Featured Post

Brevet Pajak Online Unsoed

Image
Brevet Pajak Online Unsoed dibuka untuk 25 peserta setiap kelas. Informasi lebih lanjut hubungi Reva (0858-8579-8331) atau Ida (0821-3378-9932) - WA/call/SMS. Pendaftaran dibuka sepanjang waktu.
DAFTAR ONLINE SEKARANG!

Brevet Pajak Unsoed Reguler akan kembali dilaksanakan setelah situasi dan kondisi memungkinkan.Kunjungi dan ikuti Brevet Pajak Unsoed Purwokerto di Facebook dan Instagram untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai pendaftaran, acara, dan aktivitas kami Pengertian brevet pajak UnsoedBrevet Konsultan Pajak Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman, selanjutnya disebut brevet pajak Unsoed, adalah program kursus/pelatihan pajak yang diselenggarakan oleh Laboratorium Pengembangan Akuntansi Unsoed dengan mengacu kepada SK Rektor Unsoed No. KEPT.276/UN23/PP.08.00/2017, sebagai salah satu unit layanan yang berada di lingkungan FEB Unsoed. Hingga saat ini (awal 2018), brevet pajak Unsoed telah diselenggarakan sebanyak 64 angkatan dengan ribuan alumni yang terseba…

Pendidikan di negeri antah berantah

Sewaktu masih bekerja di Jakarta, kepada seorang kolega saya pernah menyatakan, "Saya tidak percaya lagi dengan gelar akademik. Omong kosong itu." Pernyataan tersebut sebenarnya merupakan ekspresi dari keprihatinan saya atas praktik pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, di Jakarta. Bukan rahasia lagi, sebagian perguruan tinggi di Jakarta menerbitkan ijazah/gelar akademik tanpa melalui proses pendidikan yang semestinya.

Saya melihat memang ada pasar bagi "layanan pendidikan" instan itu. Ketatnya persaingan antar perguruan tinggi di Jakarta sepertinya adalah penyebab lainnya. Situasi diperparah oleh mindset bisnis pemilik/pengelola perguruan tinggi yang pragmatis dan kontrol dari pemerintah yang lemah.

Terkait plagiarisme, ketika di Jakarta, saya juga dosen yang paling malas membimbing penelitian mahasiswa. Mengapa? Saya tahu persis banyak penelitian itu yang hanya ganti cover dan nama.

Saya justru heran, mengapa maraknya plagiarisme dan bobroknya pendidikan kita baru dipersoalkan setelah adanya kasus yang terungkap di media masa?

Pejabat publik di Indonesia sepertinya memang belum sembuh penyakitnya, kagetan. Ada isu, kaget, baru bereaksi alakadarnya, selesai.

Saya juga geli dengan pernyataan Jusuf Kalla. Beberapa waktu lalu dia bilang bingung melihat pejabat daerah yang gelar akademiknya "tiba-tiba" nongkrong. Dia bingung, kok cepat sekali, di mana sekolahnya. "Kalau dia sadar bahwa pendidikan adalah area strategis bagi kemajuan dan daya saing bangsa, mengapa waktu itu Bapak, selaku wapres, cuma berhenti di bingung, tidak mendalami lebih lanjut?"

Comments

Popular posts from this blog

Download PSAK terbaru | PDF | exposure draft

Contoh jurnal dan laporan keuangan perusahaan jasa

Contoh jurnal penjualan dan pertukaran aktiva tetap