16 January 2016

Manajemen proyek pengembangan sistem informasi

sistem informasi manajemen (SIM)

Manajemen proyek adalah aktivitas-aktivitas yang mencakup perencanaan pekerjaan, penilaian risiko, estimasi dan pengadaan sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan, pengorganisasian pekerjaan, pengarahan pelaksanaan, serta analisis hasil pekerjaan.


Materi ini adalah bagian dari
modul sistem informasi manajemen (SIM)
yang disusun oleh Warsidi


Apakah tujuan manajemen proyek dan mengapa manajemen proyek sangat penting dalam pengembangan sistem informasi?

Manajemen proyek adalah aktivitas-aktivitas yang mencakup perencanaan pekerjaan, penilaian risiko, estimasi dan pengadaan sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan, pengorganisasian pekerjaan, pengarahan pelaksanaan, serta analisis hasil pekerjaan. Manajemen proyek yang baik sangat penting dalam pengembangan sistem. Tujuan manajemen proyek adalah untuk memastikan sistem informasi diselesaikan tepat waktu, sesuai anggaran, dan benar-benar bermanfaat bagi perusahaan. Manajemen proyek harus mempertimbangkan lima variabel utama: lingkup, waktu, biaya, kualitas, dan risiko.

Apa sajakah metode-metode yang bisa digunakan untuk memilih dan mengevaluasi proyek-proyek pengembangan sistem informasi serta menyesuaikan proyek-proyek pengembangan sistem informasi itu dengan tujuan-tujuan bisnis perusahaan?

Organisasi memerlukan rencana pengembangan sistem informasi yang mencakup deskripsi mengenai bagaimana teknologi informasi mendukung pencapaian tujuan-tujuan bisnis. Rencana pengembangan sistem informasi juga harus menyatakan secara eksplisit semua aplikasi sistem informasi dan komponen-komponen infrastruktur teknologi informasi yang direncanakan. Perusahaan besar bahkan harus memiliki satu struktur manajemen untuk memastikan proyek pengembangan sistem yang paling penting mendapatkan prioritas. Indikator kinerja kunci (key performance indicators), analisis portofolio (portfolio analysis), dan scoring bisa digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi alternatif-alternatif proyek pengembangan sistem informasi.

Bagaimana perusahaan mengevaluasi nilai bisnis proyek pengembangan sistem informasi?

Untuk menentukan apakah suatu proyek pengembangan sistem informasi merupakan investasi yang bagus, manfaat dan biaya proyek pengembangan sistem informasi itu harus diperhitungkan. Manfaat-manfaat yang berwujud juga biasanya terukur, sedangkan manfaat-manfaat tak berwujud yang tidak bisa segera diukur mungkin akan memberikan manfaat yang bisa diukur di masa depan. Proyek yang manfaatnya tampak lebih besar daripada biayanya harus dianalisis menggunakan metode-metode penganggaran modal untuk memastikan proyek pengembangan sistem informasi memberikan imbal hasil investasi yang baik bagi perusahaan. Real options pricing models menerapkan teknik untuk menilai opsi keuangan terhadap investasi sistem informasi. Real options pricing models akan bermanaat ketika perusahaan mempertimbangkan investasi sistem informasi dengan ketidakpastian yang tinggi.

Apa sajakah faktor-faktor risiko utama dalam proyek pengembangan sistem informasi, dan bagaimanakah faktor-faktor risiko itu dikelola?

Tingkatan risiko dalam suatu proyek pengembangan sistem informasi ditentukan oleh (1) besaran proyek, (2) struktur proyek, dan (3) pengalaman dengan teknologi. Proyek pengembangan sistem informasi lebih memiliki peluang gagal ketika partisipasi pengguna tidak memadai atau tidak tepat dalam proses pengembangan sistem informasi, tidak ada dukungan dari manajemen, serta manajemen implementasi yang buruk. Proyek-proyek yang memiliki tingkat kegagalan sangat tinggi adalah perekayasaan ulang proses bisnis (business process reengineering), enterprise applications, serta merger dan akuisisi karena proyek-proyek tersebut menuntut perubahan organisasi secara besar-besaran.

Implementasi berarti proses perubahan organisasi secara menyeluruh dengan diperkenalkannya sistem informasi baru. Dukungan dan keterlibatan pengguna serta dukungan dan pengendalian manajemen dalam proses implementasi sangat penting, demikian juga mekanisme penanganan risiko pada tiap-tiap proyek pengembangan sistem informasi baru. Faktor-faktor risiko proyek pengembangan sistem informasi sebagian bisa dikendalikan dengan pendekatan kontingensi (contingency approach) terhadap manajemen proyek. Tingkatan risiko tiap-tiap proyek pengembangan sistem informasi menentukan bauran yang tepat external integration tools, internal integration tools, formal planning tools, serta formal control tools yang harus diterapkan.

No comments:

Post a Comment