Featured Post

Brevet Pajak Online Unsoed

Image
Brevet Pajak Online Unsoed  dibuka untuk 25 peserta setiap kelas. Informasi lebih lanjut hubungi  Reva (0858-8579-8331) atau  Ida (0821-3378-9932) - WA/call/SMS. Pendaftaran dibuka sepanjang waktu. DAFTAR ONLINE SEKARANG! Brevet Pajak Unsoed Reguler akan kembali dilaksanakan setelah situasi dan kondisi memungkinkan. Kunjungi dan ikuti Brevet Pajak Unsoed Purwokerto di Facebook  dan Instagram untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai pendaftaran, acara, dan aktivitas kami Pengertian brevet pajak Unsoed Brevet Konsultan Pajak Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman, selanjutnya disebut brevet pajak Unsoed , adalah program kursus/pelatihan pajak yang diselenggarakan oleh Laboratorium Pengembangan Akuntansi Unsoed dengan mengacu kepada SK Rektor Unsoed No. KEPT.276/UN23/PP.08.00/2017, sebagai salah satu unit layanan yang berada di lingkungan FEB Unsoed. Hingga saat ini (awal 2018), brevet pajak Unsoed telah diselenggarakan sebanyak 64 angkatan dengan ribuan alu

Whistleblowing systems

Dalam beberapa dekade terakhir, istilah whistleblower menjadi semakin populer
di Indonesia. Khairiansyah dan Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji adalah dua nama di antara orang-orang yang dianggap sebagai whistleblower. Sebutan sebagai whistleblower terkait dengan keputusan mereka untuk mengungkap korupsi yang terjadi di institusi masing-masing.

Istilah whistleblower telah dimaknai secara beragam. Sebagai contoh, sebagian kalangan mengartikan whistleblower sebagai “saksi pelapor” yang memberikan laporan atau kesaksian mengenai dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum dalam proses peradilan
pidana. Kalangan lainnya menerjemahkan whistleblower secara harfiah sebagai “peniup peluit.” Ada juga yang memadankan istilah whistleblower sebagai “pengungkap fakta.”

Sebuah buku yang berjudul “Memahami Whistleblower yang diterbitkan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (2011) menyatakan: untuk disebut sebagai whistleblower, saksi pelapor setidaknya harus memenuhi dua kriteria mendasar, yaitu: (1) whistleblower menyampaikan laporannya kepada otoritas yang berwenang atau kepada media massa atau publik; dan (2) whistleblower merupakan “orang dalam,” yaitu orang yang mengungkap dugaan pelanggaran dan kejahatan yang terjadi di dalam institusi tempat mereka bekerja.

Kriteria pertama, whistleblower menyampaikan laporannya kepada otoritas yang berwenang atau kepada media massa atau publik. Kriteria ini membedakan whistleblower dari sekadar penyebar gosip yang lazim ditemukan di dalam organisasi. Dengan melapor kepada otoritas yang berwenang atau media massa, dugaan kejahatan diharapkan dapat terungkap. Otoritas berwenang bisa bersifat internal, misalnya direksi, dewan komisaris, dan kepala kantor. Otoritas dimaksud juga bisa lembaga di luar organisasi yang berwenang atau media massa.

Kriteria kedua, whistleblower merupakan “orang dalam,” yaitu orang yang mengungkap dugaan pelanggaran dan kejahatan yang terjadi di dalam institusi tempat mereka bekerja. Meskipun demikan, kejahatan seringkali berupa skandal yang terorganisasi. Sebagai konsekuensinya, whistleblower bisa saja menjadi bagian dari pelaku kejahatan atau kelompok mafia itu sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

Download PSAK terbaru | PDF | exposure draft

Contoh jurnal dan laporan keuangan perusahaan jasa

Contoh jurnal penjualan dan pertukaran aktiva tetap