Featured Post

Brevet Pajak Online Unsoed

Image
Brevet Pajak Online Unsoed dibuka untuk 25 peserta setiap kelas. Informasi lebih lanjut hubungi Reva (0858-8579-8331) atau Ida (0821-3378-9932) - WA/call/SMS. Pendaftaran dibuka sepanjang waktu.
DAFTAR ONLINE SEKARANG!

Brevet Pajak Unsoed Reguler akan kembali dilaksanakan setelah situasi dan kondisi memungkinkan.Kunjungi dan ikuti Brevet Pajak Unsoed Purwokerto di Facebook dan Instagram untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai pendaftaran, acara, dan aktivitas kami Pengertian brevet pajak UnsoedBrevet Konsultan Pajak Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman, selanjutnya disebut brevet pajak Unsoed, adalah program kursus/pelatihan pajak yang diselenggarakan oleh Laboratorium Pengembangan Akuntansi Unsoed dengan mengacu kepada SK Rektor Unsoed No. KEPT.276/UN23/PP.08.00/2017, sebagai salah satu unit layanan yang berada di lingkungan FEB Unsoed. Hingga saat ini (awal 2018), brevet pajak Unsoed telah diselenggarakan sebanyak 64 angkatan dengan ribuan alumni yang terseba…

Plagiarisme = kemalasan intelektual

Plagiarisme = kemalasan intelektual

Dalam forum seminar hasil penelitian mahasiswa S-1, beberapa kali saya memberikan kejutan dengan mengatakan, “Setelah menerima naskah skripsi kemarin saya sempat mengecek skripsi Anda dengan menuliskan judulnya di Google Search. Dan judul skripsi Anda ternyata sangat mirip dengan penelitian yang dilakukan oleh…”

Saya juga mengatakan, “Replikasi desain penelitian memang diperbolehkan dengan batasan-batasan tertentu, walaupun replikasi desain adalah seburuk-buruknya karya ilmiah.” Kaidah pengutipan harus dipatuhi, nama dan temuan peneliti-peneliti sebelumnya harus ditunjukkan, atas nama kejujuran akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Penggunaan Internet di samping publikasi tradisional sebagai media diseminasi hasil-hasil penelitian memang telah menjadi realitas setidaknya dalam 15 tahun terakhir. Realitas tersebut secara simultan bisa berdampak positif dan negatif.

Pemerataan akses informasi ilmiah semakin terjamin. Itulah dampak positif yang sangat jelas. Meskipun secara fisik berlokasi di kota kecil, tidak ada alasan lagi saat ini bagi mahasiswa dan dosen Unsoed untuk merasa kurang percaya diri menghadapi para kolega di kota-kota besar dalam hal kemutakhiran informasi ilmiah. Bahkan di level global sekalipun, pemerataan akses informasi bukan lagi menjadi masalah.

Kasus penjiplakan skripsi mahasiswa oleh dosen di UIN Syarif Hidayatullah seperti diberitakan Kompas benar-benar memalukan. Orang awam yang berada di luar lingkungan akademik dengan enteng akan berkomentar, “Gurunya saja maling, bagaimana nanti muridnya?” Padahal, kasus-kasus yang terungkap sudah pasti jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan praktik plagiarisme yang sesungguhnya.

Untuk mendramatisasi keadaan, meskipun setengah berseloroh, saya tambahkan komentar, “Kalau di PTN yang konon bernafaskan Islam saja dosennya plagiat, bagaimana di PTS kelas karyawan?”

Dalam ulasannya atas kasus plagiarisme di Korea Selatan dan Hungaria, artikel berita untuk pembelajar bahasa Inggris yang dirilis VOA mengutip pendapat Michael Neil Shapiro. Dia orang Kanada yang menjadi dosen terbang di beberapa kampus di Korea Selatan. Dikatakannya, "Di timur atau di barat, alasan orang melakukan plagiarisme sama saja: kemalasan berpikir, disertai harapan/keyakinan bahwa perbuatan itu tidak akan terungkap…”

Comments

  1. betul - betul itu pak.. plagiat jaman sekarang sedang maraknya terjadi.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Download PSAK terbaru | PDF | exposure draft

Contoh jurnal dan laporan keuangan perusahaan jasa

Contoh jurnal penjualan dan pertukaran aktiva tetap