15 February 2015

Perbandingan IAS 1 dengan PSAK 1

PSAK 1 yang saat ini berlaku adalah PSAK 1 (Revisi 2013), yang mulai berlaku terhitung sejak tanggal 1 Januari 2015. PSAK 1 (Revisi 2013) telah memasukkan seluruh amendemen IAS 1 setelah tahun 2009 sehingga konsisten dengan IAS 1 terbaru menyangkut semua hal penting.

PSAK 1 mendefinisikan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) terdiri dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK), serta peraturan-peraturan yang diterbitkan oleh regulator pasar modal bagi entitas yang berada di bawah pengawasannya. IAS 1 tidak mencakup peraturan-peraturan yang diterbitkan oleh regulator pasar modal.

PSAK 1 tidak memperbolehkan entitas untuk menggunakan judul-judul laporan keuangan selain dari yang digunakan dalam PSAK 1. Meskipun demikian, PSAK 1 tetap memperbolehkan entitas untuk menggunakan istilah “neraca”, tidak mewajibkan penggunaan istilah “laporan posisi keuangan”.

Menurut PSAK 1, dalam situasi di mana kepatuhan terhadap PSAK akan mengakibatkan laporan keuangan menjadi menyesatkan sedemikian rupa sehingga bertentangan dengan tujuan laporan keuangan, entitas tidak diperbolehkan untuk menyimpang dari standar-standar terkait. Meskipun demikian, entitas bisa mengungkapkan fakta bahwa: (a) penerapan standar-standar dimaksud akan menyesatkan dan (b) basis pelaporan alternatif seharusnya diterapkan untuk mencapai penyajian wajar laporan keuangan. IAS 1, dalam situasi yang sama, memperbolehkan penyimpangan dari standar.

PSAK 1 menambahkan pengecualian ruang lingkup dengan menegaskan bahwa PSAK 1 tidak berlaku bagi entitas syariah yang penyajian laporan keuangannya diatur dalam standar tersendiri, yaitu PSAK 101 Penyajian Laporan Keuangan Syariah. PSAK 1 juga tidak boleh diterapkan oleh entitas sektor publik, karena pelaporan keuangan entitas sektor publik diatur dalam Standar Akuntansi Pemerintahan tersendiri, tidak diatur dalam Standar Akuntansi Keuangan.

PSAK 1 (Revisi 2013) telah mengadopsi ketentuan IAS 1 yang mengharuskan penyajian item-item penghasilan komprehensif lain dipisahkan menjadi dua kelompok, yaitu item-item yang akan didaur ulang ke laba-rugi di masa depan dan item-item yang tidak akan didaur ulang. Entitas yang memilih untuk menyajikan item-item penghasilan komprehensif lain sebelum pajak diharuskan untuk menunjukkan jumlah pajak terkait kedua kelompok.

Ilustrasi laporan posisi keuangan yang ditunjukkan dalam IAS 1 menyajikan aset non-lancar di bagian atas yang diikuti oleh aset lancar, dan menyajikan ekuitas yang diikuti oleh liabilitas non-lancar, dan kemudian liabilitas lancar (item yang paling likuid disajikan paling akhir). PSAK 1 memberikan ilustrasi dengan urutan terbalik: aset lancar di bagian atas yang diikuti oleh aset non-lancar, liabilitas lancar yang diikuti oleh liabilitas non-lancar, dan kemudian ekuitas.

No comments:

Post a Comment