08 March 2016

Menyusun laporan arus kas

Materi ini adalah bagian dari
modul pengantar akuntansi
yang disusun oleh Warsidi

Tujuan pelaporan arus kas

Laporan arus kas bertujuan untuk melaporkan penerimaan (arus masuk) kas dan pengeluaran (arus keluar) kas selama satu periode. Arus kas dibagi menjadi tiga aktivitas utama, yaitu arus kas yang terkait dengan aktivitas operasi, arus kas yang terkait dengan aktivitas investasi, dan arus kas yang terkait dengan aktivitas pendanaan. Laporan arus kas tidak sekadar melaporkan perubahan saldo kas, tetapi dimaksudkan untuk mengungkapkan setiap arus kas secara rinci sedemikian rupa sehingga laporan tersebut berguna bagi pengguna. Informasi dalam laporan arus kas membantu pengguna menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
  • Bagaimana perusahaan memperoleh kas?
  • Untuk apa saja perusahaan mengeluarkan kas?
  • Apa saja yang menyebabkan terjadinya perubahan saldo kas?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, laporan arus kas meringkas, mengelompokkan, dan melaporkan arus masuk dan arus keluar kas setiap periode.
Informasi mengenai arus kas bisa sangat berpengaruh terhadap para pengambil keputusan. Sebagai contoh, perusahaan yang mendanai pengeluaran-pengeluarannya dengan kas yang dihasilkan dari operasinya akan dipandang lebih baik dibandingkan perusahaan yang mendanai pengeluaran-pengeluarannya dengan cara menjual aset. Informasi mengenai arus kas membantu pengguna dalam menilai apakah perusahaan memiliki kas yang cukup untuk membayar utang-utangnya pada saat jatuh tempo. Laporan arus kas juga dimaksudkan untuk menjadi dasar untuk mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajibannya yang tidak terduga atau memanfaatkan peluang yang datang secara tiba-tiba. Pengguna eksternal juga biasanya ingin mengetahui kemampuan perusahaan untuk mengambil keuntungan dari peluang-peluang bisnis baru. Pengguna Intemal seperti manajer menggunakan informasi arus kas untuk merencanakan aktivitas operasi sehari-hari atau mengambil keputusan investasi jangka panjang.
Arus kas meliputi kas dan setara kas (cash equivalents). Suatu aset dikatakan setara kas jika memenuhi dua kriteria: (1) dapat dengan mudah ditukar dengan kas dengan jumlah yang diketahui, dan (2) jatuh temponya sudah dekat sehingga nilai pasarnya tidak akan dipengaruhi oleh terjadinya perubahan suku bunga. Sebagai contoh, surat utang (debt securities) harus memiliki jatuh tempo sama dengan atau kurang dari tiga bulan untuk memenuhi kriteria tersebut. Laporan arus kas menjelaskan selisih saldo awal dengan saldo akhir kas dan setara kas selama satu periode.

Klasifikasi laporan arus kas

Semua penerimaan dan pengeluaran kas diklasifikasi dan dilaporkan dalam laporan arus kas yang dikelompokkan menjadi tiga aktivitas, yaitu aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan. Sumber atau arus masuk kas netto dari suatu kategori aktivitas akan dilaporkan Jika penerimaan dalam suatu kategori aktivitas lebih besar dari pengeluarannya, jumlah nettonya disebut sumber atau arus masuk kas netto dari aktivitas yang bersangkutan. Jika pembayaran dalam suatu kategori lebih besar dibandingkan penerimaannya, jumlah netto dari kategori itu disebut penggunaan atau arus keluar kas netto.

Aktivitas operasi

Aktivitas operasi mencakup transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian yang mempengaruhi laba-rugi. Contohnya adalah aktivitas pembelian dan penjualan barang dagangan dan pengeluaran-pengeluaran dalam rangka mengadministrasikan bisnis sehari-hari. Gambar berikut menyajikan contoh-contoh aktivitas operasi yang lazim, baik yang berupa arus kas masuk maupun arus kas keluar.
aktivitas operasi - laporan arus kas
Gambar di atas menunjukkan arus masuk kas dari operasi di antaranya berasal dari:
  • penerimaan kas dari penjualan tunai barang dan jasa kepada kustomer
  • penerimaan kas dari pembayaran piutang usaha
  • ,penerimaan kas dari ganti rugi
  • penerimaan bunga dari debitor
  • penerimaan dividen kas
Arus keluar kas dari operasi di antaranya mencakup:
  • pembayaran gaji kepada karyawan
  • pembayaran bunga kepada kreditor
  • pemberian donasi
  • pembayaran kas kepada pemasok
  • pembayaran pajak kepada pemerintah

Aktivitas investasi

Aktivitas investasi mencakup transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian yang mempengaruhi aset jangka panjang, yaitu pembelian dan penjualan aset tetap. Aktivitas investasi juga mencakup pembelian dan penjualan investasi jangka pendek selain setara kas dan sekuritas lainnya untuk diperdagangkan (trading securities) dan pemberian pinjaman dan penerimaan pembayaran dari piutang wesel. Gambar menyajikan contoh-contoh arus kas dari aktivitas investasi. Khusus untuk penerimaan dari pembayaran pokok pinjaman berupa piutang wesel, jika wesel itu berasal dari penjualan kepada kustomer, penerimaan kasnya harus dikelompokkan sebagai aktivitas operasi, terlepas dari apakah jangka waktunya panjang atau pendek. Jika wesel itu berasal dari pinjaman kepada pihak lain yang bukan dari penjualan kepada kustomer, penerimaan kas dari pembayaran pokok pinjaman itu harus dikelompokkan sebagai aktivitas investasi.
aktivitas investasi - laporan arus kas Gambar di atas menunjukkan arus masuk kas dari investasi di antaranya berasal dari:
  • penjualan instrumen keuangan yang semula dimaksudkan sebagai sekuritas tersedia untuk dijual (available-for-sale securities)
  • penjualan (diskonto) wesel
  • penerimaan kas dari pembayaran pokok pinjaman yang diberikan
  • penerimaan kas dari penjualan aset-aset jangka panjang (aset tetap)
  • penjualan instrumen keuangan yang sejak awal dimaksudkan sebagai sekuritas untuk dipegang sampai jatuh tempo (held-to-maturity securities).
Arus keluar kas dari investasi di antaranya mencakup:
  • pemberian pinjaman kepada pihak lain
  • pembelian sekuritas yang dimaksudkan untuk dipegang sampai jatuh tempo (held-to-maturity securities)
  • pembelian aset-aset jangka panjang (aset tetap)
  • pembelian sekuritas yang semula dimaksudkan sebagai sekuritas tersedia untuk dijual (available-for-sale securities).
Aktivitas pendanaan Aktivitas pendanaan mencakup transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian yang mempengaruhi kewajiban jangka panjang dan ekuitas. Contohnya adalah: (1) pengadaan kas dengan menerbitkan surat utang serta pelunasannya, dan (2) penerimaan kas pemilik dan pendistribusian kembali kas kepada pemilik. Dengan kata lain, aktivitas pendanaan meliputi transaksi-transaksi dengan pemilik perusahaan dan kreditor. Meskipun demikian, pembayaran beban bunga biasanya dikelompokkan sebagai aktivitas operasi. Pembayaran kas untuk melunasi pembelian barang dagangan secara kredit, terlepas dari apakah pembelian kredit itu dilakukan dengan piutang usaha atau piutang wesel, juga merupakan aktivitas operasi.
Gambar berikut menyajikan contoh arus kas dari aktivitas pendanaan.
aktivitas pendanaan - laporan arus kas

Format laporan arus kas

Standar akuntansi mewajibkan perusahaan untuk menyajikan laporan arus kas sebagai bagian dari laporan keuangan secara keseluruhan. Laporan arus kas harus mengungkapkan informasi mengenai penerimaan kas dan pengeluaran kas selama satu periode. Gambar berikut menunjukkan format laporan keuangan yang umum digunakan oleh perusahaan. Dengan kata lain, laporan arus kas harus menjelaskan bagaimana transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian bisnis mengakibatkan perubahan saldo kas dari awal hingga akhir periode.
laporan arus kas

Penyusunan laporan arus kas

Penyusunan laporan arus kas mencakup lima tahap, yaitu:
  1. menghitung kenaikan atau penurunan kas
  2. menghitung dan melaporkan kas netto yang dihasilkan (atau digunakan) oleh aktivitas operasi (dengan menggunakan metode langsung atau metode tidak langsung)
  3. menghitung dan melaporkan kas netto yang dihasilkan (atau digunakan) oleh aktivitas investasi
  4. menghitung dan melaporkan kas netto yang dihasilkan (atau digunakan) oleh aktivitas pendanaan
  5. menghitung arus kas netto dari gabungan kas netto yang dihasilkan (atau digunakan) oleh aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan dan menjumlahkannya dengan saldo awal kas untuk membuktikan kesamaannya dengan saldo kas akhir.
Aktivitas-aktivitas investasi dan pendanaan nonkas diungkapkan, dalam catatan atas laporan keuangan.
Informasi yang diperlukan untuk menyusun laporan arus kas berasal dari berbagai sumber, di antaranya dari neraca akhir periode yang dibandingkan dengan neraca awal periode dan dari laporan laba-rugi periode sekarang (yang sedang dilaporkan). Terdapat dua alternatif pendekatan untuk menyusun laporan arus kas, yaitu dengan: (1) menganalisis akun kas, dan (2) menganalisis akun-akun nonkas.

Analisis akun kas

Penerimaan dan pengeluaran kas direkam dalam sistem akuntansi perusahaan, yaitu dalam akun kas di buku besar. Dengan demikian, akun kas bisa digunakan sebagai sumber untuk memperoleh informasi mengenai arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Sebagai ilustrasi, perhatikan ringkasan akun Kas Genesis, Inc. pada gambar berikut.
kas Transaksi-transaksi kas diringkas dalam akun Kas menurut jenisnya, baik untuk penerimaan kas maupun pengeluaran kas. Pada gambar di atas terlihat, penerimaan kas dari kustomer hanya disajikan totalnya. Dalam praktiknya, penerimaan kas dari kustomer selama satu periode mungkin sekali mencakup ribuan transaksi. Dengan kemajuan teknologi komputer, perangkat lunak akuntansi yang mampu meringkas akun kas sudah tersedia.
Penyusunan laporan arus kas dari ringkasan akun kas sebagaimana disajikan pada gambar di atas mengharuskan ditentukannya arus kas sebagai aktivitas operasi, investasi, atau pendanaan, dan kemudian menyajikan dalam laporan arus kas menurut ketiga aktivitas tersebut. Hasilnya adalah laporan arus kas sebagaimana ditunjukkan pada gambar berikut.
laporan arus kas - metode langsung Akan tetapi, penyusunan laporan arus kas dengan menganalisis ringkasan akun kas memiliki dua kelemahan. Pertama, transaksi penerimaan dan pengeluaran kas selama satu periode umumnya sangat banyak, sehingga menelaah dan menganalisisnya sangat sulit. Perangkat lunak akuntansi mampu mengatasi sebagian kesulitan ini, tetapi pertimbangan profesional oleh akuntan tetap diperlukan dalam mengklasifikasikan banyak transaksi. Kedua, transaksi-transaksi kas yang direkam dalam akun kas umumnya tidak dilengkapi dengan uraian atau keterangan yang memadai, sehingga pengelompokkan transaksi ke dalam tiga aktivitas (operasi, investasi, dan pendanaan) juga sulit dilakukan.

Analisis akun nonkas

Pendekatan kedua untuk menyusun laporan arus kas adalah dengan menganalisis akun-akun nonkas. Pendekatan ini didasarkan pada kaidah akuntansi berpasangan: ketika perusahaan merekam arus masuk dan arus keluar kas dengan mendebit dan mengkredit akun kas, pengkreditan dan pendebitan terhadap akun-akun nonkas juga dilakukan (karena perekaman transaksi dalam akuntansi harus dilakukan setidaknya pada dua akun). Akun-akun nonkas dimaksud sebagian adalah akun neraca, misalnya dari penjualan tanah secara tunai. Akun nonkas lainnya adalah akun pendapatan dan beban yang akhirnya juga ditutup ke ekuitas. Sebagai contoh, penyerahan jasa secara tunai akan dikredit ke akun pendapatan jasa yang ditutup ke ikhtisar laba-rugi dan akhirnya ke laba ditahan. Dengan kata lain, semua transaksi kas pada akhirnya akan mempengaruhi akun-akun neraca lainnya, sehingga arus masuk dan arus keluar kas bisa ditentukan dengan menganalisis perubahan saldo akun-akun neraca selain kas.
Gambar berikut memperlihatkan bagaimana persamaan akuntansi digunakan untuk menunjukkan hubungan antara akun kas dengan akun-akun neraca nonkas.
hubungan antara akun kas dengan akun nonkas Persamaan akuntansi disajikan di bagian atas (Garis (1)). Persamaan akuntansi itu kemudian diperluas (Garis (2)) untuk memisahkan akun kas dengan akun-akun aset nonkas lainnya. Pada garis (3), akun-akun aset nonkas dipindahkan ke sisi kanan persamaan dengan tanda yang berlawanan (positif menjadi negatif). Gambar di atas menunjukkan, kas sama dengan liabilitas ditambah ekuitas dikurangi aset nonkas. Garis (4) memperjelas bahwa perubahan pada satu sisi persamaan akuntansi sama dengan perubahan pada sisi lainnya. Dengan kata lain, perubahan kas dapat dijelaskan dengan menganalisis perubahan akun-akun nonkas yang terdiri dari liabilitas, ekuitas, dan aset-aset nonkas. Dengan menganalisis akun-akun neraca nonkas dan akun-akun laporan laba-rugi yang berkaitan, laporan arus kas dapat disusun.
Sumber-sumber informasi untuk menyusun laporan arus kas umumnya berasal dari:
  • neraca komparatif
  • laporan laba-rugi periode kini
  • informasi tambahan lainnya
Neraca komparatif adalah neraca akhir tahun dibandingkan dengan neraca awal tahun/akhir tahun sebelumnya. Neraca komparatif digunakan untuk menghitung perubahan akun-akun nonkas dari awal hingga akhir periode. Laporan laba-rugi periode sekarang digunakan untuk membantu menghitung arus kas dari aktivitas operasi. Informasi tambahan umumnya mencakup rincian mengenai transaksi dan kejadian untuk menganalisis aktivitas-aktivitas investasi dan pendanaan yang bersifat nonkas.

Arus kas dari aktivitas operasi: metode langsung dan metode tidak langsung

Arus kas yang disediakan (atau digunakan) oleh aktivitas operasi bisa disajikan dengan menggunakan salah satu dari dua metode, yaitu metode langsung atau metode tidak langsung.
  • Metode langsung (direct method) menyajikan secara terpisah tiap-tiap item utama penerimaan kas dari operasi (misalnya penerimaan kas dari kustomer) serta tiap-tiap item utama pengeluaran kas dari operasi (misalnya pembayaran kas untuk pengadaan barang dagangan). Pengeluaran kas dikurangkan terhadap penerimaan kas untuk menentukan kas netto yang disediakan (atau digunakan) oleh aktivitas operasi.
  • Metode tidak langsung (indirect method) diawali dengan menyajikan laba untuk periode kini yang kemudian disesuaikan dengan item-item yang diperlukan untuk mengkoversi menjadi kas netto yang disediakan (atau digunakan) oleh aktivitas operasi. Dengan kata lain, metode tidak langsung tidak menyajikan tiap-tiap item arus masuk kas dan arus keluar kas dari aktivitas operasi.

Pembayaran bunga dan pajak biasanya dilaporkan sebagai bagian dari aktivitas operasi. Sebagai ilustrasi, gambar berikut menyajikan neraca komparatif tanggal 31 Desember 2008 dan 2009 dan laporan laba-rugi Genesis untuk tahun 2009.

neraca dan laba-rugi

Sebelum menyusun laporan arus kas, bunga dan pajak harus disesuaikan terlebih dahulu dengan cara sebagai berikut:

Utang pajak penghasilan

Saldo awal + Beban pajak penghasilan – Pembayaran kas untuk pajak = Saldo akhir
Karena saldo akhir – saldo awal = $10,000 dan pembayaran kas untuk pajak = $5,000, maka beban pajak penghasilan = $15,000.

Utang bunga

Saldo awal + Beban bunga – Pembayaran kas untuk bunga = Saldo akhir

Karena saldo akhir – saldo awal = –$1,000 dan pembayaran kas untuk bunga = $8,000, maka beban bunga = $7,000.
Gambar berikut menunjukkan penyajian arus kas operasi dengan metode tidak langsung

laporan arus kas - metode tidak langsung Jumlah kas netto dari aktivitas operasi akan sama, baik dengan metode langsung maupun metode tidak langsung. Meskipun demikian, IASB lebih menyarankan penggunaan metode langsung, tetapi karena tidak diwajibkan dan metode tidak langsung dianggap lebih mudah, hampir semua perusahaan melaporkan arus kas operasinya dengan menggunakan metode tidak langsung.

Sebagai ilustrasi, perhatikan kembali neraca dan laporan laba-rugi Genesis berikut.

neraca dan laba-rugi

Informasi dalam kedua laporan di atas digunakan untuk menyusun laporan arus kas yang akan menjelaskan peningkatan kas sebesar $5,000 untuk tahun 2009. Angka $5,000 tersebut dihitung dengan cara: saldo kas akhir tahun 2009 sebesar $17,000 dikurangi dengan saldo kas pada awal tahun 2009/akhir tahun 2008 sebesar $12,000.

Informasi tambahan yang relevan terkait transaksi-transaksi Genesis pada tahun 2009 adalah:

  • Saldo utang usaha semuanya berasal dari pembelian persediaan barang dagangan.
  • Pembelian tanah, bangunan, dan peralatan (aset tetap) yang biaya pemerolehannya $70,000 dilakukan sebagian secara tunui ($10,000) dan sisanya dengan menerbitkan obligasi ($60,000).
  • Penjualan tanah, bangunan, dan peralatan (aset tetap) yang biaya pemerolehan awalnya $30,000 dengan akumulasi depresiasi $12,000 dilakukan secara tunai seharga $12,000, dan sehingga menimbulkan rugi $6,000.
  • Perusahaan juga menerima kas sejumlah $15,000 dengan menerbitkan 3,000 lembar saham biasa.
  • Perusahaan mengeluarkan kas sejumlah $18,000 untuk melunasi utang obligasi yang nilai bukunya $34,000, sehingga menghasilkan untung $16,000.
  • Perusahaan mengumumkan dan membayar dividen kas sejumlah $14,000.

Metode tidak langsung

Dengan akuntansi basis akrual, laba-rugi dihitung dengan mengakui pendapatan pada saat diperoleh (terhimpun) dan dikurangi dengan beban yang diakui pada saat terjadinya. Pendapatan dan beban tidak sama dengan penerimaan dan pengeluaran kas. Metode tidak langsung untuk menghitung dan melaporkan arus kas netto dari aktivitas operasi dimaksudkan untuk menyesuaikan angka laba-rugi untuk menentukan kas netto yang disediakan (atau digunakan) oleh aktivitas operasi.

Sebagai ilustrasi, metode tidak langsung dimulai dari angka laba Genesis sebesar $38,000 ditambah beban pajak penghasilan $15,000 untuk memperoleh kembali angka laba sebelum pajak sebesar $53,000. Laba sebelum pajak dihitung karena pembayaran pajak ditunjukkan secara terpisah dalam laporan arus kas. Setelah penyesuaian-penyesuaian dilakukan, kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi diketahui sebesar $33,000. Angka tersebut dikurangi dengan pembayaran bunga dan pajak untuk mengetahui arus kas netto dari aktivitas operasi sebesar $20,000. Gambar berikut menyajikan arus kas dari aktivitas operasi yang dihasilkan dari metode tidak langsung.

laporan arus kas - metode tidak langsung

Penyesuaian-penyesuaian terhadap laba dilakukan:

  • untuk merefleksikan perubahan aset-aset dan liabilitas lancar nonkas yang terkait dengan aktivitas operasi
  • terhadap item-item laporan laba-rugi yang terkait dengan aktivitas operasi tetapi tidak mempengaruhi arus masuk dan arus keluar kas
  • untuk mengeliminasi keuntungan dan kerugian yang berasal dari aktivitas investasi dan pendanaan (yang bukan merupakan bagian dari aktivitas operasi).

Penyesuaian terhadap perubahan aset-aset lancar nonkas

Perubahan aset lancar nonkas umumnya disebabkan oleh aktivitas operasi. Contohnya adalah penjualan kredit yang mempengaruhi piutang usaha dan penggunaan aset sewaan yang mempengaruhi sewa dibayar di muka.

  • Penurunan atau berkurangnya aset lancar nonkas harus ditambahkan ke laba-rugi. Penurunan aset lancar nonkas mengindikasikan kas yang tersedia di akhir periode lebih banyak dibandingkan dengan pada awal periode yang terkait dengan aset yang bersangkutan, karena penurunan atau berkurangnya aset lancar nonkas seperti piutang usaha berarti kas yang diterima lebih tinggi dibandingkan dengan yang tercermin dalam angka penjualan di laporan laba-rugi. Oleh karena itu, penerimaan kas yang berasal dari penurunan aset lancar non kas tersebut ditambahkan ke laba-rugi.
  • Peningkatan atau bertambahnya aset lancar nonkas harus dikurangkan dari laba-rugi. Peningkatan aset lancar nonkas seperti piutang usaha mengindikasikan penerimaan kas yang lebih kecil dibandingkan yang tercermin dalam angka penjualan di laporan laba-rugi. Peningkatan sewa dibayar di muka juga menunjukkan kas yang dibayarkan lebih besar dibandingkan dengan beban sewa yang diakui dalam laporan laba-rugi.

Sebagai ilustrasi, kita kembali menggunakan data berikut.

neraca dan laba-rugi

Piutang usaha Piutang usaha meningkat $20,000, dari saldo awal sebesar $40,000 menjadi saldo akhir sebesar $60,000. Peningkatan tersebut menunjukkan Genesis menerima kas dari pembayaran piutang oleh kustomer lebih sedikit dibandingkan dengan kas yang tercermin dalam penjualan yang dilaporkan di laporan laba-rugi. Artinya, sebagian penjualan masih menjadi piutang usaha dan jumlahnya meningkat selama periode yang dilaporkan.

Akun T berikut menunjukkan jumlah penerimaan kas dari kustomer yang lebih kecil dibandingkan dengan kas yang tercermin dalam angka penjualan:

piutang usaha - penjualan - kas

Perhatikan, penjualan sebesar $20,000 lebih besar dibandingkan penerimaan kas dari penjualan tersebut. Angka $20,000—seperti tercermin dalam peningkatan piutang usaha sebesar $20,000—dikurangkan dari laba-rugi dalam penghitungan kas yang disediakan oleh aktivitas operasi.

Persediaan barang dagangan Persediaan barang dagangan meningkat sebesar $14,000, dari saldo awal sebesar $70,000 menjadi saldo akhir sebesar $84,000. Peningkatan tersebut menunjukkan, pembelian tunai yang dilakukan Genesis lebih besar dibandingkan beban pokok penjualan (harga pokok penjualan). Pembelian tunai yang lebih besar itu merupakan persediaan, sebagaimana terlihat dari analisis akun berikut:

persediaan - pembelian - beban pokok penjualan

Selisih pembelian tunai yang lebih besar dibandingkan beban pokok penjualan—seperti tercermin dalam peningkatan persediaan sebesar $14,000—dikurangkan dari laba dalam penghitungan kas yang disediakan oleh aktivitas operasi.

Beban dibayar di muka Beban dibayar di muka meningkat sebesar $2,000, dari saldo awal sebesar $4,000 menjadi saldo akhir sebesar $6,000, yang berarti kas yang digunakan Genesis untuk membayar beban dibayar di muka lebih besar dibandingkan beban terkait yang diakui di laporan laba-rugi. Pembayaran kas yang lebih tinggi itu menyebabkan meningkatnya saldo akun aset beban dibayar di muka, sebagaimana tercermin dari analisis akun berikut:

beban dibayar di muka - kas

Selisih pembayaran kas yang lebih besar dibandingkan dengan beban operasi yang diakui di laporan laba-rugi—sebagaimana tercermin dalam peningkatan akun aset beban dibayar di muka sebesar $2,000—dikurangkan dari laba-rugi dalam penghitungan kas yang disediakan oleh aktivitas operasi.

Penyesuaian terhadap perubahan liabilitas lancar

Perubahan liabilitas lancar umumnya disebabkan oleh aktivitas operasi. Contohnya adalah pembelian kredit yang mempengaruhi utang usaha.

  • Peningkatan liabilitas lancar harus ditambahkan ke laba-rugi. Peningkatan liabilitas lancar seperti utang usaha menunjukkan pembayaran kas yang lebih kecil dibandingkan dengan beban terkait yang diakui di laporan laba-rugi (misalnya beban pokok penjualan). Contoh lainnya adalah peningkatan utang gaji yang mengindikasikan, kas yang dibayar untuk gaji karyawan lebih kecil dibandingkan dengan beban gaji yang diakui di laporan laba-rugi. Karena beban yang diakui lebih besar dibandingkan dengan kas yang dibayarkan, peningkatan utang gaji harus ditambahkan ke laba-rugi dalam penghitungan arus kas netto dari aktivitas operasi.
  • Penurunan liabilitas lancar harus dikurangkan dari laba-rugi. Logika yang mendasari kaidah ini adalah kebalikan dari butir sebelumnya.

Sebagai ilustrasi, kita kembali menggunakan data berikut.

neraca dan laba-rugi

Utang usaha Utang usaha berkurang sebesar $5,000, dari saldo awal sebesar $40,000 menjadi saldo akhir sebesar $35,000. Penurunan tersebut mengindikasikan pembayaran ke pemasok yang lebih besar dibandingkan pembelian sebesar $5,000 selama periode yang sedang dilaporkan, sebagaimana terlihat dari analisis akun berikut:

utang usaha - pembelian - kas

Selisih pembayaran kas yang lebih besar dibandingkan pembelian—sebagaimana tercermin dari penurunan utang usaha sebesar $5,000—dikurangkan dari laba-rugi dalam penghitungan kas yang disediakan oleh aktivitas operasi.

Penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan terhadap laba-rugi dalam kaitannya dengan aset lancar nonkas dan liabilitas lancar ditunjukkan sebagai berikut.

penyesuaian aset lancar dan liabilitas lancar terhadap laba-rugi dalam menentukan arus kas dari aktivitas operasi dengan metode tidak langsung

Penyesuaian terhadap pendapatan dan beban operasi yang tidak menghasilkan atau menggunakan kas

Laporan laba-rugi mencakup beban-beban yang pengeluaran kasnya tidak terjadi pada periode yang sedang dilaporkan. Contohnya adalah depresiasi/penyusutan, amortisasi, deplesi, dan kerugian piutang tak tertagih. Penyesuaian-penyesuaian yang perlu dilakukan adalah:

  • Beban-beban yang terjadi tanpa pengeluaran kas ditambahkan kembali ke laba-rugi. Item-item seperti depresiasi/penyusutan, amortisasi, deplesi, dan kerugian piutang tak tertagih berasal dari pendebitan terhadap akun beban dan pengkreditan terhadap akun nonkas. Jurnalnya tidak mempengaruhi kas, sehingga dalam menghitung arus kas dari aktivitas operasi beban-beban semacam itu harus ditambahkan kembali ke laba-rugi. Menambahkan kembali berarti membatalkan pengurangan di laporan laba-rugi.
  • Pendapatan yang diperoleh tanpa penerimaan kas dikurangkan dari laba-rugi. Logika yang mendasari kaidah ini adalah kebalikan dari butir sebelumnya.

Sebagai ilustrasi, kita kembali menggunakan data berikut.

neraca dan laba-rugi

Depresiasi/penyusutan Beban penyusutan adalah satu-satunya item operasi di Genesis yang tidak mempengaruhi arus kas pada periode yang sedang dilaporkan. Beban penyusutan sebesar $24,000 harus ditambahkan kembali ke laba-rugi.

laporan arus kas - metode tidak langsung

Penyesuaian terhadap item-item nonoperasi

Laporan laba-rugi juga biasanya melaporkan kerugian yang tidak berasal dari aktivitas operasi, tetapi terkait dengan aktivitas investasi atau pendanaan. Contohnya adalah kerugian dari penjualan tanah, bangunan, dan peralatan (aset tetap) dan kerugian dari pelunasan utang obligasi sebelum jatuh tempo. Penyesuaian-penyesuaian yang perlu dilakukan terkait item-item tersebut adalah:

  • Kerugian nonoperasi harus ditambahkan kembali ke laba-rugi. Penjualan tanah, bangunan, dan peralatan dan pelunasan utang obligasi sebelum jatuh tempo biasanya dijurnal dengan merekam kas yang diterima atau dikeluarkan, menghapus/menutup akun untuk item aset tetap yang dijual atau utang obligasi yang dilunasi, dan mengakui keuntungan atau kerugian yang ditimbulkan. Kas yang diterima atau yang dibayarkan bukan aktivitas operasi, tetapi merupakan aktivitas investasi atau pendanaan. Dengan kata lain, arus kas operasi tidak terpengaruh oleh transaksi-transaksi tersebut. Meskipun demikian, kerugian nonoperasi yang ditimbulkannya tetap diperhitungkan dalam laporan laba-rugi dan harus ditambahkan kembali ke laba untuk menghitung arus kas dari aktivitas operasi.
  • Keuntungan nonoperasi harus dikurangkan dari laba-rugi. Logika yang mendasari kaidah ini adalah kebalikan dari butir sebelumnya.

Sebagai ilustrasi, kita kembali menggunakan data berikut.

neraca dan laba-rugi

Kerugian atas penjualan aset tetap. Genesis melaporkan kerugian atas penjualan aset tetap sebesar $6,000 di laporan laba-rugi. Kerugian tersebut memang harus diikutsertakan dalam penghitungan laba-rugi akrual, meskipun transaksinya sendiri bukan merupakan aktivitas operasi. Kerugian nonoperasi sebesar $6,000 tersebut harus ditambahkan kembali ke laba-rugi.

Keuntungan atas pelunasan utang Genesis melaporkan keuntungan atas pelunasan utang sebesar $16,000 di laporan laba-rugi. Kerugian tersebut memang harus disertakan dalam penghitungan laba-rugi akrual, tetapi transaksinya sendiri bukan merupakan aktivitas operasi. Meskipun demikian, keuntungan sebesar $16,000 tersebut harus dikurangkan terhadap laba-rugi dalam menghitung arus kas operasi.

Metode langsung

Arus kas dari aktivitas operasi dengan metode langsung (direct method) dihitung dengan menyesuaikan item-item laporan laba-rugi berbasis akrual menjadi berbasis kas. Pendekatan yang biasa digunakan adalah dengan menyesuaikan akun-akun aktivitas operasi di laporan laba-rugi dengan perubahan akun-akun yang terkait di neraca sebagaimana ditunjukkan berikut:

laporan arus kas - metode langsung

Dalam metode langsung, penerimaan kas disajikan terlebih dahulu dan kemudian pengeluaran kas.

laporan arus kas - metode langsung

Penerimaan kas

Penerimaan kas dari kustomer. Jika semua penjualan dilakukan secara tunai, jumlah kas yang diterima dari kustomer akan sama dengan angka penjualan yang dilaporkan di laporan laba-rugi. Akan tetapi jika sebagian penjualan dilakukan secara kredit, penjualan harus disesuaikan dengan perubahan (peningkatan atau penurunan) piutang usaha. Analisis akun bisa dilakukan dalam proses penyesuaian tersebut, yaitu dengan merekonstruksi penerimaan dan pengeluaran kas yang terjadi selama satu periode.

Sebagai ilustrasi, akun-T piutang usaha berikut menyajikan saldo piutang usaha Genesis tanggal 31 Desember 2008 dan 2009. Saldo awal sebesar $40,000 dan saldo akhir sebesar $60,000. Selanjutnya, laporan laba-rugi menunjukkan penjualan sebesar $590,000, dimasukkan ke sisi debit. Jumlah kas yang diterima dari kustomer dapat dihitung sebagai berikut:

penerimaan kas dari pelanggan - piutang usaha

Akun T di atas menunjukkan, saldo piutang usaha pada mulanya sebesar $40,000 dan meningkat menjadi $630,000 dari penjualan sebesar $590,000, padahal saldo akhirnya hanya sebesar $60,000. Rekonstruksi itu menunjukkan, penerimaan kas dari kustomer sebesar $570,000 (($40,000 + $590,000) – $60,000). Atau, penerimaan kas dari kustomer sama dengan penjualan ($590,000) dikurangi peningkatan piutang usaha ($20,000).

(terakhir di-update tanggal 8 Agustus 2016 – bersambung)

No comments:

Post a Comment