21 January 2016

ERP system, keunggulan operasi, dan keintiman dengan kustomer

ERP system

Istilah enterprise ketika digunakan untuk menjelaskan fitur perangkat lunak, seperti dalam istilah Enterprise Resource Planning (ERP) System, berarti satu set modul perangkat lunak yang terintegrasi dengan satu database sentral yang digunakan bersama.


Materi ini adalah bagian dari
modul sistem informasi manajemen (SIM)
yang disusun oleh Warsidi


Bagaimanakah enterprise resource planning (ERP) system membantu perusahaan mencapai keunggulan operasi?

Istilah enterprise system, atau enterprise resource planning (ERP) system, mengacu pada sistem informasi yang terdiri dari satu set modul perangkat lunak yang terintegrasi dengan satu database sentral yang digunakan bersama oleh semua modul perangkat lunak itu. Database mengumpulkan data dari berbagai divisi dan departemen di dalam perusahaan, serta dari proses bisnis-proses bisnis utama pada fungsi manufaktur dan produksi, keuangan dan akuntansi, penjualan dan pemasaran, serta sumber daya manusia, menjadikan data itu tersedia bagi aplikasi-aplikasi yang mendukung hampir semua aktivitas bisnis internal organisasi. Ketika informasi baru dimasukkan oleh suatu proses, informasi itu segera tersedia bagi proses bisnis-proses bisnis lainnya (lihat gambar berikut).

enterprise resource planning (ERP) system

Enterprise resource planning (ERP) system mendukung sentralisasi organisasi karena enterprise resource planning (ERP) system menuntut standar data dan proses bisnis yang seragam di seluruh perusahaan dengan digunakannya satu platform teknologi. Data yang bersifat menyeluruh dalam perusahaan yang dihasilkan oleh enterprise resource planning (ERP) system membantu manajer mengevaluasi kinerja organisasi.

Beberapa vendor perangkat lunak ERP yang terkenal adalah SAP, Oracle, IBM, Infor Global Solutions, dan Microsoft. Terdapat pula versi paket perangkat lunak ERP yang dirancang untuk usaha kecil dan menengah serta versi sesuai permintaan (on-demand version), termasuk di antaranya layanan perangkat lunak yang dijalankan dengan platform cloud.

 

Bagaimanakah sistem manajemen rantai pasokan mengkoordinasikan perencanaan, produksi, dan logistik dengan pemasok?

Sistem manajemen rantai pasokan (supply chain management) mengotomatisasi aliran informasi di antara anggota-anggota rantai pasokan sehingga mereka bisa menggunakan informasi itu untuk mengambil keputusan yang lebih baik mengenai kapan dan berapa banyak yang harus dibeli, diproduksi, atau dikirimkan. Informasi yang lebih akurat dari sistem manajemen rantai pasokan mengurangi ketidakpastian serta dampak dari bullwhip effect.

Perangkat lunak manajemen rantai pasokan mencakup perangkat lunak untuk perencanaan rantai pasokan dan untuk pelaksanaan rantai pasokan. Teknologi Internet memfasilitasi manajemen rantai pasokan global dengan menyediakan konektivitas bagi organisasi-organisasi di berbagai negara untuk berbagi informasi rantai pasokan. Komunikasi yang semakin baik di antara anggota-anggota rantai pasokan juga memfasilitasi respon kustomer yang efisien serta pergerakan menuju model yang dipicu oleh permintaan (demand-driven model).

 

Bagaimanakah customer relationship management system membantu perusahaan mencapai keintiman dengan kustomer?

Customer relationship management (CRM) adalah sistem yang mengintegrasikan dan mengotomatisasi proses pertemuan dengan kustomer dalam penjualan, pemasaran, dan layanan kustomer. Dengan demikian, sistem CRM memberikan pandangan mengenai kustomer pada tingkatan enterprise. Perusahaan bisa menggunakan pengetahuan mengenai kustomer yang dihasilkan oleh sistem CRM ketika berinteraksi dengan kustomer sehingga perusahaan mampu memberikan layanan kustomer yang lebih baik. Perusahaan bisa menggunakan pengetahuan mengenai kustomer untuk menjual produk dan jasa baru. Sistem CRM juga mengidentifikasi kustomer dan peluang yang menguntungkan dan yang tidak menguntungkan sehingga bisa mengurangi churn rate.

Paket perangkat lunak pengelola relasi kustomer yang canggih mampu memberikan kapabilitas untuk melakukan operational CRM dan analytical CRM. Paket perangkat lunak itu biasanya terdiri atas modul-modul untuk mengelola relasi dengan mitra penjual (partner relationship management) dan untuk mengelola relasi dengan karyawan (employee relationship management).

 

Apa sajakah tantangan-tantangan yang dihadapi oleh enterprise application dan bagaimanakah enterprise application mengambil keuntungan dari teknologi-teknologi baru?

Enterprise application sulit diimplementasikan. Enterprise application menuntut perubahan organisasi secara besar-besaran, investasi perangkat lunak besar-besaran, serta evaluasi yang cermat mengenai bagaimana sistem itu akan meningkatkan kinerja organisasi. Enterprise application tidak bisa memberikan nilai jika diimplementasikan pada proses yang buruk atau jika perusahaan tidak mengetahui bagaimana menggunakan sistem itu untuk mengukur peningkatan kinerja. Karyawan harus dilatih untuk bersiap dengan prosedur dan peran yang baru. Perhatian terhadap manajemen data menjadi sangat penting.

Enterprise application kini lebih fleksibel, Web-enabled, dan mampu terintegrasi dengan sistem-sistem lain, dengan digunakannya Web services dan service-oriented architecture (SOA). Enterprise application juga memiliki versi open source dan versi on-demand dan bisa dijalankan dalam infrastruktur cloud atau dalam mobile platform. Perangkat lunak CRM telah dilengkapi dengan kapabilitas social networking untuk meningkatkan kolaborasi internal, interaksi yang lebih mendalam dengan kustomer, dan memanfaatkan data dari situs-situs social networking. Versi open source, versi mobile, dan versi cloud untuk sebagian produk-produk tersebut juga tersedia.

No comments:

Post a Comment