03 January 2016

PSAK 50 Instrumen Keuangan: Penyajian

PSAK 50 Instrumen Keuangan: Penyajian yang saat ini berlaku mengadopsi hampir seluruh ketentuan dalam IAS 32 Financial Instruments: Presentation per 1 Januari 2014. PSAK 50 dimaksudkan untuk menetapkan prinsip-prinsip untuk menentukan apakah instrumen keuangan merupakan liabilitas atau ekuitas serta menetapkan prinsip-prinsip untuk menyalinghapuskan aset keuangan dengan liabilitas keuangan. Bagi entitas penerbit instrumen keuangan, PSAK 53 memuat panduan untuk mengklasifikasikan instrumen keuangan yang diterbitkannya sebagai aset keuangan, liabilitas keuangan, atau instrumen ekuitas. PSAK 50 juga mengatur klasifikasi bunga, dividen, kerugian dan keuntungan terkait instrumen keuangan yang diterbitkan, serta menyatakan kondisi-kondisi yang mengharuskan entitas menyalinghapuskan aset keuangan dan liabilitas keuangan.

Prinsip-prinsip yang dinyatakan dalam PSAK 50 melengkapi prinsip-prinsip pengakuan dan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan dalam PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Prinsip-prinsip dalam PSAK 50 juga melengkapi prinsip-prinsip pengungkapan informasi terkait aset keuangan dan liabilitas keuangan dalam PSAK 60 Instrumen Keuangan: Pengungkapan.

Entitas penerbit instrumen keuangan harus mengklasifikasikan instrumen yang diterbitkannya, atau bagian-bagian komponennya, pada pengakuan awal sebagai liabilitas keuangan, aset keuangan, atau instrumen ekuitas sesuai dengan substansi pengaturan kontraknya serta sesuai dengan definisi liabilitas keuangan, aset keuangan, dan instrumen ekuitas. Entitas penerbit instrumen keuangan non-derivatif harus mengevaluasi ketentuan-ketentuan instrumen keuangannya untuk menentukan apakah instrumen keuangan non-derivatif yang diterbitkannya itu mengandung komponen liabilitas sekaligus komponen ekuitas. Tiap-tiap komponen harus diklasifikasi secara terpisah sebagai liabilitas keuangan, aset keuangan, atau instrumen ekuitas.

Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan bagi satu entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas bagi entitas lainnya.

Aset keuangan adalah setiap aset yang berupa:

(a) kas;

(b) instrumen ekuitas entitas lain;

(c) hak berdasarkan kontrak:

(i) untuk menerima kas atau aset keuangan lain dari entitas lain; atau

(ii) untuk menukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi menguntungkan entitas; atau

(d) kontrak yang akan atau bisa diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas sendiri dan merupakan:

(i) instrumen non-derivatif yang mengharuskan atau mungkin akan mengharuskan entitas untuk menerima instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas sendiri dalam jumlah yang bervariasi; atau

(ii) instrumen derivatif yang akan atau bisa diselesaikan selain melalui pertukaran sejumlah tertentu kas atau instrumen keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas sendiri. Untuk maksud ini instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas sendiri tidak termasuk instrumen keuangan dengan opsi jual kembali kepada penerbit (puttable financial instruments) yang diklasifikasi sebagai instrumen ekuitas sesuai paragraf 16A dan 16B, instrumen yang mengharuskan entitas untuk menyerahkan kepada pihak lain bagian pro rata aset neto entitas hanya pada likuidasi dan diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas sesuai paragraf 16C dan 16D, atau instrumen yang berupa kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas sendiri di masa depan.

Liabilitas keuangan adalah setiap liabilitas yang berupa:

(a) kewajiban berdasarkan kontrak:

(i) untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas lain; atau

(ii) untuk menukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan entitas;

(b) kontrak yang akan atau bisa diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas sendiri dan merupakan:

(i) instrumen non-derivatif yang mengharuskan atau mungkin akan mengharuskan entitas untuk menyerahkan instrumen ekuitas yang diterbitkannya dalam jumlah yang bervariasi; atau

(ii) instrumen derivatif yang akan atau bisa diselesaikan selain melalui pertukaran sejumlah tertentu kas atau instrumen keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas sendiri. Untuk maksud ini instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas sendiri tidak termasuk instrumen keuangan dengan opsi jual kembali kepada penerbit (puttable financial instruments) yang diklasifikasi sebagai instrumen ekuitas sesuai paragraf sesuai paragraf 16A dan 16B, instrumen yang mengharuskan entitas untuk menyerahkan kepada pihak lain bagian pro rata aset neto entitas hanya pada likuidasi dan diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas sesuai paragraf 16C dan 16D, atau instrumen yang berupa kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas sendiri di masa depan.

Sebagai pengecualian, instrumen yang memenuhi definisi liabilitas keuangan diklasifikasi sebagai instrumen ekuitas jika instrumen keuangan itu memiliki seluruh fitur dan memenuhi kondisi dalam paragraf 16A dan 16B atau paragraf 16C dan 16D.

Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang membuktikan kepentingan residual dalam aset entitas setelah dikurangi seluruh liabilitas.

Instrumen keuangan mungkin mengharuskan entitas untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain, atau menyelesaikannya sedemikian rupa sehingga instrumen itu seolah-olah merupakan liabilitas keuangan, dengan terjadinya atau tidak terjadinya kejadian masa depan yang belum pasti (atau sebagai akibat dari situasi-situasi yang belum pasti) yang berada di luar kendali baik penerbit maupun pemegang instrumen, seperti perubahan indeks harga saham, indeks harga konsumen, tingkat bunga, atau ketentuan perpajakan, atau pendapatan, laba bersih, atau rasio utang terhadap ekuitas entitas penerbit di masa depan. Penerbit instrumen keuangan semacam itu tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menghindari penyerahan kas atau aset keuangan lain (atau menyelesaikannya sedemikian rupa sehingga instrumen itu merupakan liabilitas keuangan). Dengan demikian, instrumen semacam itu merupakan liabilitas keuangan entias penerbit kecuali jika:

(a) bagian dari ketentuan penyelesaian yang tergantung pada situasi atau kejadian masa depan yang belum pasti itu tidak genuine;

(b) penerbit hanya akan diharuskan untuk menyelesaikan kewajibannya itu pada saat likuidasi;

(c) instrumennya memiliki seluruh fitur dan memenuhi kondisi-kondisi dalam paragraf 16A dan 16B.

Jika instrumen keuangan derivatif memberikan pilihan kepada satu pihak terkait cara penyelesian (misalnya penerbit atau pemegangnya bisa memilih penyelesaian neto dengan kas atau dengan menukarkan saham dengan kas), instrumen itu merupakan aset keuangan atau liabilitas keuangan kecuali jika seluruh alternatif penyelesaian akan mengakibatkan instrumen itu menjadi instrumen ekuitas.

Jika entitas membeli kembali instrumen ekuitas yang diterbitkannya sendiri, instrumen itu (‘saham treasury’) harus dikurangkan dari ekuitas. Tidak ada keuntungan atau kerugian yang bisa diakui dalam laba-rugi atas pembelian, penerbitan kembali, atau pembatalan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas sendiri. Saham treasury mungkin dibeli dan dipegang oleh entitas atau oleh anggota-anggota lain dalam kelompok usaha yang dikonsolidasikan. Konsiderasi yang dibayarkan atau yang diterima harus diakui langsung di ekuitas.

Bunga, dividen, kerugian, dan keuntungan terkait instrumen keuangan atau komponen yang merupakan liabilitas keuangan harus diakui sebagai penghasilan atau beban di laba-rugi. Distribusi kepada pemegang instrumen ekuitas harus didebit oleh entitas secara langsung ke ekuitas, setelah diperhitungkan manfaat pajak terkait, jika ada. Biaya-biaya transaksi ekuitas harus diperlakukan sebagai pengurang ekuitas, setelah diperhitungkan manfaat pajak terkait, jika ada.

Aset keuangan dan liabilitas keuangan harus disalinghapuskan dan jumlah netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, entitas:

(a) memiliki hak yang bisa dipaksakan secara hukum untuk menyelesaikan jumlah-jumlah aset keuangan dan liabilitas keuangan secara neto; dan

(b) memiliki intensi untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas itu secara simultan.

No comments:

Post a Comment