PPh pasal 25 | angsuran pajak penghasilan

cara menghitung angsuran pph pasal 25

PPh pasal 25 mengatur angsuran PPh yang harus dibayar sendiri oleh Wajib Pajak untuk setiap bulan dalam tahun berjalan. Pajak penghasilan di Indonesia menganut sistem pembayaran pajak di muka sebagai salah satu implementasi dari asas pemungutan pajak "convinience to pay". Sistem pembayaran pajak di muka berarti Anda sebagai wajib pajak harus membayar pajak meskipun jumlah pajak terutang yang sebenarnya baru diketahui pada akhir tahun fiskal.

Dari sudut pandang Anda selaku Wajib Pajak, sistem ini mungkin bisa meringankan. Kewajiban pajak penghasilan tidak dibayarkan sekaligus pada akhir tahun. Bagi negara sistem ini juga menguntungkan. Sistem pembayaran pajak penghasilan di muka menjamin adanya pemasukan kas bulanan yang diperlukan untuk membiayai belanja negara.

Bagaimana cara menghitung besarnya angsuran pajak penghasilan yang harus Anda bayar setiap bulan?


Ingin mahir menghitung pajak dan mengisi e-SPT?

brevet pajak unsoed purwokerto

Ikuti pelatihan Brevet Pajak Unsoed Purwokerto. Kunjungi halaman kami di Facebook untuk mendapatkan informasi pendaftaran, acara, dan aktivitas kami.


Besarnya angsuran pajak untuk tahun pajak berjalan yang harus Anda bayar sendiri setiap bulan adalah sebesar PPh terutang menurut SPT tahunan PPh tahun pajak sebelumnya dikurangi dengan:

  1. PPh yang dipotong berdasarkan Pasal 21 dan Pasal 23 serta PPh yang dipungut berdasarkan Pasal 22; dan
  2. PPh yang dibayar atau terutang di luar negeri yang boleh dikreditkan berdasarkan Pasal 24;

dibagi 12 (dua belas) atau banyaknya bulan dalam bagian tahun pajak.

Contoh penghitungan angsuran PPh pasal 25

Pajak penghasilan terutang berdasarkan SPT tahunan Anda sebagai wajib pajak pribadi untuk tahun 2017 adalah Rp50.000.000. Pajak-pajak yang dipotong dan dipungut pihak lain adalah:

  • Pajak penghasilan yang dipotong pemberi kerja (PPh pasal 21) berjumlah Rp15.000.000.
  • Pajak penghasilan yang dipungut oleh pihak lain (PPh pasal 22) berjumlah Rp10.000.000.
  • Pajak penghasilan yang dipotong oleh pihak lain (PPh pasal 23) berjumlah Rp2.500.000.
  • Kredit pajak penghasilan luar negeri (PPh pasal 24) berjumlah Rp7.500.000.

Berapakah besarnya angsuran PPh pasal 25 yang harus dibayar setiap bulan untuk tahun 2018? Dengan rumus perhitungan umum di atas, besarnya angsuran PPh pasal 25 adalah Rp1.250.000 ([Rp50.000.000 – Rp15.000.000 – Rp10.000.000 – Rp2.500.000 – Rp7.500.000] ÷ 12).

Jika data PPh terutang dan kredit pajak di atas hanya berkenaan dengan penghasilan yang diterima/diperoleh untuk bagian tahun pajak yang mencakup masa enam bulan pada tahun 2017, besarnya angsuran PPh pasal 25 yang harus dibayar sendiri setiap bulan pada tahun 2018 adalah Rp2.500.000 ([Rp50.000.000 – Rp15.000.000 – Rp10.000.000 – Rp2.500.000 – Rp7.500.000] ÷ 6).

Ingat, batas waktu penyampaian SPT tahunan pribadi adalah akhir bulan ketiga tahun pajak berikutnya. Batas waktu penyampaian SPT tahunan badan bahkan akhir bulan keempat. Itu berarti, besarnya angsuran PPh pasal 25 baru diketahui dengan pasti setelah tiga bulan (untuk wajib pajak pribadi) dan setelah empat bulan (untuk wajib pajak badan). Kembali pada contoh di atas, Anda baru tahu bahwa angsuran PPh pasal 25 untuk tahun 2018 adalah Rp1.250.000 per bulan setelah SPT diisi lengkap dan disampaikan pada bulan Februari 2018. Bagaimana Anda membayar angsuran PPh pasal 25 untuk Januari dan Februari?

Besarnya angsuran pajak yang harus dibayar sendiri untuk bulan-bulan sebelum SPT tahunan disampaikan sama dengan besarnya angsuran pajak untuk bulan terakhir tahun pajak sebelumnya. Kembali ke contoh di atas, jika angsuran pajak bulan Desember 2017 Rp1.000.000 dan SPT tahunan baru Anda sampaikan pada bulan Februari 2018, angsuran pajak bulan Januari sama dengan Desember, yaitu Rp1.000.000.

Ketentuan di atas tetap digunakan meskipun angsuran pajak pada bulan terakhir tahun sebelumnya adalah nihil. Jika dalam contoh di atas, pada bulan September 2017 terbit keputusan pengurangan angsuran pajak menjadi nihil, sehingga angsuran pajak bulan Oktober sampai dengan Desember 2017 adalah nihil, besarnya angsuran pajak yang harus Anda bayar pada bulan Januari 2018 tetap sama dengan angsuran bulan Desember 2017, yaitu nihil.


Comments

Popular posts from this blog

Contoh jurnal dan laporan keuangan perusahaan jasa

Download PSAK terbaru | PDF | exposure draft

Neraca: laporan posisi keuangan

Kekuasaan atas pengelolaan keuangan negara menurut UU No. 17 Tahun 2003

Persamaan dasar akuntansi dan laporan keuangan

Penyusunan dan penetapan APBN dan APBD menurut UU No. 17 Tahun 2003

Instrumen keuangan (financial instrument): definisi menurut SAK/IFRS

Keuangan negara: definisi menurut UU No. 17 tahun 2003

Utility dalam konteks ilmu ekonomi

Siklus akuntansi: tahap-tahap proses akuntansi