Kerangka konseptual pelaporan keuangan 2010

Tulisan ini memaparkan secara ringkas Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan IFRS 2010. Perbedaan dokumen ini dengan Kerangka Konseptual Penyusunan dan Pelaporan Keuangan (KDPPLK) yang sudah diterjemahkan secara resmi oleh DSAK – IAI terutama terkait tujuan pelaporan keuangan dan karakteristik kualitatif informasi keuangan yang bermanfaat. Definisi elemen laporan keuangan, kriteria pengakuan, dan basis pengukuran yang dipaparkan masih sama dengan KDPPLK.


Kerangka Konseptual berisi konsep-konsep dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan dengan menetapkan tujuan laporan keuangan; mengidentifikasi karakteristik-karakteristik kualitatif yang menjadikan informasi dalam laporan keuangan bermanfaat; serta mendefinisikan dan menetapkan konsep-konsep pengakuan dan pengukuran elemen-elemen dasar laporan keuangan.

Penyusunan laporan keuangan bukan merupakan penggambaran pasti, tetapi didasarkan pada estimasi, pertimbangan (judgments), dan model. Kerangka Konseptual menyediakan konsep-konsep yang mendasari ketidakpastian-ketidakpastian terkait estimasi, pertimbangan, dan model yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan.

Elemen-elemen laporan keuangan adalah pengelompokan-pengelompokan secara umum untuk menunjukkan dampak keuangan transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian yang terkait dengan suatu entitas.

Untuk dimasukkan dalam laporan keuangan, kejadian atau transaksi harus memenuhi syarat-syarat definisi, pengakuan, dan pengukuran, yang dinyatakan dalam Kerangka Konseptual.

Tujuan utama Kerangka Konseptual adalah membantu penyusun standar (IASB) dalam menyusun standar-standar baru dan mereview standar-standar yang ada. Kerangka Konseptual juga membantu penyusun laporan keuangan, auditor, pengguna, dan pihak-pihak lain dalam melaksanakan pekerjaan mereka.

Kerangka Konseptual bukan IFRS dan tidak bisa mengungguli IFRS jika terjadi pertentangan antara Kerangka Konseptual dengan IFRS.

Laporan keuangan disusun sesuai dengan model akuntansi berbasis biaya historis terpulihkan (recoverable historical cost) serta konsep pemeliharaan modal keuangan nominal (nominal financial capital maintenance concept). Model dan konsep lain bisa saja lebih tepat, tetapi saat ini belum ada konsensus untuk melakukan perubahan.

Kerangka Konseptual disusun untuk dapat diterapkan terhadap berbagai model akuntansi dan konsep modal dan pemeliharaan modal. Tujuan dan karakteristik kualitatif dalam Kerangka Konseptual diharapkan bisa digunakan untuk mengambil keputusan terkait model dan konsep yang tepat.

Tujuan pelaporan keuangan. Kerangka Konseptual menetapkan tujuan laporan keuangan bertujuan umum (general-purpose financial statements) sebagai berikut:

Tujuan pelaporan keuangan bertujuan umum adalah menyediakan informasi keuangan mengenai entitas pelapor yang bermanfaat bagi investor yang ada dan investor potensial, pemberi pinjaman, dan kreditor lainnya dalam mengambil keputusan penyediaan sumber daya kepada entitas.

Tujuan tersebut menegaskan orientasi manfaat keputusan yang menjadi dasar pelaporan keuangan. Pelaporan keuangan tidak menyediakan informasi mengenai nilai entitas pelapor, tetapi membantu dalam melakukan penilaian tersebut. Kebutuhan informasi investor, pemberi pinjaman, dan kreditor lainnya menjadi fokus utama. Mereka adalah pengguna utama karena mereka tidak bisa meminta informasi langsung dari entitas pelapor. Mereka mengambil keputusan mengenai pembelian atau penjualan instrumen ekuitas dan instrumen utang atau menyediakan dana bagi entitas.

Kerangka Konseptual memandang pengguna perlu mengevaluasi prospek arus kas bersih yang akan masuk ke entitas pelapor di masa depan. Untuk menilai arus kas bersih, pengguna membutuhkan informasi mengenai sumber daya entitas, klaim terhadap sumber daya itu, serta kemampuan jajaran manajemen dan direksi dalam memikul tanggung jawab untuk menggunakan sumber daya tersebut. Dengan demikian, penilaian kepengurusan (stewardship) tercakup dalam kemampuan pengguna dalam menilai arus kas bersih entitas.

Laporan keuangan bertujuan umum menyediakan informasi mengenai posisi keuangan entitas, sumber daya yang dikendalikannya, serta klaim atas sumber daya tersebut. Posisi keuangan dipengaruhi oleh sumber daya ekonomi yang dikendalikan oleh entitas, struktur keuangan, likuiditas dan solvabilitas, serta kapasitasnya dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan tempat entitas beroperasi. Informasi disediakan mengenai kekuatan dan kelemahan entitas serta kemampuannya untuk memperoleh dana.

Perubahan sumber daya dan klaim entitas merupakan akibat dari kinerja keuangan entitas serta berasal dari transaksi-transaksi lain seperti penerbitan instrumen utang dan instrumen ekuitas. Kinerja keuangan dinilai baik melalui proses akuntansi akrual maupun perubahan arus kas. Proses tersebut membantu pengguna dalam memahami imbal hasil atas sumber daya entitas dan sejauh mana manajemen memikul tanggung jawab kepengurusan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Baik perubahan maupun implikasi dari perubahan yang tercermin dalam informasi historis membantu menilai kinerja masa depan.

Karakteristik kualitatif. Kerangka Konseptual menggunakan istilah karakteristik kualitatif (qualitative characteristics) yang berarti kualitas-kualitas informasi yang paling bermanfaat dalam pelaporan keuangan. Pelaporan keuangan mencakup informasi dalam laporan keuangan serta informasi keuangan lainnya yang disediakan melalui sarana berbeda. Karakteristik kualitatif terdiri dari karakteristik kualitatif fundamental (fundamental qualitative characteristics) dan karakteristik kualitatif peningkat/yang meningkatkan (enhancing qualitative characteristics). Karakteristik kualitatif fundamental adalah relevansi (relevance) dan penggambaran jujur/apa adanya (faithful representation). Karakteristik kualitatif peningkat adalah terbandingkan (comparability), terverifikasi (verifiability), tepat waktu (timeliness), dan terpahami (understandability).

Terkait karakteristik kualitatif tersebut, Kerangka konseptual tidak menerapkan hirakhi penerapannya. Kerangka konseptual memandang penerapan karakteristik kualitatif sebagai proses. Entitas harus menerapkan karakteristik fundamental melalui proses yang terdiri dari tiga tahap. Pertama, entitas mengidentifikasi fenomena ekonomi yang mungkin akan bermanfaat untuk diketahui pengguna laporan keuangan. Kedua, entitas mengidentifikasi tipe informasi mengenai fenomena itu yang paling relevan yang dapat digambarkan sejujurnya. Ketiga, entitas menentukan apakah informasi itu tersedia dan dapat digambarkan sejujurnya.

Informasi keuangan yang relevan mampu menunjukkan perbedaan dalam pengambilan keputusan. Informasi mampu menunjukkan perbedaan jika informasi itu memiliki nilai prediksi (predictive value), nilai konfirmasi (confirmatory value), atau kedua-duanya. Informasi keuangan memiliki nilai prediksi jika pengguna bisa menggunakan informasi itu sebagai input dalam proses untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. Informasi memiliki nilai konfirmasi jika informasi itu memberikan umpan balik mengenai evaluasi yang dilakukan sebelumnya. Materialitas tercakup dalam relevansi. Informasi yang material, jika tidak disajikan atau salah disajikan, bisa mempengaruhi keputusan pengguna.

Penggambaran sejujurnya berarti menggambarkan fenomena sebagaimana adanya. Karakteristik kualitatif ini mencakup tiga karakteristik: lengkap, netral, dan bebas dari kesalahan. Penggambaran lengkap memasukkan seluruh informasi yang diperlukan untuk memahami fenomena. Penggambaran netral berarti tanpa bias. Bebas dari kesalahan berarti tidak ada yang salah atau yang disembunyikan dalam memaparkan fenomena dan dalam proses yang diterapkan.

Terbandingkan berarti bisa digunakan untuk menemukan adanya kesamaan dan perbedaan. Konsistensi (penggunaan kebijakan dan prosedur akuntansi yang sama dalam satu entitas dari periode ke periode, atau dalam satu periode antar-entitas) akan membantu dalam mencapai karakteristik kualitatif terbandingkan.

Karakteristik kualitatif terverifikasi membantu pengguna dalam memastikan bahwa informasi menggambarkan fenomena ekonomi sebagaimana adanya. Terverifikasi berarti pengamat yang independen dan berpengetahuan akan mencapai satu konsensus umum (meskipun bukan berarti kesepakatan absolut) bahwa informasi memang menggambarkan fenomena ekonomi sebagaimana adanya, tanpa kesalahan material atau bias, atau bahwa suatu metode pengakuan atau pengukuran diterapkan sebagaimana mestinya tanpa kesalahan material atau bias. Terverifikasi berarti pengamatan-pengamatan independen akan menghasilkan ukuran atau kesimpulan yang esensinya sama.

Ketepatan waktu berarti informasi disediakan pada waktu informasi itu mampu mempengaruhi keputusan. Semakin lampau informasi umumnya semakin berkurang manfaatnya bagi pengguna.

Terpahami berarti mengklasifikasi, mengkarakterisasi, dan menyajikan informasi secara jelas dan ringkas. Informasi dengan karakteristik terpahami menjadikan pengguna yang memiliki cukup wawasan mengenai aktivitas bisnis, ekonomi, dan keuangan serta pelaporan keuangan, dan siapa saja yang memiliki cukup ketekunan untuk memahami informasi, dapat mengetahui posisi keuangan dan hasil operasi entitas, sebagaimana yang dimaksudkan oleh informasi itu.

Biaya menjadi satu-satunya batasan yang diperhitungkan terkait penyediaan informasi yang bermanfaat dalam laporan keuangan. Pertanyaannya adalah apakah manfaat penyediaan informasi lebih besar daripada biaya penyediaan dan penggunaan informasi itu. Biaya tampaknya menjadi kendala dibebankannya aturan-aturan baru. Seiring teknologi informasi yang terus berkembang, biaya penyusunan dan publikasi informasi keuangan dan informasi lainnya akan turun, yang juga berarti berkurangnya kendala penyediaan informasi.

Kerangka Konseptual menggunakan asumsi kelangsungan usaha (going concern assumption) sebagai asumsi yang mendasari (underlying assumption). Laporan keuangan menggunakan asumsi awal bahwa entitas pelapor akan terus beroperasi untuk jangka waktu yang tidak terbatas. Jika asumsi awal tersebut tidak terpenuhi, entitas harus mengungkapkan fakta tidak terpenuhinya asumsi awal itu dan laporan keuangan harus disajikan dengan basis pengukuran yang berbeda.

Elemen laporan keuangan. Laporan keuangan menunjukkan dampak keuangan transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian lainnya dengan mengelompokkan transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian itu ke dalam klasifikasi-klasifikasi umum berdasarkan karakteristik ekonomi masing-masing transaksi dan kejadian. Klasifikasi-klasifikasi umum itu disebut elemen-elemen laporan keuangan.

Elemen-elemen laporan keuangan yang secara langsung terkait dengan posisi keuangan adalah aset, liabilitas, dan ekuitas. Elemen-elemen laporan keuangan yang secara langsung terkait dengan kinerja keuangan adalah penghasilan dan beban. Laporan arus kas merefleksikan baik elemen-elemen kinerja maupun perubahan elemen-elemen posisi keuangan tertentu.

Aset adalah sumber daya yang dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari kejadian yang sudah lampau yang dari sumber daya itu manfaat ekonomi akan mengalir kepada entitas di masa depan. Liabilitas adalah kewajiban entitas sekarang yang timbul dari kejadian yang sudah lampau yang penyelesaiannya akan mengakibatkan arus keluar sumber daya (manfaat ekonomi) dari entitas di masa depan. Ekuitas adalah kepentingan/klaim residual atas aset entitas setelah dikurangi seluruh liabilitasnya.

Penghasilan adalah bertambahnya manfaat ekonomi selama periode akuntansi berupa arus masuk atau peningkatan potensi jasa aset atau berkurangnya liabilitas yang mengakibatkan bertambahnya ekuitas, selain yang terkait dengan kontribusi dari pemilik. Beban adalah berkurangnya manfaat ekonomi selama periode akuntansi berupa arus keluar atau penurunan potensi jasa aset atau timbulnya liabilitas yang mengakibatkan berkurangnya ekuitas, selain yang terkait dengan distribusi kepada pemilik.

Definisi penghasilan mencakup pendapatan (revenue) dan keuntungan (gains). Pendapatan timbul dari aktivitas rutin entitas. Penjualan, pendapatan jasa, bunga, dividen, royalti, dan sewa adalah contoh-contoh pendapatan bagi entitas sesuai dengan bisnis yang dijalankannya. Keuntungan merepresentasikan item-item lainnya yang memenuhi definisi penghasilan dan berasal dari aktivitas non-rutin, meskipun bisa saja dari aktivitas rutin entitas. Keuntungan merepresentasikan bertambahnya manfaat ekonomi, sehingga pada hakikatnya sama dengan pendapatan. IFRS tidak memandang pendapatan dan keuntungan masing-masing sebagai elemen terpisah.

Definisi beban juga mencakup kerugian (losses). Beban pokok penjualan, upah, dan depresiasi adalah contoh-contoh beban yang timbul dari aktivitas rutin. Beban terjadi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya potensi jasa aset seperti kas dan setara kas, persediaan, dan aset tetap. Kerugian merepresentasikan item-item lainnya yang memenuhi definisi beban dan berasal dari aktivitas non-rutin, meskipun bisa saja dari aktivitas rutin entitas. Kerugian merepresentasikan berkurangnya manfaat ekonomi, sehingga pada hakikatnya sama denganbeban. IFRS tidak memandang beban dan kerugian masing-masing sebagai elemen terpisah.

Kriteria pengakuan. Pengakuan adalah proses dimasukkannya suatu item dalam laporan keuangan. Untuk dapat diakui, item itu harus memenuhi definisi salah satu elemen laporan keuangan serta memenuhi kriteria pengakuan berikut:

  • Manfaat ekonomi masa depan yang terkait dengan item itu hampir dapat dipastikan akan mengalir kepada atau dari entitas.
  • Biaya atau nilai item itu bisa diukur dengan andal.

Berdasarkan kriteria pengakuan secara umum tersebut:

  • Aset diakui dalam laporan posisi keuangan ketika manfaat ekonomi terkait aset akan mengalir kepada entitas di masa depan dan biaya atau nilai aset bisa diukur dengan andal.
  • Liabilitas diakui dalam laporan posisi keuangan ketika timbul kewajiban sekarang yang penyelesaiannya di masa depan akan mengakibatkan arus keluar sumber daya (manfaat ekonomi) dan jumlah penyelesaiannya bisa diukur dengan andal.
  • Penghasilan diakui dalam laporan laba-rugi dan penghasilan komprehensif lain ketika manfaat ekonomi bertambah yang terkait dengan bertambahnya aset atau berkurangnya liabilitas. Besarnya penambahan manfaat ekonomi itu dapat diukur dengan andal. Dengan kata lain, pengakuan penghasilan terjadi secara simultan dengan pengakuan bertambahnya aset atau berkurangnya liabilitas.
  • Beban diakui dalam laporan laba-rugi dan penghasilan komprehensif lain ketika manfaat ekonomi berkurang yang terkait dengan berkurangnya aset atau bertambahnya liabilitas. Besarnya pengurangan manfaat ekonomi itu dapat diukur dengan andal. Dengan kata lain, pengakuan beban terjadi secara simultan dengan pengakuan bertambahnya liabilitas atau berkurangnya aset.

Basis pengukuran. Pengukuran berarti menentukan jumlah rupiah elemen laporan keuangan yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Kerangka Konseptual menyatakan bahwa berbagai basis pengukuran digunakan saat ini yang di antaranya adalah:

  • Biaya historis (historical cost)
  • Biaya kini (current cost)
  • Nilai realisasi bersih (net realisable value)
  • Nilai sekarang (present value)

Biaya historis adalah basis pengukuran yang paling lazim digunakan saat ini, tetapi tetap dikombinasikan dengan basis pengukuran lainnya. Kerangka Konseptual tidak mencakup konsep-konsep atau prinsip-prinsip untuk memilih basis pengukuran yang harus digunakan untuk elemen laporan keuangan tertentu atau dalam situasi tertentu. Panduan pengukuran dicakup dalam standar dan interpretasi.

Read more ...

Download handout management information systems

Download handout management information systems

Khusus untuk mahasiswa mata kuliah Sistem Informasi Manajemen.

Read more ...

Kombinasi bisnis dan pelaporan kelompok usaha

Download Slide (PDF)Dari segi akuntansi, kombinasi bisnis adalah suatu transaksi atau peristiwa lain di mana pihak pengakuisisi memperoleh kendali atas satu atau lebih bisnis. True mergers atau mergers of equals juga termasuk kombinasi bisnis. Di Indonesia, kombinasi bisnis diatur dalam PSAK 22 Kombinasi Bisnis.

Read more ...

Sistem pelaporan keuangan berbasis XBRL

Belajar XBRL, mengkaji detail aspek terkait XBRL memang menjadi salah satu agenda saya tahun ini. Detail aspek yang saya maksud juga mencakup state-of-the-art XBRL di Indonesia, Semoga saja di masa mendatang, saya bisa terlibat dalam pengembangan dan implementasi XBRL di Indonesia…Smile


Apakah XBRL?

XBRL adalah kependekan dari eXtensible Business Reporting Language. XBRL merupakan bahasa baku pelaporan bisnis berbasis XML yang dikembangkan untuk memfasilitasi komunikasi data bisnis dan data keuangan secara elektronis. XML sendiri, singkatan dari eXtensible Markup Language, adalah bahasa penanda (markup language) yang telah menjadi standar universal penyajian informasi terstruktur. XBRL bisa dikatakan versi XML yang khusus dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan dan bisnis.

Phillips, Bahmanziari, dan Colvard (2008) dengan bersemangat menulis:

XBRL (eXtensible Business Reporting Language) is reinventing how we transmit and use data in business.

XBRL menjadi cara baru perusahaan dan organisasi lainnya dalam mentransmisi dan menggunakan data bisnis. Sekadar menyebut satu contoh, perusahaan-perusahaan terbuka di Amerika Serikat telah mengirimkan laporan-laporannya kepada otoritas bursa di sana (SEC) dalam format XBRL.

Phillips, Bahmanziari, dan Colvard menambahkan, usaha menengah dan kecil serta profesi akuntansi tidak bisa menghindar dari tren XBRL. Meskipun tidak gencar terdengar, otoritas perbankan, bursa efek, dan otoritas pasar modal di Indonesia saat ini tengah mengarah kepada implementasi XBRL.

XBRL International (XII) adalah organisasi konsorsium yang bersifat nirlaba, mencakup lebih dari 600 perusahaan dan badan lainnya. XII inilah yang mengembangkan XBRL serta mendorong adopsi XBRL secara global. Meskipun demikian, XBRL merupakan open standard technology. Setiap perusahaan atau penyedia perangkat lunak bisa menggunakan XBRL secara gratis.

Wada (2013) menjelaskan, pada awalnya XBRL memang dikembangkan sebagai teknologi untuk pelaporan keuangan atau pelaporan bisnis. Akan tetapi, penerapan XBRL terus diperluas sehingga mencakup juga informasi non-keuangan yang bersifat kualitatif. Contoh penerapan XBRL untuk pelaporan non-keuangan adalah penggunaan XBRL dalam penyampaian laporan tanggung jawab sosial perusahaan, inisiatif IIRC (International Integrated Reporting Council), dan GRI (Global Reporting Initiative) di wilayah Asia.

Wujud konkretnya, XBRL itu seperti apa?

Salah satu artikel dari XII (diakses tanggal 2 Januari 2014) memberikan contoh script XBRL. XBRL terdiri dari tag-tag pengidentifikasi (identifying tags). Tag-tag pengidentifikasi itu diterapkan terhadap item-item data tertentu, sehingga dapat diproses secara efisien oleh perangkat lunak komputer. Contoh item data dimaksud adalah beban penyusutan atau laba bersih.

Tag pengidentifikasi juga bisa menyajikan informasi yang lebih kompleks, misalnya angka dalam satuan moneter, angka persentase, dan angka pecahan. Lebih lanjut, XBRL juga memungkinkan pemberian label/nama suatu item data dalam bahasa apa pun, penggunaan kerangka acuan akuntansi yang berbeda-beda, serta penyediaan informasi lain terkait perusahaan anak.

Contoh tag XBRL

Kita sebagai manusia akan mendapati tag-tag di atas terbaca sebagai berikut:
CURRENT ASSETS  
Assets Held for Sale 100,000
Construction in Progress, Current 100,000
Inventories 100,000
Other Financial Assets, Current 100,000
Hedging Instruments, Current (Asset) 100,000
Current Tax Receivables 100,000
Trade and Other Receivables, Net, Current 100,000
Prepayments, Current 100,000
Cash and Cash Equivalents 100,000
Other Assets, Current 100,000
Current Assets Total 1,000,000

XBRL mampu menunjukkan keterkaitan item-item data satu sama lain. Dengan demikian, XBRL mampu menunjukkan bagaimana penghitungan yang mendasari suatu item data. XBRL juga mampu mengelompokkan item-item data menurut organisasi atau menurut tujuan pelaporan tertentu. Dan yang terpenting, XBRL dapat dengan mudah diperluas (extensible), sehingga perusahaan dan organisasi lainnya bisa mengadaptasi XBRL untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus.

Informasi dikonversi menjadi XBRL melalui proses pemetaan atau dibuat dalam format XBRL dengan perangkat lunak. Selanjutnya, informasi itu dapat ditelusuri, dipertukarkan, dan dianalisis dengan bantuan komputer atau dipublikasikan secara rutin.

XBRL menggunakan semacam kamus (dictionaries) yang berisi elemen-elemen XBRL dan dikenal dengan Taksonomi XBRL (XBRL Taxonomies). Taksonomi XBRL merupakan skema pengelompokan yang menetapkan tag-tag tertentu untuk masing-masing item data. Sebagai contoh, dalam laporan keuangan berbasis IFRS tag XBRL OtherReserves merepresentasikan pos Other Reserves.

Masing-masing negara memiliki aturan akuntansi yang berbeda-beda. Akibatnya, masing-masing negara akan memerlukan taksonomi pelaporan keuangan sendiri-sendiri. Berbagai organisasi, termasuk regulator, asosiasi industri, atau perusahaan induk, bisa juga memerlukan taksonomi XBRL khusus untuk memenuhi kebutuhan pelaporan bisnis mereka sendiri. Taksonomi khusus juga telah dirancang untuk memfasilitasi penggabungan data serta pelaporan internal di dalam organisasi. Taksonomi khusus dimaksud adalah GL Taxonomy.

Phillips, Bahmanziari, dan Colvard (2008) menegaskan bahwa untuk membuat dokumen XBRL, kita tidak perlu belajar XML. Perangkat lunaklah yang melakukan proses pembubuhan tag dan mengirimkan dokumen XBRL antar-pihak yang terkait dalam sistem pelaporan berbasis XBRL.

Bagaimanakah cara kerja XBRL?

KPMG (2013) menjelaskan, sistem pelaporan XBRL melibatkan dua pihak utama, yaitu pengirim dan penerima informasi.

Otoritas pengawas atau regulator seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), atau Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah lembaga-lembaga di Indonesia yang bisa berperan sebagai penerima informasi. Pengirim informasi adalah perusahaan atau organisasi lainnya yang diwajibkan untuk menyampaikan laporan kepada otoritas pengawas atau regulator. Contoh pihak pengirim informasi adalah emiten bursa dan bank-bank yang berada di bawah regulasi BI.

Dalam implementasinya, peran pihak penerima informasi adalah menetapkan informasi standar dalam bentuk taksonomi XBRL. Pihak penerima informasi juga memroses informasi dalam format XBRL yang diterimanya. Di sisi lain, pihak pengirim informasi berperan menyampaikan data laporan dalam bentuk dokumen XBRL (XBRL instance document) berdasarkan taksonomi yang telah ditetapkan.

Gambar berikut dikutip dari KPMG (2013).

Cara kerja XBRL

Dalam pembuatan dokumen XBRL, perangkat lunak membubuhkan tag-tag XBRL ke item-item data perusahaan berdasarkan taksonomi yang telah ditetapkan.

Taksonomi standar (standard taxonomy) mendefinisikan konsep data yang dilaporkan serta mendefinisikan terminologi yang digunakan dalam laporan. Dibandingkan dengan laporan yang dibuat dengan kertas, taksonomi standar identik dengan formulir kosong yang akan diisi dengan data. Taksonomi standar juga mendefinisikan atribut-atribut konsep data melalui berbagai komponen (linkbases).

Taksonomi perluasan (extension taxonomy) hampir sama dengan taksonomi standar, mencakup konsep-konsep laporan yang diperluas sesuai dengan informasi spesifik yang dilaporkan oleh perusahaan tertentu. Regulator bisa juga menggunakan taksonomi perluasan, jika regulator itu membutuhkan informasi tambahan lebih rinci yang belum tercakup dalam taksonomi umum yang tersedia.

Data perusahaan adalah isi atau kandungan informasi yang akan dilaporkan dalam format XBRL.

Proses pembubuhan tag (tagging process) adalah pemetaan data dengan mengidentifikasi dan mencocokkan data perusahaan dengan konsep-konsep dalam taksonomi untuk menghasilkan doKumen XBRL.

Dokumen adalah data laporan yang telah diubah menjadi format XBRL. Selain berisi data, dokumen XBRL juga memuat informasi mengenai identitas entitas pelapor, periode laporan, satuan pengukuran, serta tingkat presisi yang digunakan. Penyusun laporan tidak perlu menetapkan format laporan, karena taksonomi telah menetapkan format laporan. Dibandingkan dengan laporan yang dibuat dengan kertas, dokumen XBRL identik dengan data yang telah diisikan ke dalam formulir.

Konversi laporan menjadi format XBRL

Secara lebih spesifik, KPMG (2013) mengidentifikasi tiga jensi perangkat lunak yang digunakan dalam proses pelaporan berbasis XBRL:

  • Aplikasi pemetaan XBRL, berfungsi melaksanakan proses pembubuhan tag dalam pembuatan dokumen XBRL.
  • Alat validasi XBRL, berfungsi menerima dan memvalidasi dokumen XBRL yang dikirimkan oleh pihak pengirim.
  • Aplikasi business intelligence, berfungsi melaksanakan analisis data dan menghasilkan laporan.

Wujud konkretnya, seperti apakah taksonomi dan dokumen XBRL?

Untuk mendapatkan gambaran dunia nyata penerapan XBRL, Hoffman dan Watson (2010) menunjukkan salah satu perangkat lunak berbasis Web yang bisa digunakan untuk melihat taksonomi XBRL, yaitu Yeti Explorer (http://bigfoot.corefiling.com/yeti/resources/yeti-gwt/Yeti.jsp), yang disediakan oleh CoreFiling.

Yeti Explorer

Gambar di atas menyajikan kotak dialog Open Taxonomy, yang berisi daftar taksonomi publik yang ada dalam pustaka taksonomi CoreFiling. Sebagai contoh, kita akan melihat taksonomi IFRS (2013). Dari kotak dialog Open Taxonomy, klik IFRS (2013), klik Full, dan selanjutnya klik tombol Open.

Yeti Explorer akan menampilkan taksonomi XBRL untuk IFRS (2013) dalam satu halaman Web yang terdiri dari tiga bagian. Bagian kiri berisi daftar elemen-elemen laporan keuangan berbasis IFRS. Untuk melihat salah satu elemen, kita hanya perlu mengklik tanda plus (+) yang terletak di depan labelnya. Sebagai contoh, laporan posisi keuangan (neraca) dibagi menjadi dua klasifikasi: lancar/tidak lancar dan urutan likuiditas.

Bagian kanan terdiri dari tiga tab (Details, Relationships, dan Tree Locations) untuk masing-masing elemen. Gambar berikut menyajikan atribut rinci dari aset Cash and cash equivalents.

IFRS taxonomy

Bagian bawah adalah alat pencarian label, elemen, atau atribut tertentu. Sebagai contoh, ketika kita memasukkan kata instruments dan mengklik tombol Search, Yeti Explorer menampilkan hasil pencarian dengan rincian berupa Local name, Element label, dan Matched value.

Setelah kita melihat taksonomi, di manakah dokumen XBRL? Kita bisa menemukan laporan keuangan berformat XBRL dari halaman EDGAR | Company Filings di situs resmi SEC. Sebagai contoh, kita mencoba menulis microsoft, lalu mengklik tombol Search.

Edgar Search Form

Kita menemukan dua hasil pencarian. Pilih MICROSOFT CORP dengan mengklik CIK#: 0000789019. Halaman hasil pencarian untuk MICROSOFT CORP berisi daftar laporan yang dikirimkan oleh perusahaan tersebut kepada SEC. Gulung halaman ke bawah hingga menemukan dokumen dengan data interaktif. Klik pada tombol berlabel Interactive Data paling atas yang tampak sebagai berikut.

Interactive Data

Kita akan menemukan menu navigasi dokumen XBRL yang ditampilkan oleh browser sebagai berikut.

Dokumen XBRL Microsoft

Selain itu, kita juga bisa mengunduh laporan keuangan Microsoft Corp. dalam format Excel untuk dianalisis lebih lanjut.

Bagaimanakah XBRL di Indonesia?

Data keanggotaan XII (diakses tanggal 19 Januari 2014) memuat Bank Indonesia (BI) sebagai anggota langsung (direct member) XII. XII memang menawarkan dua opsi keanggotaan: Direct Membership dan Jurisdictions Membership. Bank Indonesia sejauh ini bisa dikatakan menjadi satu-satunya lembaga dari Indonesia yang berpartisipasi dalam pengembangan standar global pelaporan bisnis secara elektronis yang dipelopori XII.

BI (2013) menyatakan, XBRL pada awalnya diterapkan dalam penyampaian Laporan Bulanan Bank Umum Syariah (LBUS), Implementasi XBRL di BI dikatakan sebagai bagian dari penyiapan infrastruktur dalam rangka pengalihan fungsi regulasi dan pengawasan bank syariah dari BI ke OJK.

Wada (2013) dalam paparannya mengenai XBRL di Asia dan Oceania menyinggung implementasi XBRL di Indonesia. Wada (2013) menyatakan bahwa proyek XBRL Bank Indonesia dilatarbelakangi oleh timbulnya tuntutan informasi baru bagi perbankan syariah dalam rangka mengakomodasi standar akuntansi keuangan syariah, mematuhi ketentuan regulasi, mengakomodasi munculnya produk-produk baru perbankan syariah, serta memenuhi kebutuhan statistik moneter dan statistik sistem pembayaran.

Wada (2013) juga menjelaskan bahwa proyek XBRL BI dimaksudkan untuk mempersiapkan transisi pengawasan keuangan dari BI ke OJK pada tahun 2014. Proyek XBRL BI merupakan bagian dari upaya pengembangan sistem pelaporan keuangan yang akan mengakomodasi kebutuhan informasi BI dan OJK, misalnya yang berupa Laporan Stabilitas Moneter dan Sistem Keuangan (LSMK).


Jika Anda berminat untuk mempelajari XBRL lebih lanjut, silakan kunjungi Educational Webinars di situs web resmi XII. Sering-sering juga berkunjung ke halaman di blog ini, karena barang satu paragraf atau lebih, setiap hari, saya pasti melakukan pembaharuan dan melengkapi kandungan informasinyaOpen-mouthed smile
Read more ...

Bagaimana sistem penganggaran yang ideal?

Sistem anggaran idealSebenarnya, ini pembahasan level dewa. Yang akan merasa “tercerahkan” oleh pembahasan ini di antaranya adalah mahasiswa ekonomi tingkat akhir, mahasiswa S2, atau mungkin juga birokrat yang kerjanya sehari-hari berkutat dengan anggaran. Disarikan dari Hansen & Mowen (2009), berikut adalah beberapa karakteristik sistem anggaran yang ideal. Hansen & Mowen (2009) mengkompilasi item-item pembahasannya dari beragam riset di bidang aikuntansi manajemen dan keperilakuan…

Read more ...

“Table” dalam Excel bukan sekadar tabel

Kita sebenarnya bisa saja menyebut setiap blok cell-cell pada suatu spreadsheet sebagai tabel. Akan tetapi, istilah table memiliki arti khusus dalam Excel. Table di dalam Excel adalah satu blok data yang disusun sedemikian rupa sehingga tiap-tiap baris (row) berisi data mengenai suatu item (misalnya: seseorang di dalam buku alamat, satu transaksi penjualan di dalam jurnal penjualan, atau satu produk di dalam katalog produk), dan tiap-tiap kolom (column) berisi hal atau informasi spesifik mengenai item itu (misalnya: kode pos dari satu kontak, tanggal transaksi penjualan, atau nomor katalog dari satu jenis produk).
Read more ...

Mengapa table dalam Excel diberi nama?

Setelah kita menetapkan satu range sebagai table, Excel memberi nama table default (Table1, Table2, dan seterusnya). Excel menampilkan nama table dalam grup Properties pada tab Table Tools Design. Untuk memudahkan referensi, nama table default itu sebaiknya diganti dengan yang lebih deskriptif. Sebagai contoh, table yang berisi daftar hasil penjualan buku diberi nama Penjualan.

Memberi nama table dalam Excel

Perhatikan contoh formula berikut.

=SUM(Nilai[Matematika])

Pada formula tersebut, Nilai adalah nama table. Dari syntax-nya saja kita bisa mengetahui formula itu menjumlahkan kolom Matematika dari table Nilai.

Memberi nama table yang memiliki makna sangat membantu jika kita memiliki banyak table pada satu worksheet dengan formula-formula mengacu ke table-table itu.

Seri Akuntansi UKM

Read more ...

Download PSAK & ISAK (exposure draft)

Download PSAK & ISAK (exposure draft)

Berikut saya share exposure draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) hasil adopsi International Financial Reporting Standards (IFRS). Meskipun naskah ini berlabel exposure draft, tidak terdapat perbedaan signifikan dengan naskah finalnya, sehingga bisa digunakan untuk kepentingan akademik/pembelajaran. Untuk kepentingan praktis, saya tetap menyarankan untuk merujuk kepada naskah final PSAK/ISAK…

Read more ...

IFRS/SAK – akuntansi untuk ekuitas

Handout/slide ini (PDF) adalah materi ajar akuntansi keuangan menengah berbasis IFRS/SAK untuk topik instrumen keuangan, khususnya instrumen ekuitas yang diterbitkan sendiri oleh perusahaan serta penyajiannya dalam laporan keuangan; mengulas pokok-pokok badan hukum perseroan, perlakuan akuntansi atas penempatan saham, pembelian kembali saham, penjualan kembali saham treasuri, penghentian saham treasuri, dividen, dan penyajian ekuitas dalam laporan posisi keuangan.

Read more ...

IFRS/SAK–akuntansi untuk aset keuangan (investasi)

Handout/slide (PDF) ini adalah materi ajar akuntansi keuangan menengah berbasis IFRS/SAK untuk topik instrumen/aset keungan (investasi dalam saham dan obligasi), yang merupakan penerapan IFRS/SAK untuk instrumen keuangan ditinjau dari perspektif entitas pemegang instrumen keuangan.

Read more ...