Pengertian dan contoh instrumen derivatif

Apa yang dimaksud dengan derivatif? Dalam dunia keuangan, derivatif adalah istilah yang mengacu pada beraneka ragam instrumen keuangan. Satu karakteristik atau ciri umum instrumen derivatif adalah, nilai kontrak derivatif dari sudut pandang investor terkait langsung dengan harga, suku bunga, atau variabel lain apapun yang mendasari kontrak derivatif itu. Baca juga: Contoh transaksi derivatif – kontrak serah (forward contracts).

Salah satu manfaat derivatif adalah, kontrak derivatif bisa digunakan untuk membatasi risiko bisnis yang diakibatkan oleh fluktuasi harga atau fluktuasi suku bunga. Satu pihak yang terlibat dalam kontrak derivatif sebenarnya bertaruh, atau berspekulasi, bahwa harga atau suku bunga yang mendasari kontrak derivatif itu akan bergerak ke arah yang berlawanan dengan yang diharapkan pihak lainnya. Pihak lain itu menggunakan kontrak derivatif yang sama untuk mengendalikan risiko perubahan harga atau suku bunga (melakukan lindung nilai atau lindung risiko). Baca juga: Contoh transaksi derivatif – kontrak opsi (option contracts).

Contoh instrumen derivatif adalah kontrak opsi (option contract), kontrak serah (forward contract), kontrak berjangka (futures contract), dan swap. Baca juga: Contoh jurnal akuntansi derivatif | metode nilai wajar.

Pencatatan dan perlakuan akuntansi derivatif tergantung pada apa yang menjadi maksud perusahaan terlibat dalam kontrak derivatif, apakah untuk tujuan spekulasi (berjudi) atau melakukan lindung nilai (hedging). Baca juga: Contoh jurnal akuntansi derivatif | opsi jual saham.


Ingin mahir menghitung pajak dan mengisi e-SPT?

brevet pajak unsoed purwokerto

Ikuti pelatihan Brevet Pajak Unsoed Purwokerto. Kunjungi halaman kami di Facebook untuk mendapatkan informasi pendaftaran, acara, dan aktivitas kami.


Contoh instrumen derivatif

Sebagaimana telah disinggung di atas, kontrak opsi (option contract), kontrak serah (forward contract), kontrak berjangka (futures contract), dan swap adalah contoh instrumen derivatif yang paling banyak digunakan.

Kontrak serah adalah perjanjian antara dua pihak untuk menyerahkan atau membeli komoditas atau valuta asing dengan harga, jumlah, dan tanggal penyerahan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Kontrak serah bisa benar-benar diselesaikan dengan penyerahan komoditas atau valuta asing secara fisik atau melalui penyelesaian neto.

Apa yang dimaksud dengan penyerahan neto? Penyerahan neto (net settlement) adalah penyelesaian kontrak serah yang dilakukan dengan pembayaran kas sedemikian rupa sehingga kedua belah pihak berada dalam kondisi ekonomi yang sama dengan jika pengiriman secara fisik dilakukan.

Sebagai contoh, PT Parto & Minah bermaksud mengurangi paparan risiko perubahan harga minyak dan bersepakat dengan spekulan minyak akan membeli 10.000 barel minyak dengan harga $100 per barel tiga bulan mendatang. Setelah tiga bulan berlalu, ketika kontrak diselesaikan, minyak diperdagangkan di pasar terbuka dengan harga $110 per barel. Karena PT Parto & Minah telah mengunci harga di $100 per barel, si spekulan bisa diminta untuk menyerahkan 10.000 barel minyak dan menerima pembayaran $100 per barel, atau menyelesaikan kontrak secara neto.\

Jika si spekulan melakukan penyelesaian neto, dia tidak perlu menyerahkan 10.000 barel minyak, cukup membayar PT Parto & Minah sejumlah $100.000 [($110 – $100) × 10.000] untuk menyelesaikan kontrak. PT Parto & Minah kemudian bisa membeli minyak dari pasar terbuka dengan harga $110 per barel ($100 dari uang sendiri dan $10 menggunakan uang dari si spekulan sial). PT Parto & Minah dan si spekulan berada dalam posisi yang sama secara ekonomi dengan jika mereka benar-benar melakukan serah-terima minyak secara fisik. Transaksi derivatif banyak yang memang dirancang demikian; nilai derivatif didasarkan pada transaksi nyata (fisik), dan kemudian diselesaikan dengan kas.

Kontrak berjangka adalah perjanjian yang sebenarnya sama dengan kontrak serah. Kedua belah pihak bersepakat untuk menyerahkan atau membeli komoditas atau valuta asing dengan harga, jumlah, dan tanggal penyerahan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Perbedaannya adalah, kontrak berjangka diperdagangkan secara teratur di bursa berjangka.

Apa yang dimaksud dengan bursa berjangka? Bursa berjangka adalah tempat dilaksanakannya transaksi jual beli kontrak
berjangka. Bursa berjangka menentukan tanggal berakhirnya kontrak, standar kualitas dan kuantitas barang yang diserahkan, serta tempat penyerahan dilakukan. Bursa berjangka menjamin kinerja lembaga-lembaga kliring yang terlibat dalam perdagangan. Lembaga-lembaga kliring itu pada gilirannya juga menjamin kinerja pedagang yang mereka wakili.

Untuk keluar dari suatu posisi dalam kontrak berjangka, Anda cukup membeli atau menjual kontrak yang identik, tetapi yang arahnya berlawanan. Bursa berjangka kemudian akan membatalkan kedua posisi itu, sehingga posisi netonya menjadi nol. Anda juga tidak perlu melakukan serah-terima komoditas. Pada akhir setiap hari, keuntungan atau kerugian dari posisi kontrak berjangka dihitung. Lembaga kliring yang mewakili posisi rugi pada suatu hari membayar pihak bursa atas kerugian itu. Bursa berjangka kemudian membayar posisi menang atas keuntungan pada hari itu. Dengan kata lain, pasar berjangka menggunakan pendekatan mark-to-market harian melalui pembayaran-pembayaran kas tersebut.

Biaya transaksi di pasar berjangka pada umumnya lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan kontrak serah. Bursa berjangka dan lembaga kliring juga menjamin kinerja atau pelaksanaan syarat dan ketentuan kontrak. Perusahaan harus berhati-hati dengan kemungkinan tidak terlaksananya kontrak serah. Karena perusahaan-perusahaan mengikat perjanjian secara langsung, jika satu pihak tidak mampu membayar pada saat kontrak berakhir, pihak lainnya bisa saja terpaksa harus menanggung risiko yang semula ingin dikendalikannya melalui hedging. Anda tidak akan menemui masalah semacam itu dalam kontrak berjangka.

Meskipun demikian, kontrak serah juga memiliki keunggulan. Kontrak serah tidak distandarkan di bursa, bisa dirancang khusus atas kesepakatan kedua belah pihak. Sebagai contoh, kualitas barang yang akan diserahkan bisa ditetapkan dengan tepat sesuai yang dikehendaki pembeli. Untuk barang-barang seperti minyak, tembaga, dan perak, ketepatan kualitas sangat penting sehingga kontrak serah bisa menjadi alternatif terbaik.

Kuantitas, kualitas, harga, dan tanggal penyerahan dalam kontrak serah semuanya bisa dinegosiasikan. Dalam kontrak berjangka, kuantitas, tanggal pengiriman, dan kualitas produk tiap-tiap kontrak ditentukan oleh bursa. Harga komoditas berjangka adalah jumlah ditentukan oleh pasar (market-determined amount).

Sebagai contoh, bisa saja kontrak berjangka perak yang tersedia hanya untuk kuantitas 25.000 ons untuk penyerahan tanggal 6 Januari 2019. Jika Anda ingin melakukan lindung risiko atas pembelian 110.000 ons perak, Anda hanya bisa membeli empat kontrak berjangka untuk perak sejumlah 100.000 ons (kurang 10.000 ons dari yang sebenarnya diperlukan), atau membeli lima kontrak berjangka untuk perak sejumlah 125.000 ons (lebih 15.000 ons dari yang sebenarnya diperlukan). Dalam kedua kasus tersebut, sebagian lindung risiko akan menjadi tidak efektif.

Dengan kontrak serah, jumlah yang tepat bisa dinegosiasikan di antara kedua belah pihak yang terlibat dalam kontrak. Tanggal penyerahan dalam kontrak serah juga bisa dinegosiasikan.

Kontrak opsi juga menjadi salah satu contoh instrumen derivatif yang banyak digunakan untuk melakukan lindung risiko atau lindung nilai (hedging). Terdapat dua jenis kontrak opsi, yaitu opsi beli dan opsi jual. Opsi beli (call option)memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli aset tertentu, sedangkan opsi jual (put option) memberikan hak kepada pemegangnya untuk menjual aset tertentu. Pemegang opsi memiliki hak, tetapi tidak memikul kewajiban, untuk melaksanakan transaksi dengan harga yang ditetapkan dalam opsi.

Pihak penulis atau penjual opsi berkewajiban untuk melaksanakan transaksi, jika pihak pemegang melaksanakan haknya untuk membeli atau menjual. Hanya satu pihak dalam kontrak opsi yang harus melaksanakan kewajiban kontrak pada saat pihak lain melaksanakan haknya. Pihak lainnya dalam kontrak opsi memiliki kemampuan, tetapi bukan kewajiban, untuk melaksanakan kontrak.

Opsi diperdagangkan atas ekuitas, komoditas, valuta asing, dan suku bunga. Harga opsi bisa ditentukan dengan menggunakan beragam model penilaian opsi. Model yang paling sering digunakan adalah model penilaian opsi Black-Scholes. Model penilaian opsi Black-Scholes menggunakan parameter-parameter probabilitas seperti variabilitas nilai aset yang mendasari (contohnya adalah fluktuasi historis harga saham untuk opsi saham), tingkat harga saat ini dari aset yang mendasari (harga pasar saham saat ini), lamanya waktu hingga tanggal pelaksanaan kontrak, dan harga eksekusi, untuk menentukan harga opsi. Harga opsi jelas akan lebih tinggi jika probabilitas eksekusi tinggi.

Terdapat dua jenis gaya opsi di dunia, yaitu opsi gaya Amerika dan opsi gaya Eropa. Keduanya berbeda dalam hal tanggal eksekusi. Opsi gaya Eropa hanya bisa dieksekusi pada tanggal jatuh tempo, sedangkan opsi gaya Amerika bisa dieksekusi kapan pun sebelum tanggal jatuh tempo.

Jika Anda bandingkan dua kontrak opsi yang identik, kecuali menyangkut perbedaan ini, opsi gaya Amerika akan memiliki nilai yang lebih tinggi. Opsi gaya Amerika memberikan peluang yang lebih besar kepada pemegangnya untuk mengeksekusi dengan memperoleh keuntungan.

Perusahaan membeli opsi untuk mengelola risiko—dalam kebanyakan kasus adalah risiko harga. Sebagai contoh, perusahaan Anda membeli opsi untuk membeli komoditas, misalnya bahan bakar, dengan harga tertentu.

Misalkan harga perolehan opsi adalah Rp10.000.000 dan dengan opsi itu Anda bisa membeli 100.000 galon bahan bakar dengan harga Rp10.000 per galon. Jika harga pasar bahan bakar itu adalah Rp11.000 pada saat perusahaan Anda membutuhkannya, Anda akan mengeksekusi opsi itu dan memperoleh bahan bakar dengan harga yang lebih rendah. Total biaya bahan bakar Anda adalah Rp1.010.000.000 [Rp10.000.000 + (Rp10.000 × 100.000)].

Sebaliknya, jika harga pasar bahan bakar adalah Rp9.000 per galon, Anda akan membiarkan opsi itu kadaluwarsa karena membeli bahan bakar dengan harga pasar lebih murah. Perusahaan Anda tetap mengeluarkan biaya Rp10.000.000 terkait pembelian kontrak opsi bahan bakar.

Swap adalah kontrak atau perjanjian untuk bertukar arus kas secara terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Transaksi swap yang paling sering dilakukan adalah interest rate swap. Meskipun demikian, swap bisa dirancang terkait dasar yang lain serta dihubungkan dengan harga atau tarif apapun yang cenderung berfluktuasi, selain suku bunga.

Penggunaan swap yang paling umum adalah untuk melindungi perusahaan dari paparan fluktuasi suku bunga. Sebagaimana kontrak serah, swap umumnya bisa dinegosiasikan secara langsung antara kedua belah pihak yang terlibat dalam kontrak. Meskipun demikian, ada juga swap yang distandarkan seperti kontrak berjangka. Jika perusahaan Anda dibebani dengan suku bunga variabel, Anda mungkin tidak menghendaki perusahaan Anda terpapar risiko meningkatnya pembayaran bunga di masa mendatang, sehingga Anda memutuskan untuk terikat dalam kontrak interest rate swap.

Untuk memperjelas bagaimana cara kerja kontrak swap, berikut ini diberikan contoh transaksi interest rate swap. Misalkan perusahaan Anda memiliki pinjaman Rp1 miliar yang saat ini berbunga 8%, tetapi terpapar fluktuasi suku bunga di masa depan. Anda memutuskan untuk menggunakan kontrak swap yang akan mengakibatkan Anda berhak menerima pembayaran ketika suku bunga naik dari semula 8% dan berkewajiban melakukan pembayaran ketika suku bunga turun (lebih kecil) dari 8%.

Perhatikan tabel berikut:

contoh transaksi derivatif

Ketika mengikatkan diri dalam kontrak swap, Anda akan diminta untuk membayar biaya jasa atau premi oleh pihak lain. Untuk interest rate swap, yang dimaksud pihak lain umumnya adalah bank penyedia layanan swap.

Setelah mengikuti penjelasan dalam artikel ini, saya berharap Anda sudah memahami pengertian instrumen derivatif serta mengenal bagaimana transaksi derivatif dilakukan oleh pihak-pihak yang terkait. Sebagaimana disiratkan di awal artikel, dalam dunia nyata transaksi derivatif jauh lebih beraneka ragam. Penjelasan dan contoh dalam artikel ini hanya berkenaan dengan instrumen derivatif yang paling banyak digunakan, yaitu kontrak serah, kontrak berjangka, opsi, dan swap.


Comments

Popular posts from this blog

Contoh jurnal dan laporan keuangan perusahaan jasa

Download PSAK terbaru | PDF | exposure draft

Kekuasaan atas pengelolaan keuangan negara menurut UU No. 17 Tahun 2003

Neraca: laporan posisi keuangan

Risiko murni (pure risk): definisi

Risiko spekulatif (speculative risk): definisi

Siklus akuntansi: tahap-tahap proses akuntansi

Penyusunan dan penetapan APBN dan APBD menurut UU No. 17 Tahun 2003

Persediaan: definisi menurut PSAK 14/IAS 2

Pengendalian internal: definisi, komponen, dan prinsip