Download handout management information systems

Download handout management information systems

Khusus untuk mahasiswa mata kuliah Sistem Informasi Manajemen.

Read more ...

Kombinasi bisnis dan pelaporan kelompok usaha

Download Slide (PDF)Dari segi akuntansi, kombinasi bisnis adalah suatu transaksi atau peristiwa lain di mana pihak pengakuisisi memperoleh kendali atas satu atau lebih bisnis. True mergers atau mergers of equals juga termasuk kombinasi bisnis. Di Indonesia, kombinasi bisnis diatur dalam PSAK 22 Kombinasi Bisnis.

Read more ...

Sistem pelaporan keuangan berbasis XBRL

Belajar XBRL, mengkaji detail aspek terkait XBRL memang menjadi salah satu agenda saya tahun ini. Detail aspek yang saya maksud juga mencakup state-of-the-art XBRL di Indonesia, Semoga saja di masa mendatang, saya bisa terlibat dalam pengembangan dan implementasi XBRL di Indonesia…Smile


Apakah XBRL?

XBRL adalah kependekan dari eXtensible Business Reporting Language. XBRL merupakan bahasa baku pelaporan bisnis berbasis XML yang dikembangkan untuk memfasilitasi komunikasi data bisnis dan data keuangan secara elektronis. XML sendiri, singkatan dari eXtensible Markup Language, adalah bahasa penanda (markup language) yang telah menjadi standar universal penyajian informasi terstruktur. XBRL bisa dikatakan versi XML yang khusus dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan dan bisnis.

Phillips, Bahmanziari, dan Colvard (2008) dengan bersemangat menulis:

XBRL (eXtensible Business Reporting Language) is reinventing how we transmit and use data in business.

XBRL menjadi cara baru perusahaan dan organisasi lainnya dalam mentransmisi dan menggunakan data bisnis. Sekadar menyebut satu contoh, perusahaan-perusahaan terbuka di Amerika Serikat telah mengirimkan laporan-laporannya kepada otoritas bursa di sana (SEC) dalam format XBRL.

Phillips, Bahmanziari, dan Colvard menambahkan, usaha menengah dan kecil serta profesi akuntansi tidak bisa menghindar dari tren XBRL. Meskipun tidak gencar terdengar, otoritas perbankan, bursa efek, dan otoritas pasar modal di Indonesia saat ini tengah mengarah kepada implementasi XBRL.

XBRL International (XII) adalah organisasi konsorsium yang bersifat nirlaba, mencakup lebih dari 600 perusahaan dan badan lainnya. XII inilah yang mengembangkan XBRL serta mendorong adopsi XBRL secara global. Meskipun demikian, XBRL merupakan open standard technology. Setiap perusahaan atau penyedia perangkat lunak bisa menggunakan XBRL secara gratis.

Wada (2013) menjelaskan, pada awalnya XBRL memang dikembangkan sebagai teknologi untuk pelaporan keuangan atau pelaporan bisnis. Akan tetapi, penerapan XBRL terus diperluas sehingga mencakup juga informasi non-keuangan yang bersifat kualitatif. Contoh penerapan XBRL untuk pelaporan non-keuangan adalah penggunaan XBRL dalam penyampaian laporan tanggung jawab sosial perusahaan, inisiatif IIRC (International Integrated Reporting Council), dan GRI (Global Reporting Initiative) di wilayah Asia.

Wujud konkretnya, XBRL itu seperti apa?

Salah satu artikel dari XII (diakses tanggal 2 Januari 2014) memberikan contoh script XBRL. XBRL terdiri dari tag-tag pengidentifikasi (identifying tags). Tag-tag pengidentifikasi itu diterapkan terhadap item-item data tertentu, sehingga dapat diproses secara efisien oleh perangkat lunak komputer. Contoh item data dimaksud adalah beban penyusutan atau laba bersih.

Tag pengidentifikasi juga bisa menyajikan informasi yang lebih kompleks, misalnya angka dalam satuan moneter, angka persentase, dan angka pecahan. Lebih lanjut, XBRL juga memungkinkan pemberian label/nama suatu item data dalam bahasa apa pun, penggunaan kerangka acuan akuntansi yang berbeda-beda, serta penyediaan informasi lain terkait perusahaan anak.

Contoh tag XBRL

Kita sebagai manusia akan mendapati tag-tag di atas terbaca sebagai berikut:
CURRENT ASSETS  
Assets Held for Sale 100,000
Construction in Progress, Current 100,000
Inventories 100,000
Other Financial Assets, Current 100,000
Hedging Instruments, Current (Asset) 100,000
Current Tax Receivables 100,000
Trade and Other Receivables, Net, Current 100,000
Prepayments, Current 100,000
Cash and Cash Equivalents 100,000
Other Assets, Current 100,000
Current Assets Total 1,000,000

XBRL mampu menunjukkan keterkaitan item-item data satu sama lain. Dengan demikian, XBRL mampu menunjukkan bagaimana penghitungan yang mendasari suatu item data. XBRL juga mampu mengelompokkan item-item data menurut organisasi atau menurut tujuan pelaporan tertentu. Dan yang terpenting, XBRL dapat dengan mudah diperluas (extensible), sehingga perusahaan dan organisasi lainnya bisa mengadaptasi XBRL untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus.

Informasi dikonversi menjadi XBRL melalui proses pemetaan atau dibuat dalam format XBRL dengan perangkat lunak. Selanjutnya, informasi itu dapat ditelusuri, dipertukarkan, dan dianalisis dengan bantuan komputer atau dipublikasikan secara rutin.

XBRL menggunakan semacam kamus (dictionaries) yang berisi elemen-elemen XBRL dan dikenal dengan Taksonomi XBRL (XBRL Taxonomies). Taksonomi XBRL merupakan skema pengelompokan yang menetapkan tag-tag tertentu untuk masing-masing item data. Sebagai contoh, dalam laporan keuangan berbasis IFRS tag XBRL OtherReserves merepresentasikan pos Other Reserves.

Masing-masing negara memiliki aturan akuntansi yang berbeda-beda. Akibatnya, masing-masing negara akan memerlukan taksonomi pelaporan keuangan sendiri-sendiri. Berbagai organisasi, termasuk regulator, asosiasi industri, atau perusahaan induk, bisa juga memerlukan taksonomi XBRL khusus untuk memenuhi kebutuhan pelaporan bisnis mereka sendiri. Taksonomi khusus juga telah dirancang untuk memfasilitasi penggabungan data serta pelaporan internal di dalam organisasi. Taksonomi khusus dimaksud adalah GL Taxonomy.

Phillips, Bahmanziari, dan Colvard (2008) menegaskan bahwa untuk membuat dokumen XBRL, kita tidak perlu belajar XML. Perangkat lunaklah yang melakukan proses pembubuhan tag dan mengirimkan dokumen XBRL antar-pihak yang terkait dalam sistem pelaporan berbasis XBRL.

Bagaimanakah cara kerja XBRL?

KPMG (2013) menjelaskan, sistem pelaporan XBRL melibatkan dua pihak utama, yaitu pengirim dan penerima informasi.

Otoritas pengawas atau regulator seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), atau Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah lembaga-lembaga di Indonesia yang bisa berperan sebagai penerima informasi. Pengirim informasi adalah perusahaan atau organisasi lainnya yang diwajibkan untuk menyampaikan laporan kepada otoritas pengawas atau regulator. Contoh pihak pengirim informasi adalah emiten bursa dan bank-bank yang berada di bawah regulasi BI.

Dalam implementasinya, peran pihak penerima informasi adalah menetapkan informasi standar dalam bentuk taksonomi XBRL. Pihak penerima informasi juga memroses informasi dalam format XBRL yang diterimanya. Di sisi lain, pihak pengirim informasi berperan menyampaikan data laporan dalam bentuk dokumen XBRL (XBRL instance document) berdasarkan taksonomi yang telah ditetapkan.

Gambar berikut dikutip dari KPMG (2013).

Cara kerja XBRL

Dalam pembuatan dokumen XBRL, perangkat lunak membubuhkan tag-tag XBRL ke item-item data perusahaan berdasarkan taksonomi yang telah ditetapkan.

Taksonomi standar (standard taxonomy) mendefinisikan konsep data yang dilaporkan serta mendefinisikan terminologi yang digunakan dalam laporan. Dibandingkan dengan laporan yang dibuat dengan kertas, taksonomi standar identik dengan formulir kosong yang akan diisi dengan data. Taksonomi standar juga mendefinisikan atribut-atribut konsep data melalui berbagai komponen (linkbases).

Taksonomi perluasan (extension taxonomy) hampir sama dengan taksonomi standar, mencakup konsep-konsep laporan yang diperluas sesuai dengan informasi spesifik yang dilaporkan oleh perusahaan tertentu. Regulator bisa juga menggunakan taksonomi perluasan, jika regulator itu membutuhkan informasi tambahan lebih rinci yang belum tercakup dalam taksonomi umum yang tersedia.

Data perusahaan adalah isi atau kandungan informasi yang akan dilaporkan dalam format XBRL.

Proses pembubuhan tag (tagging process) adalah pemetaan data dengan mengidentifikasi dan mencocokkan data perusahaan dengan konsep-konsep dalam taksonomi untuk menghasilkan doKumen XBRL.

Dokumen adalah data laporan yang telah diubah menjadi format XBRL. Selain berisi data, dokumen XBRL juga memuat informasi mengenai identitas entitas pelapor, periode laporan, satuan pengukuran, serta tingkat presisi yang digunakan. Penyusun laporan tidak perlu menetapkan format laporan, karena taksonomi telah menetapkan format laporan. Dibandingkan dengan laporan yang dibuat dengan kertas, dokumen XBRL identik dengan data yang telah diisikan ke dalam formulir.

Konversi laporan menjadi format XBRL

Secara lebih spesifik, KPMG (2013) mengidentifikasi tiga jensi perangkat lunak yang digunakan dalam proses pelaporan berbasis XBRL:

  • Aplikasi pemetaan XBRL, berfungsi melaksanakan proses pembubuhan tag dalam pembuatan dokumen XBRL.
  • Alat validasi XBRL, berfungsi menerima dan memvalidasi dokumen XBRL yang dikirimkan oleh pihak pengirim.
  • Aplikasi business intelligence, berfungsi melaksanakan analisis data dan menghasilkan laporan.

Wujud konkretnya, seperti apakah taksonomi dan dokumen XBRL?

Untuk mendapatkan gambaran dunia nyata penerapan XBRL, Hoffman dan Watson (2010) menunjukkan salah satu perangkat lunak berbasis Web yang bisa digunakan untuk melihat taksonomi XBRL, yaitu Yeti Explorer (http://bigfoot.corefiling.com/yeti/resources/yeti-gwt/Yeti.jsp), yang disediakan oleh CoreFiling.

Yeti Explorer

Gambar di atas menyajikan kotak dialog Open Taxonomy, yang berisi daftar taksonomi publik yang ada dalam pustaka taksonomi CoreFiling. Sebagai contoh, kita akan melihat taksonomi IFRS (2013). Dari kotak dialog Open Taxonomy, klik IFRS (2013), klik Full, dan selanjutnya klik tombol Open.

Yeti Explorer akan menampilkan taksonomi XBRL untuk IFRS (2013) dalam satu halaman Web yang terdiri dari tiga bagian. Bagian kiri berisi daftar elemen-elemen laporan keuangan berbasis IFRS. Untuk melihat salah satu elemen, kita hanya perlu mengklik tanda plus (+) yang terletak di depan labelnya. Sebagai contoh, laporan posisi keuangan (neraca) dibagi menjadi dua klasifikasi: lancar/tidak lancar dan urutan likuiditas.

Bagian kanan terdiri dari tiga tab (Details, Relationships, dan Tree Locations) untuk masing-masing elemen. Gambar berikut menyajikan atribut rinci dari aset Cash and cash equivalents.

IFRS taxonomy

Bagian bawah adalah alat pencarian label, elemen, atau atribut tertentu. Sebagai contoh, ketika kita memasukkan kata instruments dan mengklik tombol Search, Yeti Explorer menampilkan hasil pencarian dengan rincian berupa Local name, Element label, dan Matched value.

Setelah kita melihat taksonomi, di manakah dokumen XBRL? Kita bisa menemukan laporan keuangan berformat XBRL dari halaman EDGAR | Company Filings di situs resmi SEC. Sebagai contoh, kita mencoba menulis microsoft, lalu mengklik tombol Search.

Edgar Search Form

Kita menemukan dua hasil pencarian. Pilih MICROSOFT CORP dengan mengklik CIK#: 0000789019. Halaman hasil pencarian untuk MICROSOFT CORP berisi daftar laporan yang dikirimkan oleh perusahaan tersebut kepada SEC. Gulung halaman ke bawah hingga menemukan dokumen dengan data interaktif. Klik pada tombol berlabel Interactive Data paling atas yang tampak sebagai berikut.

Interactive Data

Kita akan menemukan menu navigasi dokumen XBRL yang ditampilkan oleh browser sebagai berikut.

Dokumen XBRL Microsoft

Selain itu, kita juga bisa mengunduh laporan keuangan Microsoft Corp. dalam format Excel untuk dianalisis lebih lanjut.

Bagaimanakah XBRL di Indonesia?

Data keanggotaan XII (diakses tanggal 19 Januari 2014) memuat Bank Indonesia (BI) sebagai anggota langsung (direct member) XII. XII memang menawarkan dua opsi keanggotaan: Direct Membership dan Jurisdictions Membership. Bank Indonesia sejauh ini bisa dikatakan menjadi satu-satunya lembaga dari Indonesia yang berpartisipasi dalam pengembangan standar global pelaporan bisnis secara elektronis yang dipelopori XII.

BI (2013) menyatakan, XBRL pada awalnya diterapkan dalam penyampaian Laporan Bulanan Bank Umum Syariah (LBUS), Implementasi XBRL di BI dikatakan sebagai bagian dari penyiapan infrastruktur dalam rangka pengalihan fungsi regulasi dan pengawasan bank syariah dari BI ke OJK.

Wada (2013) dalam paparannya mengenai XBRL di Asia dan Oceania menyinggung implementasi XBRL di Indonesia. Wada (2013) menyatakan bahwa proyek XBRL Bank Indonesia dilatarbelakangi oleh timbulnya tuntutan informasi baru bagi perbankan syariah dalam rangka mengakomodasi standar akuntansi keuangan syariah, mematuhi ketentuan regulasi, mengakomodasi munculnya produk-produk baru perbankan syariah, serta memenuhi kebutuhan statistik moneter dan statistik sistem pembayaran.

Wada (2013) juga menjelaskan bahwa proyek XBRL BI dimaksudkan untuk mempersiapkan transisi pengawasan keuangan dari BI ke OJK pada tahun 2014. Proyek XBRL BI merupakan bagian dari upaya pengembangan sistem pelaporan keuangan yang akan mengakomodasi kebutuhan informasi BI dan OJK, misalnya yang berupa Laporan Stabilitas Moneter dan Sistem Keuangan (LSMK).


Jika Anda berminat untuk mempelajari XBRL lebih lanjut, silakan kunjungi Educational Webinars di situs web resmi XII. Sering-sering juga berkunjung ke halaman di blog ini, karena barang satu paragraf atau lebih, setiap hari, saya pasti melakukan pembaharuan dan melengkapi kandungan informasinyaOpen-mouthed smile
Read more ...

Bagaimana sistem penganggaran yang ideal?

Sistem anggaran idealSebenarnya, ini pembahasan level dewa. Yang akan merasa “tercerahkan” oleh pembahasan ini di antaranya adalah mahasiswa ekonomi tingkat akhir, mahasiswa S2, atau mungkin juga birokrat yang kerjanya sehari-hari berkutat dengan anggaran. Disarikan dari Hansen & Mowen (2009), berikut adalah beberapa karakteristik sistem anggaran yang ideal. Hansen & Mowen (2009) mengkompilasi item-item pembahasannya dari beragam riset di bidang aikuntansi manajemen dan keperilakuan…

Read more ...

“Table” dalam Excel bukan sekadar tabel

Kita sebenarnya bisa saja menyebut setiap blok cell-cell pada suatu spreadsheet sebagai tabel. Akan tetapi, istilah table memiliki arti khusus dalam Excel. Table di dalam Excel adalah satu blok data yang disusun sedemikian rupa sehingga tiap-tiap baris (row) berisi data mengenai suatu item (misalnya: seseorang di dalam buku alamat, satu transaksi penjualan di dalam jurnal penjualan, atau satu produk di dalam katalog produk), dan tiap-tiap kolom (column) berisi hal atau informasi spesifik mengenai item itu (misalnya: kode pos dari satu kontak, tanggal transaksi penjualan, atau nomor katalog dari satu jenis produk).
Read more ...

Mengapa table dalam Excel diberi nama?

Setelah kita menetapkan satu range sebagai table, Excel memberi nama table default (Table1, Table2, dan seterusnya). Excel menampilkan nama table dalam grup Properties pada tab Table Tools Design. Untuk memudahkan referensi, nama table default itu sebaiknya diganti dengan yang lebih deskriptif. Sebagai contoh, table yang berisi daftar hasil penjualan buku diberi nama Penjualan.

Memberi nama table dalam Excel

Perhatikan contoh formula berikut.

=SUM(Nilai[Matematika])

Pada formula tersebut, Nilai adalah nama table. Dari syntax-nya saja kita bisa mengetahui formula itu menjumlahkan kolom Matematika dari table Nilai.

Memberi nama table yang memiliki makna sangat membantu jika kita memiliki banyak table pada satu worksheet dengan formula-formula mengacu ke table-table itu.

Seri Akuntansi UKM

Read more ...

Download PSAK & ISAK (exposure draft)

Download PSAK & ISAK (exposure draft)

Berikut saya share exposure draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) hasil adopsi International Financial Reporting Standards (IFRS). Meskipun naskah ini berlabel exposure draft, tidak terdapat perbedaan signifikan dengan naskah finalnya, sehingga bisa digunakan untuk kepentingan akademik/pembelajaran. Untuk kepentingan praktis, saya tetap menyarankan untuk merujuk kepada naskah final PSAK/ISAK…

Read more ...

IFRS/SAK – akuntansi untuk ekuitas

Handout/slide ini (PDF) adalah materi ajar akuntansi keuangan menengah berbasis IFRS/SAK untuk topik instrumen keuangan, khususnya instrumen ekuitas yang diterbitkan sendiri oleh perusahaan serta penyajiannya dalam laporan keuangan; mengulas pokok-pokok badan hukum perseroan, perlakuan akuntansi atas penempatan saham, pembelian kembali saham, penjualan kembali saham treasuri, penghentian saham treasuri, dividen, dan penyajian ekuitas dalam laporan posisi keuangan.

Read more ...

IFRS/SAK–akuntansi untuk aset keuangan (investasi)

Handout/slide (PDF) ini adalah materi ajar akuntansi keuangan menengah berbasis IFRS/SAK untuk topik instrumen/aset keungan (investasi dalam saham dan obligasi), yang merupakan penerapan IFRS/SAK untuk instrumen keuangan ditinjau dari perspektif entitas pemegang instrumen keuangan.

Read more ...

Nilai ujian akhir semester mata kuliah akuntansi keuangan menengah

Silakan klik di sini untuk mengunduh daftar nilai. Nilai yang Anda peroleh hanya mencakup ujian akhir semeter, tidak termasuk tugas, dan bukan hasil final.

Read more ...