08 October 2011

Mengapa harus mengadopsi IFRS? (Part 2)

Artikel sebelumnya memaparkan argumen dan persuasi Hans Hoogervorst yang berupaya untuk meyakinkan Securities and Exchange Commission (SEC) untuk mendukung dan memasukkan International Financial Reporting Standards (IFRS) ke dalam sistem pelaporan keuangan Amerika Serikat. Untuk maksud yang sama dengan paparan sebelumnya—menyelami suasana pengambilan keputusan di Amerika Serikat terkait pengadopsian IFRS, berikut adalah kutipan-kutipan argumen Harvey Goldschmid, mantan komisaris SEC yang kini menjadi wali (trustee) di IFRS Foundation.

Bagi Harvey Goldschmid, dimasukkannya IFRS di Amerika Serikat merupakan “keniscayaan nasional.” Menurutnya, saat ini adalah momen yang sangat penting. Masa depan pelaporan keuangan—serta proteksi investor dan efektivitas pasar keuangan dalam skala global—akan ditentukan dalam beberapa bulan ke depan. Sebagaimana diberitakan, SEC diperkirakan akan mengumumkan keputusan tekait dimasukkannya IFRS ke dalam sistem pelaporan keuangan Amerika Serikat pada akhir tahun 2011 ini.

Harvey Goldschmid menegaskan, kegagalan untuk beralih ke IFRS merupakan “kesalahan tragis” bagi Amerika Serikat.

Dalam argumennya, Harvey Goldschmid memaparkan dua skenario…

Skenario pertama, koalisi negara-negara yang saat ini mendukung IFRS akan terpecah. Bukan hanya ada dua set standar akuntansi, IFRS dan US GAAP, tetapi akan ada beberapa GAAP pada skala regional, atau bahkan akan terjadi lagi fragmentasi seperti halnya situasi sebelum tahun 2000, ketika terdapat banyak sekali sistem pelaporan keuangan pada skala nasional dan regional.

Menurut Harvey Goldschmid, kos fragmentasi itu akan sangat mahal, terutama terkait lemahnya transparansi dan daya banding, tingginya biaya akuntansi, dan inefisiensi pelaporan keuangan.

Skenario kedua, negara-negara pendukung IFRS akan tetap bersatu dan Amerika Serikat akan dikucilkan. Keanggotaan Amerika Serikat di dewan atau wali IFRS Foundation akan berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali. SEC akan dihapus dari Dewan Pemantau IASB. Amerika Serikat tidak lagi berperan besar dan konstruktif dalam pengembangan dan pengawasan IFRS seperti saat ini.

Bagi Harvey Goldschmid, tanpa partisipasi aktif Amerika Serikat, kualitas standar akuntansi internasional secara keseluruhan akan memburuk. Dia mengingatkan, tidak ada negara lain yang lebih peduli terhadap perlindungan investor dan transparansi selain Amerika Serikat.

Harvey Goldschmid menambahkan, Amerika Serikat juga tidak mungkin mengisolasi diri dari sistem global untuk selamanya. Pada tahun 2020 atau 2030, kemungkinan Amerika Serikat terpaksa harus mengadopsi standar akuntansi internasional setelah kualitas IFRS mengalami penurunan tanpa keterlibatan Amerika Serikat sebelumnya. Peran Amerika Serikat dalam perumusan dan tata kelola IFRS juga tidak lagi akan sebesar saat ini.

Sebagai mantan pejabat Amerika Serikat, Harvey Goldschmid menyiratkan keyakinannya yang sangat tinggi akan kebesaran Amerika Serikat. Argumennya seakan-seakan ingin mengatakan, kerugian besar bagi IASB dan projek standar akuntansi internasional, jika Amerika Serikat tidak mendukung IFRS. Keputusan Amerika, menurutnya, akan menentukan nasib akuntansi di masa mendatang, Smile

No comments:

Post a Comment