Pengertian dan contoh jurnal saham preferen

Pengertian saham preferen | Saham preferen atau saham istimewa atau saham prioritas adalah jenis saham (kelas saham) yang diterbitkan perseroan dengan syarat dan ketentuan yang memberikan preferensi atau prioritas tertentu bagi pemegangnya lebih dari yang dimiliki oleh pemegang saham biasa. Saham preferen biasanya memiliki prioritas dalam hal:

  • distribusi laba (dividen) dan
  • aset saat perseroan dilikuidasi.

Saham preferen diterbitkan perseroan dengan maksud untuk memikat lebih banyak investor. Dengan demikian, setidaknya ada dua jenis saham (kelas saham) yang bisa diterbitkan perseroan, yaitu saham biasa dan saham preferen. Baca juga: Pengertian dan contoh jurnal transaksi penerbitan saham perseroan terbatas.

Akan tetapi, saham preferen pada umumnya tidak memiliki hak suara. Keputusan-keputusan strategis perseroan tetap berada di tangan pemegang saham biasa.

Meskipun memiliki prioritas, saham preferen juga hanya berhak atas tingkat dividen tertentu (mirip suku bunga bagi kreditor). Jika perseroan mengalami pertumbuhan, dividen saham preferen tetap, sedangkan dividen saham biasa bisa meningkat seiring meningkatnya profitabilitas.

Karakteristik ekonomi saham preferen sebenarnya lebih mirip obligasi. Pemilik perseroan sesungguhnya adalah pemegang saham biasa, yang menanggung risiko terbesar dan menikmati keuntungan maksimum saat perseroan dalam kondisi yang menguntungkan.


Ingin mahir menghitung pajak dan mengisi e-SPT?

brevet pajak unsoed purwokerto

Ikuti pelatihan Brevet Pajak Unsoed Purwokerto. Kunjungi halaman kami di Facebook untuk mendapatkan informasi pendaftaran, acara, dan aktivitas kami.


Contoh jurnal penjualan saham preferen

Seperti saham biasa, penerbitan saham preferen bisa tunai atau melalui pertukaran non-tunai. Ayat jurnal untuk mencatat transaksi penjualan saham preferen serupa dengan ayat jurnal untuk saham biasa. Baca juga: Pengertian dan contoh jurnal transaksi penerbitan saham perseroan terbatas.

Sebagai contoh, PT Raffi Ahmad menjual secara tunai 100.000 saham preferen, nilai nominal Rp10.000, dengan harga jual Rp12.000 per saham. Sistem akuntansi PT Raffi Ahmad merekam debit dan kredit berikut untuk merefleksikan dampak keuangan transaksi tersebut terhadap posisi keuangannya:

contoh jurnal saham preferen

Akun Kas (aset) didebit (bertambah) Rp1.200.000.000 [= 100.000 × Rp12.000]. Akun Saham Preferen (ekuitas) dikredit (bertambah)Rp1.000.000.000 [= 100.000 × Rp10.000]. Akun Agio Saham Preferen (ekuitas) digunakan untuk melaporkan selisih lebih jumlah yang disetor dari jumlah nilai nominal.

Saham preferen bisa diterbitkan dengan nilai nominal (nilai pari) atau tanpa nilai nominal (tanpa nilai pari). Dalam laporan posisi keuangan, saham preferen dilaporkan pada bagian ekuitas pemegang saham, disajikan sebelum saham biasa.

Jenis saham preferen: kumulatif dan non-kumulatif

Pemegang saham preferen berhak menerima dividen lebih dulu sebelum pemegang saham biasa. Sebagai contoh, jika saham preferen memiliki tingkat dividen Rp50.000 per saham, pemegang saham biasa tidak akan menerima dividen dalam tahun berjalan sebelum pemegang saham preferen menerima Rp50.000 per saham.

Meskipun demikian, preferensi dividen tidak menjamin dividen akan selalu dibayarkan oleh perseroan. Distribusi dividen tergantung pada banyak faktor, di antaranya kecukupan saldo laba ditahan dan ketersediaan kas. Jika perseroan tidak membayar dividen kepada pemegang saham preferen, pemegang saham biasa sudah pasti tidak akan memperoleh dividen.

Jumlah dividen per saham preferen bisa dinyatakan dengan persentase dari nilai pari (nilai nominal) atau dengan jumlah rupiah tertentu. Sebagai contoh, jika perseroan menetapkan dividen 3¾% atas saham preferen dengan nilai nominal Rp1.000.000, dividen per saham adalah Rp37.500 [= Rp1.000.000 × 3¾%]. Perusahaan juga bisa menyatakan dividen langsung dengan jumlah rupiah, misalnya saham preferen seri Rp54.600.

Saham preferen dikatakan memiliki fitur dividen kumulatif jika pemegang saham preferen berhak atas dividen tahun berjalan serta dividen tahun-tahun sebelumnya yang belum dibayarkan, sebelum pemegang saham biasa menerima dividen. Jika perseroan tidak mengumumkan dividen dalam tahun tertentu, pemegang saham preferen kumulatif tetap berhak menerima dividen.

Sebagai contoh, PT Ayu Ting Ting mengedarkan 5.000 saham preferen kumulatif, tingkat dividen 7%, nilai pari Rp1.000.000. Kewajiban dividen tahunan PT Ayu Ting Ting adalah Rp350.000.000 [= 5.000 × Rp1.000.000 × 7%] per saham. Akan tetapi, PT Ayu Ting Ting tidak membayar dividen dalam dua tahun terakhir.

Pemegang saham preferen PT Ayu Ting Ting berhak menerima dividen pada tahun ini dengan perhitungan sebagai berikut:

dividen saham preferen kumulatif

Selain preferensi dalam hal distribusi dividen, saham preferen juga memiliki prioritas ketika perseroan dilikuidasi.

Pembahasan lebih rinci mengenai dividen diberikan dalam artikel terpisah.


Comments

Popular posts from this blog

Contoh jurnal dan laporan keuangan perusahaan jasa

Download PSAK terbaru | PDF | exposure draft

Kekuasaan atas pengelolaan keuangan negara menurut UU No. 17 Tahun 2003

Neraca: laporan posisi keuangan

Penyusunan dan penetapan APBN dan APBD menurut UU No. 17 Tahun 2003

Persamaan dasar akuntansi dan laporan keuangan

Siklus akuntansi: tahap-tahap proses akuntansi

Nilai wajar (fair value): definisi menurut PSAK 68/IFRS 13

Akuntansi piutang usaha | piutang dagang

Risiko spekulatif (speculative risk): definisi