10 February 2016

Akuntansi keuangan berbasis IFRS

akuntansi keuangan berbasis IFRS

Istilah akuntansi keuangan merupakan terjemahan Bahasa Indonesia dari istilah financial accounting. Akuntansi keuangan mencakup kajian dan praktik akuntansi sebagai medium komunikasi atau alat komunikasi bisnis perusahaan kepada pihak-pihak eksternal. Dengan kata lain, akuntansi keuangan merupakan bagian dari pelaporan keuangan perusahaan.


Materi-materi akuntansi berikut akan selalu diperbaharui seiring dengan aktivitas saya dalam pengajaran topik-topik terkait. Semoga bermanfaat…

Pengantar akuntansi

  1. Konsep dasar & persamaan akuntansi
  2. Proses pencatatan transaksi
  3. Penyesuaian akun
  4. Penyelesaian siklus akuntansi
  5. Akuntansi untuk usaha perdagangan
  6. Buku besar pembantu dan jurnal khusus
  7. Kecurangan, pengendalian internal, dan kas
  8. Pencatatan dan pelaporan piutang
  9. Sediaan (inventory)
  10. Aset tetap, SDA, dan aset tak berwujud

Akuntansi keuangan menengah

  1. Pemerolehan dan pelepasan aset tetap
  2. Kos bunga dalam pembangunan aset
  3. Depresiasi, deplesi, dan revaluasi aset tetap
  4. Akuntansi untuk aset keuangan (investasi)
  5. Akuntansi ekuitas pemegang saham

Akuntansi keuangan lanjutan

  1. Akuntansi keuangan lanjutan berbasis IFRS
  2. Persekutuan: pembentukan, operasi, dan perubahan kepemilikan (lanjutan)
  3. Likuidasi persekutuan (lanjutan)
  4. Akuntansi agen penjual dan cabang (lanjutan)

Teori akuntansi

  1. Teori dasar dan sejarah perkembangan prinsip akuntansi
  2. Kerangka konseptual akuntansi
  3. Kerangka konseptual pelaporan keuangan IASB 2010
  4. Laporan keuangan
  5. Teori akuntansi – aset
  6. Teori akuntansi – liabilitas
  7. Teori akuntansi – ekuitas
  8. Konsep laba dalam akuntansi
  9. Kontribusi riset yang dipublikasikan oleh jurnal akuntansi
Read more ...

31 January 2016

Sistem informasi manajemen

buku sistem informasi manajemen yang ditulis oleh Laudon & Laudon (2016)

Sistem informasi manajemen adalah satu set komponen yang berinteraksi satu sama lain untuk mengubah data menjadi informasi yang bermanfaat bagi manajemen untuk mengambil keputusan. Komponen sistem informasi mencakup manusia sebagai perancang, pengoperasi, dan pengguna sistem, perangkat keras, perangkat lunak, serta fasilitas-fasilitas pendukung lainnya yang secara bersama-sama mendukung pencapaian tujuan sistem informasi, yaitu menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi pengambil keputusan.

Sebagian besar data yang diproses oleh sistem informasi di dalam perusahaan berasal dari sistem pemrosesan transaksi. Sebagai contoh, data penjualan yang dikumpulkan oleh sistem point-of-sale diringkas menjadi menurut bulan sehingga diperoleh informasi pada bulan-bulan apakah dalam satu tahun perusahaan mengalami lonjakan permintaan dari kustomer. Data dari sistem point-of-sale juga bisa diringkas menurut tenaga penjualan atau cabang sehingga manajer bisa menilai tenaga penjualan atau cabang yang mana yang paling berprestasi.


Setelah beberapa tahun  ini saya mengajar mata kuliah sistem informasi manajemen, akhirnya saya memutuskan untuk menyediakan bahan ajar mata kuliah tersebut dalam blog ini. Penyiapan bahan ajar akan dilakukan secara bertahap dengan model wiki dengan menggunakan referensi utama buku sistem informasi manajemen yang ditulis oleh Laudon & Laudon (2016) berjudul Management Information Systems: Managing The Digital Firm.

Buku sistem informasi manajemen tersebut terdiri dari 4 bagian (15 bab):

Bagian satu; Organisasi, manajemen, dan jaringan bisnis

  • Sistem informasi dalam bisnis global masa kini
    membahas sistem informasi yang telah mengubah cara berbisnis, pentingnya sistem informasi dalam menjalankan dan mengelola bisnis, definisi sistem informasi, cara kerja dan komponen-komponen sistem informasi, serta disiplin-disiplin ilmu terkait sistem informasi.
  • Global E-Business dan kolaborasi
    membahas definisi proses bisnis, peran sistem informasi dalam melayani berbagai kelompok manajemen dalam perusahaan, keterkaitan sistem informasi dengan peningkatan kinerja organisasi, pentingnya sistem informasi untuk kolaborasi dan social business, serta peran departemen sistem informasi dalam suatu perusahaan.
  • Keterkaitan sistem informasi, perusahaan, dan strategi
    membahas keterkaitan karakteristik organisasi dengan efektivitas pengembangan dan pemanfaatan sistem informasi, pengaruh sistem informasi terhadap strategi bersaing organisasi, tantangan sistem informasi dalam mendukung strategi dan cara menghadapinya.
  • Isu etika dan isu sosial terkait sistem informasi
    membahas isu etika, isu sosial, dan isu politik terkait sistem informasi, prinsip perilaku sebagai pedoman pengambilan keputusan terkait etika,, tantangan baru terkait teknologi sistem informasi dan Internet, serta dampak hukum sistem informasi,

Bagian dua: Infrastruktur teknologi informasi

  • Infrastruktur teknologi informasi dan teknologi-teknologi terkini pendukung sistem informasi
    membahas infrastruktur teknologi informasi, tahap dan pendorong evolusi infrastruktur teknologi informasi, komponen infrastruktur teknologi informasi, tren terkini platform perangkat keras dan perangkat lunak komputer, dan tantangan pengelolaan infrastruktur teknologi informasi dan solusinya.
  • Fondasi business intelligence: database dan manajemen informasi
    membahas definisi dan kemampuan database management system (DBMS), terutama DBMS relasional, alat dan teknologi utama untuk mengakses informasi dari database, serta pentingnya kebijakan informasi, administrasi data, dan penjaminan kualitas data.
  • Telekomunikasi, Internet, dan teknologi nirkabel
    membahas komponen-komponen utama jaringan telekomunikasi dan teknologi jaringan, jenis-jenis jaringan, teknologi dan standar jaringan komunikasi dan akses Internet nirkabel.
  • Keamanan sistem informasi
    membahas kerentanan sistem informasi terhadap kerusakan, kesalahan, dan penyalahgunaan, nilai bisnis keamanan dan pengendalian sistem informasi, komponen-komponen kerangka kerja keamanan dan pengendalian organisasi, serta alat-alat dan teknologi keamanan sistem informasi.

Bagian tiga: Aplikasi-aplikasi sistem dalam era digital

  • Pencapaian keunggulan operasi dan keintiman dengan kustomer
    membahas konsep enterprise system, sistem manajemen rantai pasokan, customer relationship management (CRM) system, tantangan yang dihadapi enterprise applications serta peluang yang ditawarkan oleh teknologi-teknologi terkini.
  • E-Commerce: pasar digital, barang digital
    membahas fitur-fitur unik e-commerce, pasar digital, dan barang digital, model bisnis dan model pendapatan e-commerce, pengaruh e-commerce terhadap pemasaran, pengaruh e-commerce terhadap transaksi antar-perusahaan, peran m-commerce dalam bisnis dan aplikasi-aplikasi utama pendukung m-commerce, masalah-masalah pengembangan e-commerce,
  • Manajemen pengetahuan
    membahas peran sistem manajemen pengetahuan dalam bisnis, konsep knowledge work system, intelligent techniques, serta manfaatnya dalam manajemen pengetahuan.
  • Sistem informasi dan pengambilan keputusan
    membahas jenis-jenis keputusan dan cara kerja proses pengambilan keputusan serta peran sistem informasi, termasuk business intelligence dan business analytics  dalam mendukung aktivitas manajer dan pengambilan keputusan manajemen.

Bagian empat: Pengembangan dan pengelolaan sistem

  • Pengembangan sistem informasi
    membahas keterkaitan pengembangan sistem informasi baru dengan perubahan organisasi, aktivitas inti dalam proses pengembangan sistem informasi, metodologi pemodelan dan desain sistem informasi, metode-metode pengembangan sistem informasi, serta teknologi terkini pengembangan sistem informasi.
  • Manajemen poyek pengembangan sistem informasi
    membahas tujuan manajemen proyek dan pentingnya manajemen proyek dalam pengembangan sistem informasi, evaluasi proyek pengembangan sistem informasi, serta faktor-faktor risiko dalam proyek pengembangan sistem informasi.
  • Manajemen sistem informasi global
    membahas faktor-faktor pendorong internasionalisasi bisnis, alternatif-alternatif strategi pengembangan bisnis global, serta tantangan-tantangan dan solusi pengembangan sistem informasi global.

Penyusunan materi sistem informasi manajemen ini dilakukan bertahap. Pada tahap awal dengan model wiki, saya akan menyadur bagian ringkasan (summary) dari tiap-tiap bab buku sistem informasi manajemen yang ditulis oleh Laudon & Laudon (2016). Ringkasan tersebut terutama dimaksudkan sebagai kerangka kerja (framework) untuk pengembangan rincian materi lebih lanjut. Saya memilih menggunakan buku sistem informasi manajemen Laudon & Laudon (2016) karena buku tersebut menyajikan topik-topik terkini dan teknologi terkini dalam bidang sistem informasi manajemen.

Pada tahap-tahap selanjutnya, rincian materi bisa saja diambil dari textbook lain atau data sekunder yang tersedia di Internet.

Read more ...

30 January 2016

Sistem informasi dalam bisnis global masa kini

Sistem informasi adalah komponen-komponen yang saling terkait yang mengumpulkan (atau menampilkan kembali), memroses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam organisasi. Selain mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, dan pengendalian, sistem informasi juga membantu manajer dan karyawan menganalisis masalah, menyajikan visualisasi masalah-masalah yang kompleks, serta membantu dalam penciptaan produk baru.


Entri ini adalah saduran dari ringkasan Chapter 1 buku sistem informasi manajemen yang ditulis oleh Laudon & Laudon (2016). Pengembangan rincian materi lebih lanjut bisa diambil dari textbook yang sama atau textbook lain serta dari data sekunder yang tersedia di Internet. Anda juga mungkin berminat mengunjungi indeks artikel sistem informasi manajemen.


Bagaimanakah sistem informasi mentransformasi bisnis, dan mengapa sistem informasi sangat penting dalam menjalankan dan mengelola bisnis?

E-mail, konferensi online (online conferencing), telepon pintar (smartphones), dan komputer tablet (tablet computer) telah menjadi alat-alat yang semakin penting dalam bisnis masa kini. Sistem informasi (information system) merupakan fondasi bagi rantai pasokan (supply chain) yang kini bergerak semakin cepat. Internet memungkinkan perusahaan untuk membeli, menjual, berpromosi, dan meminta tanggapan kustomer secara online.

Organisasi-organisasi tengah berupaya untuk menjadi lebih kompetitif dan efisien melalui digitalisasi proses-proses bisnis inti serta dengan mengembangkan diri menjadi perusahaan digital. Internet telah mendorong globalisasi; dengan Internet biaya produksi, pembelian, dan penjualan barang dalam skala global menjadi berkurang secara dramatis. Tren-tren baru sistem informasi mencakup berkembangnya mobile digital platform, online software sebagai bentuk layanan, serta cloud computing.

Sistem informasi menjadi salah satu fondasi untuk menjalankan bisnis masa kini. Pada banyak industri, bertahan dan mencapai tujuan-tujuan strategik sulit dilakukan tanpa penggunaan teknologi informasi (information technology). Perusahaan-perusahaan masa kini menggunakan teknologi informasi untuk memenuhi enam tujuan utama: keunggulan dalam operasi bisnis; produk, jasa, dan model bisnis baru; keintiman dengan kustomer/pemasok; perbaikan dalam pengambilan keputusan; keunggulan kompetitif; serta kelangsungan hidup dari hari ke hari.

 

Apakah yang dimaksud dengan sistem informasi? Bagaimana cara kerjanya? Apa sajakah komponen manajemen, komponen organisasi, dan komponen teknologi dari sistem informasi, serta mengapa aset-aset pelengkap lainnya sangat penting untuk memastikan sistem informasi benar-benar menciptakan nilai bagi organisasi?

Secara teknis, sistem informasi adalah komponen-komponen yang saling terkait yang mengumpulkan (atau menampilkan kembali), memroses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam organisasi. Selain mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, dan pengendalian, sistem informasi juga membantu manajer dan karyawan menganalisis masalah, menyajikan visualisasi masalah-masalah yang kompleks, serta membantu dalam penciptaan produk baru.

Sistem informasi mengubah data mentah menjadi informasi yang bermanfaat melalui tiga aktivitas dasar: input, proses, dan output.

Dari perspektif bisnis, sistem informasi menjadi salah satu solusi atas masalah atau tantangan yang dihadapi perusahaan. Sistem informasi merupakan kombinasi dari elemen manajemen, elemen organisasi, dan elemen teknologi. Isu-isu terkait dimensi manajemen dari sistem informasi di antaranya mencakup kepemimpinan, strategi, dan perilaku manajemen. Dimensi teknologi terdiri dari perangkat keras komputer, perangkat lunak komputer, teknologi manajemen data, serta teknologi networking/telecommunications (termasuk Internet). Isu-isu terkait dimensi organisasi dari sistem informasi di antaranya mencakup hirarki organisasi, spesialisasi fungsional, proses bisnis, budaya, serta kelompok-kelompok kepentingan politik.

Untuk memperoleh nilai yang bermakna dari sistem informasi, organisasi harus melengkapi investasi teknologi dengan investasi aset-aset pelengkap lainnya. Aset-aset pelengkap itu mencakup model bisnis dan proses bisnis baru, budaya organisasi serta perilaku manajemen yang mendukung, standar-standar teknologi yang tepat, regulasi, serta aturan-aturan hukum. Investasi teknologi informasi baru tidak akan menghasilkan imbal hasil yang tinggi jika perusahaan tidak melakukan perubahan manajerial dan perubahan organisasi yang mendukung teknologi baru tersebut.

 

Apa sajakah disiplin-disiplin akademik yang digunakan untuk mempelajari sistem informasi, serta bagaimana tiap-tiap disiplin akademik berkontribusi dalam pemahaman sistem informasi?

Kajian dan riset sistem informasi terkait dengan isu-isu serta pengetahuan yang disumbangkan oleh disiplin ilmu teknik dan disiplin ilmu keperilakuan. Disiplin-disiplin ilmu yang berkontribusi dengan pendekatan teknis yang berfokus pada model-model formal serta kapabilitas sistem informasi adalah ilmu komputer, ilmu manajemen, dan riset operasi. Disiplin-disiplin yang berkontribusi dengan pendekatan keperilakuan yang berfokus pada dampak dari desain, implementasi, manajemen, dan bisnis atas sistem informasi adalah psikologi, sosiologi, dan ilmu ekonomi. Pandangan sosio-teknis mempertimbangkan, baik dimensi teknis maupun dimensi sosial sistem informasi, serta menawarkan solusi yang merepresentasikan kombinasi paling tepat dari kedua dimensi itu.

Read more ...

29 January 2016

Global E-Business dan kolaborasi

Proses bisnis adalah satu set aktivitas yang terkait secara logis yang menentukan bagaimana pekerjaan-pekerjaan tertentu dilakukan. Proses bisnis juga merepresentasikan cara unik suatu organisasi mengkoordinasikan pekerjaan, informasi, dan pengetahuan.


Entri ini adalah saduran dari ringkasan Chapter 2 buku sistem informasi manajemen yang ditulis oleh Laudon & Laudon (2016). Pengembangan rincian materi lebih lanjut bisa diambil dari textbook yang sama atau textbook lain serta dari data sekunder yang tersedia di Internet. Anda juga mungkin berminat mengunjungi indeks artikel sistem informasi manajemen.


Apakah yang dimaksud dengan proses bisnis? Bagaimanakah keterkaitan proses bisnis dengan sistem informasi?

Proses bisnis adalah satu set aktivitas yang terkait secara logis yang menentukan bagaimana pekerjaan-pekerjaan tertentu dilakukan. Proses bisnis juga merepresentasikan cara unik suatu organisasi mengkoordinasikan pekerjaan, informasi, dan pengetahuan. Para manajer harus memberikan perhatian pada proses bisnis, karena proses bisnis menentukan sejauh mana organisasi mampu melaksanakan bisnisnya. Proses bisnis juga bisa menjadi salah satu sumber keunggulan strategik. Tiap-tiap proses bisnis tertentu terkait dengan fungsi-fungsi utama perusahaan, tetapi proses bisnis bisa juga lintas-fungsi. Sistem informasi mengotomatisasi bagian-bagian proses bisnis. Sistem informasi juga bisa membantu organisasi merancang ulang dan menyederhanakan proses bisnis.

 

Bagaimanakah sistem informasi melayani berbagai kelompok manajemen dalam satu perusahaan dan bagaimanakah sistem informasi terkait dengan peningkatan kinerja organisasi?

Sistem informasi yang melayani manajemen operasional dikenal dengan istilah sistem pemrosesan transaksi (transaction processing systems). Contoh sistem informasi ini adalah sistem penggajian atau sistem pemrosesan order. Sistem pemrosesan transaksi merekam arus transaksi rutin sehari-hari yang diperlukan dalam penyelenggaraan bisnis.

Sistem informasi manajemen (management information systems) menghasilkan laporan-laporan yang melayani manajemen tingkat menengah dengan meringkas informasi yang berasal dari sistem pemrosesan transaksi. Sistem informasi manajemen tidak terlalu bersifat analitis.

Sistem pendukung keputusan (decision-support systems) adalah sistem yang memberikan dukungan kepada manajemen dalam mengambil keputusan yang unik dan cepat berubah dengan menggunakan model-model analitis yang kompleks. Sistem informasi-sistem informasi tersebut dilengkapi dengan fitur business intelligence yang membantu manajer dan karyawan perusahaan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang memadai.

Sistem business intelligence melayani berbagai tingkatan manajemen. Sistem business intelligence melayani berbagai tingkatan manajemen.

Contoh sistem business intelligence adalah sistem pendukung eksekutif (executive support systems) bagi manajemen senior yang menyajikan data dalam bentuk grafik, bagan, dan dashboard yang dikirimkan melalui portal-portal menggunakan beragam sumber informasi, baik internal maupun eksternal.

Enterprise applications dirancang untuk mengkoordinasikan berbagai fungsi dan proses bisnis. Enterprise system mengintegrasikan proses-proses bisnis kunci suatu perusahaan ke dalam satu sistem perangkat lunak tunggal untuk memperbaiki koordinasi dan pengambilan keputusan.

Sistem manajemen rantai pasokan (supply chain management systems) membantu perusahaan mengelola hubungannya dengan pemasok untuk mengoptimalkan perencanaan, pengadaan, produksi, dan penyerahan produk dan jasa.

Customer relationship management system (CRM systems) mengkoordinasikan proses-proses bisnis yang terkait dengan kustomer.

Knowledge management system menjadikan perusahaan mampu mengoptimalkan penciptaan, pembagian, dan distribusi pengetahuan.

Intranet dan extranet adalah jaringan khusus di dalam perusahaan yang menggunakan teknologi Internet yang menampilkan informasi dari sistem-sistem terpisah. Extranet memungkinkan bagian-bagian tertentu intranet tersedia bagi pihak luar.

 

Mengapa sistem informasi sangat penting untuk kolaborasi dan bisnis sosial dan teknologi apa yang digunakan sistem informasi untuk maksud tersebut?

Kolaborasi berarti bekerja dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Bisnis sosial (social business) adalah penggunaan platform jejaring sosial, baik internal maupun eksternal, untuk terhubung dengan karyawan, kustomer, dan pemasok. Bisnis sosial juga bisa mendorong kolaborasi.

Kolaborasi dan bisnis sosial menjadi semakin penting dalam bisnis yang diakibatkan oleh globalisasi, desentralisasi pengambilan keputusan, serta bertambahnya pekerjaan yang melibatkan interaksi sebagai aktivitas penambah nilai yang utama. Kolaborasi dan bisnis sosial mendorong peningkatan inovasi, produktivitas, kualitas, dan layanan kustomer.

Alat-alat bantu (tools) untuk kolaborasi dan bisnis sosial mencakup e-mail dan instant messaging, wiki, virtual meeting system, virtual world, cloud-based cyberlocker, layanan-layanan online seperti yang diberikan Google dan Microsoft, corporate collaboration system seperti Microsoft Sharepoint, serta enterprise social networking tool seperti Chatter, Yammer, Jive, dan IBM Connections.

 

Apakah peran departemen sistem informasi dalam suatu perusahaan?

Departemen sistem informasi adalah unit organisasi formal yang bertanggung jawab atas layanan teknologi informasi. Departemen sistem informasi bertanggung jawab memelihara perangkat keras, perangkat lunak, penyimpan data, dan jaringan yang mencakup infrastruktur teknologi informasi yang dimiliki perusahaan. Departemen sistem informasi terdiri dari para spesialis, seperti programer, analis sistem, pimpinan proyek, dan manajer sistem informasi, dan biasanya dipimpin oleh direktur yang membidangi informasi.

Read more ...

28 January 2016

Sistem informasi, organisasi, dan strategi

Sistem informasi, organisasi, dan strategi

Diimplementasikannya sistem informasi baru akan mempengaruhi struktur organisasi, tujuan, rancangan pekerjaan, nilai-nilai, persaingan antar kelompok-kelompok kepentingan, pengambilan keputusan, serta perilaku sehari-hari di dalam organisasi.


Entri ini adalah saduran dari ringkasan Chapter 3 buku sistem informasi manajemen yang ditulis oleh Laudon & Laudon (2016). Pengembangan rincian materi lebih lanjut bisa diambil dari textbook yang sama atau textbook lain serta dari data sekunder yang tersedia di Internet. Anda juga mungkin berminat mengunjungi indeks artikel sistem informasi manajemen.


Fitur-fitur organisasi apakah yang harus diketahui manajer agar mampu mengembangkan dan menggunakan sistem informasi secara efektif?

Seluruh organisasi modern bersifat hirarkis, terspesialisasi, dan tidak memihak (impartial), menggunakan aturan-aturan eksplisit untuk memaksimalkan efisiensi. Tiap-tiap organisasi memiliki budaya dan iklim politik yang unik yang diakibatkan oleh adanya kelompok-kelompok kepentingan yang berbeda-beda. Organisasi juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Organisasi juga beragam dalam hal-hal yang menyangkut tujuan, kelompok-kelompok yang dilayani, peran sosial, gaya kepemimpinan, insentif, jenis tugas yang dilaksanakan, serta jenis strukturnya. Fitur-fitur tersebut membantu menjelaskan perbedaan dalam penggunaan sistem informasi oleh tiap-tiap organisasi. Sistem informasi dan organisasi yang menggunakannya berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lain.

 

Bagaimanakah sistem informasi mempengaruhi organisasi?

Diimplementasikannya sistem informasi baru akan mempengaruhi struktur organisasi, tujuan, rancangan pekerjaan, nilai-nilai, persaingan antar kelompok-kelompok kepentingan, pengambilan keputusan, serta perilaku sehari-hari di dalam organisasi. Pada saat yang sama, sistem informasi harus dirancang untuk melayani kebutuhan kelompok-kelompok kunci di dalam organisasi. Sistem informasi dibentuk oleh struktur organisasi, proses bisnis-proses bisnis yang ada, tujuan, budaya, iklim politik di dalam organisasi, serta manajemen. Teknologi informasi bisa mengurangi biaya-biaya transaksi dan keagenan. Perubahan di dalam organisasi semakin nyata dengan penggunaan Internet. Sistem informasi baru biasanya akan mengacaukan pola-pola kerja yang sudah mapan dan hubungan-hubungan kekuasaan yang sudah mapan, sehingga seringkali terjadi resistensi terhadap sistem informasi yang baru diperkenalkan.

 

Bagaimanakah model kekuatan persaingan Porter, model rantai nilai, sinergi, kompetensi inti, dan ekonomi jejaring membantu perusahaan mengembangkan strategi bersaing menggunakan sistem informasi?

Menurut model kekuatan persaingan (competitive forces model) yang dikemukakan oleh Porter, posisi strategik perusahaan serta strategi-strategi yang dipilihnya, ditentukan oleh persaingan dengan pesaing-pesaing langsung perusahaan selama ini. Akan tetapi, posisi strategik dan strategi perusahaan juga sangat dipengaruhi oleh masuknya pelaku-pelaku baru ke pasar, produk dan layanan substitusi, pemasok, serta kustomer. Sistem informasi membantu perusahaan dalam bersaing dengan mempertahankan biaya pada tingkatan yang rendah, diferensiasi produk atau layanan, berfokus pada market niche, mempererat hubungan dengan kustomer dan pemasok, serta mempertebal rintangan bagi pendatang baru di pasar dengan dimilikinya keunggulan operasi yang tinggi.

Model rantai nilai (value chain model) memberikan perhatian pada aktivitas-aktivitas tertentu dalam bisnis yang akan dipengaruhi oleh strategi bersaing dan sistem informasi perusahaan. Model rantai nilai memandang perusahaan terdiri dari serangkaian aktivitas utama dan aktivitas pendukung yang secara bersama-sama menambah nilai pada produk atau layanan perusahaan. Aktivitas utama (primary activities) terkait langsung dengan produksi dan distribusi, sedangkan aktivitas pendukung (support activities) menjadikan aktivitas utama bisa dilaksanakan. Rantai nilai perusahaan bisa dihubungkan dengan rantai nilai pemasok, distributor, dan kustomer. Jaring-jaring nilai (value web) terdiri dari sistem informasi-sistem informasi yang meningkatkan daya saing pada tingkatan industri dengan mendorong penggunaan standar dan aliansi pada tingkatan industri secara menyeluruh, serta dengan menjadikan perusahaan mampu bekerja secara lebih efisien dengan mitra-mitranya.

Karena perusahaan terdiri dari beragam unit bisnis, sistem informasi meningkatkan efisiensi atau meningkatkan layanan dengan menghubungkan operasi unit-unit bisnis. Sistem informasi membantu perusahaan memaksimalkan kompetensi intinya dengan mendorong berbagi pengetahuan lintas unit bisnis. Sistem informasi memfasilitasi model-model bisnis yang didasarkan pada jaringan pengguna atau pelanggan yang luas dengan memanfaatkan ekonomi jaringan (network economics). Strategi perusahaan virtual (virtual company strategy) menggunakan jaringan untuk menghubungkan dirinya dengan perusahaan-perusahaan lain sehingga perusahaan bisa menggunakan kapabilitas perusahaan lain untuk mengembangkan, memasarkan, dan mendistribusikan produk dan layanan. Dalam ekosistem bisnis, berbagai industri bekerja bersama-sama untuk menyerahkan nilai kepada kustomer. Sistem informasi mendukung terciptanya jaringan interaksi yang erat antar perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam jaringan.

 

Apakah tantangan-tantangan yang dihadapi oleh sistem informasi strategik dan bagaimanakah sistem informasi strategik seharusnya menghadapi tantangan-tantangan dimaksud?

Implementasi sistem informasi strategik seringkali menuntut perubahan organisasi besar-besaran serta transisi dari satu tingkatan sosio-teknis ke tingkatan sosio-teknis lain. Perubahan semacam itu dikenal dengan istilah transisi strategik (strategic transitions) dan seringkali sulit dicapai. Terlebih lagi, tidak semua sistem informasi strategik bersifat menguntungkan dalam jangka pendek (profitable). Pengembangan sistem informasi strategik juga mahal. Sistem informasi strategik juga dengan mudah dapat ditiru oleh perusahaan-perusahaan lain sehingga keunggulan strategik tidak selalu bisa bertahan lama.

Read more ...

27 January 2016

Isu etika dan isu sosial terkait sistem informasi manajemen

Entri ini adalah saduran dari ringkasan Chapter 4 buku sistem informasi manajemen yang ditulis oleh Laudon & Laudon (2016). Pengembangan rincian materi lebih lanjut bisa diambil dari textbook yang sama atau textbook lain serta dari data sekunder yang tersedia di Internet. Anda juga mungkin berminat mengunjungi indeks artikel sistem informasi manajemen.


Apa sajakah isu etika, isu sosial, dan isu politik yang ditimbulkan oleh sistem informasi?

Teknologi informasi tengah mendorong perubahan-perubahan. Di sisi lain, hukum dan aturan mengenai perilaku yang bisa diterima belum dikembangkan untuk mengantisipasi perubahan-perubahan itu. Kemampuan, penyimpanan data, dan kapabilitas jaringan komputer—termasuk Internet—yang semakin meningkat telah memperluas jangkauan tindakan individu dan organisasi serta memperbesar dampak tindakan itu. Kemudahan dan anonimitas pengkomunikasian, perbanyakan, dan manipulasi informasi melalui Internet menimbulkan tantangan-tantangan baru terkait perlindungan privasi dan kepemilikan kekayaan intelektual. Isu-isu utama terkait etika, sosial, dan politik yang ditimbulkan oleh sistem informasi terutama menyangkut hak dan kewajiban informasi, hak dan kewajiban kepemilikan kekayaan intelektual, akuntabilitas dan pengendalian, kualitas sistem, dan kualitas hidup.

 

Apakah prinsip-prinsip perilaku yang bisa digunakan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan terkait etika?

Enam prinsip etika untuk menilai perilaku mencakup Golden Rule, Categorical Imperative yang dikemukakan oleh Immanuel Kant, aturan perubahan yang dirumuskan oleh Descartes, Prinsip Utilitarian, Risk Aversion Principle, serta aturan etika “tidak ada makan siang gratis”. Prinsip-prinsip tersebut harus digunakan dalam melakukan analisis etika.

 

Mengapa teknologi sistem informasi dan Internet menimbulkan tantangan baru terkait perlindungan privasi individu dan kepemilikan kekayaan intelektual?

Teknologi penyimpanan dan analisis data kontemporer menjadikan perusahaan mampu dengan mudah mengumpulkan data pribadi individu dari berbagai sumber dan menganalisis data itu untuk membuat profil rinci individu serta perilaku mereka. Data yang mengalir melalui Internet bisa dimonitor di banyak titik. Cookies dan alat-alat monitor Web lainnya dengan cermat merekam aktivitas pengunjung Web site. Tidak semua Web site memiliki kebijakan perlindungan privasi yang baik. Sebagian Web site bahkan tidak memberi tahu penggunaan informasi pribadi pengunjung-pengunjungnya. Hukum hak cipta yang selama ini berlaku tidak lagi memadai untuk melindungi pembajakan perangkat lunak karena materi digital bisa diperbanyak dengan sangat mudah dan disebarkan ke berbagai lokasi secara serentak melalu Internet.

 

Bagaimanakah sistem informasi mempengaruhi aturan-aturan hukum terkait akuntabilitas, kewajiban, dan kualitas hidup sehari-hari?

Teknologi informasi-teknologi informasi baru tengah menimbulkan tantangan-tantangan terhadap hukum kewajiban dan praktik sosial yang berlaku saat ini dalam menjaga agar individu dan institusi bertanggung jawab atas tindakan-tindakan yang merugikan pihak lain. Meskipun sistem komputer telah menjadi sumber efisiensi dan kekayaan, sistem komputer juga memiliki dampak negatif. Kesalahan (errors) yang diakibatkan oleh komputer bisa menimbulkan kerugian besar bagi individu dan organisasi. Kualitas data yang buruk juga menjadi penyebab kekacauan dan kerugian bagi perusahaan. Pekerjaan hilang ketika komputer menggantikan pekerja atau tugas-tugas yang menjadi tidak diperlukan lagi dalam perekayasaan ulang proses bisnis. Kemampuan untuk memiliki dan menggunakan komputer bisa semakin mempertajam kesenjangan sosial-ekonomi antar berbagai kelompok ras dan kelas sosial. Penggunaan komputer yang semakin meluas meningkatkan peluang kejahatan penyalahgunaan komputer. Komputer juga bisa menimbulkan masalah kesehatan, seperti repetitive stress injury, computer vision syndrome, dan technostress.

Read more ...

26 January 2016

Infrastruktur teknologi informasi dan teknologi terkini yang mendukung sistem informasi

Entri ini adalah saduran dari ringkasan Chapter 5 buku sistem informasi manajemen yang ditulis oleh Laudon & Laudon (2016). Pengembangan rincian materi lebih lanjut bisa diambil dari textbook yang sama atau textbook lain serta dari data sekunder yang tersedia di Internet. Anda juga mungkin berminat mengunjungi indeks artikel sistem informasi manajemen.


Apakah yang dimaksud dengan infrastruktur teknologi informasi dan apa sajakah tahap-tahap dan pendorong evolusi infrastruktur teknologi informasi?

Infrastruktur teknologi informasi adalah sumber daya teknologi yang digunakan bersama yang menjadi platform bagi aplikasi sistem informasi tertentu di dalam perusahaan. Infrastruktur teknologi informasi mencakup perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan yang digunakan bersama di dalam perusahaan.

Lima tahap evolusi infrastruktur teknologi informasi meliputi: era mainframe, era komputer pribadi, era client/server, era enterprise computing, dan era cloud & mobile computing.

Hukum Moore memperhitungkan dua hal, yaitu peningkatan kemampuan pemrosesan secara eksponensial dan penurunan biaya/harga teknologi komputer, menyatakan bahwa setiap 18 bulan kemampuan microprocessor akan meningkat dua kali lipat sedangkan harga komputer turun setengahnya. Law of Mass Digital Storage memperhitungkan penurunan biaya/harga media penyimpanan secara eksponensial, menyatakan bahwa jumlah kilobyte data yang bisa disimpan dalam media magnetik seharga $1 akan meningkat dua kali lipat setiap 15 bulan. Hukum Metcalfe menyatakan bahwa nilai suatu jejaring bagi para partisipannya akan meningkat secara eksponensial seiring dengan semakin banyaknya anggota jejaring itu. Penurunan drastis biaya komunikasi serta tumbuhnya kesepakatan dalam industri teknologi untuk menggunakan standar komputasi dan komunikasi juga mendorong meluasnya penggunaan komputer secara dramatis.

 

Apa sajakah komponen-komponen infrastruktur teknologi informasi?

Komponen-komponen utama infrastruktur teknologi informasi mencakup platform perangkat keras komputer, platform sistem operasi, platform perangkat lunak di tingkat enterprise, platform jaringan dan telekomunikasi, perangkat lunak pengelola database, platform Internet, serta layanan konsultasi dan integrator sistem.

 

Apakah tren terkini platform perangkat keras komputer?

Istilah quantum computing mengacu pada satu teknologi yang sedang berkembang yang bisa meningkatkan kemampuan pemrosesan secara dramatis dengan kemampuannya untuk berada dalam lebih dari satu keadaan pada saat yang sama.

Konsumerisasi teknologi informasi (consumerization of information technology) adalah penggunaan teknologi informasi oleh perusahaan yang melandaskan eksistensinya di pasar konsumen. Virtualisasi (virtualization) menata sumber daya komputasi sehingga penggunaannya tidak dibatasi oleh konfigurasi secara fisik atau lokasi geografik.

Dalam cloud computing, perusahaan dan individu memperoleh kemampuan komputasi dan perangkat lunak sebagai layanan melalui suatu jaringan, termasuk Internet, bukan dengan membeli dan menginstal perangkat keras dan perangkat lunak pada komputer mereka.

Multicore processor adalah microprocessor yang memiliki dua atau lebih processing core untuk meningkatkan kinerjanya.

Istilah green computing mengacu pada praktik dan teknologi untuk menghasilkan, menggunakan, dan membuang perangkat keras teknologi informasi untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.

 

Apakah tren terkini platform perangkat lunak komputer?

Open source software dihasilkan dan dipelihara oleh komunitas global yang terdiri dari programer dan biasanya bisa diunduh secara gratis. Linux adalah sistem operasi yang canggih tetapi fleksibel yang dikembangkan secara open source dan bisa digunakan pada berbagai platform perangkat keras. Linux banyak digunakan untuk menjalankan server Web.

Java adalah bahasa pemrograman yang tidak tergantung pada sistem operasi danperangkat keras yang menjadi environment pemrograman untuk Web.

HTML5 memungkinkan ditampilkannya gambar, suara, dan video secara langsung pada dokumen Web tanpa add-on program.

Web service adalah komponen perangkat lunak tambahan yang didasarkan pada open Web standards yang bisa bekerja dengan perangkat lunak aplikasi dan sistem operasi apapun. Web service bisa digunakan sebagai komponen aplikasi berbasis Web yang menghubungkan sistem dari dua organisasi berbeda atau menghubungkan sistem-sistem terpisah dari satu perusahaan.

Perusahaan membeli aplikasi perangkat lunak baru dari sumber luar, yang bisa berupa paket perangkat lunak, dengan memesan pengembangan aplikasi khusus kepada vendor eksternal, atau dengan menyewa layanan perangkat lunak online (SaaS). Mashups menggabungkan dua layanan perangkat lunak yang berbeda untuk menciptakan aplikasi dan layanan perangkat lunak baru. Apps adalah perangkat lunak kecil yang bisa dijalankan di Internet, di komputer, atau di telepon seluler dan umumnya dikirimkan melalui Internet.

 

Apakah tantangan-tantangan yang dihadapi dalam mengelola infrastruktur teknologi informasi serta bagaimana solusinya?

Tantangan-tantangan terbesar mencakup penanganan perubahan platform dan infrastruktur, manajemen dan tata kelola infrastruktur, serta pengambilan keputusan investasi infrastruktur yang bijaksana. Panduan solusi mencakup penggunaan model kekuatan persaingan untuk menentukan berapa banyak yang harus dikeluarkan untuk infrastruktur teknologi informasi dan di mana melakukan investasi infrastruktur strategik, serta dengan menetapkan total cost of ownership (TCO) aset teknologi informasi. Total biaya untuk memiliki sumber daya teknologi tidak hanya mencakup harga perangkat keras dan perangkat lunak komputer tetapi juga biaya upgrade, pemeliharaan, dukungan teknis, serta pelatihan terkait perangkat keras dan perangkat lunak yang diperoleh.

Read more ...

25 January 2016

Fondasi business intelligence: sistem database dan manajemen informasi

Database management system (DBMS) atau sistem manajemen database adalah perangkat lunak yang memungkinkan sentralisasi data dan manajemen data sehingga perusahaan memiliki satu sumber data tunggal yang konsisten untuk memenuhi semua kebutuhan data. Penggunaan DBMS meminimalkan duplikasi dan inkonsistensi file.


Entri ini adalah saduran dari ringkasan Chapter 6 buku sistem informasi manajemen yang ditulis oleh Laudon & Laudon (2016). Pengembangan rincian materi lebih lanjut bisa diambil dari textbook yang sama atau textbook lain serta dari data sekunder yang tersedia di Internet. Anda juga mungkin berminat mengunjungi indeks artikel sistem informasi manajemen.


Apakah masalah-masalah manajemen sumber daya data dalam lingkungan yang berorientasi file?

Teknik-teknik manajemen file yang banyak digunakan di masa lalu mengakibatkan organisasi mengalami kesulitan dalam menangani item-item data secara sistematis. Teknik-teknik manajemen file juga menyulitkan organisasi dalam menata data yang dimilikinya untuk dapat diakses dengan mudah. Berbagai area fungsional dan kelompok di dalam organisasi diperbolehkan untuk membuat file-file mereka sendiri secara independen. Dengan berlalunya waktu, manajemen data berorientasi file itu menimbulkan masalah-masalah di antaranya:

  • Duplikasi data dan inkonsistensi data
  • Program dan data saling tergantung satu sama lain
  • Tidak fleksibel
  • Pengamanan yang lemah
  • Tidak dimungkinkannya berbagi data dan tidak tersedianya data pada tingkat enterprise

Database management system (DBMS) menjadi solusi atas masalah-masalah tersebut. DBMS adalah perangkat lunak yang memungkinkan sentralisasi data dan manajemen data sehingga perusahaan memiliki satu sumber data tunggal yang konsisten untuk memenuhi semua kebutuhan data. Penggunaan DBMS meminimalkan duplikasi dan inkonsistensi file.

Apa sajakah kapabilitas DBMS dan mengapa DBMS relasional sangat canggih?

Kapabilitas utama DBMS meliputi kapabilitas definisi data (data definition capability), kapabilitas kamus data (data dictionary capability), dan bahasa manipulasi data (data manipulation language).

  • Definisi data menentukan struktur dan isi (content) database.
  • Kamus data adalah file, yang bisa tercipta secara otomatis atau manual, yang menyimpan informasi mengenai data yang terkandung di dalam database, yang mencakup nama, definisi, format, dan deskripsi elemen-elemen data.
  • Bahasa manipulasi data, seperti SQL, adalah bahasa khusus untuk mengakses dan memanipulasi data di dalam database.

Database relasional (relational database) telah menjadi metode utama untuk menata dan memelihara data dalam sistem informasi karena database relasional sangat fleksibel dan mudah pengaksesannya. Database relasional menata data dalam tabel dua dimensi, disebut relasi, yang membentuk baris dan kolom. Tiap-tiap tabel (table) berisi data mengenai satu entitas (entity) beserta atribut-atributnya (attributes). Tiap-tiap baris merepresentasikan satu record, sedangkan tiap-tiap kolom merepresentasikan satu atribut atau field. Tiap-tiap tabel juga berisi satu key field untuk mengidentifikasi secara unik tiap-tiap record untuk maksud retrieval atau manipulasi. Tabel-tabel dalam database relasional bisa digabungkan dengan mudah untuk menghasilkan data yang diminta oleh pengguna (user). Penggabungan tabel dimaksud dimungkinkan jika dua tabel memiliki satu elemen data yang sama.

Database non-relasional (non-relational database) digunakan untuk mengelola jenis-jenis data yang tidak bisa ditangani dengan mudah oleh model data relasional.

Produk yang dikembangkan dengan database relasional dan database non-relasional kini sama-sama tersedia sebagai cloud computing services.

Perancangan database mengharuskan desain logis (logical design) dan desain fisik (physical design). Desain logis memodelkan database dari perspektif perusahaan. Model data organisasi harus merefleksikan proses-proses bisnis utama serta keputusan-keputusan yang akan diambil di dalam organisasi yang bersangkutan. Proses pengembangan struktur data yang kecil, stabil, fleksibel, dan adaptif dari kelompok-kelompok data yang kompleks dalam perancangan database relasional dikenal dengan istilah normalisasi (normalization). Database relasional yang dirancang dengan baik tidak akan memiliki relasi many-to-many, dan seluruh atribut untuk satu entitas tertentu hanya akan berlaku untuk entitas yang bersangkutan. Normalisasi dimaksudkan untuk menciptakan integritas data untuk memastikan hubungan antar-tabel tetap konsisten. Entity-relationship diagram secara grafis menggambarkan relasi antar-entitas (tabel) dalam suatu database relasional.

Apakah alat-alat dan teknologi utama untuk mengakses informasi dari databases untuk memperbaiki kinerja bisnis dan pengambilan keputusan?

Teknologi manajemen data kontemporer mencakup alat-alat bantu untuk memperoleh informasi yang bermanfaat dari semua jenis data yang beragam yang digunakan perusahaan masa kini, yang di antaranya adalah semi-structured and unstructured big data in vast quantities. Kapabilitas tersebut mencakup data warehouse dan data mart, Hadoop, in-memory computing, dan platform analitis. OLAP merepresentasikan relasi antar data sebagai struktur multidimensi, yang bisa divisualisasi sebagai cubes data dan cubes di dalam cubes data, yang memungkinkan analisis data yang sangat kompleks. Data mining menganalisis pools data besar, yang mencakup kandungan data warehouses, untuk menemukan pola dan kaidah yang bisa digunakan untuk memprediksi perilaku masa depan dan memandu pengambilan keputusan. Alat text mining membantu perusahaan menganalisis kumpulan-kumpulan data tidak terstruktur dalam jumlah besar yang berupa teks. Alat Web mining berfokus pada analisis pola dan informasi yang bermanfaat dari Web, menguji struktur Web site, dan aktivitas pengguna Web site serta isi laman Web. Database konvensional bisa dikaitkan melalui middleware dengan Web atau antarmuka Web untuk memfasilitasi akses pengguna ke data internal organisasi.

Mengapa kebijakan informasi, administrasi data, dan penjaminan kualitas data sangat penting dalam manajemen sumber daya data perusahaan?

Pengembangan database mengharuskan adanya kebijakan dan prosedur manajemen data organisasi serta model data dan teknologi database yang baik. Kebijakan informasi yang bersifat formal mencakup ketentuan-ketentuan terkait pemeliharaan, distribusi, dan penggunaan informasi di dalam organisasi. Dalam perusahaan besar, fungsi administrasi data secara formal bertanggung jawab atas kebijakan informasi serta perencanaan data, pengembangan kamus data, dan pemantauan penggunaan data di dalam perusahaan.

Data yang tidak akurat, tidak lengkap, atau tidak konsisten menimbulkan masalah serius dalam operasi dan keuangan perusahaan karena semua itu akan mengakibatkan tidak akuratnya penentuan harga produk, rekaman data kustomer, dan data persediaan, serta memicu tidak akuratnya keputusan mengenai tindakan-tindakan yang harus dilakukan oleh perusahaan. Perusahaan harus mengambil langkah-langkah khusus untuk memastikan dimilikinya data yang berkualitas tinggi. Langkah-langkah itu mencakup penggunaan standar data yang berlaku pada tingkatan enterprise, database yang dirancang untuk meminimalkan inkonsistensi dan duplikasi data, audit kualitas data, serta perangkat lunak pembersih data.

Read more ...

24 January 2016

Telekomunikasi, Internet, dan teknologi nirkabel

Internet adalah jaringan global yang di dalamnya sendiri terdiri dari jaringan-jaringan yang menggunakan model komputasi client/server dan model referensi jaringan TCP/IP. Setiap komputer di Internet memiliki satu IP address yang unik berupa angka. Domain Name System (DNS) mengkonversi IP addresses menjadi nama-nama domain yang lebih mudah dikenali pengguna. Kebijakan Internet secara global ditetapkan oleh organisasi-organisasi dan badan-badan pemerintah, seperti Internet Architecture Board (IAB) dan World Wide Web Consortium (W3C).


Entri ini adalah saduran dari ringkasan Chapter 7 buku sistem informasi manajemen yang ditulis oleh Laudon & Laudon (2016). Pengembangan rincian materi lebih lanjut bisa diambil dari textbook yang sama atau textbook lain serta dari data sekunder yang tersedia di Internet. Anda juga mungkin berminat mengunjungi indeks artikel sistem informasi manajemen.


Apa sajakah komponen utama jaringan telekomunikasi dan teknologi jaringan?

Jaringan yang sederhana terdiri atas dua atau lebih komputer yang terkoneksi. Komponen-komponen dasarnya mencakup komputer, antarmuka jaringan, medium koneksi, perangkat lunak sistem operasi jaringan, serta satu hub atau switch. Infrastruktur jaringan untuk satu perusahaan besar mencakup sistem telepon, komunikasi seluler, local area networks (LAN) nirkabel, videoconferencing system, Web site perusahaan, intranet, ekstranet, serta wide area networks (WAN), termasuk Internet.

Teknologi jaringan kontemporer dibentuk oleh adanya client/server computing, penggunaan packet switching, serta pengadopsian Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) sebagai salah satu standar komunikasi universal untuk menghubungkan jaringan-jaringan dan komputer-komputer yang terpisah satu sama lain, termasuk Internet. Protokol merupakan satu set kaidah/aturan bersama yang menjadikan komunikasi bisa terjadi antar-komponen terpisah dalam satu jaringan telekomunikasi.

Apa sajakah jenis-jenis jaringan?

Media transmisi fisik yang utama adalah twisted copper telephone wire, coaxial copper cable, fiber-optic cable, dan wireless transmission.

Local area network (LAN) menghubungkan komputer dan alat-alat digital lainnya secara bersama-sama dalam radius 500 meter dan digunakan oleh banyak perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang menggunakan komputer (computing tasks). Wide area network (WAN) menjangkau rentang geografis yang lebih jauh, dari beberapa mil hingga benua, dan biasanya merupakan jaringan tertutup (private network) yang dikelola secara independen. Metropolitan area network (MAN) menjangkau satu area perkotaan.

Teknologi digital subscriber line (DSL), koneksi Internet melalui kabel, dan T1 lines biasanya digunakan untuk koneksi Internet berkapasitas tinggi.

Bagaimanakah Internet dan teknologi Internet bekerja, serta bagaimanakah Internet dan teknologi Internet mendukung komunikasi dan e-business?

Internet merupakan jaringan global yang di dalamnya sendiri terdiri dari jaringan-jaringan yang menggunakan model komputasi client/server dan model referensi jaringan TCP/IP. Setiap komputer di Internet memiliki satu IP address yang unik berupa angka. Domain Name System (DNS) mengkonversi IP addresses menjadi nama-nama domain yang lebih mudah dikenali pengguna. Kebijakan Internet secara global ditetapkan oleh organisasi-organisasi dan badan-badan pemerintah, seperti Internet Architecture Board (IAB) dan World Wide Web Consortium (W3C).

Layanan-layanan Internet yang utama mencakup e-mail, newsgroups, chatting, instant messaging, Telnet, FTP, dan Web. Laman Web didasarkan pada Hypertext Markup Language (HTML) yang bisa menampilkan teks, gambar, video, dan audio. Web site directory, search engines, dan teknologi RSS membantu pengguna menemukan informasi yang mereka butuhkan di Web. RSS, blog, social networking, dan wiki merupakan fitur-fitur Web 2.0.

Perusahaan juga mulai menyadari penghematan penggunaan teknologi VoIP untuk transmisi suara serta penggunaan virtual private network (VPN) sebagai alternatif yang lebih murah daripada WAN tertutup.

Apa sajakah teknologi dan standar yang utama untuk jaringan, komunikasi, dan akses Internet nirkabel?

Jaringan seluler tengah berkembang menjadi transmisi berkecepatan tinggi, ber-bandwidth tinggi, dengan digital packet-switched. Jaringan broadband 3G mampu mentransmisi data dengan kecepatan dari 144 Kbps hingga lebih dari 2 Mbps. Jaringan 4G mampu mentransmisi data dengan kecepatan 100 Mbps.

Standar-standar seluler yang utama meliputi Code Division Multiple Access (CDMA), yang digunakan terutama di Amerika Serikat, dan Global System for Mobile Communications (GSM), yang menjadi standar di Eropa dan di banyak belahan dunia lainnya.

Standar-standar untuk jaringan komputer nirkabel adalah Bluetooth (802.15) untuk personal area networks (PAN) skala kecil, Wi-Fi (802.11) untuk local area network (LAN), dan WiMax (802.16) untuk metropolitan area networks (MAN).

Sistem radio frequency identification (RFID) merupakan teknologi canggih untuk melacak pergerakan barang dengan menggunakan tag-tag kecil yang berisi data suatu item serta lokasinya. RFID reader membaca sinyal radio yang ditransmisikan oleh tag-tag itu dan melewatkan data itu melalui jaringan ke komputer untuk diproses. Wireless sensor network (WSN) adalah jaringan alat-alat sensor dan transmisi nirkabel yang saling terkoneksi satu sama lain yang dilekatkan pada lingkungan fisik untuk menyediakan pengukuran banyak poin dalam rentang ruang yang luas.

Read more ...

23 January 2016

Keamanan sistem informasi

Perangkat lunak antivirus mengecek infeksi virus sistem komputer dan worm dan biasanya juga mampu mengeliminasi perangkat-perangkat lunak jahat, sedangkan perangkat lunak antispyware menangkal intrusi program-program spyware yang berbahaya.


Entri ini adalah saduran dari ringkasan Chapter 8 buku sistem informasi manajemen yang ditulis oleh Laudon & Laudon (2016). Pengembangan rincian materi lebih lanjut bisa diambil dari textbook yang sama atau textbook lain serta dari data sekunder yang tersedia di Internet. Anda juga mungkin berminat mengunjungi indeks artikel sistem informasi manajemen.


Mengapa sistem informasi rentan terhadap kerusakan, kesalahan, dan penyalahgunaan?

Data digital rentan terhadap kerusakan, penyalahgunaan, kesalahan, kecurangan, dan kegagalan, baik dari sisi perangkat keras (hardware failure) ataupun perangkat lunak (software failure). Internet dirancang untuk menjadi sistem terbuka dan telah menjadikan sistem internal perusahaan lebih rentan terhadap tindakan-tindakan dari pihak luar. Hacker bisa melakukan penyerangan denial-of-service (DoS) atau melakukan penetrasi terhadap jaringan perusahaan, menyebabkan gangguan sistem yang serius. Jaringan Wi-Fi bisa dengan mudah dipenetrasi oleh pihak luar menggunakan sniffer program untuk memperoleh alamat (address) untuk mengakses sumber daya jaringan. Virus dan worm komputer bisa mengakibatkan sistem dan Web site berhenti beroperasi. Cloud computing memungkinkan aktivitas-aktivitas yang melibatkan komputer dilakukan dari lokasi-lokasi terpisah, mempersulit pelacakan aktivitas tidak atau menerapkan pengendalian dari jauh. Perangkat lunak menimbulkan masalah karena bug tidak bisa dihilangkan sama sekali dan karena kerentanan perangkat lunak bisa dimanfaatkan oleh hacker dan perangkat lunak yang dibuat untuk maksud curang. Pengguna komputer seringkali melakukan kesalahan.

Apakah nilai bisnis pengamanan dan pengendalian?

Tidak adanya pengamanan dan pengendalian yang baik bisa menyebabkan perusahaan yang mengandalkan sistem komputer dalam pelaksanaan fungsi-fungsi bisnis intinya menjadi kehilangan penjualan dan produktivitas. Aset informasi, seperti catatan rahasia karyawan, rahasia dagang, atau rencana bisnis, kehilangan sebagian besar nilainya jika terungkap kepada pihak luar atau jika menimbulkan kewajiban bagi perusahaan. Peraturan perundang-undangan baru di Amerika Serikat mengharuskan perusahaan mempraktikkan pengelolaan data elektronik dan mematuhi standar-standar yang lebih ketat untuk pengamanan, privasi, dan pengendalian. Tindakan-tindakan hukum yang memerlukan bukti elektronik dan forensik komputer juga menuntut perusahaan memberikan perhatian lebih terhadap pengamanan dan manajemen data elektronik.

Apa sajakah komponen-komponen kerangka kerja pengamanan dan pengendalian organisasi?

Perusahaan perlu menetapkan seperangkat pengendalian umum dan pengendalian aplikasi yang baik atas sistem informasi. Penilaian risiko mengevaluasi aset informasi, mengidentifikasi titik-titik pengendalian dan kelemahan pengendalian, dan menentukan pengendalian-pengendalian yang paling efektif dari segi biaya. Perusahaan juga harus mengembangkan kebijakan dan program pengamanan yang koheren agar operasi bisnis tetap berlanjut ketika terjadi bencana atau gangguan. Kebijakan pengamanan mencakup kebijakan terkait penggunaan yang dapat diterima/dibenarkan serta manajemen identitas. Audit sistem informasi yang komprehensif dan sistematik membantu organisasi menentukan efektivitas pengamanan dan pengendalian sistem informasi.

Apa sajakah alat-alat dan teknologi terpenting untuk mengamankan sumber daya informasi?

Firewall mencegah pengguna yang tidak sah mengakses jaringan tertutup yang terhubung ke Internet. Intrusion detection system memonitor jaringan tertutup dari traffik jaringan yang tidak wajar dan usaha-usaha mengakses sistem perusahaan. Password, token, smart card, dan biometric authentication digunakan untuk mengotentikasi pengguna sistem. Perangkat lunak antivirus mengecek infeksi virus sistem komputer dan worm dan biasanya juga mampu mengeliminasi perangkat-perangkat lunak jahat, sedangkan perangkat lunak antispyware menangkal intrusi program-program spyware yang berbahaya. Encryption, pengkodean dan pengamanan pesan, adalah teknologi yang banyak digunakan untuk mengamankan transmisi elektronik melalui jaringan yang tidak terlindungi. Digital certificate bersama-sama dengan public key encryption memberikan proteksi lanjutan atas transaksi elektronik dengan mengotentikasi identitas pengguna. Perusahaan juga bisa menggunakan fault-tolerant computer systems untuk memastikan ketersediaan sistem informasi. Penggunaan software metrics dan pengujian perangkat lunak secara seksama membantu memperbaiki kualitas dan keandalan perangkat lunak.

Read more ...

21 January 2016

Pencapaian keunggulan operasi dan keintiman dengan kustomer

Istilah enterprise ketika digunakan untuk menjelaskan fitur perangkat lunak, seperti dalam istilah Enterprise Resource Planning (ERP) System, berarti satu set modul perangkat lunak yang terintegrasi dengan satu database sentral yang digunakan bersama.


Entri ini adalah saduran dari ringkasan Chapter 9 buku sistem informasi manajemen yang ditulis oleh Laudon & Laudon (2016). Pengembangan rincian materi lebih lanjut bisa diambil dari textbook yang sama atau textbook lain serta dari data sekunder yang tersedia di Internet. Anda juga mungkin berminat mengunjungi indeks artikel sistem informasi manajemen.


Bagaimanakah enterprise system membantu perusahaan mencapai keunggulan operasi?
Enterprise software terdiri dari satu set modul perangkat lunak yang terintegrasi dengan satu database sentral yang digunakan bersama. Database mengumpulkan data dari berbagai aplikasi yang sekaligus memberikan asupan data ke aplikasi-aplikasi tersebut dan mampu mendukung ke hampir semua aktivitas bisnis internal suatu organisasi. Ketika informasi baru dimasukkan oleh suatu proses, informasi itu menjadi tersedia bagi proses-proses bisnis lainnya.

Enterprise system mendukung sentralisasi organisasi dengan disyaratkannya standar data dan proses bisnis yang seragam di seluruh perusahaan dengan digunakannya satu platform teknologi. Data yang bersifat menyeluruh dalam perusahaan yang dihasilkan oleh enterprise system membantu manajer mengevaluasi kinerja organisasi.

Bagaimanakah sistem manajemen rantai pasokan mengkoordinasikan perencanaan, produksi, dan logistik dengan pemasok?

Sistem manajemen rantai pasokan (supply chain management) mengotomatisasi aliran informasi di antara anggota-anggota rantai pasokan sehingga mereka bisa menggunakan informasi itu untuk mengambil keputusan yang lebih baik mengenai kapan dan berapa banyak yang harus dibeli, diproduksi, atau dikirimkan. Informasi yang lebih akurat dari sistem manajemen rantai pasokan mengurangi ketidakpastian serta dampak dari bullwhip effect.

Perangkat lunak manajemen rantai pasokan mencakup perangkat lunak untuk perencanaan rantai pasokan dan untuk pelaksanaan rantai pasokan. Teknologi Internet memfasilitasi manajemen rantai pasokan global dengan menyediakan konektivitas bagi organisasi-organisasi di berbagai negara untuk berbagi informasi rantai pasokan. Komunikasi yang semakin baik di antara anggota-anggota rantai pasokan juga memfasilitasi respon kustomer yang efisien serta pergerakan menuju model yang dipicu oleh permintaan (demand-driven model).

Bagaimanakah customer relationship management system membantu perusahaan mencapai keintiman dengan kustomer?

Customer relationship management (CRM) adalah sistem yang mengintegrasikan dan mengotomatisasi proses pertemuan dengan kustomer dalam penjualan, pemasaran, dan layanan kustomer. Dengan demikian, sistem CRM memberikan pandangan mengenai kustomer pada tingkatan enterprise. Perusahaan bisa menggunakan pengetahuan mengenai kustomer yang dihasilkan oleh sistem CRM ketika berinteraksi dengan kustomer sehingga perusahaan mampu memberikan layanan kustomer yang lebih baik. Perusahaan bisa menggunakan pengetahuan mengenai kustomer untuk menjual produk dan jasa baru. Sistem CRM juga mengidentifikasi kustomer dan peluang yang menguntungkan dan yang tidak menguntungkan sehingga bisa mengurangi churn rate.

Paket perangkat lunak pengelola relasi kustomer yang canggih mampu memberikan kapabilitas untuk melakukan operational CRM dan analytical CRM. Paket perangkat lunak itu biasanya terdiri atas modul-modul untuk mengelola relasi dengan mitra penjual (partner relationship management) dan untuk mengelola relasi dengan karyawan (employee relationship management).

Apa sajakah tantangan-tantangan yang dihadapi oleh enterprise application dan bagaimanakah enterprise application mengambil keuntungan dari teknologi-teknologi baru?

Enterprise application sulit diimplementasikan. Enterprise application menuntut perubahan organisasi secara besar-besaran, investasi perangkat lunak besar-besaran, serta evaluasi yang cermat mengenai bagaimana sistem itu akan meningkatkan kinerja organisasi. Enterprise application tidak bisa memberikan nilai jika diimplementasikan pada proses yang buruk atau jika perusahaan tidak mengetahui bagaimana menggunakan sistem itu untuk mengukur peningkatan kinerja. Karyawan harus dilatih untuk bersiap dengan prosedur dan peran yang baru. Perhatian terhadap manajemen data menjadi sangat penting.

Enterprise application kini lebih fleksibel, Web-enabled, dan mampu terintegrasi dengan sistem-sistem lain, dengan digunakannya Web services dan service-oriented architecture (SOA). Enterprise application juga memiliki versi open source dan versi on-demand dan bisa dijalankan dalam infrastruktur cloud atau dalam mobile platform. Perangkat lunak CRM telah dilengkapi dengan kapabilitas social networking untuk meningkatkan kolaborasi internal, interaksi yang lebih mendalam dengan kustomer, dan memanfaatkan data dari situs-situs social networking. Versi open source, versi mobile, dan versi cloud untuk sebagian produk-produk tersebut juga tersedia.

Read more ...

20 January 2016

E-commerce: pasar digital, barang digital

E-commerce atau perdagangan elektronik mengacu pada transaksi komersial yang dilakukan secara digital, baik antar-organisasi (B2B) maupun antara organisasi dengan individu (B2C).


Entri ini adalah saduran dari ringkasan Chapter 10 buku sistem informasi manajemen yang ditulis oleh Laudon & Laudon (2016). Pengembangan rincian materi lebih lanjut bisa diambil dari textbook yang sama atau textbook lain serta dari data sekunder yang tersedia di Internet. Anda juga mungkin berminat mengunjungi indeks artikel sistem informasi manajemen.


Apakah fitur-fitur unik e-commerce, pasar digital, dan barang digital?

E-commerce mencakup transaksi komersial secara digital, baik antar-organisasi maupun antara organisasi dengan individu. Fitur-fitur unik teknologi e-commerce di antaranya mencakup kehadiran di mana-mana dalam waktu yang sama (ubiquity), jangkauan global, standar teknologi yang berlaku secara universal, kekayaan potensi, daya interaksi, densitas informasi, kapabilitas personalisasi dan kustomisasi, serta penggunaan teknologi sosial. E-commerce menjadi semakin bersifat sosial, mobile, dan lokal.

Pasar digital dikatakan lebih “transparan” dibandingkan pasar tradisional, dengan lebih kecilnya asimetri informasi, biaya pencarian/penelusuran, biaya transaksi, dan biaya menu, serta kemampuan untuk mengubah harga secara dinamis berdasarkan kondisi pasar. Barang digital, seperti musik, video, perangkat lunak, dan buku, bisa dikirimkan melalui jaringan digital. Setelah produk digital diproduksi, biaya pengiriman produk itu secara digital sangat murah.

Apakah model bisnis dan model pendapatan e-commerce yang utama?

Model bisnis e-commerce are e-tailer (pengecer barang secara elektronik), transaction brokers (perantara transaksi), market creators (pencipta pasar), content provider (penyedia konten), community provider (penyedia komunitas), service provider (penyedia jasa), dan portal. Model pendapatan e-commerce yang utama adalah iklan, penjualan, subskripsi (berlangganan), free/freemium, komisi transaksi, dan afiliasi.

Bagaimanakah e-commerce mentransformasi pemasaran?

Internet menyediakan cara-cara baru bagi profesi pemasaran (marketer) dalam mengidentifikasi dan berkomunikasi dengan jutaan kustomer potensial dengan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan media tradisional. Crowdsourcing yang menggunakan “wisdom of crowds” membantu perusahaan belajar dari kustomer untuk memperbaiki penawaran produk dan meningkatkan nilai bagi kustomer. Teknik-teknik targeting berbasis perilaku (behavioral targeting techniques) meningkatkan efektivitas banner, rich media, dan iklan video. Social commerce menggunakan jaringan sosial dan situs jaringan sosial untuk memperbaiki targeting produk dan layanan.

Bagaimanakah e-commerce mempengaruhi transaksi antar-perusahaan?

B2B e -commerce (perdagangan elektronik antar-perusahaan) menciptakan efisiensi dengan menjadikan perusahaan mampu menemukan pemasok, mengajukan penawaran harga, menempatkan order, dan melacak pengiriman dalam perjalanan secara elektronik. Net marketplace menjadi pasar digital tunggal bagi banyak pembeli dan penjual. Private industrial network yang menghubungkan perusahaan dengan para pemasok dan mitra-mitra bisnis strategik lainnya mendorong berkembangnya rantai pasokan (supply chain) yang sangat efisien dan responsif.

Apakah peran m-commerce dalam bisnis, dan apakah sajakah aplikasi-aplikasi utama m-commerce?

M-commerce terutama cocok untuk mendukung layanan berbasis lokasi (location-based application), seperti menemukan hotel dan restoran sekitar, memantau lalu-lintas dan cuaca setempat, dan menyediakan layanan pemasaran khusus berbasis lokasi (personalized location-based marketing). Telepon seluler pintar dan handheld selama ini telah digunakan untuk memudahkan pembayaran tagihan, aktivitas perbankan, perdagangan efek, pemutakhiran jadwal transportasi, dan pengunduhan konten digital, seperti lagu, permainan, dan klip video. M-commerce mensyaratkan adanya portal-portal nirkabel dan sistem pembayaran digital khusus yang mampu menangani pembayaran-pembayaran jumlah kecil. Kapabilitas GPS dalam telepon pintar memungkinkan disediakannya layanan geoadvertising (iklan berbasis lokasi geografis), layanan geosocial, dan layanan geoinformation.

Apakah isu-isu yang harus ditangani dalam pengembangan e-commerce?

Pengembangan e-commerce membutuhkan pemahaman yang jelas mengenai tujuan-tujuan bisnis yang ingin dicapai serta pemilihan platform, aktivitas, dan waktu yang tepat untuk mencapai tujuan-tujuan dimaksud. E-commerce tidak hanya berarti adanya Web site perusahaan tetapi juga mencakup keberadaan bisnis di Facebook, Twitter, dan situs-situs social networking lainnya serta melalui aplikasi telepon pintar.

Read more ...

19 January 2016

Manajemen pengetahuan

manajemen pengetahuan dan sistem informasi manajemen

Entri ini adalah saduran dari ringkasan Chapter 11 buku sistem informasi manajemen yang ditulis oleh Laudon & Laudon (2016). Pengembangan rincian materi lebih lanjut bisa diambil dari textbook yang sama atau textbook lain serta dari data sekunder yang tersedia di Internet. Anda juga mungkin berminat mengunjungi indeks artikel sistem informasi manajemen.


Apakah peran sistem manajemen pengetahuan dalam bisnis?

Manajemen pengetahuan (knowledge management) adalah satu set proses untuk menciptakan, menyimpan, mentransfer, dan menerapkan pengetahuan dalam organisasi. Nilai perusahaan banyak tergantung pada kemampuannya menciptakan dan mengelola pengetahuan. Manajemen pengetahuan mendorong organisasi belajar dengan meningkatkan kemampuan organisasi untuk belajar dari lingkungannya dan untuk memasukkan pengetahuan ke dalam proses-proses bisnisnya. Sistem manajemen pengetahuan mencakup tiga tipe utama: (1) enterprise-wide knowledge management systems, (2) knowledge work systems, dan (3) intelligent techniques.

Apa sajakah jenis-jensi sistem yang digunakan dalam manajemen pengetahuan pada tingkat enterprise dan bagaimana sistem-sistem itu memberikan nilai bagi perusahaan?

Enterprise-wide knowledge management system adalah upaya menyeluruh di dalam perusahaan untuk mengumpulkan, menyimpan, mendistribusikan, dan menerapkan konten dan pengetahuan digital. Enterprise content management system menyediakan database dan alat-alat untuk menata dan menyimpan dokumen terstruktur serta alat-alat untuk menata dan menyimpan pengetahuan semi-terstruktur, seperti e-mail atau rich media. Knowledge network system merupakan direktori dan alat-alat untuk menemukan karyawan yang memiliki keahlian khusus yang bisa menjadi sumber teknologi yang belum diketahui secara luas. Knowledge network system biasanya mencakup alat-alat kolaborasi kelompok (yang mencakup wiki dan social bookmarking), portal untuk mempermudah akses informasi, alat pencarian (search tools), serta alat-alat untuk mengklasifikasi informasi berdasarkan pada suatu taksonomi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Enterprise-wide knowledge management system mampu memberikan nilai yang sangat besar jika sistem itu dirancang dengan baik dan menjadikan karyawan mampu menemukan, berbagi, dan menggunakan pengetahuan secara lebih efisien.

Apakah tipe-tipe utama knowledge work system dan bagaimana sistem itu memberikan nilai bagi perusahaan?

Knowledge work system (KWS) mendukung penciptaan pengetahuan baru serta integrasi pengetahuan baru itu dengan organisasi. KWS mengharuskan kemudahan akses terhadap basis pengetahuan eksternal; perangkat keras komputer canggih yang mampu mendukung perangkat lunak yang intensif menggunakan grafik, analisis, manajemen dokumen, serta kapabilitas komunikasi; dan tampilan yang ramah dengan pengguna. Computer-aided design (CAD) system, dikenal juga sebagai aplikasi penggandaan realitas (augmented reality applications), dan virtual reality system, yang menciptakan simulasi interaktif yang berperilaku seperti dunia nyata, mengharuskan kapabilitas pemodelan grafis yang canggih. KWS bagi profesi keuangan memungkinkan akses ke database-database eksternal serta kemampuan menganalisis data keuangan dalam jumlah besar dengan sangat cepat.

Apakah manfaat penggunaan intelligent techniques dalam manajemen pengetahuan?

Artificial intelligence (kecerdasan buatan) tidak memiliki fleksiblitas, keluasan, dan generalitas seperti kecerdasan manusia, tetap artificial intelligence bisa digunakan untuk menangkap, mengkodifikasi, dan memperluas pengetahuan organisasi. Expert system menangkap pengetahuan implisit dari satu domain terbatas keahlian manusia dan mengungkapkan pengetahuan itu dalam bentuk aturan/kaidah. Expert system sangat bermanfaat dalam menangani masalah klasifikasi atau diagnosis. Case-based reasoning merepresentasikan pengetahuan organisasi menjadi satu database kasus yang bisa diperluas dan diperhalus secara kontinu.

Fuzzy logic adalah teknologi perangkat lunak untuk mengungkapkan pengetahuan dalam bentuk aturan yang menggunakan nilai-nilai perkiraan atau subyektif. Fuzzy logic telah digunakan untuk mengendalikan piranti-piranti fisik dan kini mulai digunakan dalam aplikasi-aplikasi pengambilan keputusan.

Machine learning mengacu pada kemampuan program komputer untuk secara otomatis belajar dan memperbaiki pengalaman. Neural network terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak yang dimaksudkan untuk meniru proses berpikir otak manusia. Neural network memiliki fitur yang sangat canggih dengan kemampuannya belajar tanpa pemrograman serta kemampuan mengenali pola yang tidak bisa dengan mudah diuraikan oleh manusia. Neural network kini digunakan dalam ilmu pengetahuan, pengobatan, dan perusahaan untuk membedakan pola-pola dalam data yang berjumlah besar.

Genetic algorithms mengembangkan solusi atas masalah-masalah tertentu dengan menggunakan proses-proses yang didasarkan pada proses genetis seperti fitness, crossover, dan mutasi. Genetic algorithms mulai diterapkan untuk masalah-masalah terkait optimalisasi, desain produk, dan pemantauan sistem-sistem industri yang mengharuskan evaluasi atas banyak alternatif atau variabel untuk menghasilkan solusi yang optimal.

Intelligent agent adalah program perangkat lunak dengan basis pengetahuan yang tertanam (built-in) atau melalui proses belajar yang melaksanakan tugas-tugas tertentu untuk seorang individu pengguna, satu proses bisnis, atau aplikasi perangkat lunak. Intelligent agent bisa diprogram untuk melakukan navigasi data dalam jumlah besar untuk menemukan informasi yang bermanfaat dan bisa juga bertindak atas informasi yang ditemukannya untuk kepentingan pengguna.

Read more ...

18 January 2016

Sistem informasi manajemen dan pengambilan keputusan

Entri ini adalah saduran dari ringkasan Chapter 12 buku sistem informasi manajemen yang ditulis oleh Laudon & Laudon (2016). Pengembangan rincian materi lebih lanjut bisa diambil dari textbook yang sama atau textbook lain serta dari data sekunder yang tersedia di Internet. Anda juga mungkin berminat mengunjungi indeks artikel sistem informasi manajemen.


Apa sajakah tipe-tipe keputusan dan bagaimana cara kerja proses pengambilan keputusan? Bagaimanakah sistem informasi manajemen aktivitas-aktivitas manajer dan pengambilan keputusan manajemen?

Tingkatan yang berbeda dalam organisasi (strategik, manajemen, operasional) menuntut pengambilan keputusan yang berbeda pula. Keputusan bisa berupa keputusan terstruktur, keputusan semi-terstruktur, atau keputusan tidak terstruktur. Keputusan terstruktur terjadi pada tingkatan operasional dalam organisasi, sedangkan keputusan tidak terstruktur terjadi pada tingkatan strategik.

Pengambilan keputusan bisa dilakukan oleh individu atau kelompok. Pengambilan keputusan dilakukan oleh karyawan, manajer operasional, manajer menengah, dan manajer senior.

Empat tahap pengambilan keputusan mencakup: intelijensi, desain, pilihan, dan implementasi.

Sistem informasi manajemen sebagai pendukung pengambilan keputusan tidak selalu mengakibatkan dihasilkannya keputusan manajer dan keputusan karyawan yang lebih baik yang meningkatkan kinerja perusahaan karena adanya masalah-masalah terkait kualitas informasi, penyaringan informasi oleh manajemen (management filter), dan budaya organisasi.

Model klasik aktivitas manajemen menekankan fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi koordinasi, fungsi keputusan, dan fungsi pengendalian. Riset terkini yang mencermati perilaku sesungguhnya para manajer menemukan bahwa aktivitas-aktivitas real manajer sangat terfragmentasi, beraneka ragam, dan melibatkan waktu yang singkat. Penelitian terkini juga menemukan bahwa para manajer menghindari mengambil keputusan-keputusan besar terkait kebijakan yang berdampak luas.

Teknologi informasi menyediakan alat-alat baru bagi manajer, baik untuk melaksanakan peran-peran tradisional mereka maupun peran-peran baru, menjadikan manajer mampu memonitor, merencanakan, dan membuat ramalan secara lebih cermat dan lebih cepat dibandingkan sebelumnya serta mampu merespon perubahan lingkungan bisnis yang semakin cepat. Sistem informasi manajemen terbukti sangat bermanfaat bagi manajer dengan memberikan dukungan atas peran-peran manajer dalam menyebarkan informasi, memfasilitasi komunikasi antar tingkatan organisasi, dan mengalokasikan sumber daya. Akan tetapi, sistem informasi manajemen tidak begitu berhasil dalam mendukung keputusan-keputusan tidak terstruktur. Meskipun sistem informasi manajemen terbukti bermanfaat, kualitas informasi, filter manajemen, dan budaya organisasi bisa menurunkan kualitas pengambilan keputusan.

Bagaimanakah business intelligence dan business analytics mendukung pengambilan keputusan?

Business intelligence dan business analytics mampu menghasilkan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada pengambil keputusan, sedangkan alat-alat analitik (analytic tools) membantu manajer untuk dapat memahami informasi dengan cepat dan mengambil tindakan. Business intelligence mencakup data dari lingkungan bisnis, infrastruktur business intelligence, seperangkat alat-alat business analytics, pengguna dan metode, platform business intelligence (sistem informasi manajemen, sistem pendukung keputusan, atau sistem pendukung eksekutif), serta antarmuka pengguna. Dalam rangka mencapai tujuannya, sistem business intelligence memiliki enam analytic functionalities: (1) predefined production reports, (2) parameterized reports, (3) dashboards dan scorecards, (4) ad hoc queries and searches, (5) kemampuan untuk menelusuri data secara rinci, dan (6) kemampuan untuk memodelkan skenario dan membuat ramalan.

Bagaimanakan konstituen pengambil keputusan yang berbeda-beda di dalam organisasi menggunakan business intelligence? Apakah peran sistem informasi manajemen dalam membantu orang-orang yang bekerja dalam kelompok mengambil keputusan secara lebih efisien?

Manajemen operasional dan manajemen menengah umumnya bertugas memonitor kinerja perusahaan. Sebagian besar keputusan yang mereka ambil cukup terstruktur. Sistem informasi manajemen (SIM) yang menghasilkan laporan produksi rutin biasanya digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan terstruktur. Untuk mengambil keputusan tidak terstruktur, manajer menengah dan analis akan menggunakan sistem pendukung keputusan yang dilengkapi dengan analytics tools dan modeling tools yang canggih, termasuk spreadsheet dan pivot table. Eksekutif senior yang mengambil keputusan tidak terstruktur menggunakan dashboard dan antarmuka visual yang menampilkan informasi kinerja kunci yang mempengaruhi profitabilitas, kesuksesan, dan strategi perusahaan secara keseluruhan. Balanced scorecard dan manajemen kinerja bisnis adalah dua metodologi yang digunakan dalam merancang sistem pendukung eksekutif.

Sistem pendukung keputusan kelompok (group decision-support system) membantu orang-orang yang bekerja bersama-sama dalam kelompok untuk mengambil keputusan secara lebih efisien. Sistem pendukung keputusan kelompok memiliki fitur fasilitas ruang konferensi khusus di mana para partisipan menyampaikan ide-ide mereka dengan menggunakan komputer-komputer yang terhubung dalam jaringan serta perangkat lunak untuk mengorganisasiikan ide-ide, mengumpulkan informasi, membuat dan menetapkan prioritas, serta mendokumentasikan sesi-sesi pertemuan.

Read more ...