Featured Post

Brevet Pajak Online Unsoed

Image
Brevet Pajak Online Unsoed dibuka untuk 25 peserta setiap kelas. Informasi lebih lanjut hubungi Reva (0858-8579-8331) atau Ida (0821-3378-9932) - WA/call/SMS. Pendaftaran dibuka sepanjang waktu.
DAFTAR ONLINE SEKARANG!

Brevet Pajak Unsoed Reguler akan kembali dilaksanakan setelah situasi dan kondisi memungkinkan.Kunjungi dan ikuti Brevet Pajak Unsoed Purwokerto di Facebook dan Instagram untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai pendaftaran, acara, dan aktivitas kami Pengertian brevet pajak UnsoedBrevet Konsultan Pajak Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman, selanjutnya disebut brevet pajak Unsoed, adalah program kursus/pelatihan pajak yang diselenggarakan oleh Laboratorium Pengembangan Akuntansi Unsoed dengan mengacu kepada SK Rektor Unsoed No. KEPT.276/UN23/PP.08.00/2017, sebagai salah satu unit layanan yang berada di lingkungan FEB Unsoed. Hingga saat ini (awal 2018), brevet pajak Unsoed telah diselenggarakan sebanyak 64 angkatan dengan ribuan alumni yang terseba…

Teori X v.s. teori Y: mana yang paling cocok diterapkan di Indonesia?

Bagi yang terbiasa berinteraksi dengan pembelajar, Anda mungkin menganggap pertanyaan semacam itu khas pertanyaan mahasiswa. Ya, itu memang dilontarkan oleh seorang murid saya dalam kuliah beberapa minggu yang lalu. Bagi sebagian kita yang terlanjur diracuni dengan virus demokrasi, mungkin akan dengan cepat menganggap teori Y paling bagus. Teori Y yang menggambarkan pandangan positif manajer terhadap bawahannya terkesan lebih memberdayakan, lebih manusiawi...lebih positif.

Tapi benarkah itu cocok untuk mengelola orang Indonesia? Saya ingat cerita beberapa teman yang pernah menetap di luar negeri. Mereka bilang, orang-orang sana umumnya "lebih dewasa" dibandingkan kita. Ambil contoh dalam hal membuang sampah atau mematuhi aturan. Keegoisan orang-orang di terminal Kampung Melayu tercermin dari berserakannya sampah di sana. Saya juga baru saja usai mendengarkan komentar skeptis orang-orang di Elshinta, yang intinya sangat sulit orang kita dalam menegakkan aturan main bersama.

Kembali ke teori Y yang memberdayakan itu, apakah kalau diterapkan dalam budaya kita tidak justru mengakibatkan penyalahgunaan? :)

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Download PSAK terbaru | PDF | exposure draft

Contoh jurnal dan laporan keuangan perusahaan jasa

Contoh jurnal penjualan dan pertukaran aktiva tetap