27 January 2016

Isu etika dan isu sosial terkait sistem informasi

sistem informasi manajemen (SIM)

Kemudahan dan anonimitas pengkomunikasian, perbanyakan, dan manipulasi informasi melalui Internet menimbulkan tantangan-tantangan baru terkait perlindungan privasi dan kepemilikan kekayaan intelektual.


Materi ini adalah bagian dari
modul sistem informasi manajemen (SIM)
yang disusun oleh Warsidi


Apa sajakah isu etika, isu sosial, dan isu politik yang ditimbulkan oleh sistem informasi?

Teknologi informasi tengah mendorong perubahan-perubahan. Di sisi lain, hukum dan aturan mengenai perilaku yang bisa diterima belum dikembangkan untuk mengantisipasi perubahan-perubahan itu. Kemampuan, penyimpanan data, dan kapabilitas jaringan komputer—termasuk Internet—yang semakin meningkat telah memperluas jangkauan tindakan individu dan organisasi serta memperbesar dampak tindakan itu. Kemudahan dan anonimitas pengkomunikasian, perbanyakan, dan manipulasi informasi melalui Internet menimbulkan tantangan-tantangan baru terkait perlindungan privasi dan kepemilikan kekayaan intelektual. Isu-isu utama terkait etika, sosial, dan politik yang ditimbulkan oleh sistem informasi terutama menyangkut hak dan kewajiban informasi, hak dan kewajiban kepemilikan kekayaan intelektual, akuntabilitas dan pengendalian, kualitas sistem, dan kualitas hidup.

 

Apakah prinsip-prinsip perilaku yang bisa digunakan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan terkait etika?

Enam prinsip etika untuk menilai perilaku mencakup Golden Rule, Categorical Imperative yang dikemukakan oleh Immanuel Kant, aturan perubahan yang dirumuskan oleh Descartes, Prinsip Utilitarian, Risk Aversion Principle, serta aturan etika “tidak ada makan siang gratis”. Prinsip-prinsip tersebut harus digunakan dalam melakukan analisis etika.

 

Mengapa teknologi sistem informasi dan Internet menimbulkan tantangan baru terkait perlindungan privasi individu dan kepemilikan kekayaan intelektual?

Teknologi penyimpanan dan analisis data kontemporer menjadikan perusahaan mampu dengan mudah mengumpulkan data pribadi individu dari berbagai sumber dan menganalisis data itu untuk membuat profil rinci individu serta perilaku mereka. Data yang mengalir melalui Internet bisa dimonitor di banyak titik. Cookies dan alat-alat monitor Web lainnya dengan cermat merekam aktivitas pengunjung Web site. Tidak semua Web site memiliki kebijakan perlindungan privasi yang baik. Sebagian Web site bahkan tidak memberi tahu penggunaan informasi pribadi pengunjung-pengunjungnya. Hukum hak cipta yang selama ini berlaku tidak lagi memadai untuk melindungi pembajakan perangkat lunak karena materi digital bisa diperbanyak dengan sangat mudah dan disebarkan ke berbagai lokasi secara serentak melalu Internet.

 

Bagaimanakah sistem informasi mempengaruhi aturan-aturan hukum terkait akuntabilitas, kewajiban, dan kualitas hidup sehari-hari?

Teknologi informasi-teknologi informasi baru tengah menimbulkan tantangan-tantangan terhadap hukum kewajiban dan praktik sosial yang berlaku saat ini dalam menjaga agar individu dan institusi bertanggung jawab atas tindakan-tindakan yang merugikan pihak lain. Meskipun sistem komputer telah menjadi sumber efisiensi dan kekayaan, sistem komputer juga memiliki dampak negatif. Kesalahan (errors) yang diakibatkan oleh komputer bisa menimbulkan kerugian besar bagi individu dan organisasi. Kualitas data yang buruk juga menjadi penyebab kekacauan dan kerugian bagi perusahaan. Pekerjaan hilang ketika komputer menggantikan pekerja atau tugas-tugas yang menjadi tidak diperlukan lagi dalam perekayasaan ulang proses bisnis. Kemampuan untuk memiliki dan menggunakan komputer bisa semakin mempertajam kesenjangan sosial-ekonomi antar berbagai kelompok ras dan kelas sosial. Penggunaan komputer yang semakin meluas meningkatkan peluang kejahatan penyalahgunaan komputer. Komputer juga bisa menimbulkan masalah kesehatan, seperti repetitive stress injury, computer vision syndrome, dan technostress.

No comments:

Post a Comment