Analisis laporan keuangan untuk mendeteksi financial shenanigans

analisis laporan keuangan

Sebagaimana telah dibahas dalam artikel sebelumnya, financial shenanigans adalah tindakan-tindakan yang dimaksudkan untuk menyajikan informasi kinerja dan posisi keuangan palsu di dalam laporan keuangan.

Ingin mahir menghitung pajak dan mengisi SPT?

Ikuti pelatihan Brevet Pajak Unsoed Purwokerto. Kunjungi halaman kami di Facebook untuk mendapatkan informasi pendaftaran, acara, dan aktivitas kami.

Ukuran yang dapat digunakan sebagai indikasi awal adanya financial shenanigans adalah:
  • Entitas melaporkan penurunan drastis arus kas dari kegiatan operasi dibandingkan dengan penurunan laba bersih.
  • Entitas menunjukkan pertumbuhan penjualan tahunan yang tinggi, tetapi kemudian diikuti dengan pertumbuhan yang rendah atau negatif.
  • Entitas menunjukkan pertumbuhan piutang yang tinggi dibandingkan pertumbuhan penjualan, bisa dideteksi dengan menggunakan rasio perputaran piutang.
  • Entitas melaporkan tingkat persediaan yang tinggi dibandingkan dengan penjualan dan beban pokok penjualan, bisa dideteksi dengan menggunakan rasio perputaran persediaan.
  • Entitas menunjukkan penurunan laba kotor secara drastis.
  • Entitas menunjukkan peningkatan aset tak berwujud yang signifikan.
  • Entitas melaporkan jumlah pendapatan tangguhan yang tinggi.
Deteksi lebih lanjut dilakukan dengan menelusuri lebih cermat informasi yang dikeluarkan oleh entitas, misalnya informasi dari laporan auditor independen, catatan atas Laporan Keuangan, laporan tahunan, dan prospektus.

Informasi dari laporan auditor independen bisa digunakan untuk menentukan apakah laporan keuangan entitas memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dan apakah auditor entitas memiliki reputasi yang baik. Catatan atas laporan keuangan menyediakan informasi mengenai kebijakan akuntansi dan perubahan atas kebijakan akuntansi entitas, transaksi yang dilakukan entitas dengan pihak berelasi, serta kontinjensi dan komitmen entitas.

Laporan tahunan entitas juga bisa memberikan petunjuk mengenai ada tidaknya financial shenanigans. Sebagai contoh, informasi yang disampaikan dalam laporan direksi bisa dideteksi apakah langsung pada fokusnya atau tidak. Dari diskusi dan analisis manajemen bisa dililhat apakah terdapat pengungkapan spesifik, apakah konsisten dengan catatan atas laporan keuangan, serta bagaimana entitas menilai kondisi keuangan, likuiditas, dan rencana biaya modal untuk periode yang akan datang. Laporan tahunan juga mungkin memuat informasi mengenai litigasi dan tuntutan hukum lainnya yang sedang dihadapi entitas, remunerasi direksi dan komisaris, serta transaksi dengan pihak pihak berelasi.

Prospektus biasanya memuat informasi kinerja yang dicapai entitas di masa lalu serta kualitas manajemen, direksi, dan komisaris.

Analisis laporan keuangan entitas dilakukan dengan tiga langkah utama berikut ini:
  1. Melakukan common size analysis atas laporan posisi keuangan (neraca) dan laporan laba-rugi dan penghasilan komprehensif lain.
  2. Membaca dengan seksama catatan atas laporan keuangan dan penjelasan kualitatif lainnya sesuai daftar yang ada di atas.
  3. Membandingkan arus kas dari kegiatan operasi entitas dengan laba bersih.

Analisis laporan keuangan - common size analysis

Common size analysis adalah salah satu teknik analisis laporan keuangan yang digunakan oleh analis untuk menentukan proporsi dari komponen laporan posisi keuangan (neraca) dan laporan laba-rugi dan penghasilan komprehensif lain terhadap suatu angka tertentu, yaitu nilai total aset untuk komponen laporan posisi keuangan (neraca), dan nilai total pendapatan untuk komponen laporan laba-rugi dan penghasilan komprehensif lain. Hasil dari common size analysis dapat digunakan untuk menentukan tingkat kesehatan keuangan dan kemampulabaan suatu entitas.

Common size analysis dapat dilakukan dalam bentuk vertikal maupun horizontal.Analisis vertikal dilakukan untuk suatu periode tertentu, sementara analisis horizontal dilakukan untuk beberapa periode dengan suatu periode dijadikan sebagai periode dasar. Analisis vertikal memungkinkan analis untuk melihat struktur dan perubahan dalam struktur laporan posisi keuangan dan laporan laba-rugi dan penghasilan komprehensif lain. Aturan umumnya adalah:
  • Struktur komponen kedua laporan tersebut akan relatif stabil tanpa banyak perubahan yang signifikan.
  • Persentase perubahan pendapatan akan tercermin dalam perubahan akun beban dan modal kerja entitas.

Comments

Popular posts from this blog

Download PSAK terbaru | PDF | exposure draft

Contoh jurnal dan laporan keuangan perusahaan jasa

Neraca: laporan posisi keuangan

Penyusunan dan penetapan APBN dan APBD menurut UU No. 17 Tahun 2003

Nilai wajar (fair value): definisi menurut PSAK 68/IFRS 13

Kekuasaan atas pengelolaan keuangan negara menurut UU No. 17 Tahun 2003

Persamaan dasar akuntansi dan laporan keuangan

Siklus akuntansi: tahap-tahap proses akuntansi

Akuntansi: pengertian, fungsi dan pengguna, serta peran standar akuntansi

Instrumen keuangan (financial instrument): definisi menurut SAK/IFRS