04 December 2009

Akuntansi lindung arus kas – ilustrasi untuk instrumen opsi (option)

Option, diterjemahkan opsi, adalah kontrak antara penjual (penerbit opsi) dengan pembeli (pemegang opsi); dalam kontrak itu pemegang opsi berhak, tetapi tidak wajib, untuk membeli atau menjual asset tertentu dengan harga tertentu yang disepakati sepanjang masa berlaku sampai dengan tanggal berakhirnya kontrak opsi.[i] Sebagai imbalan atas diberikannya opsi, penerbit opsi menerima pembayaran dari pemegang opsi, yang merupakan harga atau premi dari hak yang diperoleh pemegang opsi.

Terdapat dua jenis opsi. Opsi beli, lebih dikenal sebagai call options, memberikan hak kepada pemegang opsi untuk membeli asset tertentu dengan harga yang disepakati. Opsi jual, atau yang lebih dikenal dengan put options, memberikan hak kepada pemegang opsi untuk menjual asset tertentu dengan harga yang disepakati.

Asset yang diperjualbelikan melalui kontrak opsi bisa berupa asset tidak bergerak (property), sekuritas/efek (saham atau obligasi), atau instrumen derivatif lainnya (misalnya, kontrak berjangka).

Perusahaan biasanya membeli opsi dalam rangka manajemen risiko, terutama risiko harga. Sebagai contoh, perusahaan membeli opsi untuk membeli bahan bakar dengan harga tertentu. Harga opsinya sendiri Rp5.000.000. Dengan opsi itu, perusahaan berhak untuk membeli 100.000 liter bahan bakar dengan harga Rp5.000 per liter.

Jika pada saat akan membeli bahan bakar harga pasar bahan bakar Rp5.500 per liter, perusahaan akan melaksanakan opsi belinya sehingga dapat memperoleh bahan bakar dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar. Total kos untuk memperoleh bahan bakar melalui opsi beli itu adalah Rp505.000.000 [Rp5.000.000 + (100.000 × Rp5.000)].

Sebaliknya, jika harga pasar bahan bakar Rp4.500 per liter, perusahaan akan membiarkan opsi itu hangus (expired) karena harga pasar lebih rendah. Dengan tidak melaksanakan opsi, total kos yang harus ditanggung perusahaan adalah Rp455.000.000 [Rp5.000.000 + (100.000 × Rp4.500)]. Ingat, terlepas dari dilaksanakan atau tidaknya suatu opsi, perusahaan tetap harus membeli harga (premi) dari opsi itu sendiri.

Perlakuan akuntansi untuk lindung arus kas dengan menggunakan opsi

Secara akuntansi, kontrak opsi bahan bakar merupakan lindung arus kas (cash flow hedge) karena kontrak itu dimaksudkan untuk melindungi perusahaan dari perubahan harga terkait transaksi pembelian bahan bakar yang diperkirakan akan dilakukan di masa mendatang.

Karena pembelian bahan bakar akan terjadi di masa mendatang sementara perusahaan membeli kontrak opsi saat ini, maka harga kontrak opsi mula-mula harus dicatat sebagai asset. Sebagai ilustrasi, perusahaan menandatangani kontrak opsi tanggal 15 Januari 2009 seharga Rp5.000.000 untuk 100.000 liter bahan bakar. Harga per liter bahan bakar yang ditetapkan dalam kontrak itu Rp5.000 dan akan berakhir tanggal 31 Mei 2009. Asumsikan, opsi yang dibeli perusahaan kali ini adalah opsi gaya Eropa yang hanya membolehkan pemegangnya untuk melaksanakan opsinya pada tanggal berakhirnya kontrak.

Transaksi pembelian opsi di atas akan tercermin dalam catatan pembukuan perusahaan sebagai berikut:

Akuntansi lindung arus kas – ilustrasi untuk instrumen opsi (option)

Perusahaan menyusun laporan kuartal I per 31 Maret 2009. Asumsikan, harga pasar bahan bakar per 31 Maret 2009 adalah Rp6.250. Seandainya perusahaan dapat melaksanakan opsinya saat ini, 31 Maret 2009, penghematannya adalah Rp1.250 per liter, atau total Rp125.000.000. Dengan kata lain, perusahaan akan menerima Rp125.000.000 jika opsi dilaksanakan saat ini dan diselesaikan secara netto.

Akan tetapi, kenyataannya pelaksanaan opsi baru akan terjadi tanggal 31 Mei 2009, dua bulan lagi. Untuk tujuan penyusunan laporan keuangan interim, nilai wajar opsi pada tanggal 31 Maret harus diestimasi dengan cara menghitung nilai sekarang penerimaan opsi. Jika suku bunga diskonto diasumsikan 6% per tahun, atau 0,5% per bulan, nilai sekarang dihitung sebagai berikut:

Rp125.000.000 ÷ (1 + 0,5%)2 = Rp123.759.000 (dibulatkan)

Akun opsi kontrak bahan bakar telah bersaldo debit Rp5.000.000, sehingga untuk melaporkan nilai wajarnya pada tanggal 31 Maret penyesuaian dilakukan dengan menambah (men-debit) Rp118.759.000.

Tujuan kontrak opsi dalam ilustrasi ini adalah untuk mengendalikan harga yang harus dibayar oleh perusahaan ketika membeli bahan bakar, sehingga kenaikan nilai wajar opsi harus dicatat sebagai laba dalam periode ketika bahan bakarnya digunakan. Dalam penyesuaian interim, keuntungan yang belum direalisasikan tersebut ditangguhkan pengakuannya (deferred) dengan memasukkannya sebagai salah satu unsur laba komprehensif. Laba komprehensif dilaporkan di neraca dalam kelompok ekuitas.

Dengan demikian, ayat jurnal penyesuaian per 31 Maret 2009 adalah sebagai berikut:

Akuntansi lindung arus kas – ilustrasi untuk instrumen opsi (option)

Jika pada tanggal 31 Mei 2009 harga bahan bakar Rp6.500 per liter dan opsi akan diselesaikan secara netto, maka penerbit opsi harus membayar Rp1.500 per galon, total Rp150.000.000 kepada perusahaan.

Pada saat perusahaan membeli bahan bakar dan menerima pembayaran dari penerbit opsi, ayat jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:

Akuntansi lindung arus kas – ilustrasi untuk instrumen opsi (option)

Perhatikan, keuntungan kontrak masih belum diakui pada saat ini, 31 Mei 2009, karena bahan bakarnya belum digunakan.

Ketika bahan bakar digunakan, keuntungan atas kontrak akan diakui sebagai pengurang kos barang terjual (harga pokok penjualan – cost of goods sold). Jika semua bahan bakar baru digunakan pada tanggal 15 Juni 2009, perusahaan akan membuat ayat jurnal berikut:

Akuntansi lindung arus kas – ilustrasi untuk instrumen opsi (option)

Baca juga, definisi, perlakuan akuntansi, dan ilustrasi mengenai lindung arus kas (cash flow hedges) untuk kasus pertukaran suku bunga (interest rate swap)

[i] Opsi yang dapat dilaksanakan di sepanjang masa berlaku sampai dengan akhir masa kontrak dikenal sebagai opsi gaya Amerika. Selain opsi gaya Amerika, dikenal juga opsi gaya Eropa yang hanya memberikan hak untuk melaksanakan opsi pada tanggal tertentu, yaitu tanggal berakhirnya kontrak, atau tanggal pelaksanaan opsi.

1 comment:

  1. Pak untuk jurnal OCI yang paling akhir mengapa bisa dijurnal 150.000.000, sedangkan jumlah OCI hanya 145.000.000 ?

    ReplyDelete