Pengertian dan contoh jurnal aset tak berwujud

aset tidak berwujud

Pengertian aset tak berwujud | Aset tak berwujud adalah hak, keistimewaan, dan keunggulan kompetitif yang tidak memiliki substansi fisik. Contoh aset tak berwujud adalah paten, hak cipta, waralaba atau lisensi, merek dagang dan nama dagang, dan goodwill.

Aset tidak berwujud juga biasa disebut aktiva tidak berwujud atau aktiva tetap tidak berwujud. Standar akuntansi keuangan yang mengatur perlakuan akuntansi aktiva tidak berwujud adalah PSAK 19, SAK ETAP Bab 16, dan SAK EMKM Bab 12.

PSAK dan SAK ETAP mendefinisikan aset tak berwujud adalah aset nonmoneter teridentifikasi yang tidak memiliki wujud fisik. Secara akuntansi, pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan aset tak berwujud hampir sama dengan aktiva tetap. Sebagaimana aktiva tetap, aktiva tak berwujud juga bisa disajikan dengan model biaya atau model nilai wajar. Aset tak berwujud dikategorikan ke dalam dua kelompok, yaitu: (1) aset tak berwujud yang memiliki umur manfaat terbatas dan (2) aset tak berwujud yang umur manfaatnya tidak bisa ditentukan.


Ingin mahir menghitung pajak dan mengisi e-SPT?

brevet pajak unsoed purwokerto

Ikuti pelatihan Brevet Pajak Unsoed Purwokerto. Kunjungi halaman kami di Facebook untuk mendapatkan informasi pendaftaran, acara, dan aktivitas kami.


Hak paten

Hak paten, atau sering kali disebut paten saja, adalah hak eksklusif untuk memproduksi, menjual, atau mengendalikan suatu temuan (invention) selama jangka waktu tertentu sejak tanggal diterimanya hak paten. Di kebanyakan negara termasuk Indonesia, masa berlaku paten adalah 20 tahun.

Jika paten diperoleh dengan cara membeli, paten diakui dan diukur mula-mula dengan harga belinya dan diamortisasi selama masa berlakunya menurut hukum yang berlaku atau selama umur manfaatnya, mana yang lebih pendek. Honorarium jasa hukum yang timbul dalam mempertahankan paten, jika berhasil, juga bisa dikapitalisasi ke akun paten (ditambahkan ke biaya perolehan).

Amortisasi aktiva tak berwujud umumnya dilakukan dengan metode garis lurus.

Contoh jurnal amortisasi paten


PT Andromedia membeli paten dengan biaya perolehan Rp60.000. Estimasi umur manfaat paten delapan tahun. PT Andromedia mencatat amortisasi tahunan paten sebagai berikut:

contoh jurnal amortisasi paten

Dengan metode garis lurus, amortisasi dihitung dengan membagi biaya perolehan dengan umur manfaat. Dalam contoh di atas, biaya amortisasi berjumlah Rp7.500 (Rp60.000 ÷ 8 tahun).


Hak cipta

Hak cipta memberikan hak eksklusif kepada pemiliknya untuk mereproduksi dan menjual karya artistik atau publikasi. Contoh karya artistik atau publikasi yang menimbulkan hak cipta adalah naskah pertunjukan, karya sastra, gubahan lagu/musik, lukisan, fotografi, serta materi video dan audiovisual.

Hak cipta diberikan selama seumur hidup si pencipta ditambah sejumlah tahun tertentu, umumnya 70 tahun.

Hak cipta diakui dan diukur dengan biaya perolehan ditambah biaya-biaya lain yang timbul untuk mempertahankannya. Sebagaimana paten, hak cipta juga diamortisasi selama umur manfaat.

Merek dagang atau nama dagang

Merek dagang adalah kata, frase, slogan, atau simbol yang menjadi ciri khas perusahaan atau produk tertentu. Contoh merek dagang adalah Wheaties, Game Boy, Frappuccino, Kleenex, Windows, Coca-Cola, dan masih banyak lagi.

Merek dagang didaftarkan untuk jangka waktu tertentu dan dilindungi, umumnya selama 20 tahun.

Merek dagang atau nama dagang dicatat dan diukur dengan biaya perolehan. Karena merek dagang dan nama dagang umumnya bisa diperpanjang secara terus-menerus, amortisasi biaya perolehan tidak diperlukan.

Waralaba dan lisensi

Waralaba adalah kesepakatan antara pemilik waralaba (franchisor) dengan pengguna waralaba (franchisee). Contoh waralaba adalah BP (GBR), Taco Bell (USA), atau Indomart (INA).

Waralaba yang jangka waktunya terbatas harus diamortisasi sepanjang jangka waktu lisensinya. Waralaba yang jangka waktunya tidak ditentukan dilaporkan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi.

Goodwill

Goodwill timbul karena perusahaan memiliki tim manajemen yang andal, lokasi yang strategis, hubungan baik dengan pelanggan, karyawan yang terampil, produk yang berkualitas tinggi, dan lain-lain. Goodwill hanya dicatat ketika suatu perusahaan diakuisisi melalui transaksi kombinasi bisnis (penggabungan usaha).

Goodwill adalah selisih lebih antara harga beli dengan nilai wajar aset neto yang teridentifikasi dari perusahaan yang diakuisisi. Goodwill yang tercipta secara internal tidak boleh diakui/dicatat.

Biaya riset dan pengembangan

Biaya riset dan pengembangan biasanya menghasilkan hak paten atau hak cipta bagi perusahaan. Biaya riset dan pengembangan timbul terkait pengembangan produk baru, proses, ide, formula, komposisi, atau naskah.

Biaya-biaya yang timbul pada fase riset selalu dibebankan ke laba-rugi pada periode terjadinya. Biaya-biaya pada fase pengembangan akan dibebankan hingga kriteria tertentu terpenuhi, terutama sampai dengan feasibilitas teknologi tercapai.


Comments

Popular posts from this blog

Contoh jurnal dan laporan keuangan perusahaan jasa

Download PSAK terbaru | PDF | exposure draft

Kekuasaan atas pengelolaan keuangan negara menurut UU No. 17 Tahun 2003

Neraca: laporan posisi keuangan

Risiko murni (pure risk): definisi

Risiko spekulatif (speculative risk): definisi

Siklus akuntansi: tahap-tahap proses akuntansi

Penyusunan dan penetapan APBN dan APBD menurut UU No. 17 Tahun 2003

Persediaan: definisi menurut PSAK 14/IAS 2

Pengendalian internal: definisi, komponen, dan prinsip