Cara menghitung biaya persediaan FIFO dan HPP dengan Excel

Tutorial ini menjelaskan bagaimana cara menggunakan Excel untuk menghitung biaya persediaan dan harga pokok penjualan (HPP) berdasarkan metode FIFO. Bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM), Microsoft Excel memiliki banyak fitur yang sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk mengelola persediaan. Tutorial ini sekadar memberikan salah satu contoh, bahwa tanpa software akuntansi, Anda bisa saja melaksanakan pencatatan persediaan barang dagang dengan efisien.

Apa itu persediaan?

Sebagai pengetahuan dasar, Anda mungkin perlu mengetahui dengan pasti apa yang dimaksud dengan persediaan dalam akuntansi. Ya, dalam akuntansi, karena istilah persediaan yang dimaksud di sini memang konteksnya pembukuan dan akuntansi. Tergantung jenis usahanya, jenis persediaan juga bisa berupa persediaan baran habis pakai (termasuk alat tulis kantor), persediaan barang dagang, persediaan bahan baku, persediaan bahan penolong, persediaan barang dalam proses, atau persediaan barang jadi.

Perusahaan jasa umumnya hanya memiliki persediaan barang habis pakai (perlengkapan). Selain persediaan barang habis pakai, sebagian besar aset perusahaan dagang adalah persediaan barang dagang. Perusahaan manufaktur akan memiliki persediaan barang habis pakai, persediaan bahan baku dan bahan penolong, persediaan barang dalam proses, serta persediaan barang jadi (yang juga merupakan persediaan barang dagang).

Dari penjelasan di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa persediaan adalah aset atau aktiva yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali, digunakan dalam proses produksi, atau perlengkapan habis pakai yang diperlukan untuk mengelola bisnis sehari-hari termasuk alat tulis kantor. Jarum suntik juga adalah contoh persediaan barang habis pakai perusahaan jasa rumah sakit.

Penting untuk dipahami juga bahwa persediaan tidak selalu berupa barang-barang yang berumur pendek. Aktiva yang diklasifikasikan sebagai persediaan bisa saja berupa aset tahan lama seperti mobil, komputer, mesin, bahkan pesawat terbang, jika bisnis perusahaan memang memproduksi dan memperjualbelikan barang-barang tersebut.


Ingin mahir menghitung pajak dan mengisi e-SPT?

brevet pajak unsoed purwokerto

Ikuti pelatihan Brevet Pajak Unsoed Purwokerto. Kunjungi halaman kami di Facebook untuk mendapatkan informasi pendaftaran, acara, dan aktivitas kami.


Metode penentuan biaya persediaan dan penghitungan harga pokok penjualan (HPP)

Dalam akuntansi, persediaan mula-mula dicatat dalam jurnal (diakui dan diukur) dengan biaya perolehan. Biaya perolehan adalah seluruh biaya (pengorbanan dalam rupiah) yang dikeluarkan untuk memperoleh dan menjadikan persediaan siap digunakan atau dijual kembali. Dalam praktik, biaya persediaan biasanya mencakup nilai faktur pembelian, biaya angkut yang ditanggung pembeli, serta upah tenaga kerja yang mengangkut barang hingga berada di gudang atau terpapar kepada pelanggan (jika ada).

Masalah timbul ketika harus menghitung laba kotor (harga jual dikurangi harga pokok penjualan) dan melaporkan biaya (jumlah rupiah) persediaan di neraca, karena biaya perolehan setiap item persediaan umumnya berbeda-beda untuk setiap tanggal pembelian.

Dalam standar akuntansi keuangan (SAK) yang berlaku saat ini, ada dua metode untuk menyelesaikan masalah tersebut. Metode pertama adalah metode masuk pertama keluar pertama (dalam komunikasi praktis lebih sering disebut metode FIFO, first-in first-out). Metode kedua disebut metode biaya rata-rata.

Dari dua metode tersebut, yang paling mudah diterapkan adalah metode biaya rata-rata.

Contoh kasus

Pada akhir tahun fiskal 2018, Anda bermaksud untuk menghitung besarnya HPP dan jumlah rupiah (biaya) persediaan dalam rangka menyusun laporan keuangan tahun 2018. Laporan keuangan itu Anda perlukan sebagai input rekonsiliasi fiskal untuk menentukan Penghasilan Kena Pajak dan sebagai lampiran SPT tahunan yang sedang Anda siapkan.

Salah satu item yang Anda jual adalah TV Samsung UE40MU6120. Pembelian item tersebut selama tahun 2018 disajikan dalam tabel berikut:

cara menghitung biaya persediaan fifo dan hpp dengan excel

Dari tabel di atas terlihat bahwa Anda menyediakan 599 unit TV Samsung UE40MU6120 selama tahun 2018. Asumsikan, bahwa selama tahun 2018 Anda berhasil menjual 577 unit, sehingga yang tersisa pada akhir periode adalah 22 unit.

Menurut standar akuntansi yang berlaku saat ini, berapakah jumlah rupiah yang harus dilekatkan pada 577 unit yang terjual (HPP) dan berapakah jumlah rupiah yang harus dicatat sebagai nilai persediaan akhir di neraca 31 Desember 2018?

Dengan metode biaya rata-rata, langkah pertama untuk menentukan HPP dan nilai persediaan akhir adalah menghitung biaya rata-rata persediaan. Menggunakan data dalam tabel di atas, biaya rata-rata (atau harga pokok rata-rata) persediaan yang dibeli adalah Rp5.162.982 (Rp3.092.626.000 ÷ 599).

Menghitung harga pokok penjualan (HPP) ditempuh dengan cara mengalikan biaya rata-rata dengan jumlah unit terjual. Menggunakan data dalam tabel di atas, HPP berjumlah Rp2.979.040.404 (Rp5.162.982 × 577). Dalam praktik, Anda disarankan membulatkan jumlah yang dilaporkan hingga jumlah terkecil yang dianggap material. Sebagai contoh, jumlah rupiah HPP Rp2.979.040.404 cukup dilaporkan sebesar Rp2.979.040.000.

Bagaimana cara menghitung nilai persediaan akhir? Menghitung nilai persediaan akhir dengan metode biaya rata-rata ditempuh dengan cara mengalikan biaya rata-rata dengan jumlah unit tersisa. Menggunakan data dalam tabel di atas, biaya persediaan adalah Rp113.585.596 (Rp5.162.982 × 22). Jumlah rupiah Rp113.585.596 juga bisa dibulatkan, misalnya menjadi Rp113.590.000.

Metode FIFO

Sebagaimana disinggung di atas, artikel ini sebenarnya dimaksudkan untuk menjelaskan metode FIFO serta bagaimana Anda bisa menghitung biaya persediaan dan HPP berdasarkan metode tersebut. Apa itu metode FIFO?

Seperti halnya metode biaya rata-rata, metode FIFO adalah cara menentukan biaya persediaan dan harga pokok penjualan (HPP) untuk mengatasi masalah praktis ketika harga pokok persediaan yang diperoleh selama satu periode berbeda-beda. Masuk pertama keluar pertama berarti metode FIFO menerapkan harga pokok persediaan yang diperoleh lebih awal sebagai HPP dan menerapkan harga pokok persediaan yang dibeli belakangan sebagai biaya persediaan akhir.

Untuk memudahkan Anda menyimak, tabel pembelian TV Samsung UE40MU6120 selama tahun 2018 disajikan kembali sebagai berikut:

cara menghitung biaya persediaan fifo dan hpp dengan excel

Jika selama tahun 2018 Anda berhasil menjual 577 unit, itu berarti yang tersisa pada akhir periode adalah 22 unit. Secara manual, Anda sebenarnya sudah bisa menentukan biaya persediaan akhir dan HPP berdasarkan data dalam tabel serta jumlah unit terjual dan unit tersedia tersebut.

Ingat, metode FIFO menerapkan harga pokok persediaan yang dibeli belakangan sebagai biaya persediaan akhir. Item persediaan akhir diketahui berjumlah 22 unit. Dari data dalam tabel, Anda tahu bahwa pembelian terakhir yang dilakukan pada tanggal 24 Desember berjumlah 48 unit dengan harga pokok per unit Rp5.170.000.

Dengan metode FIFO, ini berarti Anda menerapkan harga pokok Rp5.170.000 tersebut sebagai biaya/harga pokok 22 unit yang tersisa sebagai persediaan. Biaya persediaan TV Samsung UE40MU6120 Anda per 31 Desember adalah Rp113.740.000.

Karena unit tersedia, unit tersisa, dan unit terjual memiliki hubungan matematis yang pasti, HPP dengan metode FIFO juga bisa ditentukan dengan mudah. HPP TV Samsung UE40MU6120 Anda selama tahun 2018 adalah Rp2.978.886.000 (Rp3.092.626.000 – Rp113.740.000).

Metode FIFO dengan Excel

Jika dengan cara manual kita sudah bisa menentukan biaya persediaan akhir dan HPP, lantas mengapa harus menggunakan Excel?

File Excel yang sudah berisi formula dan data bisa digunakan sebagai template untuk keperluan mendatang. Area (range) spreadsheet untuk input data bisa ditandai dengan format style tertentu, diberi keterangan sebagai area input data, dan disimpan di folder template Excel tersendiri.

Pada saat Anda perlu melakukan penghitungan yang sama, Anda hanya perlu mengganti data di area input. Formula yang sama akan mengerjakan sisanya untuk Anda. Dengan kata lain, file template Excel itu bisa difungsikan sebagai aplikasi mini.

Jadi, Excel tetap efisien untuk menghitung harga pokok persediaan akhir dan harga pokok penjualan, terutama jika skala usaha Anda masih tergolong usaha kecil dan mikro (UKM).

Langkah-langkah untuk menghitung biaya persediaan akhir dan HPP dengan Excel dijelaskan pada berikut.

metode FIFO dengan Excel

Langkah 1: siapkan area (range) untuk input data. Gambar di atas menyajikan kembali tabel sebelumnya. Perhatikan, baris 19 berisi total untuk kolom-kolom tertentu.

metode FIFO dengan Excel

Langkah 2: siapkan headings (judul-judul kolom) untuk area penghitungan dan area output. Judul kolom Unit Terjual di sel F4, HPP di sel G4, Unit Tersisa di sel H4, dan Saldo Persediaan di sel I4 (lihat gambar di atas).

metode FIFO dengan Excel

Langkah 3: masukkan formula untuk menerapkan harga pokok pembelian lebih awal ke HPP. Untuk menerapkan harga-harga pokok persediaan lebih awal ke HPP, kita menggunakan rumus Excel berikut: =MIN(B5;$G$2-SUM($F$4:F4)). Tempatkan formula itu di sel F5 (lihat gambar di atas). Salin formula di sel F5 itu ke sel-sel di bawahnya sampai dengan sel F18. Hitung total kolom menggunakan formula =SUM di sel F19. Jumlah di sel F19 harus sama dengan nilai yang diberikan di sel G2.

metode FIFO dengan Excel

Langkah 4: hitung harga pokok penjualan terkait unit-unit terjual yang diterapkan oleh formula sebelumnya. Di sel G5, ketik formula berikut: =C5*F5, untuk mengalikan unit terjual yang diterapkan di kolom F dengan harga/unit di kolom C. Salin formula di sel G5 itu ke sel-sel di bawahnya sampai dengan sel G18. Hitung total kolom menggunakan formula =SUM di sel G19. Sampai di tahap ini, Anda sudah memperoleh jumlah HPP selama satu tahun, yaitu Rp2.978.886.000. Bandingkan hasil tersebut dengan yang diperoleh secara manual pada bagian sebelumnya.

metode FIFO dengan Excel

Langkah 5: masukkan formula untuk menerapkan harga pokok yang dibeli belakangan sebagai biaya persediaan akhir. Di sel H5, ketik formula berikut: =B5-F5. Copy formula di sel H5 ke sel-sel di bawahnya sampai dengan sel H18. Di sel H19, jumlahkan sel-sel yang ada di atasnya dengan formula =SUM. Jumlah di sel H19 harus sama dengan nilai yang diberikan di sel E2.

metode FIFO dengan Excel

Langkah 6: hitung biaya persediaan FIFO terkait unit-unit tersisa yang diterapkan oleh formula di kolom sebelumnya. Di sel I5, ketik formula berikut: =C5*H5, untuk mengalikan unit tersisa yang diterapkan di kolom H dengan harga/unit di kolom C. Salin formula di sel I5 itu ke sel-sel di bawahnya sampai dengan sel I18. Hitung total kolom menggunakan formula =SUM di sel I19. Sampai di tahap ini, Anda sudah memperoleh jumlah biaya persediaan FIFO per 31 Desember, yaitu Rp113.740.000. Bandingkan hasil tersebut dengan yang diperoleh secara manual pada bagian sebelumnya.

So, that’s it. Mission accomplished! Dengan menyempatkan diri mengikut tutorial ini, Anda sudah bisa membuat template Excel untuk menghitung biaya persediaan FIFO. Anda juga bisa melihat tutorial ini di YouTube dengan memutar video yang diberikan di bagian awal artikel ini. Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk dibagikan di timeline Anda.


Comments

Popular posts from this blog

Contoh jurnal dan laporan keuangan perusahaan jasa

Download PSAK terbaru | PDF | exposure draft

Neraca: laporan posisi keuangan

Kekuasaan atas pengelolaan keuangan negara menurut UU No. 17 Tahun 2003

Persamaan dasar akuntansi dan laporan keuangan

Penyusunan dan penetapan APBN dan APBD menurut UU No. 17 Tahun 2003

Instrumen keuangan (financial instrument): definisi menurut SAK/IFRS

Keuangan negara: definisi menurut UU No. 17 tahun 2003

Siklus akuntansi: tahap-tahap proses akuntansi

Utility dalam konteks ilmu ekonomi