Laporan laba rugi

laporan laba rugi
Artikel ini menjelaskan pengertian laporan laba rugi, manfaat dan kelemahan laporan laba rugi, serta cara membuat laporan laba rugi menurut dasar akuntansi akrual. Contoh laporan laba rugi single-step dan multiple-step juga disajikan untuk memudahkan pemahaman mengenai bentuk dan isi laporan laba-rugi.

Artikel ini juga akan menjelaskan konsep dan pengertian penghasilan komprehensif serta penyajiannya dalam laporan keuangan.

Daftar isi





Pengertian laporan laba rugi

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang mengukur keberhasilan kinerja perusahaan selama satu periode. Informasi kinerja perusahaan yang terkandung dalam laporan laba rugi digunakan untuk menilai dan memprediksi jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas masa depan.

Laporan laba rugi membantu pengguna dalam mengevaluasi kinerja perusahaan di masa lalu, menyediakan dasar untuk memprediksi kinerja masa depan, dan membantu menilai risiko atau ketidakpastian arus kas masa depan.

Meskipun demikian, pengguna laporan keuangan harus menyadari bahwa laporan laba rugi disusun berdasarkan asumsi dan kebijakan akuntansi tertentu. Laporan laba rugi memiliki kelemahan yang di antaranya adalah:

  • Unsur-unsur penghasilan dan beban yang tidak bisa diukur dengan andal tidak dilaporkan dalam laporan laba rugi.
  • Jumlah laba rugi dipengaruhi oleh metode akuntansi yang dipilih dan digunakan perusahaan yang melaporkan.
  • Penghitungan laba rugi melibatkan penggunaan pertimbangan (judgement) dan estimasi sehingga obyektivitasnya diragukan.

Kelemahan-kelemahan di atas sebenarnya terkait dengan laporan laba rugi dasar akrual. Sebagaimana akan dijelaskan pada bagian berikut, laporan laba rugi juga bisa disajikan dengan dasar kas.

Unsur laporan laba rugi

Elemen atau komponen atau unsur laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Dengan kata lain, penghitungan laba rugi dilakukan dengan mengurangkan unsur-unsur beban atas unsur-unsur penghasilan.

Penghasilan adalah kenaikan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi, yang menyebabkan kenaikan aset neto (ekuitas), dalam bentuk penambahan atau pemasukan aset atau penurunan liabilitas, yang tidak berasal dari kontribusi pemilik.

Penghasilan bisa dikelompokkan menjadi dua unsur, yaitu pendapatan (revenue) dan keuntungan (gain).

Pendapatan merupakan penghasilan yang berasal dari aktivitas operasi utama perusahaan, misalnya aktivitas penjualan barang bagi perusahaan dagang atau perusahaan manufaktur dan aktivitas penyediaan jasa bagi perusahaan jasa.

Keuntungan merupakan kenaikan aset neto yang berasal dari transaksi insidental di luar transaksi penghasil pendapatan utama. Sebagai contoh, perusahaan dagang memperoleh pendapatan penjualan dari penjualan barang dagang kepada pelanggan. Ketika perusahaan itu menjual peralatan dengan harga jual di atas biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan, keuntungan akan diakui atas penjualan peralatan itu.

Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi, yang menyebabkan penurunan aset neto (ekuitas), dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aset atau bertambahnya liabilitas, yang bukan termasuk distribusi kepada pemilik.

Beban juga bisa dikelompokkan menjadi dua unsur, yaitu beban operasi (operating expense) dan kerugian (loss).

Beban operasi atau beban usaha merupakan beban yang berasal dari aktivitas operasi utama perusahaan, contohnya yang terkait dengan aktivitas penjualan barang dagang bagi perusahaan dagang.

Kerugian merupakan beban yang berasal dari transaksi insidental.

Dasar akuntansi: dasar kas dan dasar akrual

Laporan laba rugi bisa disusun dengan menggunakan dua dasar pengakuan, yaitu dasar kas dan dasar akrual.

Dasar kas adalah dasar akuntansi yang mencatat unsur-unsur penghasilan dan beban pada saat kas diterima atau dikeluarkan. Dengan dasar kas, perusahaan mencatat diperolehnya penghasilan pada saat kas diterima dan mengakui timbulnya beban pada saat kas dikeluarkan. Laba rugi dasar kas seringkali disebut surplus/defisit kas.

Usaha kecil dan menengah (UKM) umumnya menggunakan dasar kas ini untuk mengukur kinerja bisnis mereka karena penyelenggaraan pembukuan dasar kas lebih mudah, tidak memerlukan pengetahuan akuntansi yang mendalam. Pemerintah juga menyampaikan laporan realisasi APBN/APBD dasar kas, selain laporan aktivitas dasar akrual.

Dasar akrual adalah dasar akuntansi yang mencatat unsur-unsur penghasilan dan beban pada saat hak dan kewajiban atas pendapatan dan beban timbul. Dengan dasar akrual, perusahaan mencatat penghasilan pada saat diperolehnya hak atas suatu unsur penghasilan, dan mengakui beban pada saat timbulnya kewajiban terkait suatu unsur beban.

Standar akuntansi mengatur bahwa pendapatan (beban) diakui pada saat arus kas masuk (arus kas keluar) terkait pendapatan (beban) itu hampir pasti terjadinya dan nilainya dapat ditentukan dengan andal. Contoh penerapan dasar akrual adalah pengakuan pendapatan atas penjualan kredit pada saat barang dagangan dikirim tanpa menunggu diterimanya kas dari pelanggan. Beban gaji diakui bersamaan dengan dinikmatinya pelayanan karyawan, tanpa menunggu pembayaran kas kepada karyawan.

Sebagaimana disinggung pada bagian awal artikel ini, dasar akuntansi akrual mengakibatkan laporan laba rugi memiliki beberapa kelemahan. Diwajibkannya perusahaan menyajikan laporan arus kas sebenarnya dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut. Laporan arus kas, terutama yang terkait dengan aktivitas operasi, adalah penyajian kembali laba rugi dengan menggunakan dasar kas.

Penjelasan selanjutnya dari artikel ini akan difokuskan pada laporan laba rugi yang disusun dengan dasar akrual.

Cara membuat laporan laba rugi

Seperti dijelaskan dalam artikel saya mengenai tahap-tahap siklus akuntansi, unsur-unsur laporan laba rugi diekstrak dari saldo-saldo akun nominal setelah disesuaikan dengan dasar akuntansi akrual. Dalam sistem akuntansi manual, proses penyesuaian dan pemilahan akun bisa dilakukan dengan alat bantu berupa neraca lajur. Sistem informasi akuntansi berbasis komputer biasanya sudah dirancang sedemikian rupa sehingga ringkasan akun-akun laba rugi tersedia ketika diakses oleh pengguna.

Baca juga:

Bentuk dan contoh laporan laba rugi

Penting untuk dipahami bahwa dalam konteks akuntansi keuangan, sasaran laporan keuangan (termasuk di dalamnya laporan laba rugi) adalah pengguna eksternal. Meskipun demikian, secara prinsip sebenarnya tidak ada format atau bentuk laporan laba rugi yang baku. Standar akuntansi keuangan (SAK) hanya memberikan panduan secara umum terkait bagaimana laporan laba rugi seharusnya disajikan.

Sebagai contoh, PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan mengharuskan laporan laba rugi sekurang-kurangnya mencakup informasi mengenai:

  • Pendapatan.
  • Biaya keuangan.
  • Bagian laba rugi dari entitas asosiasi dan ventura bersama yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.
  • Beban pajak.
  • Jumlah tunggal untuk total operasi yang dihentikan.
  • Laba rugi.

PSAK 1 juga menyatakan bahwa perusahaan bisa menyajikan analisis beban dalam laporan laba rugi dengan menggunakan klasifikasi berdasarkan sifat/hakikat beban atau menurut fungsi beban.

Dalam buku-buku akuntansi lama yang disadur dari prinsip akuntansi berterima umum (PABU) di Amerika Serikat, laporan laba rugi dengan penyajian beban menurut sifat/hakikatnya disebut laporan laba rugi single-step (atau laporan laba-rugi bentuk tunggal). Contoh laporan laba rugi single-step berikut diekstrak dari PSAK 1 (paragraf 102).

laporan laba rugi

Laporan laba rugi dengan analisis beban menurut fungsi biasanya disebut laporan laba rugi multiple-step (atau laporan laba rugi bentuk ganda). Contoh laporan laba rugi multiple-step berikut diekstrak dari PSAK 1 (paragraf 103).

laporan laba rugi

Aturan-aturan lebih rinci mengenai format laporan keuangan (termasuk di dalamnya laporan laba rugi) biasanya diatur oleh pemerintah. Sebagai contoh, laporan keuangan bank diatur di dalam peraturan khusus mengenai akuntansi perbankan, yaitu Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia. Demikian juga, laporan keuangan koperasi diatur dalam pedoman khusus akuntansi koperasi, yaitu Pedoman Umum Akuntansi Koperasi.

Pengertian dan penerapan konsep penghasilan komprehensif

PSAK 1 terbaru yang saat ini berlaku mengadopsi pendekatan laba rugi yang mencakup semua (all-inclusive income) atau penghasilan komprehensif (comprehensive income). PSAK 1 memilah perubahan kekayaan bersih (aset neto) perusahaan menjadi dua komponen, yaitu penghasilan komprehensif dan transaksi pemilik. Kinerja perusahaan mencakup penghasilan komprehensif, yaitu perubahan aset neto yang tidak berasal dari transaksi dengan pemilik. Konsep ini juga dikenal sebagai pemeliharaan modal.

Menurut PSAK 1, total penghasilan komprehensif adalah perubahan aset neto (ekuitas) selama satu periode yang dihasilkan dari transaksi dan peristiwa lainnya, selain perubahan yang diakibatkan oleh transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik.

Untuk maksud pelaporan keuangan, total penghasilan komprehensif dipilah lagi menjadi dua, yaitu komponen laba rugi dan komponen penghasilan komprehensif lain.

Laba rugi adalah total pendapatan dikurangi beban, yang tidak termasuk dalam komponen penghasilan komprehensif lain.

Penghasilan komprehensif lain mencakup pos-pos penghasilan dan beban yang tidak diakui dalam komponen laba rugi sebagaimana diatur oleh SAK. Penghasilan komprehensif lain di antaranya mencakup:

  • Perubahan surplus revaluasi aset tetap dan aset tak berwujud.
  • Keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti yang diakui.
  • Keuntungan dan kerugian yang timbul dari penjabaran laporan keuangan dari operasi di luar negeri.
  • Keuntungan dan kerugian dari pengukuran kembali aset keuangan yang dikategorikan sebagai tersedia untuk dijual.
  • Bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai dalam rangka lindung nilai arus kas.

Dengan dianutnya pendekatan penghasilan komprehensif, PSAK 1 menyebut laporan keuangan yang menyajikan kinerja keuangan perusahaan secara menyeluruh dengan istilah laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

Perusahaan juga bisa melaporkan penghasilan komprehensif dalam dua laporan terpisah, yaitu (1) laporan laba rugi yang khusus menyajikan unsur-unsur laba rugi dan (2) laporan penghasilan komprehensif yang menyajikan satu baris komponen laba rugi dilanjutkan dengan rincian unsur-unsur penghasilan komprehensif lain.

Contoh laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain disajikan sebagai berikut:

laporan laba rugi

Selain disajikan dalam laporan laba rugi, unsur-unsur penghasilan dan beban juga diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan sesuai ketentuan dalam standar akuntansi keuangan yang relevan.


Baca juga: Contoh laporan keuangan


Kesimpulan

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang mengukur keberhasilan perusahaan selama satu periode. Informasi kinerja perusahaan yang terkandung dalam laporan laba rugi digunakan untuk menilai dan memprediksi jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas masa depan.

Meskipun secara teoretis, dasar akrual lebih unggul daripada dasar kas, laporan laba rugi dasar akrual tetap memiliki beberapa kelemahan. Laporan laba rugi tidak memasukkan item penghasilan dan beban yang tidak terukur dengan andal. Laba rugi juga dipengaruhi oleh metode dan kebijakan akuntansi yang dianut perusahaan. Kelemahan tersebut diatasi dengan diwajibkannya laporan arus kas yang disusun dengan dasar kas.

PSAK 1 yang berlaku untuk entitas dengan akuntabilitas publik signifikan menganut pendekatan penghasilan komprehensif. Dengan pendekatan ini, kinerja keuangan diukur dengan perubahan aset neto selain yang berasal dari pemilik dalam kapasitas sebagai pemilik. Dengan dianutnya konsep penghasilan komprehensif, laporan keuangan yang menyajikan kinerja keuangan secara menyeluruh kini disebut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

Popular posts from this blog

Contoh jurnal dan laporan keuangan perusahaan jasa

Download PSAK terbaru | PDF | exposure draft

Penyusunan dan penetapan APBN dan APBD menurut UU No. 17 Tahun 2003

Akuntansi piutang usaha, wesel, dan pinjaman yang diberikan

Nilai wajar (fair value): definisi menurut PSAK 68/IFRS 13