06 December 2009

Dimensions of moral philosopies – dimensi filsafat moral

Tulisan ini adalah bagian dari studi pustaka saya tentang rerangka penelitian etika bisnis. Dimensi filsafat moral merupakan salah satu dari tiga rerangka yang lazim digunakan dalam penelitian bisnis: (1) dimensi filsafat moral, (2) sistem nilai etis, dan (3) perkembangan moral kognitif (Charlson & Kacmar, 1997).

Menurut rerangka filsafat moral (moral philosophies), pertimbangan etis (ethical judgment) tergantung kepada keyakinan individu. Keyakinan individu inilah yang dimaksud dengan filsafat moral dalam pendekatan ini.

Dalam kaitannya dengan ada atau tidaknya aturan moral (moral rules) yang bersifat universal, filsafat moral dapat dibedakan menjadi dua: absolutisme dan relativisme (relativism-absolutism dimension).

Absolutisme memandang “apa yang dianggap semestinya” dan “apa yang diinginkan” memiliki makna yang abadi dan universal. Sementara itu, relativisme memandang “apa yang dianggap semestinya” dan “apa yang diinginkan” sangat tergantung kepada waktu, tempat, dan situasi-situasi konkret.

Dimensi filsafat moral lainnya adalah idealisme-pragmatisme. Seseorang yang menganut filsafat idealisme meyakini bahwa hasil akhir (outcome) yang baik akan secara automatis diakibatkan oleh perilaku yang baik. Sebaliknya, penganut pragmatisme meragukan keyakinan tersebut.

Dengan rerangka tersebut, peneliti etika bisnis mengevaluasi sikap sadar manusia terhadap perilaku etis dengan cara mengkategorikan mereka menurut filsafat moral masing-masing.

No comments:

Post a Comment