Featured Post

Brevet Pajak Online Unsoed

Image
Brevet Pajak Online Unsoed dibuka untuk 25 peserta setiap kelas. Informasi lebih lanjut hubungi Reva (0858-8579-8331) atau Ida (0821-3378-9932) - WA/call/SMS. Pendaftaran dibuka sepanjang waktu.
DAFTAR ONLINE SEKARANG!

Brevet Pajak Unsoed Reguler akan kembali dilaksanakan setelah situasi dan kondisi memungkinkan.Kunjungi dan ikuti Brevet Pajak Unsoed Purwokerto di Facebook dan Instagram untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai pendaftaran, acara, dan aktivitas kami Pengertian brevet pajak UnsoedBrevet Konsultan Pajak Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman, selanjutnya disebut brevet pajak Unsoed, adalah program kursus/pelatihan pajak yang diselenggarakan oleh Laboratorium Pengembangan Akuntansi Unsoed dengan mengacu kepada SK Rektor Unsoed No. KEPT.276/UN23/PP.08.00/2017, sebagai salah satu unit layanan yang berada di lingkungan FEB Unsoed. Hingga saat ini (awal 2018), brevet pajak Unsoed telah diselenggarakan sebanyak 64 angkatan dengan ribuan alumni yang terseba…

Thorne’s ethical dilemmas – TED: instrumen penelitian etika akuntansi

Thorne's ethical dilemmas - TEDThorne’s ethical dilemmas, disingkat TED, adalah instrumen penelitian yang dikembangkan oleh Thorne (2000). Dalam penelitian akuntansi mengenai etika, TED digunakan untuk mengukur/menilai penalaran/pertimbangan moral dari subjek yang diteliti.

TED merupakan modifikasi dari Defining Issue Test (DIT) yang dikembangkan oleh Rest (1984, 1994). Kedua instrumen tersebut, DIT dan TED, memiliki prinsip pengukuran yang sama. Karena TED hanya merupakan modifikasi, landasan teoretis kedua instrumen itu juga sama, yaitu teori Kohlberg mengenai perkembangan moral kognitif.

Yang membedakan adalah Thorne’s ethical dilemmas (TED) menggunakan isu/dilema etika yang secara spesifik terkait dengan akuntansi sebagai setting untuk pengambilan keputusan oleh subjek yang diteliti. Sementara itu, DIT menggunakan dilema kemanusiaan universal yang dimaksudkan untuk mengukur kapasitas moral kognitif individu (cognitive moral capacity).

Pengembangan TED oleh Thorne memang dilatarbelakangi oleh kritik atas penggunaan Defining Issue Test (DIT) dalam riset etika bisnis dan akuntansi.

Thorne (2000) menyatakan bahwa DIT yang mengukur kapasitas moral kognitif (cognitive moral capacity) tidaklah mengukur penalaran moral yang sesungguhnya. Jones (1991) juga menyatakan bahwa pertimbangan etika tergantung kepada konteks yang spesifik.

Terdapat dua versi TED yang dikembangkan oleh Thorne: (1) prescriptive reasoning, dan (2) deliberative reasoning. Contoh instrumen dilema etika sebagaimana dikembangkan oleh Thorne bisa Anda lihat di sini.

Sebagaimana Defining Issue Test, skor seorang individu dalam menyelesaikan dilema etika tergantung kepada pengurutan (ranking) yang dibuat oleh individu itu atas faktor-faktor yang merupakan butir-butir berprinsip untuk dipertimbangkan (principled items of consideration) dalam konteks akuntansi. Skor penalaran moral yang lebih tinggi menunjukkan pertimbangan moral yang lebih kompleks dari seorang individu.

Comments

Popular posts from this blog

Download PSAK terbaru | PDF | exposure draft

Contoh jurnal dan laporan keuangan perusahaan jasa

Contoh jurnal penjualan dan pertukaran aktiva tetap