14 November 2015

Nilai wajar (fair value): definisi menurut PSAK 68/IFRS 13

daftar istilah akuntansi

Nilai wajar (fair value) adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
Sumber: Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 68 (PSAK 68) Pengukuran Nilai Wajar, Lampiran A.

PSAK 68 menetapkan hirarki nilai wajar yang mengelompokkan input untuk teknik penilaian yang digunakan dalam pengukuran nilai wajar menjadi tiga level input.

  • Input Level 1 adalah harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
  • Input Level 2 adalah input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
  • Input Level 3 adalah input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.

Hirarki nilai wajar memberikan prioritas tertinggi kepada harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (input Level 1) dan prioritas terendah untuk input yang tidak dapat diobservasi (input Level 3).
Sumber: Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 68 (PSAK 68) Pengukuran Nilai Wajar, paragraf 72.

Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date.
Source: International Financial Reporting Standard 13 (IFRS 13) Fair Value Measurement, Appendix A.

IFRS 13 establishes a fair value hierarchy that categorises into three levels the inputs to valuation techniques used to measure fair value.

  • Level 1 inputs are quoted prices (unadjusted) in active markets for identical asset or liability that the entity can access at the measurement date.
  • Level 2 inputs are inputs other than quoted prices included within Level 1 that are observable for the asset or liability, either directly or indirectly.
  • Level 3 inputs are unobservable inputs for the asset or liability.

The fair value hierarchy gives the highest priority to quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities (Level 1 inputs) and the lowest priority to unobservable inputs (Level 3 inputs).
Source: International Financial Reporting Standard 13 (IFRS 13) Fair Value Measurement, paragraph 72.

2 comments:

  1. pak bagaimana caranya menentukan nilai wajar pada suatu barang? saya masih belum mengerti bagaimana suatu barang bisa ditentukan harganya bila di pasar, terlebih yang berkaitan dengan kualitas seperti buah,dsb. terima kasih.
    apriani k. (C1C015077)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nilai wajar itu konsep akuntansi tingkat lanjut, biasanya dikontraskan dengan pendekatan biaya historis. Saya akan mengenalkan ini dalam pembahasan aset tetap dan instrumen keuangan (investasi dan liabilitas jangka panjang)

      Delete