Mengapa menyusun laporan keuangan konsolidasi?

Undang-undang tentang perseroan terbatas mengharuskan perusahaan yang berbentuk badan hukum perseroan untuk menyusun laporan tahunan yang di dalamnya mencakup laporan keuangan. Dalam menjalankan bisnisnya, perseroan terbatas bisa melakukan merger dengan atau mengakisisi (membeli) bisnis lain. Bisnis lain yang dimerger atau diakuisisi itu mungkin berbadan hukum perseroan juga atau bentuk usaha lainnya.

Merger dan akuisisi dalam akuntansi termasuk ke dalam transaksi penggabungan usaha atau kombinasi bisnis (business combination) yang oleh international Accounting Standards Board (IASB) diatur dalam IFRS 3 Business Combinations. Dalam praktik, transaksi merger umumnya mengacu kepada peleburan asset dan liabilitas beberapa perusahaan. Badan hukum entitas-entitas yang tergabung dibubarkan, kecuali satu badan hukum sebagai pengakuisisi. Bisa juga badan hukum entitas-entitas yang tergabung semuanya dibubarkan, kemudian dibentuk badan hukum baru yang mengelola asset dan liabilitas yang digabungkan.

Sementara itu, akuisisi (acquisition) adalah penggabungan usaha yang ditempuh melalui pembelian instrumen ekuitas (saham) oleh suatu entitas pengakuisisi (acquirer). Entitas terakuisisi (acquiree) menerbitkan saham baru (right issue) yang kemudian dibeli oleh entitas pengakuisisi, atau entitias pengakuisisi bisa juga membeli saham secara langsung kepada pemilik lama entitas terakuisisi. Dengan terjadinya akuisisi, perusahaan pengakuisisi memperoleh kendali (control) atas kebijakan keuangan dan operasi entitas terakuisisi.

Akuisisi tidak mengakibatkan dibubarkannya badan hukum entitas-entitas yang tergabung. Semua entitas, baik pengakuisisi maupun terakuisisi, sama-sama diwajibkan menyusun laporan keuangan sebagaimana diatur dalam undang-undang perseroan terbatas. Penyusunan dan penyajian laporan keuangan itu sendiri dipandu oleh seperangkat prinsip akuntansi yang dikenal dengan istilah prinsip akuntansi berterima umum (generally accepted accounting principles).

Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statements yang diterbitkan oleh IASC pada bulan Juli 1989 dan diadopsi oleh IASB pada bulan April 2001, paragraf 35, menyatakan substansi mengungguli bentuk (substance over form) mengandung arti bahwa transaksi dan kejadian lainnya harus diperlakukan secara akuntansi dan disajikan dengan mengacu kepada substansi dan realitas ekonomi-nya, bukan semata-mata bentuknya secara legal.

Prinsip dasar substansi mengungguli bentuk inilah yang secara akuntansi menjustifikasi keharusan perusahaan berbentuk perseroan terbatas yang berafiliasi atau kelompok usaha (group) menyusun laporan keuangan konsolidasi sebagaimana diatur dalam IAS 27 Consolidated and Separate Financial Statements. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa laporan keuangan konsolidasi (consolidated financial statements) merupakan penggabungan atau penjumlahan saldo-saldo sejenis dari laporan keuangan entitas-entitas yang berafiliasi dalam kelompok usaha sehingga laporan keuangan konsolidasi yang dihasilkan diharapkan dapat menggambarkan realitas ekonomi afiliasi atau kelompok usaha sebagai sebuah entitas ekonomi (economic entity). Dalam praktiknya, proses konsolidasi tentu saja tidak sekadar menjumlahkan.

Dengan adanya laporan keuangan konsolidasi berarti, dalam waktu yang sama, entitas-entitas yang tergabung di dalam kelompok usaha menyajikan dua tingkatan pelaporan keuangan. Entitas-entitas yang berbadan hukum perseroan menyusun dan menyajikan laporan keuangan badan hukum sebagai entitas terpisah (separate financial statements), sementara di tingkat group, disajikan juga laporan keuangan konsolidasi yang menggambarkan substansi dan realitas ekonomi entitas-entitas sebagai suatu kesatuan ekonomi.

Dari segi pengguna, laporan keuangan konsolidasi terutama ditujukan bagi para pemegang saham entitas pengakuisisi. Dengan demikian, pemegang saham entitas pengakuisisi itu diharapkan dapat menilai posisi keuangan dan kinerja kelompok usaha secara keseluruhan. Meskipun demikian, mereka juga memiliki akses terhadap informasi yang lebih rinci di dalam laporan keuangan hadan-badan hukum perseroan secara terpisah.

4 comments:

  1. ada...saya sedang ingin tau tentang pengaruh merger&akuisisi perbankan terhadap kinerja keuangan...
    apakah bapak, memiliki data terkait tanggal,jumlah saham dan bank yang terkait akuisisi baik yang mengakuisisi maupun yang diakuisisi
    trima kasih

    ReplyDelete
  2. maaf, kalo dat final sy tdk punya. tapi di laporan tahunan bank pasti ada. kbtln skrg emiten di bei sdg publish laporan tahunan.

    di catatan laporan keuangan (notes) yg terkait struktur ekuitas/modal, pasti ada data akuisisi/merger.

    ReplyDelete
  3. Salam Kenal Pak Warsidi

    Website anda sangat berguna bagi saya, bagus bgt...

    saya mau tanya pak, penjelasan tentang Laporan Keuangan Konsolidasi Masalah Khusus

    Terima Kasih Sebelumnya

    Salam
    Benny
    Cilacap

    ReplyDelete
  4. Hallo Pak Warsidi. Perkenalkan nama saya Riyan. Saat ini saya sedang belajar akuntansi keuangan lanjutan 2. Kebetulan saya membuka website bapak dan menemukan ada beberapa bahan pelajaran yang bisa membantu saya memahami mengenai penggabungan usaha & laporan konsolidasi. Boleh kah saya memperoleh berapa file power point yang bapak upload di scribd.com? karena kalau saya mendownload dari scribd.com harus membayar terlebih dahulu. Beberapa judul file power point yang saya perlukan adalah:
    1. Illustratin 3.7A, Multi Year Consolidation: Non controling interests recognised at fair value.
    2. Consolidation goodwill and fair value adjustments, solutions to problem 3.2.
    3. Group reporting 3: consolidation under IAS 27 ( Tan & Lee Chapter 4)
    4. Intercompany transfer, Illustration 4.4

    Jika bapak berkenan, tolong dikirim ke email say ya pak: riyan.manurung@hotmail.com.

    Sebelumnya saya ucapkan terimakasih banyak ya pak.

    ReplyDelete