Featured Post

Brevet Pajak Online!

Image
Brevet Pajak Online sekarang dibuka! Pendaftaran Brevet Online Periode I disediakan untuk 25 peserta. Perkuliahan dilakukan sore hari, 16.30-18.00 dan 19.00-20.30. Anda tidak perlu hadir secara fisik di kampus, tatap muka dilakukan menggunakan Hangouts Meet atau Zoom. Informasi lebih lanjut hubungi Reva (0858-8579-8331) atau Ida (0821-3378-9932) - WA/call/SMS.

DAFTAR ONLINE SEKARANG!

Brevet Pajak Unsoed Periode 2/2020 dilaksanakan mulai 8 Juni 2020 sampai dengan pertengahan September 2020. Batas akhir pendaftaran tanggal 5 juni 2020 di lt 4 Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman, Jl. Prof. Dr. H.R. Boenyamin No.708 Grendeng Purwokerto 53122. Investasi Rp2.000.000. Kunjungi dan ikuti Brevet Pajak Unsoed Purwokerto di Facebook untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai pendaftaran, acara, dan aktivitas kami
Pengertian brevet pajak UnsoedBrevet Konsultan Pajak Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman, selanjutnya disebut breve…

Teori X v.s. teori Y: mana yang paling cocok diterapkan di Indonesia?

Bagi yang terbiasa berinteraksi dengan pembelajar, Anda mungkin menganggap pertanyaan semacam itu khas pertanyaan mahasiswa. Ya, itu memang dilontarkan oleh seorang murid saya dalam kuliah beberapa minggu yang lalu. Bagi sebagian kita yang terlanjur diracuni dengan virus demokrasi, mungkin akan dengan cepat menganggap teori Y paling bagus. Teori Y yang menggambarkan pandangan positif manajer terhadap bawahannya terkesan lebih memberdayakan, lebih manusiawi...lebih positif.

Tapi benarkah itu cocok untuk mengelola orang Indonesia? Saya ingat cerita beberapa teman yang pernah menetap di luar negeri. Mereka bilang, orang-orang sana umumnya "lebih dewasa" dibandingkan kita. Ambil contoh dalam hal membuang sampah atau mematuhi aturan. Keegoisan orang-orang di terminal Kampung Melayu tercermin dari berserakannya sampah di sana. Saya juga baru saja usai mendengarkan komentar skeptis orang-orang di Elshinta, yang intinya sangat sulit orang kita dalam menegakkan aturan main bersama.

Kembali ke teori Y yang memberdayakan itu, apakah kalau diterapkan dalam budaya kita tidak justru mengakibatkan penyalahgunaan? :)

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Download PSAK terbaru | PDF | exposure draft

Contoh jurnal dan laporan keuangan perusahaan jasa

Contoh jurnal penjualan dan pertukaran aktiva tetap