PSAK 23 pendapatan

PSAK 23 pendapatan

Menurut PSAK 23, pendapatan adalah arus masuk bruto manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal entitas selama satu periode yang mengakibatkan kenaikan ekuitas, selain yang berasal dari kontribusi penanam modal. Akuntansi pendapatan yang diatur dalam PSAK 23 mencakup pendapatan yang timbul dari penjualan barang, penjualan jasa, serta penggunaan aset entitas oleh pihak lain yang menimbulkan bunga, royalti, dan dividen.

Pendapatan diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau akan diterima. Jika imbalan tidak diterima dalam bentuk kas atau setara kas, nilai wajar imbalan adalah nilai diskonto dari seluruh penerimaan di masa depan dengan tingkat bunga tersirat (imputed). Pendapatan yang diperoleh melalui pertukaran barang diukur pada nilai wajar barang yang diterima. Namun jika nilai wajar barang yang diterima tidak dapat ditentukan, pendapatan diukur pada nilai wajar barang atau jasa yang diserahkan. Perlu diperhatikan bahwa pertukaran barang atau jasa dengan sifat dan nilai yang serupa tidak dapat dianggap sebagai sumber pendapatan.


Ingin mahir menghitung pajak dan mengisi e-SPT?

brevet pajak unsoed purwokerto

Ikuti pelatihan Brevet Pajak Unsoed Purwokerto. Kunjungi halaman kami di Facebook untuk mendapatkan informasi pendaftaran, acara, dan aktivitas kami.


Pengakuan pendapatan dari penjualan barang

Yang dimaksud barang mencakup barang yang diproduksi untuk dijual (manufacturing) dan barang yang dibeli untuk dijual kembali (merchandising). Sesuai PSAK 23, pendapatan atas penjualan barang dapat diakui jika seluruh kondisi di bawah ini terpenuhi:

  1. Risiko dan manfaat kepemilikan barang telah berpindah secara signifikan dari entitas penjual ke pembeli.
  2. Entitas penjual tidak lagi mengelola barang, atau secara efektif tidak lagi mengendalikan barang yang dijual.
  3. Jumlah pendapatan yang timbul dapat diukur secara andal.
  4. Besar kemungkinan manfaat ekonomi terkait transaksi akan mengalir kepada entitas penjual.
  5. Biaya yang telah atau akan terjadi terkait transaksi penjualan dapat diukur dengan andal.

Risiko dan manfaat kepemilikan telah berpindah secara signifikan dari penjual ke pembeli ketika dua kondisi berikut terpenuhi seluruhnya:

  1. Seluruh tindakan signifikan telah selesai dilaksanakan.
  2. Penjual tidak lagi melakukan pengelolaan atau pengendalian efektif atas barang yang dijual.

Contoh situasi ketika risiko dan manfaat signifikan masih ditahan oleh penjual:

  • Penerimaan pendapatan penjualan barang bergantung pada pendapatan pembeli dari penjualan barang yang sama.
  • Pembeli memiliki hak untuk melakukan retur pembelian sesuai ketentuan kontrak dan entitas tidak dapat memastikan terjadinya retur tersebut.
  • Konsinyasi.

Penjualan eceran dengan syarat barang dapat dikembalikan jika pembeli tidak puas merupakan contoh dari penahanan risiko kepemilikan yang tidak signifikan sehingga pendapatan dapat diakui selama penjual dapat mengestimasi retur dan mengakui liabilitas terkait dengan andal berdasarkan pengalaman di masa lalu dan faktor-faktor relevan lainnya.

Pengakuan pendapatan dari penjualan jasa

Penjualan jasa biasanya terkait dengan kinerja entitas atas pekerjaan yang telah disepakati dalam kontrak, untuk dilaksanakan dalam satu periode atau lebih dari satu periode. Jika hasil transaksi dari penjualan jasa dapat diestimasi dengan andal, pendapatan dari transaksi tersebut diakui dengan metode persentase penyelesaian, dimana pendapatan diakui dalam periode akuntansi pada saat jasa dilaksanakan.

Hasil transaksi dapat diestimasi dengan andal jika semua kondisi berikut terpenuhi:

  1. Jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal.
  2. Besar kemungkinan manfaat ekonomi yang terkait transaksi akan mengalir ke entitas pemberi jasa.
  3. Tingkat penyelesaian transaksi pada tanggal neraca dapat diukur dengan andal.
  4. Biaya yang telah atau akan terjadi (biaya penyelesaian) terkait transaksi penjualan dapat diukur dengan andal.

Seperti halnya ketentuan terkait penjualan barang, jika terdapat ketidakpastian atas kolektabilitas jumlah yang diakui sebagai pendapatan, maka jumlah yang tidak tertagih atau jumlah yang kemungkinan pemulihannya kecil diakui sebagai beban.

Estimasi yang andal biasanya dapat dibuat oleh entitas jika dalam transaksi dengan pihak lain telah tercapai seluruh persetujuan terkait hal-hal berikut:

  1. Hak yang dapat dipaksakan bagi masing-masing pihak atas jasa terkait.
  2. Imbalan yang dipertukarkan.
  3. Cara dan persyaratan penyelesaian.

Jika hasil transaksi terkait dengan penjualan jasa tidak dapat diestimasi dengan andal, pendapatan yang dapat diakui hanya yang berkaitan dengan beban yang dapat terpulihkan.

Metode untuk mengukur tingkat penyelesaian transaksi dapat meliputi: survey pekerjaan yang telah dilaksanakan, perbandingan jasa yang dilakukan sampai tanggal tertentu dengan total jasa, dan perbandingan biaya yang timbul sampai tanggal tertentu dengan estimasi total biaya. Pembayaran berkala dan uang muka yang diterima biasanya tidak mencerminkan besarnya jasa yang telah dilakukan.

PSAK 23 juga menentukan bahwa pendapatan yang melibatkan sejumlah kegiatan selama satu periode dapat diakui secara garis lurus demi alasan praktis, kecuali ada metode lain yang lebih relevan. Jika satu kegiatan jauh lebih signifikan dibandingkan kegiatan lain, pendapatan baru diakui saat kegiatan signifikan dilakukan.

Pengakuan pendapatan dari kontrak konstruksi

Menurut PSAK 34, kontrak konstruksi adalah suatu kontrak yang dinegosiasikan secara khusus untuk konstruksi suatu aset atau suatu kombinasi aset yang berhubungan erat satu sama lain atau saling bergantung dalam hal rancangan, teknologi, dan fungsi atau tujuan pokok penggunaan.

Kontrak konstruksi bisa berupa:

  1. Kontrak biaya-plus, yaitu kontrak di mana kontraktor mendapatkan penggantian untuk biaya-biaya yang telah diizinkan atau telah ditentukan, ditambah imbalan sebesar persentase tertentu dari biaya atau imbalan tetap.
  2. Kontrak harga tetap, yaitu kontrak di mana kontraktor telah menyetujui nilai kontrak yang telah ditentukan, atau tarif tetap per unit output yang dalam beberapa hal tunduk pada ketentuan-ketentuan kenaikan biaya.

Pendapatan dari suatu kontrak terdiri dari nilai pendapatan yang disetujui dalam kontrak dan penyimpangan dari pekerjaan kontrak, klaim, dan pembayaran insentif yang memungkinkan untuk menghasilkan pendapatan dan dapat diukur dengan andal. Pendapatan kontrak diukur pada nilai wajar imbalan yang telah atau akan diterima.

Metode persentase penyelesaian digunakan dalam mengakui pendapatan dan beban jika hasil kontrak konstruksi dapat diestimasi dengan andal. Dalam metode ini, pendapatan dan beban diakui dengan memperhatikan tahap penyelesaian aktivitas kontrak pada akhir periode pelaporan.

Hasil kontrak konstruksi dapat diestimasi dengan andal dalam kontrak harga tetap, jika semua hal berikut terpenuhi:

  1. Total pendapatan kontrak dapat diukur dengan andal.
  2. Besar kemungkinan manfaat ekonomi terkait kontrak akan mengalir ke entitas.
  3. Biaya kontrak dan tahap penyelesaian kontrak pada akhir periode pelaporan dapat diukur dengan andal.
  4. Biaya kontrak yang dapat diatribusikan pada kontrak dapat diidentifikasi dengan jelas dan diukur dengan andal.

Sementara untuk kontrak biaya-plus, hasil kontrak dapat diestimasi dengan andal bila poin b. dan d. dalam persyaratan kontrak harga tetap di atas terpenuhi.

Jika hasil kontrak konstruksi tidak dapat diestimasi dengan andal, maka pendapatan diakui hanya sebesar biaya yang telah terjadi yang diperkirakan dapat dipulihkan dan biaya kontrak diakui sebagai beban pada periode terjadinya. Jika kemungkinan besar total biaya kontrak akan melebihi total pendapatan kontrak, maka taksiran rugi segera diakui sebagai beban.

Pengakuan pendapatan dari penggunaan aset oleh pihak lain

Penggunaan aset entitas oleh pihak lain dapat menghasilkan pendapatan yang dapat diakui jika: (1) besar kemungkinan manfaat ekonomi terkait transaksi akan diterima entitas dan (2) jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal. Pendapatan dalam hal ini dapat berupa:

  1. Bunga
    Bunga adalah pembebanan untuk penggunaan kas atau setara kas, atau jumlah terutang kepada entitas. Bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
  2. Royalti
    Royalti adalah pembebanan untuk penggunaan aset jangka panjang milik entitas seperti paten dan hak cipta. Royalti diakui atas dasar akrual sesuai dengan substansi perjanjian yang relevan.
  3. Dividen
    Dividen adalah distribusi laba kepada pemegang investasi ekuitas sesuai dengan proporsi kepemilikan atas kelompok modal tertentu. Dividen diakui jika hak pemegang saham untuk menerima pembayaran telah ditetapkan.

Pendapatan diterima di muka

Imbalan atas penjualan, baik barang maupun jasa, dapat diterima sebelum tindakan yang diperlukan untuk menghasilkan pendapatan dilaksanakan. Dalam hal ini, entitas mengakui liabilitas sebesar imbalan yang telah diterima tersebut sampai kriteria pengakuan pendapatan terpenuhi. Pendapatan diterima di muka seperti ini banyak terjadi di berbagai bisnis, misalnya perusahaan penerbangan, hotel, dan pedagang koran/majalah berlangganan.

Pengungkapan informasi terkait pendapatan

Pengungkapan yang diperlukan terkait pendapatan adalah:

  • Kebijakan akuntansi untuk pengakuan pendapatan.
  • Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan selama periode, termasuk pendapatan penjualan barang, penjualan jasa, bunga, royalty, dan dividen.
  • Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa yang termasuk dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan.

Comments

Popular posts from this blog

Download PSAK terbaru | PDF | exposure draft

Penyusunan dan penetapan APBN dan APBD menurut UU No. 17 Tahun 2003

Contoh jurnal dan laporan keuangan perusahaan jasa

Kekuasaan atas pengelolaan keuangan negara menurut UU No. 17 Tahun 2003

Risiko murni (pure risk): definisi