Akuntansi piutang usaha | piutang dagang

definisi akuntansi

Artikel ini menjelaskan pengertian piutang dagang (piutang usaha) serta memperkenalkan prinsip-prinsip pengakuan, penilaian/pengukuran, dan penyajian informasi piutang dagang (piutang usaha) dalam laporan keuangan. Pembahasan dilengkapi dengan contoh jurnal untuk mencatat transaksi piutang dagang (piutang usaha) dalam siklus akuntansi.


Ingin mahir menghitung pajak dan mengisi e-SPT?

Brevet Pajak Unsoed Purwokerto
Ikuti pelatihan Brevet Pajak Unsoed Purwokerto. Kunjungi halaman kami di Facebook untuk mendapatkan informasi pendaftaran, acara, dan aktivitas kami.

Pengertian piutang: apakah yang dimaksud piutang (receivables)?

Weygandt, Kimmel, dan Kieso (2010) memberikan definisi atau pengertian piutang adalah jumlah yang dapat ditagih/diklaim dari seseorang atau perusahaan lain yang diharapkan akan dilunasi dengan kas.

Standar akuntansi, baik SAK maupun IFRS, memperlakukan piutang sebagai instrumen keuangan, yaitu aset keuangan, yang pengakuan dan pengukurannya diatur dalam PSAK 55/IAS 39, sedangkan penyajiannya diatur dalam PSAK 50/IAS 32 dan PSAK 1/IAS 1.

Piutang umumnya mencakup:

  • Piutang usaha atau piutang dagang, adalah jumlah yang akan dibayar oleh pelanggan sebagai akibat dari penjualan barang dan jasa utama perusahaan. Piutang dagang umumnya diselesaikan dalam jangka pendek (kurang dari satu tahun atau dalam siklus operasi normal).
  • Piutang wesel (wesel tagih) atau pinjaman yang diberikan, adalah klaim yang didasari oleh instrumen kredit yang secara resmi diterbitkan sebagai bukti utang. Pinjaman yang diberikan bisa berupa kontrak pinjaman jangka panjang atau jangka pendek (lancar).
  • Piutang lain, adalah piutang “non-dagang” (misalnya, piutang bunga, pinjaman kepada pejabat perusahaan, pembayaran di muka kepada karyawan, dan pengembalian PPh).
Artikel ini terutama difokuskan pada perlakuan akuntansi piutang dagang (accounts receivable).

Akuntansi piutang dagang

Pengakuan. Kerangka konseptual pelaporan keuangan menjelaskan istilah pengakuan (recognition) adalah proses dimasukkannya suatu item (transaksi atau kejadian) ke dalam laporan posisi keuangan (neraca) atau laporan laba-rugi dan penghasilan komprehensif lain. Secara teknis, pengakuan bisa diartikan sebagai menjurnal atau merekam data transaksi pertama kali ke dalam sistem akuntansi sehingga mempengaruhi saldo-saldo akun buku besar umum.

Contoh pengakuan. Pada tanggal 1 Juli 2017, PT Jatmika menjual persediaan barang dagang secara kredit kepada PT Permai dengan harga Rp1.000.000, syarat faktur 2/10, n/30. Pengaruh transaksi tersebut terhadap posisi keuangan dan laba-rugi PT Jatmika bisa ditunjukkan dengan format ayat jurnal umum sebagai berikut.

contoh jurnal pengakuan piutang dagang

Agar fokus pada tujuan ilustrasi, debit dan kredit ke akun beban pokok penjualan dan persediaan diabaikan. Dari ayat jurnal umum di atas terlihat bahwa transaksi penjualan kredit mempengaruhi aset berupa Piutang Usaha dan penghasilan berupa Penjualan.

Contoh retur penjualan. Pada tanggal 5 Juli 2017, PT Permai meretur barang dagangan seharga Rp100.000 kepada PT Jatmika. Pengaruh transaksi tersebut terhadap posisi keuangan dan laba-rugi PT Jatmika bisa ditunjukkan dengan format ayat jurnal umum sebagai berikut.

contoh jurnal retur penjualan

Retur barang dagangan mengakibatkan piutang dagang dan pendapatan berkurang.

Contoh pencatatan penerimaan kas dari piutang. Pada tanggal 11 Juli 2017, PT Jatmika menerima pembayaran dari PT Permai. Ayat jurnal untuk mencatat transaksi pelunasan tersebut adalah sebagai berikut.

contoh jurnal penerimaan kas dari pelanggan

Pengukuran setelah pengakuan awal (penilaian). Pada akhir periode pelaporan, piutang usaha dilaporkan sebagai aset pada laporan posisi keuangan (neraca). PSAK 55/IAS 39 secara umum menyarankan agar piutang dan pinjaman yang diberikan diukur dengan biaya diamortisasi (amortized cost). Akan tetapi, praktik yang lazim mengabaikan faktor nilai waktu uang dengan alasan materialitas, sehingga piutang usaha biasa dilaporkan dengan jumlah yang diharapkan dapat ditagih/diterima pembayarannya atau direalisasi oleh perusahaan, dikenal dengan istilah nilai realisasi neto (net realizable value).

Penjualan kredit juga mengakibatkan timbulnya risiko piutang tak tertagih. Penilaian piutang bisa menyulitkan karena piutang yang tidak tertagih belum diketahui pada tanggal pelaporan, sehingga mengharuskan dilakukannya estimasi.

Perlakuan piutang tak tertagih bisa dilakukan dengan salah satu dari dua metode berikut:

  1. Metode penghapusan langsung. Metode penghapusan langsung secara teoretis lemah dengan alasan:
    • Tidak mempertemukan beban dengan pendapatan/penghasilan.
    • Piutang tidak dilaporkan dengan nilai realisasi neto.
    • Tidak diterima dalam praktik pelaporan keuangan (tidak sesuai dengan standar akuntansi keuangan).
  2. Metode cadangan. Metode cadangan melibatkan estimasi kerugian piutang.

Contoh penerapan metode penghapusan langsung. Dengan metode penghapusan langsung, kerugian piutang (beban) diakui pada saat akun pelanggan ditetapkan sebagai akun tak tertagih. Sebagai contoh, pada tanggal 12 Desember 2017 PT Wardani menghapus saldo akun Mas Djarot sejumlah Rp200.000 yang dianggap tak tertagih. Pengaruh kejadian tersebut terhadap posisi keuangan dan laba-rugi PT Wardani ditunjukkan dengan ayat jurnal umum berikut:

beban piutang tak tertagih - metode penghapusan langsung

Metode cadangan. Penerapan metode cadangan dilakukan dengan prosedur berikut:

  1. Akun-akun pelanggan yang tidak dapat tertagih (uncollectible) diestimasi.
  2. Estimasi piutang tak tertagih dicatat sebagai berikut:estimasi piutang tak tertagih
  3. Penghapusan saldo akun dicatat sebagai berikut:penghapusan piutang tak tertagih - metode cadangan

Contoh penerapan metode cadangan. Pada tahun 2017, penjualan kredit PT Hamidah mencapai Rp1.200.000.000. Dari angka tersebut, sejumlah Rp200.000.000 belum tertagih hingga 31 Desember. Manajer kredit PT Hamidah mengestimasi Rp12.000.000 dari penjualan sejumlah Rp200.000.000 yang belum tertagih tersebut tidak akan tertagih. Ayat jurnal penyesuaian untuk mengakui estimasi tersebut adalah sebagai berikut:

estimasi piutang tak tertagih PT Hamidah

Setelah pengakuan beban dan cadangan tersebut, bagian aset lancar laporan posisi keuangan PT Hamidah per 31 Desember 2017 akan tersaji sebagai berikut (dalam ribuan):

contoh laporan posisi keuangan

Pada saat penghapusan. Pada tanggal 1 Maret 2018, manajer kredit PT Hamidah menyetujui penghapusan saldo akun piutang atas nama Raden Ayu Widya sebesar Rp500.000. Persetujuan tersebut memiliki pengaruh secara keuangan sebagaimana ditunjukkan dengan ayat jurnal umum berikut: Penghapusan piutang tak tertagih PT Hamidah

Ayat jurnal di atas menunjukkan bahwa penghapusan piutang hanya mempengaruhi akun-akun laporan posisi keuangan (neraca). Piutang usaha menjadi bersaldo Rp199.500.000 [Rp1.200.000.000 – Rp500.000], sedangkan Cadangan Piutang Tak Tertagih menjadi bersaldo Rp11.500.000 [Rp12.000.000 – Rp500.000].

Nilai realisasi neto sebelum penghapusan adalah sebesar Rp188.000.000 [Rp200.000.000 – Rp12.000.000]. Jumlah tersebut tetap sama setelah penghapusan, yaitu Rp188.000.000 [Rp199.500.000 – Rp11.500.000].

Pada saat pemulihan. Pada tanggal 1 Juli 2018, Raden Ayu Widya membayar sejumlah Rp500.000 yang sebelumnya telah dianggap sebagai akun tak tertagih oleh PT Hamidah. Pemulihan akun piutang yang sebelumnya dianggap tak tertagih berdampak sebaliknya dari saat penghapusan.

pemulihan penghapusan piutangPenerimaan kas dari Raden Ayu Widya direkam dalam sistem akuntansi PT Hamidah sebagai berikut: penerimaan kas dari piutang pelanggan

Metode cadangan bisa diterapkan dengan menggunakan dasar persentase penjualan atau persentase piutang. Dasar persentase penjualan menekankan keterkaitan antara penghasilan dan beban dalam rangka penghitungan laba-rugi. Sebaliknya, dasar persentase piutang menekankan keterkaitan antara piutang dengan cadangan piutang tak tertagih dalam rangka penentuan nilai realisasi neto.


Comments

  1. Assalamualaikum Wr.Wb
    Mohon maaf pak saya ingin bertanya, pada materi bapak mengenai perlakuan piutang tak tertagih dibedakan antara 2 sisi metode, salah satunya pada metode cadangan
    menjelaskan piutang di nyatakan dengan nilai reallisasi neto. bagaimana dampaknya bagi perusahaan pak dengan kerugian tersebut dan juga apa saja yang menjadi kerugian pada bagian perusahaan nya? Terima kasih pak mohon penjelasannya. Wassalamualaikum Wr.wb
    -Falda Rislia Azis C1C015036

    ReplyDelete
  2. Saya Hendrikus Andrianto nim C1C015116
    Saya mau menjawab pertanyaan bapak "Mungkinkah saldo cadangan piutang tak tertagih sebelum penyesuaian bersaldo debit?"

    Jawabannya mungkin, dikarenakan perusahaan mengalami kesalahaan dalam mengambil keputusan kebijakan piutang. Yang menyebabkan saldo cadangan piutang tak tertagih bersaldo debit sebelum penyesuaian.

    Mohon maaf jika ada kesalahaan, mohon dikoreksi

    ReplyDelete
  3. Selamat pagi pak, mohon maaf saya mau bertanya. Pada blog bapak di atas dijelaskan bahwa metode penghapusan piutang ada 2. Yang ingin saya tanyakan adalah metode mana yang lebih efisien untuk diterapkan di perusahaan? Terimakasih. Alfiandita R.M (C1C015069)

    ReplyDelete
  4. Selamat pagi pak,
    Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan Bapak pada pertemua kemarin mengenai piutang bahwa mengapa Saldo piutang sebelum dan sesudah pengapusan (Nilai Realisasi Neto) tetap sama ?
    Hal ini karena penghapusan dengan metode cadangan mengakibatkan pengurangan dari kedua sisi yaitu piutang usaha dan cadangan kerugian piutang tetapi tidak merubah Nilai Realisasi Neto. Jadi bisa disimpulkan bahwa berapapun jumlah piutang yang tidak dapat tertagih akan mengakibatkan Nilai Realisasi Neto nya tetap sama (penghapusan piutang tidak berpengaruh terhadap nilai realisasi neto jika menggunakan metode cadangan).
    Mohon maaf jika ada kesalahan,
    WARKINI (C1C015087)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Contoh jurnal dan laporan keuangan perusahaan jasa

Download PSAK terbaru | PDF | exposure draft

Penyusunan dan penetapan APBN dan APBD menurut UU No. 17 Tahun 2003

Neraca: laporan posisi keuangan

Kekuasaan atas pengelolaan keuangan negara menurut UU No. 17 Tahun 2003