16 February 2016

Proses bisnis, sistem informasi, dan kolaborasi

sistem informasi

Proses bisnis adalah satu set aktivitas yang terkait secara logis yang menentukan bagaimana pekerjaan-pekerjaan tertentu dilakukan. Proses bisnis juga merepresentasikan cara unik suatu organisasi mengkoordinasikan pekerjaan, informasi, dan pengetahuan.


Materi ini adalah bagian dari
modul sistem informasi manajemen (SIM)
yang disusun oleh Warsidi


Apakah yang dimaksud dengan proses bisnis? Bagaimanakah keterkaitan proses bisnis dengan sistem informasi?

Proses bisnis adalah satu set aktivitas yang terkait secara logis yang menentukan bagaimana pekerjaan-pekerjaan tertentu dilakukan. Proses bisnis juga merepresentasikan cara unik suatu organisasi mengkoordinasikan pekerjaan, informasi, dan pengetahuan. Contoh proses bisnis adalah mengembangkan produk baru, mendatangkan dan memenuhi order, membuat rencana pemasaran, dan mempekerjakan karyawan.

Para manajer harus memberikan perhatian pada proses bisnis, karena proses bisnis menentukan sejauh mana organisasi mampu melaksanakan bisnisnya. Proses bisnis juga bisa menjadi salah satu sumber keunggulan strategik. Tiap-tiap proses bisnis tertentu terkait dengan fungsi-fungsi utama perusahaan, tetapi proses bisnis bisa juga lintas-fungsi.

Sistem informasi mengotomatisasi bagian-bagian proses bisnis. Sistem informasi juga bisa membantu organisasi merancang ulang dan menyederhanakan proses bisnis.

Bagaimanakah sistem informasi melayani berbagai kelompok manajemen dalam satu perusahaan dan bagaimanakah sistem informasi terkait dengan peningkatan kinerja organisasi?

Sistem informasi yang melayani manajemen operasional dikenal dengan istilah sistem pemrosesan transaksi (transaction processing systems). Contoh sistem informasi ini adalah sistem penggajian atau sistem pemrosesan order. Sistem pemrosesan transaksi merekam arus transaksi rutin sehari-hari yang diperlukan dalam penyelenggaraan bisnis.

Sistem informasi manajemen (management information systems) menghasilkan laporan-laporan yang melayani manajemen tingkat menengah dengan meringkas informasi yang berasal dari sistem pemrosesan transaksi. Sistem informasi manajemen tidak terlalu bersifat analitis.

Sistem pendukung keputusan (decision-support systems) adalah sistem yang memberikan dukungan kepada manajemen dalam mengambil keputusan yang unik dan cepat berubah dengan menggunakan model-model analitis yang kompleks. Sistem informasi-sistem informasi tersebut dilengkapi dengan fitur business intelligence yang membantu manajer dan karyawan perusahaan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang memadai.

Sistem business intelligence melayani berbagai tingkatan manajemen. Sistem business intelligence melayani berbagai tingkatan manajemen.

Contoh sistem business intelligence adalah sistem pendukung eksekutif (executive support systems) bagi manajemen senior yang menyajikan data dalam bentuk grafik, bagan, dan dashboard yang dikirimkan melalui portal-portal menggunakan beragam sumber informasi, baik internal maupun eksternal.

Aplikasi enterprise adalah sistem informasi lintas fungsional yang berfokus pada pelaksanaan/eksekusi proses bisnis secara menyeluruh di dalam perusahaan, serta mencakup semua tingkatan manajemen. Aplikasi-aplikasi enterprise membantu perusahaan untuk menjadi lebih fleksibel dan produktif dengan memfasilitasi koordinasi antar proses bisnis yang lebih erat dan integrasi kelompok-kelompok proses bisnis sehingga semuanya bisa difokuskan pada manajemen sumber daya dan pelayanan kustomer secara efisien.

Aplikasi enterprise mencakup enterprise resource planning (ERP) system, sistem manajemen rantai pasokan, customer relationship management (CRM) system, dan knowledge management system.

Enterprise resource planning (ERP) system adalah sistem informasi yang mengintegrasikan proses-proses bisnis kunci suatu perusahaan ke dalam satu sistem perangkat lunak tunggal untuk memperbaiki koordinasi dan pengambilan keputusan.

Sistem manajemen rantai pasokan (supply chain management systems) membantu perusahaan mengelola hubungannya dengan pemasok untuk mengoptimalkan perencanaan, pengadaan, produksi, dan penyerahan produk dan jasa.

Customer relationship management system (CRM systems) mengkoordinasikan proses-proses bisnis yang terkait dengan kustomer.

Knowledge management system menjadikan perusahaan mampu mengoptimalkan penciptaan, pembagian, dan distribusi pengetahuan.

Intranet dan extranet adalah jaringan khusus di dalam perusahaan yang menggunakan teknologi Internet yang menampilkan informasi dari sistem-sistem terpisah. Extranet memungkinkan bagian-bagian tertentu intranet tersedia bagi pihak luar.

 

Mengapa sistem informasi sangat penting untuk kolaborasi dan bisnis sosial dan teknologi apa yang digunakan sistem informasi untuk maksud tersebut?

Kolaborasi berarti bekerja dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Bisnis sosial (social business) adalah penggunaan platform jejaring sosial, baik internal maupun eksternal, untuk terhubung dengan karyawan, kustomer, dan pemasok. Bisnis sosial juga bisa mendorong kolaborasi.

Kolaborasi dan bisnis sosial menjadi semakin penting dalam bisnis yang diakibatkan oleh globalisasi, desentralisasi pengambilan keputusan, serta bertambahnya pekerjaan yang melibatkan interaksi sebagai aktivitas penambah nilai yang utama. Kolaborasi dan bisnis sosial mendorong peningkatan inovasi, produktivitas, kualitas, dan layanan kustomer.

Alat-alat bantu (tools) untuk kolaborasi dan bisnis sosial mencakup e-mail dan instant messaging, wiki, virtual meeting system, virtual world, cloud-based cyberlocker, layanan-layanan online seperti yang diberikan Google dan Microsoft, corporate collaboration system seperti Microsoft Sharepoint, serta enterprise social networking tool seperti Chatter, Yammer, Jive, dan IBM Connections.

 

Apakah peran departemen sistem informasi dalam suatu perusahaan?

Departemen sistem informasi adalah unit organisasi formal yang bertanggung jawab atas layanan teknologi informasi. Departemen sistem informasi bertanggung jawab memelihara perangkat keras, perangkat lunak, penyimpan data, dan jaringan yang mencakup infrastruktur teknologi informasi yang dimiliki perusahaan. Departemen sistem informasi terdiri dari para spesialis, seperti programer, analis sistem, pimpinan proyek, dan manajer sistem informasi, dan biasanya dipimpin oleh direktur yang membidangi informasi.

No comments:

Post a Comment