Akuntansi aktiva tetap (aset tetap)

aktiva tetap

Artikel ini membahas perlakuan akuntansi aktiva tetap yang mencakup pengakuan, pengukuran, dan penyajian aktiva tetap dalam laporan keuangan. Pembahasan dilengkapi dengan contoh jurnal untuk mencatat transaksi aktiva tetap pada tiap-tiap tahap dalam siklus akuntansi aktiva tetap.

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebenarnya sudah tidak merekomendasikan penggunaan istilah aktiva tetap. Istilah aktiva tetap diadopsi dari fixed assets dalam Bahasa Inggris. Istilah yang digunakan dalam standar akuntansi saat ini adalah aset tetap yang memiliki arti yang sama dengan property, plant and equipment. Dalam artikel ini, kedua istilah tersebut, aktiva tetap dan aset tetap, dianggap memiliki arti yang sama dan digunakan secara bergantian.


Ingin mahir menghitung pajak dan mengisi e-SPT?

Brevet Pajak Unsoed Purwokerto
Ikuti pelatihan Brevet Pajak Unsoed Purwokerto. Kunjungi halaman kami di Facebook untuk mendapatkan informasi pendaftaran, acara, dan aktivitas kami.


Pengertian aktiva tetap

Untuk memahami aset apa saja yang termasuk dalam kategori aktiva tetap, berikut ini disajikan definisi aset tetap yang dinyatakan dalam standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.

Definisi aset tetap menurut SAK EMKM:

Aset tetap adalah aset yang:
  1. dimiliki oleh entitas untuk digunakan dalam kegiatan normal usahanya; dan
  2. diharapkan akan digunakan entitas untuk lebih dari satu periode.

Definisi aset tetap menurut PSAK 16 dan SAK ETAP:

Aset tetap adalah aset berwujud yang:
  1. dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan
  2. diperkirakan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.


Dua definisi di atas menunjukkan bahwa aktiva tetap memiliki ciri-ciri utama sebagai berikut:
  • Digunakan dalam operasi perusahaan, bukan untuk dijual kembali.
  • Bersifat jangka panjang dan umumnya disusutkan.
  • Berwujud, memiliki manfaat yang melekat pada substansi fisiknya.
Aset tetap bisa berupa tanah, penyempurnaan tanah, bangunan, dan peralatan (mesin, perabotan (furniture), alat-alat).

Biaya perolehan aset tetap

Aktiva tetap mula-mula dicatat dengan biaya perolehan (cost).

Biaya perolehan tanah
Biaya perolehan tanah mencakup seluruh biaya untuk memperoleh dan menyiapkan tanah sesuai tujuan penggunaannya. Biaya perolehan tanah biasanya mencakup:

  1. Harga beli (biaya untuk memperoleh hak atas tanah).
  2. Biaya penutupan transaksi, misalnya BPHTB, honorarium notaris.
  3. Komisi perantara real estate.
  4. Biaya perataan, pengurukan, pengaliran air (drainase), dan pembersihan.
  5. Biaya peroyaan/pencoretan hak tanggungan atas tanah.

    Contoh penghitungan dan jurnal pengakuan aktiva tetap (tanah)

    PT ABC Manufacturing membeli real estate yang harga tunainya Rp100.000. Di atas tanah itu berdiri gudang tua yang harus diratakan karena tidak sesuai dengan tujuan penggunaan oleh PT ABC Manufacturing. Setelah dikurangi hasil penjualan sisa-sisa bangunan lama tersebut, PT ABC Manufacturing masih harus mengeluarkan dana untuk meratakan tanah sebesar Rp6.000 (biaya total Rp7.500 dikurangi hasil penjualan sisa material Rp1.500). Honorarium notaris sebesar Rp1.000 dan komisi perantara sejumlah Rp8.000 juga ditanggung oleh pihak PT ABC Manufacturing.

    Berapakah jumlah yang harus dilaporkan sebagai biaya perolehan (cost) tanah dan bagaimana mencatat pembelian tanah tersebut?

    contoh biaya perolehan aktiva tetapcontoh jurnal pembelian aktiva tetap

    Biaya penyempurnaan tanah
    Penyempurnaan tanah atau perbaikan tanah adalah semua pengeluaran yang diperlukan untuk menyempurnakan dan meningkatkan fungsi tanah sesuai tujuan penggunaan.

    Contoh perbaikan tanah adalah jalan, tempat parkir, pagar, taman, dan alat penyiram air bawah tanah.

    Perbaikan tanah disusutkan selama masa manfaatnya dan dilaporkan terpisah dari tanah (sebagai pos aset tersendiri dalam kategori aktiva tetap).

    Biaya perolehan bangunan
    Biaya perolehan bangunan mencakup semua biaya yang terkait langsung dengan pembelian atau pendirian bangunan.

    Biaya pembelian bangunan bisa mencakup:

    • Harga beli, biaya penutupan transaksi, dan komisi perantara real estate.
    • Remodeling dan penggantian atau perbaikan atap, lantai, kabel listrik, dan pipa saluran air.

    Biaya konstruksi bisa mencakup harga kontrak ditambah pembayaran-pembayaran untuk honorarium arsitek, IMB, dan penggalian (ekskavasi).

    Biaya perolehan peralatan
    Biaya perolehan peralatan mencakup semua biaya yang timbul dalam rangka pembelian dan penyiapan peralatan sesuai tujuan penggunaannya.

    Biaya perolehan peralatan biasanya mencakup:

    • Harga beli.
    • PPN.
    • Biaya angkut.
    • Asuransi dalam perjalanan.
    • Biaya perakitan dan instalasi.
    • Biaya pelaksanaan uji coba.

    Contoh penghitungan biaya perolehan aktiva tetap (peralatan)

    PT BBM membeli mesin produksi yang harga tunainya Rp50.000. Pengeluaran-pengeluaran terkait meliputi PPN Rp3.000, asuransi perjalanan Rp500, dan biaya instalasi dan pengujian Rp1.000.

    Berapakah jumlah biaya perolehan mesin itu?

    contoh biaya perolehan aset tetap peralatan

    Penyusutan aktiva tetap

    Pengertian penyusutan | Penyusutan atau depresiasi aktiva tetap adalah proses pengalokasian biaya perolehan aset-aset berwujud menjadi beban (expense) secara sistematik dan rasional ke periode-periode yang diharapkan mendapatkan manfaat dari penggunaan aset-aset berwujud tersebut.

    Penting untuk diperhatikan, penyusutan merupakan proses alokasi biaya, bukan penilaian aset. Penyusutan bisa diterapkan untuk penyempurnaan tanah, bangunan, dan peralatan, tapi tidak untuk tanah.

    Penyusutan dilakukan karena kemampuan aset untuk menghasilkan pendapatan akan menurun selama masa manfaat aset.

    penyusutan aktiva tetap

    Faktor-faktor yang diperhitungkan dalam penyusutan aktiva tetap meliputi:

    • Biaya perolehan, yaitu semua pengeluaran yang diperlukan untuk memperoleh aset dan menyiapkannya sesuai tujuan penggunaan.
    • Umur manfaat, yaitu estimasi umur harapan aset berdasarkan kebutuhan reparasi, umur layanan, serta kerentanan keusangan.
    • Nilai residu, yaitu estimasi nilai aset pada akhir masa manfaat.

    Metode penyusutan yang umum digunakan dalam praktik adalah:

    • Metode garis lurus.
    • Metode unit aktivitas.
    • Metode saldo menurun.
    • Metode jumlah angka tahun.

    Penjelasan dan contoh penerapan metode garis lurus, metode unit aktivitas, dan metode saldo menurun diberikan dengan ilustrasi kasus berikut.

    Contoh penyusutan aktiva tetap

    Pada tanggal 1 Januari 2018, PT Oemar Bakrie membeli satu unit truk. Biaya perolehan truk itu Rp13.000, estimasi nilai residu Rp1.000, estimasi umur manfaat 5 tahun atau 100.000km.

    Metode garis lurus

    Cara menghitung penyusutan garis lurus dilakukan dengan dua tahap:

    1. Menghitung besarnya biaya yang disusutkan, yaitu biaya perolehan dikurangi nilai residu. Jumlah yang disusutkan untuk truk yang dibeli PT Oemar Bakrie adalah Rp12.000 (Rp13.000 – Rp1.000).
    2. Menghitung besarnya beban penyusutan, yaitu dengan membagi biaya yang disusutkan dengan umur manfaat aset. Beban penyusutan untuk truk yang dibeli PT Oemar Bakrie adalah Rp2.400 (Rp12.000 ÷ 5 tahun) per tahun.

    Metode garis lurus menghasilkan jumlah penyusutan yang sama tiap-tiap tahun seperti ditunjukkan dengan tabel penyusutan berikut:

    penyusutan aktiva tetap metode garis lurus

    Contoh jurnal penyusutan dengan metode garis lurus yang dibuat pada akhir tahun adalah sebagai berikut:

    jurnal penyusutan

    Perhatikan, beban penyusutan merupakan beban non-tunai. Akun yang dikredit dari jurnal penyusutan di atas adalah Akumulasi Penyusutan. Akumulasi penyusutan adalah kontra akun aset, disajikan di neraca (laporan posisi keuangan) mengurangi aset terkait. Akumulasi penyusutan merupakan akun real yang berarti saldonya diteruskan dan bersifat kumulatif ke periode berikutnya. Contoh penyajian aktiva tetap di neraca adalah sebagai berikut:

    aktiva tetap

    Metode unit aktivitas

    Metode unit aktivitas juga biasa disebut metode unit produksi (terutama untuk penyusutan mesin produksi). Cara menghitung penyusutan dengan metode unit aktivitas adalah sebagai berikut:

    1. Menghitung besarnya biaya yang disusutkan, yaitu biaya perolehan dikurangi nilai residu. Jumlah yang disusutkan untuk truk yang dibeli PT Oemar Bakrie adalah Rp12.000 (Rp13.000 – Rp1.000).
    2. Menghitung tarif penyusutan per unit aktivitas, yaitu dengan membagi biaya yang disusutkan dengan umur manfaat aset dalam unit aktivitas. Tarif penyusutan per unit aktivitas untuk truk yang dibeli PT Oemar Bakrie adalah Rp0,12 (Rp12.000 ÷ 100.000km).
    3. Menghitung besarnya beban penyusutan, yaitu dengan mengalikan tarif penyusutan per unit aktivitas dengan aktivitas sesungguhnya selama periode. Jika selama tahun 2018, truk PT Oemar Bakrie menempuh jarak 15.000km, beban penyusutan untuk tahun 2018 adalah Rp1.800 (Rp0,12 × 15.000).

    Besarnya penyusutan tiap tahun bervariasi tergantung pada aktivitas sesungguhnya sebagaimana diilustrasikan dalam tabel penyusutan berikut:

    penyusutan aktiva tetap

    Contoh jurnal penyusutan dengan metode unit aktivitas yang dibuat pada akhir tahun adalah sebagai berikut:

    jurnal penyusutan aktiva tetap

    Perhatikan, besarnya penyusutan dengan metode unit aktivitas (Rp1.800) berbeda dengan yang dihasilkan dengan metode garis lurus (Rp2.400). Ingat, penyusutan merupakan beban yang dikurangkan terhadap pendapatan dalam penghitungan laba-rugi. Artinya, laba-rugi yang dilaporkan perusahaan sebagian dipengaruhi oleh metode akuntansi yang dipilih.

    Metode saldo menurun

    Metode saldo menurun menghasilkan beban penyusutan yang semakin mengecil dari tahun ke tahun selama masa manfaat aset. Metode saldo menurun yang sering digunakan adalah metode saldo menurun dua kali tarif penyusutan garis lurus (double-declining balance).

    Sebagai contoh, jika aktiva tetap yang memiliki estimasi umur manfaat lima tahun disusutkan dengan metode garis lurus, tarifnya adalah 20% atau ⅕. Dengan demikian, tarif saldo menurun yang digunakan adalah 40%, diterapkan terhadap nilai buku pada awal tahun. Nilai residu, meskipun tetap diestimasi, pada awalnya tidak diperhitungkan dalam menentukan beban penyusutan.

    Untuk truk yang dibeli PT Oemar Bakrie, penyusutan tahun 2018 dengan metode saldo menurun adalah Rp5.200(Rp13.000 × 40%).

    Pada awal tahun 2019, nilai buku truk adalah Rp7.800, sehingga beban penyusutan tahun 2019 adalah Rp3.120 (Rp7.800 × 40%).

    penyusutan aktiva tetap

    Prosedur yang sama terus dilakukan sampai dengan tahun keempat (sebelum tahun terakhir penggunaan aset). Pada tahun kelima (2022), beban penyusutan dihitung dengan mengurangi nilai buku awal tahun (Rp1.685) dengan estimasi nilai residu yang ditetapkan pada saat perolehan (Rp1.000), sehingga beban penyusutan tahun 2022 adalah Rp685. Dengan demikian, pada akhir tahun kelima, nilai buku aktiva tetap sama dengan nilai residu.

    Contoh jurnal penyusutan tahun pertama adalah:

    contoh jurnal penyusutan aktiva tetap

    Dengan membandingkan tiga metode di atas terlihat bahwa:

    Dari gambar terlihat:

    • Metode garis lurus menghasilkan beban penyusutan yang merata dari tahun ke tahun.
    • Metode unit aktivitas menghasilkan beban penyusutan yang bervariasi tergantung pada volume aktivitas.
    • Metode saldo menurun menghasilkan beban penyusutan yang semakin mengecil dari tahun ke tahun.

    Meskipun demikian total beban penyusutan selama umur manfaat aset sama, yaitu sebesar biaya perolehan yang disusutkan.

    Penyusutan parsial

    Apa yang dimaksud dengan penyusutan parsial? Penyusutan parsial adalah penghitungan dan pengakuan penyusutan untuk jangka waktu kurang dari satu periode akuntansi (satu tahun). Penyusutan parsial ditentukan dengan mengalikan pecahan bulan yang dicakup dalam penyusutan dibagi dua belas bulan. Contoh berikut menggunakan data yang sama persis dengan ilustrasi sebelumnya, kecuali bahwa pembelian aktiva tetap dilakukan pada tanggal 1 Oktober, bukan 1 Januari.


    Pada tanggal 1 Oktober 2018, PT Oemar Bakrie membeli satu unit truk. Biaya perolehan truk itu Rp13.000, estimasi nilai residu Rp1.000, estimasi umur manfaat 5 tahun atau 100.000km. PT Oemar Bakrie menggunakan tahun fiskal yang berakhir tanggal 31 Desember.

    Berdasarkan data tersebut, buatlah tabel penyusutan selama umur manfaat aset dan buatlah jurnal penyusutan untuk tahun 2018 dengan menggunakan metode garis lurus, metode unit aktivitas, dan metode saldo menurun!


    Metode garis lurus

    Tabel penyusutan parsial dengan metode garis lurus disajikan sebagai berikut:

    tabel penyusutan metode garis lurus

    Perhatikan, pada tahun 2018 beban penyusutan untuk tiga bulan (Oktober – Desember) berjumlah Rp600 (Rp2.400 × 3/12).

    Jurnal penyusutan untuk tahun 2018 adalah sebagai berikut:

    contoh jurnal penyusutan metode garis lurus


    Metode unit aktivitas

    Tabel penyusutan parsial dengan metode unit aktivitas disajikan sebagai berikut:

    tabel penyusutan metode unit aktivitas

    Penyusutan parsial dengan metode unit aktivitas dihitung dengan cara yang sama dengan penyusutan tahunan, karena beban penyusutan ditentukan oleh unit aktivitas sesungguhnya, bukan oleh berlalunya waktu. Tabel di atas mengasumsikan bahwa selama periode Oktober – Desember, truk menempuh jarak 15.000km.

    Jika pada akhir tahun 2022 umur manfaat dalam unit aktivitas telah habis disusutkan tapi truk masih digunakan hingga tahun 2023, pengakuan penyusutan tahun 2023 sudah tidak diperlukan lagi. Ingat, penyusutan adalah alokasi biaya.

    Jurnal penyesuaian untuk menyusutkan aktiva tetap akhir tahun 2018 adalah sebagai berikut:

    contoh jurnal penyusutan metode unit aktivitas

    Metode saldo menurun

    Tabel penyusutan parsial dengan metode saldo menurun disajikan sebagai berikut:

    tabel penyusutan metode saldo menurun

    Perhatikan, penyusutan untuk tahun 2018 dihitung dengan asumsi satu tahun penuh dan kemudian dikalikan 3/12 karena beban penyusutan hanya diakui untuk periode parsial dari Oktober sampai dengan Desember. Penyusutan tahun berikutnya dilakukan dengan cara yang sama dengan contoh sebelumnya, sisa nilai buku dikalikan dengan tarif saldo menurun.

    Pada tahun 2023, beban penyusutan adalah selisih nilai buku awal dengan estimasi nilai residu.

    Metode penyusutan dan pajak penghasilan

    Regulasi pajak umumnya tidak mengharuskan penghasilan kena pajak dihitung menggunakan metode penyusutan yang sama dengan laporan keuangan komersial. Perusahaan mungkin saja menggunakan metode garis lurus di laporan keuangan komersial untuk memaksimumkan laba bersih dan menerapkan metode penyusutan dipercepat (misalnya saldo menurun) dalam menghitung penghasilan kena pajak.

    Revisi penyusutan

    Revisi penyusutan bisa berupa perubahan metode penyusutan, perubahan estimasi umur manfaat, atau perubahan estimasi nilai residu aktiva tetap. Sebagai contoh, pada saat perolehan suatu item peralatan diestimasi memiliki umur manfaat 5 tahun. Pada akhir tahun ketiga, manajemen memperpanjang niat menggunakan aktiva tetap itu 5 tahun lagi, sehingga umur manfaat yang semula tersisa 2 tahun lagi, menjadi tersisa 5 tahun dengan total umur manfaat menjadi 8 tahun.

    Standar akuntansi keuangan (PSAK 16) mengharuskan revisi penyusutan hanya diterapkan sejak periode dilakukannya perubahan hingga periode-periode selanjutnya (dianggap perubahan estimasi). Revisi penyusutan tidak diperlakukan secara retrospektif, dalam arti tidak perlu menyajikan kembali laporan keuangan periode-periode sebelum terjadinya revisi. Revisi penyusutan juga dianggap sebagai kejadian yang normal, tidak dianggap sebagai kesalahan (error).


    Pada tanggal 1 Januari 2018, PT Oemar Bakrie membeli satu unit truk. Biaya perolehan truk itu Rp13.000, estimasi nilai residu Rp1.000, estimasi umur manfaat 5 tahun atau 100.000km.

    Pada tanggal 1 Januari 2021, PT Oemar Bakrie memutuskan untuk memperpanjang satu tahun estimasi umur manfaat truk itu karena kondisinya yang masih sangat baik.

    Selama ini PT Oemar Bakrie menggunakan metode garis lurus untuk menyusutkan truk tersebut, dan nilai bukunya per 1 Januari 2021 adalah Rp5.800 (Rp13.000 – Rp7.200).

    Berapakah jumlah beban penyusutan untuk tahun 2021?
    Dengan estimasi semula, sisa umur manfaat aktiva tetap per 1 Januari 2021 (awal 2021) adalah 2 tahun lagi (2021 dan 2022). Perpanjangan satu tahun berarti sisa umur manfaat menjadi 3 tahun.

    Nilai buku per 1 Januari 2021 adalah Rp5.800 dan estimasi nilai residu tidak berubah, yaitu Rp1.000, sehingga beban penyusutan tahunan setelah revisi adalah Rp1.600 ([Rp5.800 – Rp1000] ÷ 3).

    Jurnal penyusutan untuk tahun 2018 dan tahun-tahun selanjutnya adalah:

    contoh jurnal revisi penyusutan

    Perhatikan, dengan metode garis lurus beban penyusutan jumlahnya sama setiap tahun.


    Comments

    Popular posts from this blog

    Contoh jurnal dan laporan keuangan perusahaan jasa

    Download PSAK terbaru | PDF | exposure draft

    Penyusunan dan penetapan APBN dan APBD menurut UU No. 17 Tahun 2003

    Neraca: laporan posisi keuangan

    Kekuasaan atas pengelolaan keuangan negara menurut UU No. 17 Tahun 2003