13 March 2016

Akuntansi dan pelaporan piutang - materi pengantar akuntansi

definisi akuntansi

Definisi piutang: apakah yang dimaksud piutang (receivables)?

Weygandt, Kimmel, dan Kieso (2010) memberikan definisi atau pengertian piutang adalah jumlah yang dapat ditagih/diklaim dari seseorang atau perusahaan lain yang diharapkan akan dilunasi dengan kas.

Standar akuntansi, baik SAK maupun IFRS, memperlakukan piutang sebagai instrumen keuangan, yaitu aset keuangan, yang pengakuan dan pengukurannya diatur dalam PSAK 55/IAS 39, sedangkan penyajiannya diatur dalam PSAK 50/IAS 32 dan PSAK 1/IAS 1.

Piutang umumnya mencakup:

  • Piutang usaha, adalah jumlah yang akan dibayar oleh kustomer sebagai akibat dari penjualan barang dan jasa. Piutang usaha umumnya diselesaikan dalam jangka pendek (kurang dari satu tahun atau dalam siklus operasi normal).
  • Piutang wesel atau pinjaman yang diberikan, adalah klaim yang didasari oleh instrumen kredit yang secara resmi diterbitkan sebagai bukti utang. Pinjaman yang diberikan bisa berupa kontrak pinjaman jangka panjang atau jangka pendek (lancar).
  • Piutang lain, adalah piutang “non-dagang” (misalnya, piutang bunga, pinjaman kepada pejabat perushaan, uang muka kepada karyawan, dan pengembalian PPh).

Piutang usaha

Pengakuan. Kerangka konseptual pelaporan keuangan menjelaskan istilah pengakuan (recognition) adalah proses dimasukkannya suatu item (transaksi atau kejadian) ke dalam laporan posisi keuangan (neraca) atau laporan laba-rugi dan penghasilan komprehensif lain. Secara teknis, pengakuan bisa diartikan sebagai menjurnal atau merekam data transaksi ke dalam sistem akuntansi sehingga mempengaruhi saldo-saldo akun buku besar umum.

Contoh pengakuan. Pada tanggal 1 Juli 2017, PT Jatmika menjual persediaan barang dagangan secara kredit kepada PT Permai dengan harga Rp1.000.000, syarat faktur 2/10, n/30. Pengaruh transaksi tersebut terhadap posisi keuangan dan laba-rugi PT Jatmika bisa ditunjukkan dengan format ayat jurnal umum sebagai berikut.

ayat jurnal untuk mencatat penjualan kredit PT Jatmika kepada PT Permai

Agar fokus pada tujuan ilustrasi, debit dan kredit ke akun beban pokok penjualan dan persediaan diabaikan. Dari ayat jurnal umum di atas terlihat bahwa transaksi penjualan kredit mempengaruhi aset berupa Piutang Usaha dan penghasilan berupa Penjualan.

Pada tanggal 5 Juli, PT Permai meretur barang dagangan seharga Rp100.000 kepada PT Jatmika.

Pengukuran setelah pengakuan (penilaian). Pada akhir periode pelaporan, piutang usaha dilaporkan sebagai aset pada laporan posisi keuangan (neraca). PSAK 55/IAS 39 secara umum menyarankan agar piutang dan pinjaman yang diberikan diukur dengan biaya diamortisasi (amortized cost). Akan tetapi, praktik yang lazim mengabaikan faktor nilai waktu uang dengan alasan materialitas, sehingga piutang usaha biasa dilaporkan dengan jumlah yang diharapkan dapat ditagih/diterima pembayarannya atau direalisasi oleh perusahaan, dikenal dengan istilah nilai realisasi neto (net realizable value).

Penjualan kredit juga mengakibatkan timbulnya risiko piutang tak tertagih. Penilaian piutang bisa menyulitkan karena piutang yang tidak tertagih belum diketahui pada tanggal pelaporan, sehingga mengharuskan dilakukannya estimasi.

Perlakuan piutang tak tertagih bisa dilakukan dengan salah satu dari dua metode berikut:

  1. Metode penghapusan langsung. Metode penghapusan langsung secara teoretis lemah dengan alasan:
  2. Metode dadangan. Metode dadangan melibatkan estimasi kerugian piutang.

Contoh penerapan metode penghapusan langsung. Dengan metode penghapusan langsung, kerugian piutang (beban) diakui pada saat akun kustomer ditetapkan sebagai akun tak tertagih. Sebagai contoh, pada tanggal 12 Desember 2017 PT Wardani menghapus saldo akun Mas Djarot sejumlah Rp200.000 yang dianggap tak tertagih. Pengaruh kejadian tersebut terhadap posisi keuangan dan laba-rugi PT Wardani ditunjukkan dengan ayat jurnal umum berikut:

beban piutang tak tertagih - metode penghapusan langsung

Metode cadangan. Penerapan metode cadangan dilakukan dengan prosedur berikut:

  1. Akun-akun kustomer yang tidak dapat tertagih (uncollectible) diestimasi.
  2. Estimasi piutang tak tertagih dicatat sebagai berikut:estimasi piutang tak tertagih
  3. Penghapusan saldo akun dicatat sebagai berikut:penghapusan piutang tak tertagih - metode cadangan

Contoh penerapan metode cadangan. Pada tahun 2017, penjualan kredit PT Hamidah mencapai Rp1.200.000.000. Dari angka tersebut, sejumlah Rp200.000.000 belum tertagih hingga 31 Desember. Manajer kredit PT Hamidah mengestimasi Rp12.000.000 dari penjualan sejumlah Rp200.000.000 yang belum tertagih tersebut tidak akan tertagih. Ayat jurnal penyesuaian untuk mengakui estimasi tersebut adalah sebagai berikut:

estimasi piutang tak tertagih PT Hamidah

Setelah pengakuan beban dan cadangan tersebut, bagian aset lancar laporan posisi keuangan PT Hamidah per 31 Desember 2017 akan tersaji sebagai berikut (dalam ribuan):xx

contoh laporan posisi keuangan

Pada saat penghapusan. Pada tanggal 1 Maret 2018, manajer kredit PT Hamidah menyetujui penghapusan saldo akun piutang atas nama Raden Ayu Widya sebesar Rp500.000. Persetujuan tersebut memiliki pengaruh secara keuangan sebagaimana ditunjukkan dengan ayat jurnal umum berikut: Penghapusan piutang tak tertagih PT Hamidah

Ayat jurnal di atas menunjukkan bahwa penghapusan piutang hanya mempengaruhi akun-akun laporan posisi keuangan (neraca). Piutang usaha menjadi bersaldo Rp199.500.000 [Rp1.200.000.000 – Rp500.000], sedangkan Cadangan Piutang Tak Tertagih menjadi bersaldo Rp11.500.000 [Rp12.000.000 – Rp500.000].

Nilai realisasi neto sebelum penghapusan adalah sebesar Rp188.000.000 [Rp200.000.000 – Rp12.000.000]. Jumlah tersebut tetap sama setelah penghapusan, yaitu Rp188.000.000 [Rp199.500.000 – Rp11.500.000].

Pada saat pemulihan. Pada tanggal 1 Juli 2018, Raden Ayu Widya membayar sejumlah Rp500.000 yang sebelumnya telah dianggap sebagai akun tak tertagih oleh PT Hamidah. Pemulihan akun piutang yang sebelumnya dianggap tak tertagih berdampak sebaliknya dari saat penghapusan.

pemulihan penghapusan piutangPenerimaan kas dari Raden Ayu Widya direkam dalam sistem akuntansi PT Hamidah sebagai berikut: penerimaan kas dari piutang pelanggan Metode cadangan bisa diterapkan dengan menggunaan dasar persentase penjualan atau persentase piutang. Dasar dasar persentase penjualan menekankan keterkaitan antara penghasilan dan beban dalam rangka penghitungan laba-rugi. Sebaliknya, dasar persentase piutang menekankan keterkaitan antara piutang dengan cadangan piutang tak tertagih dalam rangka penentuan nilai realisasi neto.

Contoh penerapan dasar persentase penjualan. PT Ghazali menggunakan dasar persentase penjualan. Berdasarkan pengalaman, manajer kredit PT Ghazali menyimpulkan bahwa penjualan kredit netto yang tidak akan tertagih adalah 1%. Jika penjualan kredit netto selama tahun 2017 berjumlah Rp800.000.000, jurnal penyesuaian akhir tahun untuk mengakui beban adalah:

estimasi piutang tak tertagih PT Ghazali

Jumlah Rp8.000.000 adalah 1% dari Rp800.000.000.

Contoh di atas menunjukkan bahwa dasar persentase penjualan menekankan prinsip mempertemukan beban dengan penghasilan. Jurnal penyesuaian mengabaikan berapa pun saldo Cadangan Piutang Tak Tertagih sebelumnya.

Contoh penerapan dasar persentase piutang. Daftar akun piutang Dart Company menurut umur disajikan sebagai berikut (Perhatikan, tanda koma dalam tabel berikut adalah pemisah ribuan):

daftar saldo piutang menurut umur

Jika neraca saldo (sebelum penyesuaian) menunjukkan Cadangan Piutang Tak Tertagih (Allowance for Doubtful Accounts) bersaldo kredit $528, jurnal penyesuaiannya adalah: jurnal penyesuaian metode cadangan dengan dasar persentase piutang

Jumlah $1.700 adalah hasil pengurangan dari $2.228 – $528.

Mungkinkah saldo cadangan piutang tak tertagih sebelum penyesuaian bersaldo debit?

Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa dasar persentase penjualan menekankan estimasi beban piutang tak teragih dan mengabaikan berapa pun saldo akun cadangan sebelum penyesuaian. Dasar persentase penjualan lebih dimaksudkan untuk mempertemukan beban dengan penghasilan.

Sebaliknya, dasar persentase piutang menghasilkan penilaian piutang yang lebih akurat dalam laporan posisi keuangan (neraca). Dengan dasar persentase piutang, estimasi bisa dibuat lebih teliti dengan analisis piutang menurut umur (aging schedule). Saldo akun cadangan dipertimbangkan dalam menentukan nilai realisasi neto, sedangkan beban piutang tak tertagih hanya menjadi efek samping dari penilaian piutang.

Penjualan piutang. Perusahaan bisa menjual aset yang berupa piutang karena dua alasan utama berikut:

  1. Piutang mungkin menjadi satu-satunya sumber kas yang dapat diharapkan.
  2. Penagihannya memakan waktu dan biaya yang besar.

Perusahaan yang bisnis utamanya adalah melakukan pembelian piutang dikenal dengan istilah perusahaan anjak piutang (factor). Perusahaan anjak piutang membeli piutang dari perusahaan dan kemudian menagih pembayarannya secara langsung dari kustomer. Perusahaan anjak piutang biasanya memungut komisi kepada perusahaan yang menjual piutangnya. Besarnya komisi antara 1-3% dari jumlah piutang yang dibeli.

Contoh transaksi anjak piutang (diambil dari Weygandt, Kimmel, dan Kieso, 2010). Hendredon Furniture menjual piutang senilai $600.000 kepada Federal Factors. Federal Factors mengenakan biaya jasa 2% dari jumlah tersebut. Jurnal untuk mencatat penjualan piutang tersebut adalah (Perhatikan, dalam jurnal berikut tanda koma berarti pemisah ribuan):

jurnal transaksi anjak piutang

Beban jasa anjak piutang (service charge expense) sebesar $12.000 dihitung dengan cara: ($600.000 × 2% = $12.000).

Penjualan dengan kartu kredit. Retailer bisa memperlakukan penjualan dengan kartu kredit sama dengan penjualan tunai. Retailer harus membayar biaya jasa kepada penyedia layanan kartu kredit antara 2-4% sebagai biaya pemrosesan transaksi.

Contoh penjualan dengan kartu kredit (diambil dari Weygandt, Kimmel, dan Kieso, 2010). Anita Ferreri membeli CD seharga $1.000 untuk menghibur pengunjung restoran miliknya dari Karen Kerr Music Co., dengan menggunakan kartu Visa First Bank. First Bank mengenakan biaya layanan 3%. Jurnal untuk mencatat transaksi ini di pihak Karen Kerr Music adalah (Perhatikan, dalam jurnal berikut tanda koma berarti pemisah ribuan):

jurnal penjualan dengan kartu kredit

Jurnal diatas mengakui aset berupa kas bertambah $970, beban berupa jasa kartu kredit bertambah $30, dan penghasilan berupa pendapatan penjualan bertambah $1.000.

Piutang wesel

Apakah yang dimaksud dengan wesel (note)? Wesel atau surat sanggup adalah janji tertulis untuk membayar uang sejumlah tertentu atas permintaan atau pada tanggal tertentu yang telah ditetapkan. Wesel digunakan:

  • Ketika seseorang atau perusahaan meminjam(kan) uang,
  • Ketika jumlah transaksi dan periode kredit telah melewati batas normal, atau
  • Sebagai penyelesaian piutang usaha.

Bagi pihak terbayar, wesel merupakan piutang. Bagi pihak penerbit, wesel merupakan utang.

contoh wesel atau surat sanggup (sumber: Weygandt et al, 2010)

Jangka waktu wesel bisa dinyatakan dalam bulan atau hari. Bunga wesel dihitung dengan cara: pokok (atau nilai jatuh tempo) wesel × suku bunga (tahunan) × jangka waktu wesel dalam satuan tahun. Berikut adalah contoh-contoh penghitungan bunga wesel:

  • Wesel dengan nilai jatuh tempo Rp7.300.000, bunga 18%, jangka waktu 120 hari akan menimbulkan bunga sejumlah Rp438.000 [Rp7.300.000 × 18% × 120/360].
  • Wesel dengan nilai jatuh tempo Rp1.000.000, bunga 15%, jangka waktu 6 bulan akan menimbulkan bunga sejumlah Rp75.000 [Rp1.000.000 × 15% × 6/12].
  • Wesel dengan nilai jatuh tempo Rp2.000.000, bunga 12%, jangka waktu 1 tahun akan menimbulkan bunga sejumlah Rp240.000 [Rp2.000.000 × 12% × 1/1].

Contoh pengakuan piutang wesel. Calhoun Company menerbitkan wesel, $1.000, 2-bulan, 12% sebagai penyelesaian utangnya yang telah melewati batas waktu faktur dan menyerahkannya kepada Wilma Company. Dari sudut pandang Wilma Company, diterimanya wesel sebagai penyelesaian piutang mempengaruhi posisi keuangan seperti ditunjukkan dalam ayat jurnal berikut (Perhatikan, dalam jurnal berikut tanda koma berarti pemisah ribuan):

wesel sebagai penyelesaian faktur yang telah jatuh tempo

Aset berupa wesel bertambah dan aset berupa piutang usaha berkurang sejumlah $1.000.

Pada akhir periode pelaporan, piutang wesel jangka pendek disajikan di laporan posisi keuangan dengan nilai realisasi neto. Estimasi nilai realisasi neto serta beban piutang tak tertagih untuk wesel dilakukan dengan cara yang sama seperti untuk piutang usaha.

Penghentian pengakuan piutang wesel. Wesel bisa dipegang oleh pihak terbayar hingga tanggal jatuh tempo atau dialihkan/dijual kepada pihak lain seperti dalam transaksi anjak piutang.

Pihak penerbit wesel bisa saja gagal bayar sehingga pihak terbayar harus melakukan penghentian pengakuan dengan cara yang serupa dengan penghapusan piutang usaha tak tertagih.

Dengan kata lain, wesel bisa berstatus terbayar lunas (honored) atau tidak terbayar lunas (dishonored).

Contoh transaksi wesel terbayar lunas (diambil dari Weygandt, Kimmel, dan Kieso, 2010). Pada tanggal 1 Juni, Betty Co. meminjamkan uang sejumlah $10.000 kepada Wayne Higley Inc., dengan menerima wesel berbunga 9%, jangka waktu 5 bulan. Betty Co. menerima pelunasan wesel tersebut dari Wayne Higley Inc. pada tanggal jatuh tempo. Jurnal untuk mencatat pelunasan wesel tersebut di pihak Betty Co adalah (Perhatikan, dalam jurnal berikut tanda koma berarti pemisah ribuan):

jurnal pada saat pelunasan wesel diterima

Penghasilan berupa bunga bertambah $375 [$10.000 × 9% × 5/12], piutang wesel dihentikan pengakuannya $10.000, aset berupa kas bertambah sejumlah pokok dan bunga wesel.

Jika Betty Co. menyusun laporan keuangan per 30 September, akrual bunga harus diperhitungkan. Jurnal penyesuaian untuk memperhitungkan akrual bunga adalah:

pengakuan bunga akrual wesel

Aset berupa piutang bunga bertambah dan penghasilan berupa bunga bertambah $300,. Pada tanggal 1 November, saat pelunasan diterima, Betty Co. membuat jurnal berikut (Perhatikan, dalam jurnal berikut tanda koma berarti pemisah ribuan):

jurnal pada saat pelunasan wesel diterima pada periode berikutnya

Perhatikan, bunga yang diakui sebagai penghasilan hanya yang terkait dengan periode berjalan.

Contoh transaksi wesel tak terbayar lunas (diambil dari Weygandt, Kimmel, dan Kieso, 2010). Pada tanggal 1 November, Wayne Higley Inc. terindikasi tidak dapat membayar utang weselnya. Jika Betty Co. memperkirakan piutang itu akhirnya akan dilunasi, jurnal yang dibuatnya pada saat wesel itu tidak terbayar (dengan asumsi sebelumnya bunga belum diperhitungkan) adalah:

jurnal untuk wesel tak terbayar

Jika pada tanggal 1 November tidak ada harapan diterimanya pembayaran, pemegang wesel akan menghentikan pengakuan wesel dengan mendebit akun cadangan piutang tak tertagih. Tidak ada penghasilan bunga yang diakui karena tidak akan terjadi pelunasan.

Pengungkapan piutang

Pada laporan posisi keuangan:

  • Sebutkan jenis-jenis utama piutang, di laporan posisi keuangan atau di catatan atas laporan keuangan.
  • Laporkan piutang jangka pendek dalam kelompok aset lancar.
  • Sajikan jumlah kotor piutang serta cadangannya.

Pada laporan laba-rugi:

  • Laporkan beban kerugian piutang dan beban layanan kredit sebagai beban penjualan jika perusahaan menyajikan laporan laba-rugi dengan klasifikasi beban secara fungsional.
  • Laporkan penghasilan bunga dalam kelompok “Pendapatan lain-lain” dalam seksi nonoperasi jika perusahaan menyajikan laporan laba-rugi dengan klasifikasi beban secara fungsional.

4 comments:

  1. Assalamualaikum Wr.Wb
    Mohon maaf pak saya ingin bertanya, pada materi bapak mengenai perlakuan piutang tak tertagih dibedakan antara 2 sisi metode, salah satunya pada metode cadangan
    menjelaskan piutang di nyatakan dengan nilai reallisasi neto. bagaimana dampaknya bagi perusahaan pak dengan kerugian tersebut dan juga apa saja yang menjadi kerugian pada bagian perusahaan nya? Terima kasih pak mohon penjelasannya. Wassalamualaikum Wr.wb
    -Falda Rislia Azis C1C015036

    ReplyDelete
  2. Saya Hendrikus Andrianto nim C1C015116
    Saya mau menjawab pertanyaan bapak "Mungkinkah saldo cadangan piutang tak tertagih sebelum penyesuaian bersaldo debit?"

    Jawabannya mungkin, dikarenakan perusahaan mengalami kesalahaan dalam mengambil keputusan kebijakan piutang. Yang menyebabkan saldo cadangan piutang tak tertagih bersaldo debit sebelum penyesuaian.

    Mohon maaf jika ada kesalahaan, mohon dikoreksi

    ReplyDelete
  3. Selamat pagi pak, mohon maaf saya mau bertanya. Pada blog bapak di atas dijelaskan bahwa metode penghapusan piutang ada 2. Yang ingin saya tanyakan adalah metode mana yang lebih efisien untuk diterapkan di perusahaan? Terimakasih. Alfiandita R.M (C1C015069)

    ReplyDelete
  4. Selamat pagi pak,
    Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan Bapak pada pertemua kemarin mengenai piutang bahwa mengapa Saldo piutang sebelum dan sesudah pengapusan (Nilai Realisasi Neto) tetap sama ?
    Hal ini karena penghapusan dengan metode cadangan mengakibatkan pengurangan dari kedua sisi yaitu piutang usaha dan cadangan kerugian piutang tetapi tidak merubah Nilai Realisasi Neto. Jadi bisa disimpulkan bahwa berapapun jumlah piutang yang tidak dapat tertagih akan mengakibatkan Nilai Realisasi Neto nya tetap sama (penghapusan piutang tidak berpengaruh terhadap nilai realisasi neto jika menggunakan metode cadangan).
    Mohon maaf jika ada kesalahan,
    WARKINI (C1C015087)

    ReplyDelete