Contoh jurnal akuntansi derivatif | opsi jual saham

Pengertian ● Opsi jual saham (share put option) adalah salah satu jenis instrumen keuangan derivatif. Kontrak opsi jual memberikan hak kepada pemegangnya untuk menjual saham perusahaan tertentu dengan jumlah dan harga tertentu pula. Baca juga: Pengertian dan contoh instrumen derivatif.

Sebagai contoh, pada tanggal 5 Juli 2019 PT Jonathan membeli kontrak opsi jual (put option) saham biasa PT Eliza dari PT Petra Securities (perusahaan pialang saham). Kontrak opsi jual saham itu memberikan hak kepada PT Jonathan (investor) untuk menjual 2.000 saham biasa PT Eliza kepada PT Petra Securities (penerbit opsi) dengan harga Rp70.000 per saham sampai dengan tanggal 31 Januari 2020. Sebaliknya, PT Petra Securities berkewajiban membeli saham PT Eliza dengan jumlah dan harga tersebut ketika PT Jonathan mengeksekusi opsi jual saham yang dipegangnya. Baca juga: Contoh transaksi derivatif – kontrak serah (forward contracts).

Jumlah yang ditetapkan dalam kontrak opsi jual, yaitu 2.000 saham biasa PT Eliza, disebut jumlah nosional (notional amount). Harga yang ditetapkan dalam kontrak opsi jual, yaitu Rp70.000, disebut harga eksekusi (exercise price). Baca juga: Contoh transaksi derivatif – kontrak opsi (option contracts).

Harga saham biasa PT Eliza mendasari kontrak opsi jual antara PT Jonathan dengan PT Petra Securities. Jika PT Jonathan selaku investor bermaksud untuk berspekulasi (bertaruh) dengan kontrak opsi jual itu, harga saham biasa PT Eliza menjadi objek taruhan. Jika di bursa efek harga pasar saham biasa PT Eliza turun (lebih rendah dari Rp70.000), PT Jonathan akan membeli 2.000 lembar dari bursa efek dan menjualnya kembali kepada PT Petra Securities dengan harga Rp70.000. Baca juga: Contoh jurnal akuntansi derivatif | metode nilai wajar.

Jika kedua pihak sepakat dengan penyelesaian neto, PT Petra Securities bisa membayar selisih harga pasar dengan harga eksekusi secara langsung kepada PT Jonathan, sehingga jual-beli saham biasa PT Eliza tidak benar-benar terjadi.

Pencatatan dan perlakuan akuntansi opsi jual saham tergantung pada apa yang menjadi maksud perusahaan terlibat dalam kontrak derivatif itu, apakah untuk tujuan spekulasi (berjudi) atau melakukan lindung nilai (hedging).


Ingin mahir menghitung pajak dan mengisi e-SPT?

brevet pajak unsoed purwokerto

Ikuti pelatihan Brevet Pajak Unsoed Purwokerto. Kunjungi halaman kami di Facebook untuk mendapatkan informasi pendaftaran, acara, dan aktivitas kami.


Akuntansi derivatif dengan metode nilai wajar

Perusahaan yang terlibat dalam kontrak derivatif dengan tujuan spekulasi harus melaporkan instrumen derivatif itu sebagai aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan nilai wajar. Tidak seperti saham atau obligasi, derivatif tidak boleh dilaporkan dengan metode biaya. Baca juga: Akuntansi investasi saham | metode nilai wajar.

Secara umum, prosedur akuntansi derivatif dengan metode nilai wajar mencakup langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Instrumen derivatif diakui sebagai aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan.
  2. Jumlah rupiah yang digunakan untuk mengukur aset keuangan atau liabilitas keuangan itu adalah nilai wajar.
  3. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar instrumen derivatif diperhitungkan dalam laba-rugi dalam periode terjadinya, tanpa menunggu berakhirnya kontrak derivatif.

Selain untuk tujuan spekulasi, derivatif juga bisa menjadi instrumen lindung nilai (lindung risiko). Akuntansi derivatif untuk tujuan lindung nilai (hedging) dibahas dalam artikel terpisah.

Contoh jurnal derivatif – opsi jual saham

Sebagaimana kontrak opsi beli, kontrak opsi jual juga tidak simetris. Kembali pada contoh opsi jual di atas, PT Jonathan selaku investor memiliki hak untuk menjual, sedangkan PT Petra Securities memiliki kewajiban untuk membeli ketika PT Jonathan melakukan eksekusi opsi. Oleh karena itulah, untuk terlibat dalam kontrak opsi jual itu PT Jonathan mengeluarkan kas Rp2.400.000. Jumlah yang dibayarkan itu disebut premi opsi (option premium).

Bagaimanakah PT Jonathan mencatat transaksi perolehan kontrak opsi jual saham itu pada tanggal 5 Juli 2019?

Ayat jurnal pembelian kontrak opsi jual saham di pihak PT Jonathan adalah sebagai berikut:

contoh jurnal opsi jual saham

Aset keuangan berupa Opsi Jual Saham bertambah Rp2.400.000, aset keuangan lainnya berupa Kas berkurang dengan jumlah yang sama.

Dengan terlibat dalam opsi jual saham, PT Jonathan sebenarnya berharap harga pasar saham PT Eliza akan turun. Jika pada tanggal eksekusi opsi harga saham PT Eliza turun, misalnya menjadi Rp50.000 per saham, PT Jonathan akan mengeksekusi opsi jual saham yang dimilikinya, dengan cara membeli 2.000 saham PT Eliza dengan harga Rp50.000 per saham dari bursa efek dan menjualnya kembali kepada PT Petra Securities dengan harga Rp70.000 per saham.

Sebaliknya, jika pada tanggal eksekusi opsi, harga saham PT Eliza naik, misalnya menjadi Rp80.000 per saham, kontrak opsi jual saham yang dipegang PT Jonathan menjadi tidak bernilai untuk dieksekusi (hangus).

Premi atau premium opsi jual saham

Perhatikan kembali jumlah Rp2.400.000 yang bagi PT Jonathan merupakan biaya perolehan kontrak opsi jual saham. Jumlah itu disebut premi opsi atau premium opsi. Dari manakah jumlah tersebut berasal? Premium opsi merupakan harga yang diminta pihak penerbit opsi kepada investor.

Premium opsi, baik opsi beli maupun opsi jual, terdiri dari dua komponen: (1) nilai intrinsik dan (2) nilai waktu. Premi opsi, yang juga merupakan nilai wajar opsi pada saat transaksi, dihitung dengan rumus berikut:

Premi Opsi = Nilai Intrinsik + Nilai Waktu

Nilai intrinsik adalah selisih antara harga pasar dengan harga eksekusi pada tanggal tertentu. Nilai intrinsik merepresentasikan jumlah yang direalisasi oleh pemegang opsi jika opsi dieksekusi segera. Kembali ke contoh PT Jonathan, jika harga eksekusi ditetapkan sama dengan harga pasar pada tanggal 5 Juli 2019, nilai intrinsik pada tanggal tersebut adalah nol.

Nilai waktu adalah selisih antara premium dengan nilai intrinsik. Pada tanggal 5 Juli 2019, nilai waktu opsi beli saham adalah Rp2.400.000 [= Rp2.400.000 – (Rp70.000 – Rp70.000)]. Semakin dekat opsi ke tanggal penyelesaiannya, nilai waktu juga umumnya semakin kecil.

Harga pasar saham PT Eliza dan nilai waktu opsi jual saham yang dipegang PT Jonathan pada tanggal 30 September 2019, 31 Desember 2019, dan 31 Januari 2020 adalah sebagai berikut:

opsi jual saham

Berapakah nilai intrinsik opsi jual saham pada tanggal 30 September 2019? Pada tanggal 30 September 2019, harga pasar PT Eliza adalah Rp77.000, lebih tinggi daripada harga eksekusi Rp70.000 per saham. Ingat, bagi pemegangnya opsi jual merupakan hak, bukan kewajiban, untuk menjual saham dengan harga yang ditetapkan menurut kontrak.

Jika harga jual menurut opsi lebih rendah, pemegangnya tidak akan mengeksekusi opsi, sehingga nilai intrinsik tidak mungkin negatif. Pemegang opsi hanya mengalami kerugian yang diakibatkan oleh penurunan nilai waktu, yaitu sebesar Rp1.150.000 [= Rp1.250.000 – Rp2.400.000].

PT Jonathan menyusun laporan keuangan triwulan ketiga yang berakhir tanggal 30 September 2019. Bagaimanakah ayat jurnal penyesuaian untuk melaporkan opsi jual saham dengan nilai wajar pada tanggal 30 September 2019?

contoh jurnal opsi jual saham

Akun Keuntungan atau Kerugian Tidak Direalisasi didebit, menunjukkan bahwa ayat jurnal penyesuaian di atas berdampak mengurangi laba-rugi yang dilaporkan oleh PT Jonathan, yaitu sebesar Rp1.150.000. Laporan posisi keuangan PT Jonathan per 30 September 2019 melaporkan aset berupa opsi jual saham senilai Rp1.250.000.

Keuntungan atau kerugian di atas dikatakan tidak direalisasi karena pada tanggal 30 September 2019 PT Jonathan tidak mengeksekusi opsi jual saham yang dipegangnya. Keuntungan atau kerugian tidak direalisasi itu tercermin dalam laporan laba-rugi dimaksudkan untuk menunjukkan kinerja investasi PT Jonathan dalam instrumen derivatif yang dipegangnya.

Berapakah nilai wajar opsi jual saham pada tanggal 31 Desember 2019? Sebagaimana ditunjukkan dalam tabel di atas, harga pasar PT Eliza pada tanggal 31 Desember 2019 adalah Rp75.000 per saham, masih lebih tinggi daripada harga eksekusi opsi jual saham Rp70.000, sehingga nilai intrinsik opsi jual saham itu juga masih nol. Nilai waktu turun lagi Rp750.000, dari semula Rp1.250.000 menjadi Rp500.000.

Bagaimanakah ayat jurnal penyesuaian untuk melaporkan opsi jual saham dengan nilai wajar pada tanggal 31 Desember 2019?

contoh jurnal opsi jual saham

Pada tanggal 31 Januari 2020, kontrak opsi jual saham itu berakhir tanpa eksekusi (hangus), karena pada tanggal tersebut harga pasar saham yang mendasarinya (Rp78.000) lebih tinggi daripada harga eksekusi. Pada tanggal tersebut, nilai waktu opsi jual saham adalah nol.

Bagaimanakah ayat jurnal untuk mencatat berakhirnya opsi jual saham pada tanggal 31 Januari 2020?

contoh jurnal opsi jual saham

Ketika jurnal itu dipindahbukukan (di-posting), akun aset Opsi Jual bersaldo nol, dan secara keseluruhan kontrak opsi itu mengakibatkan kerugian bagi PT Jonathan sebesar Rp2.400.000, yaitu sebesar premium saham yang dibayarkan pada saat mengikatkan kontrak.


Comments

Popular posts from this blog

Download PSAK terbaru | PDF | exposure draft

Contoh jurnal dan laporan keuangan perusahaan jasa

Neraca: laporan posisi keuangan

Kekuasaan atas pengelolaan keuangan negara menurut UU No. 17 Tahun 2003

Penyusunan dan penetapan APBN dan APBD menurut UU No. 17 Tahun 2003

Persamaan dasar akuntansi dan laporan keuangan

Instrumen keuangan (financial instrument): definisi menurut SAK/IFRS

Keuangan negara: definisi menurut UU No. 17 tahun 2003

Risiko spekulatif (speculative risk): definisi

Risiko murni (pure risk): definisi