28 January 2011

Teori dasar dan sejarah perkembangan prinsip akuntansi

Update: Materi berikut sebagian besar diadaptasi dari textbook teori akuntansi dari Amerika Serikat. Sebagian besar konsep-konsepnya masih digunakan oleh IASB, yang pada dasarnya mengadopsi landasan-landasan normatif yang sama dengan FASB.


Metodologi Akuntansi

Apakah Teori Akuntansi itu? Teori Akuntansi didefinisikan sebagai satu set yang koheren dari prinsip-prinsip yang bersifat hipotetikal. Konseptual dan pragmatis yang Membentuk kerangka referensi umum untuk menjelaskan sifat-sifat Akuntansi.

Teori Akuntansi masih berada dalam tahap yang sangat primitif untuk dapat menghasilkan suatu teori tunggal yang bersifat umum. Dalam tahap ini yang telah dicapai adalah suatu set teori-teori ( model ) dan sub teori yang mungkin saling melengkapi atau mungkin juga saling bertentangan.

Teori Akuntansi sebenarnya banyak meminjam dari teori-teori lain seperti teori ekonomi, manajemen dan psikologi. Pengembangan teori Akuntansi tidak dimaksudkan untuk berhenti pada pengembangan prinsip-prinsip akuntansi, tetapi lebih jauh lagi untuk memahami pengaruh kekuatan-kekuatan politik, ekonomi dan hukum pada Akuntansi.

Pendekatan dalam Teori Akuntansi:

Pendekatan Pajak. Dalam pendekatan ini, perlakuan Akuntansi yang dianut tergantung pada perlakuan akuntansi yang dianut oleh pajak. Pendekatan ini banyak disukai oleh pendatang baru dalam dunia bisnis yang lebih menekankan kepada kewajiban melaporkan SPT.

Pendekatan Hukum. Dalam pendekatan ini, perlakuan Akuntansi yang dianut tergantung pada peraturan-peraturan hukum ( undang-undang dan peraturan pelaksanaannya ). Misalnya: suatu penjualan diakui jika haknya secara hukum sudah berpindah kepada pembeli.

Pendekatan Etika. Penekanan adalah pada konsep keadilan, kebenaran dan keseimbangan. Pada saat penyusunan kerangka konseptual, FASB sudah mendasarkan diri pada pendekatan ini. Contohnya adalah karakteristik kualitatif laporan Keuangan yang netral dan disajikan secara jujur.

Pendekatan Ekonomi, terbagi atas:

  • Ekonomi makro, berusaha untuk menjelaskan efek dari alternatif prosedur pelaporan terhadap pengukuran ekonomi dan aktivitas ekonomi di tingkat yang lebih luas dari perusahaan, misalnya di tingkat industri atau di tingkat nasional.
  • Ekonomi mikro, berusaha untuk menjelaskan efek dari alternatif prosedur pelaporan terhadap pengukuran ekonomi dan aktivitas ekonomi di tingkat perusahaan.
  • Corporate Social Accounting, adalah suatu pendekatan yang menekankan kepada tanggung jawab sosial dari Akuntansi, misalnya dengan menyajikan biaya yang menyangkut polusi lingkungan, pengangguran, kondisi kerja yang tidak sehat dan masalah sosial lainnya.

Pendekatan perilaku. Pendekatan ini didasarkan atas pandangan psikologi dan sosiologi. Fokus pendekatan ini adalah relevansi dari informasi yang dikomunikasikan bagi pengambil keputusan dan perilaku yang akan timbul sebagai akibat dari penyajian informasi Akuntansi tersebut.

Pendekatan Struktural. Pendekatan ini menekankan pada struktur dari sistem akuntansi itu sendiri. Karena penekanan Akuntansi adalah proses pencatatan, pengklasifikasian dan pengikhtisaran, maka Akuntansi dapat disamakan dengan statistik. Output yang dihasilkan menjadi suatu data yang tidak memiliki real word interpretation, contohnya laba operasi adalah selisih dari pendapatan setelah dikurangi beban.

Klasifikasi Teori Akuntansi

Teori sebagai Bahasa

  • Pragmatik: efek apa yang ditimbulkan kata-kata pada pendengarnya ? Contoh dalam Akuntansi: apa pengaruh kenaikan laba bersih pada investor?
  • Semantik: Apa arti yang dimiliki kata-kata itu? Contoh dalam Akuntansi Persediaan mempunyai arti semantik, yaitu benda berwujud yang diperjual-belikan untuk menghasilkan pendapatan. Laba bersih tidak mempunyai arti semantik, karena hanya merupakan hasil selisih pendapatan dan beban tanpa berhubungan dengan tersedianya kas. Laba bersih dapat berubah hanya dengan mengubah metode akuntansi yang digunakan.
  • Sintaktik: apakah kata-kata itu logis? Contoh: Laba bersih adalah pendapatan dikurangi beban. Secara matematika pernyataan itu benar, walaupun tidak mempunyai arti dalam dunia nyata.

Teori sebagai dasar Pemikiran

  • Deduktif: dari suatu pernyataan umum diambil kesimpulan khusus. Kesimpulan yang diambil secara deduktif membutuhkan penelitian lapangan untuk dapat membuktikan benar tidaknya kesimpulan khusus tersebut, sehingga dapat dilakukan penyempurnaan. Contoh: Semua aset yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun harus dikelompokan sebagai aset tak lancar. Dalam praktik ternyata peralatan kecil seperti obeng, palu, dll. dikelompokkan sebagai aset lancar walaupun masa manfaatnya lebih dari satu tahun. Alasannya adalah karena nilainya dianggap tidak material. Maka kesimpulan khusus harus diubah menjadi: Semua aset yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun dan nilainya material harus dikelompkkan sebagai aset tak lancar.
  • Induktif: dari suatu hal khusus (di lapangan) diambil kesimpulan umum. Kesimpulan induktif harus pula diuji secara deduktif sehingga kesimpulan menjadi lebih mendekati kebenaran. Dengan demikian deduktif dan induktif sebenarnya bersifat saling melengkapi. Contoh: dari penelitian di lapangan atas saham beberapa perusahaan yang sudah go public ternyata harga saham akan meningkat setelah perusahaan mengumumkan pembagian deviden. Maka kesimpulan umum yang dapat diambil adalah: Harga saham akan naik setelah dilakukan pengumuman pembagian deviden. Berdasarkan kesimpulan ini (postulate) dilakukan penelitian kembali dengan mengambil sampel yang berbeda. Ternyata dengan sampel yang baru ini, pengumuman deviden dapat menyebabkan kenaikan harga saham, tetapi dapat pula menyebabkan penurunan harga saham. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa ternyata jika perusahaan yang membagi deviden tersebut berada pada tahap menurun (decining), maka pembagian deviden itu menjadi tanda bagi investor/pemegang saham bahwa perusahaan benar-benar sedang menurun dan tak lagi mempunyai kesempatan untuk berinvestasi. Dengan demikian kesimpulan dapat disempurnakan menjadi: Bagi Perusahaan yang tidak berada dalam tahap menurun, pengumuman deviden cenderung menyebabkan kenaikan harga saham.

Teori sebagai Naskah (script)

  • Teori positif: adalah teori yang menjelaskan apa yang terjadi secara apa adanya. Contoh: Perusahaan yang merugi cenderung tidak membagikan deviden.
  • Teori Normatif, adalah teori yang menjelaskan apa yang seharusnya terjadi atau dilakukan. Contoh: Perusahaan yang merugi seharusnya tidak membagikan deviden.

Dari kedua contoh di atas, kita dapat merasakan perbedaan nuansa yang ditimbulkan. Teori induktif biasanya bersifat positif, karena mengambil kesimpulan dari suatu postulate (aturan umum). Kedua jenis teori ini sama pentingnya dan bersifat saling melengkapi.

Proses Pencarian Prinsip Akuntansi

Proses pengembangan dimulai dari great depression pada tahun 1929 di Amerika. Pada saat itu masyarakat pelaku ekonomi merasakan kebutuhan akan suatu laporan. Keuangan yang dapat mencerminkan kondisi perusahaan yang sebenanya.

Badan-badan yang terlibat dalam pembuatan standard/prinsip akuntansi di Amerika adalah:

  1. Securities and Exchange Commission ( SEC )
  2. American Institute of Certified Piblic Accountant ( AICPA )
  3. Financial Accounting Standard Board ( FASB )
  4. Covermental Accounting Standard Board ( GASB )
  5. Badan lainnya

Badan-badan di atas telah terlibat dalam suatu proses yang panjang untuk mencari Prinsip-prinsip akuntansi yang dirasa tepat. Dimulai dengan SEC yang dibentuk sebagai akibat dari great depression, pencarian prinsip akuntansi menimbulkan suatu proses yang banyak dipengaruhi oleh kepentingan beberapa pihak yang terkait. Misalnya: akuntan publik, akuntan internal, akuntan pendidik, perusahaan yang mengeluarkan laporan dan pemakai laporan Keuangan.

Due Proses

Proses dalam suatu penetapan standar adalah:

  1. Suatu topik atau proyek diindentifikasikan dan ditulis dalam agenda dewan standard
  2. Tim kerja yang terdiri dari ahli dari berbagai sektor dibentuk untuk mengindentifikasikan masalah, pendapat dan alternatif pemecahan yang berhubungan dengan topik tersebut.
  3. Penelitian dan analisis dilakukan oleh tim teknis dewan standar
  4. Draft notulen diskusi (discussion memorandum) dibuat dan disebarkan
  5. 60 hari setelah dikeluarkan motulen diskusi diselenggarakan public hearing
  6. Dewan menganalisa dan mengevaluasi respon masyarakat
  7. Dewan menyiapkan dan mengeluarkan exposure draft
  8. Komentar atas exposure draft ditunggu dalam 30 hari sebelum dewan melakukan evaluasi atas komentar yang diterima.
  9. Suatu komite (bagian dari dewan) mempelajari exposure draft tersebut dalam hubungannya dengan respon masyarakat, melakukan evaluasi ulang dan merevisi jika diperlukan.
  10. Seluruh anggota dewan memberikan pertimbangan akhir dan melakukan
  11. pemungutan suara (voting) sebagai syarat dikeluarkannya standar tersebut.

Hendriksen menggambarkan pencarian prinsip ini sebagai suatu perjalanan panjang yang dimulai pada saat:

  • American Accounting Asosiation (AAA) mengeluarkan a tentative statement of accounting principle underlying corporate financial statement pada bulan Juni 1936. Tujuan utamanya adalah untuk menghilangkan kebingungan atas beberapa masalah akuntansi, misalnya revaluasi aktiva tetap bertambah dan berkurang mengikuti perubahan tingkat harga dan komisi bisnis yang diharapkan.
  • 4 tahun setelah itu, Paton dan Littleton mengeluarkan an introduction to corporate accounting standard. Tujuannya adalah untuk menyajikan kerangka teori akuntansi yang koheren, terkoordinir dan konsisten. Mereka menghindari kata prinsip dan penggantinya dengan kata standar. Dengan alasan bahwa prinsip itu mencerminkan sesuatu yang universal yang tidak mungkin ada di dalam suatu institusi jasa seperti akuntansi.
  • Pada tahun 1938, atas permintaan Hanskins and Sells Foundation, Prof Hatfield dan Prof Moore mempublikasikan a statement of accounting principle yang berisi prinsip-prinsip dan aturan akuntansi yang harus diikuti dalam menyusun neraca dan laba rugi dan akuntansi yang terdapat di dalamnya.
  • Pada tahun 1948 AAA merevisi a tentative principle dan kini diberi judul Accounting Consept and Standard.
  • Pada tahun 1953 AIA’s committee on Accounting Procedure mengeluarkan 17 buletin baru. Sampai saat ini pencarian prinsip masih bersifat belum menyeluruh (pece-meal ) dan tidak dimaksudkan untuk melakukan suatu penelitian yang lebih luas.
  • Pada tahun 1959 atas rekomendasi dari special committee on research program AIA melakukan reorganisasi. Salah satu tujuannya adalah agar dapat mengatasi masalah-masalah dalam akuntansi keuangan pada 4 tingkat: (1) Menetapkan postulate dasar; (2) Pembentukan prinsip yang menyeluruh; (3) Pengembangan aturan dan petunjuk pelaksanaan prinsip tersebut pada situasi tertentu; (4) Riset.
  • Pada tahun 1966, AAA mengeluarkan a statement of basic accounting theory (ASOBAT). ASOBAT ini berorientasi pada pemalkai (user oriented).
  • APB Statement No.4 dikeluarkan oleh Accounting Principle Board (APB). Isinya adalah basic concept and accounting principles underlying financial Statement of business enterprise. Di sini terjadi penegasan kembali tujuan dari laporan keuangan, yaitu menyajikan informasi keuangan yang berguna bagi pengambilan keputusan ekonomi. Berdaarkan statemen ini APB menetapkan tujuan kualitatif yang harus dipenuhi oleh informasi keuangan seperti relevan, dapat dimengerti, tepat waktu dan seterusnya.
  • APB dibubarkan dan sebagai gantinya dibentuk FASB (Financial Accounting Standard Board). Dalam FASB terdapat suatu komite yang disebut wheat committee. Komite ini mengusulkan perubahan kata prinsip menjadi standard, karena mereka berpendapat bahwa kata standar lebih deskriptif. Komite ini juga mengusulkan agar dewan yang menghasilkan standar tersebut disebut Accounting Standard Board. Dewan ini kemudian mengeluarkan Statement of Financial Accounting Concept (SFAC) yang dikenal dengan kerangka konseptual (conceptual framework).

Lingkungan Ekonomi dari Akuntansi

Tujuan utama laporan keuangan adalah memberikan informasi bagi pemakai untuk pengambilan keputusan di mana informasi yang diberikan sangat tergantung pada aktivitas ekonomi dan keputusa yang akan diambil oleh pemakai.

Dengan demikian pembahasan atas lingkungan ekonomi, hukum dan sosial menjadi sangat penting di dalam menetapkan standar akuntansi. Alasan kedua adalah lingkunganlah yang memberikan kepada akuntan harga-harga yang harus dipakai untuk mengukur aset dan modal yang akan muncul di dalam neraca.

Ekonomi yang didorong sektor swasta (private economy)

Istilah “ekonomi yang didorong sektor swasta” mencerminkan karakteristik dari perekonomian di Amerika yang lebih banyak dikuasai oleh pihak swasta. Karakteristik ini membawa FASB untuk menyarankan bahwa fungsi laporan keuangan adalah untuk menyajikan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan ekonomi tentang perusahaan dan tentang investasi dalam perusahaan atau pemberi pinjaman kepada perusahaan.

Secara eksplisit laporan Keuangan ditujukan untuk:

  • Pemilik
  • Pemberi pinjaman
  • Karyawan
  • Manajemen

Pasar sekuritas

Adalah sulit, bahkan tidak mungkin untuk meneliti informasi akuntansi apa yang berguna bagi tiap individu. Oleh karena itu dibuatlah suatu teori yang menggunakan pendekatan berdasarkan pasar karena pasar adalah penjumlahan dari preferensi individual.

Teori yang paling dikenal adalah hipotesis pasar efisien (efficient market hypothesis/EMH) yang intinya menyatakan bahwa tidak ada informasi relevan yang diabaikan oleh pasar.

Ada 3 (tiga) kondisi yang harus dipenuhi pada suatu pasar efisien:

  1. Tidak ada biaya transaksi dalam memperdagangkan surat berharga
  2. Semua informasi tersedia secara merata kepada semua pelaku pasar tanpa biaya
  3. Semua pelaku pasar mempunyai harapan yang sama tentang implikasi dari informasi yang tersedia.

Pendekatan berdasarkan pasar (maket-based approacd) menyatakan bahwa ada 2 tujuan akuntansi:

  1. Informasi diperlukan untuk memungkinkan alokasi sumber-sumber yang optimal di antara produsen.
  2. Informasi diperlukan untuk memungkinkan investor menyimpan portfolio surat berharga yang optimal sehubungan dengan preferensi imbal hasil dan resiko (risk and return) dari investor tersebut dalam kerangka harga surat berharga yang tersedia dalam pasar.

Ada 3 (tiga) bentuk EMH yaitu:

  1. Bentuk lemah (weak form) yang menyatakan bahwa harga pasar saat ini secara penuh mencerminkan informasi tersirat dari urutan harga masa lalu. Misal: harga selama 10 tahun mengalami kenaikan sebesar 1% per tahun, maka diharapkan harga tahun depan pun akan naik sebesar 1%. Hal ini belum tentu benar karena mungkin saja pada tahun depan kinerja perusahaan menurun.
  2. Bentuk kuat (strong form) yang menyatakan bahwa harga pasar saat ini mencerminkan semua informasi relevan yang tersedia, baik dipublikasikan maupun yang tidak. Misal: perusahaan akan melakukan penggabungan usaha dengan sebuah perusahaan hulu pada tahun yang akan dating, tetapi hal ini belum dipublikasikan. Penggabungan usaha ini akan meningkatkan efisiensi, yang pada gilirannya meningkatkan kinerja perusahaan. Hipotesa bentuk kuat menganggap bahwa informasi ini akan meningkatkan harga saham, walaupun belum dipublikasikan secara luas.
  3. Bentuk semikuat (semistrong form) menyatakan bahwa harga pasar saat ini mencerminkan semua informasi yang telah dipublikasikan. Bentuk ini mendapatkan dukungan dari berbagai hasil penelitian sehinga secara umum telah diterima di pasar modal Amerika.

Implikasi dari hipotesa-hipotesa di atas terhadap akuntansi adalah:

  1. Laporan keuangan hanya merupakan salah satu sumber informasi yang dapat diperoleh para investor. Ada banyak sumber informasi lain yang tersedia lebih cepat dengan biaya yang lebih murah, misalnya, artikel pada majalah bisnis, analisa keuangan di majalah, internet dan lain sebagainya. Dengan demikian agar laporan keuangan lebih bermanfaat maka sebaiknya disajikan sesering dan secepat mungkin.
  2. Pasar bersifat canggih (sophisticated) dalam artian investor tidak tertipu oleh usaha perusahaan memperbaiki kinerja melalui pemilihan metode akuntansi tertentu. Investor dapat melihat apa yang ada di balik angka-angka akuntansi, sehingga harga pasar akan mencerminkan informasi terbaik untuk mengevaluasi imbal hasil dan risiko.

Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan memegang peranan yang penting daam teori akuntansi karena tujuan akuntansi adalah menghasilkan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan. Oleh karena itu akuntan harus mengetahui bagaimana proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seorang individu agar dapat menghasilkan informasi yang bermanfaan bagi pengambilan keputusan.

Ada 3 pendekatan dalam menjelaskan bagaimana seseorang mengambil keputusan:

  1. Pendekatan normatif atau preskriptif, yaitu suatu pendekatan yang menjelaskan bagaimana seharusnya individu mengambil keputusan.
  2. Pendekatan positif atau deskriptif, yaitu suatu pendekatan yang menjelaskan bagaimana sebenarnya individu mengambil keputusan.
  3. Pendekatan etika yaitu pendekatan yang tergantung pada teori utilitarian.

Pendekatan normative atau preskriptif terdiri dari:

  1. Analisis persial (partial analysis). Pengambil keputusan sering menggunakan alat-alat seperti cost-volume-profit analysis, relevant cost analysis, regression analysis, linier programming dan cost allocation model. Peralatan ini disebut model parsial karena berusaha menganalisa hanya suatu bagian dari masalah yang lebih besar.
  2. Teori Pemilihan (choice theory). Individu diasumsikan mempertimbangkan beberapa pilihan yang tersedia baginya dan akan memilih satu pilihan yang paling disukai.
  3. Informasi yang ekonomis (information economics), merupakan pengkayaan diri model teori pemilihan, yaitu dengan menambahkan suatu probabilitas kondisi terbaik dan kondisi terburuk.
  4. Teori agensi (agency theory). Dalam teori ini terdapat dua pelaku ekonomi yaitu agent dan principal. Dalam perusahaan agent adalah manajer, sementara principal adalah pemegang saham. Manajer sebagai pihak yang terlibat dalam keseharian perusahaan mempunyai lebih banyak informasi tentang perusahaan dibandingkan dengan pemegang saham. Sehingga timbulah kesenjangan informasi yang disebut information assymentry. Manajer cenderung mempergunakan kondisi ini untuk mengambil keputusan yang menguntungkan dirinya. Masalah ini disebut masalah moral hazard.
  5. Teori pengambilan keputusan banyak orang (multi-person decision theory), yaitu teori berfokus pada kumpulan individu. Pada intinya teori ini mengatakan bahwa individu dan masyarakat membuat pilihan-pilihan yang tidak konsisten dari waktu ke waktu. Dampaknya terhadap akuntansi adalah akuntansi menganggap pemakai laporan keuangan homogen dan akan mempunyai preferensi yang sama mengenai jenis informasi akuntansi yang diinginkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut terlalu optimistis karena ternyata pemakai laporan keuangan lebih heterogen daripada yang diharapkan.

Pendekatan tersebut dapat digunakan untuk menajawab pertanyaan: (1) Bagaimana perusahaan memutuskan informasi mana yang akan digunakan; dan (2) Bagaimana tiap individu memproses informasi yang diterimanya dalam rangka membuat keputusan.

Pendekatan positif atau deskreptif terdiri dari:

a. Kebijakan pelaporan perusahaan (corporate reporting policies)

  • Kontrak antara manajemen dan pemilik. Area yang paling banyak diteliti dalam akuntansi positif adalah kontrak antara manajemen dan pemilik. Area ini berhubungan sangat erat dengan teori agensi (agency theory). Inti dari penelitian ini adalah untuk menemukan metode yang tepat dalam memotivasi manajemen agar manajemen mengambil keputusan yang memaksimumkan kekayaan pemilik, misalnya dengan memberikan saham atau bonus yang dihubungkan dengan harga saham.
  • Kontrak antara manajemen dan kreditor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan besar mempunyai kecenderungan untuk memilih metode akuntansi yang menurunkan pendapatan dalam rangka menghindari perhatian politikus. Penelitian mengenai hubungan manajemen dengan masyarakat umumnya, serta antara manajemen dengan karyawan masih belum banyak dilakukan.

b. Analisis Keuangan Individu (Individual Financial Analysis)

Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk menjawab pertanyaan mengenai bagaimana tiap individu memproses informasi yang diterimanya dalam pengambilan keputusan.

Individu memperoleh begitu banyak informasi (overload) sehingga pengambilan keputusan menjadi tidak optimal. Untuk menyederhanakan situasi ini ada dua cara yang dapat dipakai:

  1. Anchoring, membuat prediksi dengan mengambil suatu data sebagai titik awal dan membuat penyesuaian sesuai dengan informasi tersedia lainnya. Penggunaan anchoring terhadap data akuntansi menyebabkan anchoring bias yaitu prediksi yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Penyebabnya adalah karena data akuntansi menggunakan historical cost dan memiliki interpretasi sintaksis. Hal ini dapat diatasi dengan cara menyajikan iformasi akuntansi yang mempunyai arti semantik dan menggunakan sebayak mungkin harga pasar sekarang (current market price).
  2. Functional fixaton, Adanya kecenderungan individu sebagai pemakai laporan keuangan untuk menganggap suatu figure/hasil penjumlahan adalah sama dari masa ke masa. Semestara hasil penjumlahan dalam data akuntansi dapat mencakup perubahan unsure-unsur yang membentuknya. Implikasi pada pengambilan keputusan adalah bahwa individu harus dibiasakan untuk tidak hanya melihat hasil penjumlahan melainkan juga memperhatikan unsure-unsur yang membentuk hasil penjumlahan tersebut.
  3. Sintetis (syntethis). Pendekatan deskreptif masih dipengaruhi oleh asumsi-asumsi politik dan perilaku normative sehingga mempunyai kecenderungan untuk membentuk sintetis yang menyebabkan teori tidak dapat dibuktikan salah. Agar teori positif menjadi lebih bermakna sebaiknya pengaruh di atas dihilangkan dan penelitian benar-benar didasarkan atas bukti-bukti yang diperoleh kemanapun bukti itu mengarah.

Pendekatan Etika

Pendekatan etika dapat dikategorikan menjadi deontological dan teleogikal. Deontologikal berfokus pada motif untuk mencapai tujuan sementara teleological berfokus pada tuuan itu sendiri. Jadi deontologist menekankan pada apa yang benar, sementara teleologis menekankan pada apa yang baik.

  1. Utilitarianisme. Ekonomi neo-klasik yang tradisional banyak dijelaskan dengan menggunakan teori utiilitas yang merupakan pendekatan teleological. Dampaknya terhadap akuntansi adalah informasi akuntansi mempengaruhi pemindahan kekayaan dari suatu grup ke grup lainnya. Itulah sebabnya kelompok-kelompok yang berkepentingan melobi FASB untuk menyetujui atau menolak suatu usulan standar. Akibatnya ada kelompok yang diuntungkan dan dirugikan. Masalah lain yang timbul dari pendekatan ini adalah timbul pendapat bahwa informasi adalah komoditi yang dapat diperdagangkan seperti barang lainnya.
  2. Hak asasi manusia (human right). Teori hak asasi manusia mengatakan bahwa kita semua mempunyai hak alami sebagai akibat dari keberadaan kita sebagai manusia. Satu dari hak itu adalah hak untuk mngetahui. Masyarakat mempunyai hak atas informasi keuangan suatu perusahaan karena keberadaan perusahaan tidak lepas dari keberadaan masyarakat. Pendekatan ini menggunakan teori deontological.
  3. Keadilan dan kesetaraan (justice and fairness). Konsep lain yang timbul dari pendekatan deontologikal adalah konsep keadilan. Teori keadilan mengatakan bahwa perilaku yang benar harus diarahkan bukan oleh tujuannya, juga bukan oeh hak individu, tetapi oleh keadilan. Hal ini diterjemahkan dalam standar akuntansi sebagai berikut: (a) Justice, perlakuan yang sama harus diberikan pada semua kepentingan yang terkait dalam situasi keuangan yang dicerminkan oleh suatu akun; (b) Truth, akun tidak boleh dijadikan alat penyajian yang salah; (c) Fairness, aturan akuntansi, prosedur dan lainnya tidak boleh melayani kepentingan tertentu.

No comments:

Post a Comment