena untuk tahap ketiga ini adalah sebagai berikut:jurnal penutup perusahaan dagang

Jurnal penutup di atas mengakibatkan akun Ikhtisar Laba-Rugi memiliki saldo nol, dan jumlah laba bersih dipindahkan/ditambahkan ke akun Laba Ditahan (yang memiliki saldo normal kredit).

TIdak ada pembagian dividen kepada pemegang saham selama bulan Desember, sehingga jurnal penutup terkait transaksi dividen tidak diperlukan.

Setelah semua tahap pembuatan jurnal penutup di atas dilaksanakan, semua akun nominal (pendapatan, beban, potongan penjualan, dan retur penjualan dan pengurangan harga) bersaldo nol dan Laba Ditahan (akun real) mencerminkan saldo akhir yang akan dibawa ke periode akuntansi selanjutnya.

[kembali ke daftar isi]

Neraca saldo setelah penutupan perusahaan dagang

Neraca saldo setelah penutupan adalah neraca saldo yang dibuat setelah semua jurnal penutup di-posting (dipindahkan) ke buku besar. Karena semua akun nominal telah ditutup, neraca saldo setelah penutupan hanya mencakup akun-akun real.

Contoh neraca saldo setelah penutupan perusahaan dagang DistriMarena adalah sebagai berikut:neraca saldo setelah penutupan perusahaan dagang

Dalam artikel mengenai siklus akuntansi, saya menjelaskan bahwa tahap pembuatan neraca saldo setelah penutupan bersifat opsional, bisa diabaikan tanpa mengakibatkan kesalahan dalam proses akuntansi. Dalam sistem akuntansi manual, neraca saldo setelah penutupan hanya dimaksudkan untuk mengecek kesamaan jumlah debit dan jumlah kredit setelah semua akun nominal bersaldo nol.

Tahap terakhir yang juga bersifat opsional adalah jurnal pembalik. Pembahasan mengenai jurnal pembalik diberikan dalam artikel terpisah.

[kembali ke daftar isi]

Kesimpulan

Artikel ini memberikan contoh transaksi, jurnal, buku besar, neraca saldo, dan laporan keuangan perusahaan dagang dengan sistem persediaan perpetual. Contoh transaksi yang diberikan berfokus pada transaksi khusus terkait aktivitas operasi pada perusahaan dagang.

 


Warsidi, CA
Dosen Tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman
Anggota Ikatan Akuntan Indonesia
Terakhir diperbaharui: Mei 2017

Read more ...